Pemprov Kaltim Matangkan Pengembangan Desa Wisata 2026, Selaras dengan Fokus Jospol untuk Penguatan Ekonomi Berbasis Lokal

November 14, 2025 by  
Filed under Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim terus mematangkan program pengembangan desa wisata yang akan mulai berjalan pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov dalam mengimplementasikan kebijakan Jospol yang menekankan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa desa wisata akan dikembangkan secara bertahap dan terukur, dengan target sekurangnya lima desa unggulan setiap tahun.

“Program ini kita mulai pada 2026 dan dilakukan bertahap. Setiap tahun akan ada minimal lima desa yang dibina menjadi desa wisata unggulan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Rencana pengembangan tersebut tercantum dalam dokumen resmi Dispar Kaltim bernomor 500.13.2.4/562/DISPAR-IV/2025 tertanggal 14 Oktober 2025, yang memuat daftar sepuluh desa atau kampung wisata yang diproyeksikan menjadi kawasan binaan, antara lain Kota Samarinda – Kampung Tenun, Kota Balikpapan – Kampung Wisata Kang Bejo, Kota Bontang – Desa Wisata Bontang Baru Bersinar, Kabupaten Paser – Desa Wisata Klempang Sari,  Kabupaten Penajam Paser Utara – Kampung Wisata Nipah-Nipah, Kabupaten Kutai Kartanegara – Desa Wisata Kersik, Kabupaten Kutai Timur – Desa Wisata Kaliorang, Kabupaten Kutai Barat – Kampung Wisata Linggang Melapeh, Kabupaten Mahakam Ulu – Kampung Wisata Batu Majang serta Kabupaten Berau – Desa Wisata Tanjung Batu

Ririn menjelaskan,  dua daerah yakni Samarinda dan Bontang akan menjadi prioritas pada tahun pertama pelaksanaan.

“Potensi mereka sudah terbentuk. Tinggal diperkuat melalui pendampingan, promosi, serta kolaborasi dengan dunia usaha,” katanya.

Program desa wisata ini tidak hanya memperkuat pariwisata berbasis komunitas, tetapi juga selaras dengan semangat Jospol yang mendorong optimalisasi potensi desa sebagai pusat ekonomi baru. Dengan strategi terarah, Pemprov Kaltim berharap desa-desa wisata tersebut dapat berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (yud/adv diskominfo kaltim)

Dinas Pariwisata Kaltim Cetak Pelaku Ekraf Inovatif

October 29, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dengan tema “Desain Inovasi Kemasan Produk”, diikuti 30 peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, kriya, dan wastra. Kegiatan ini berlangsung di Temindung Creative Hub, Jalan Pipit, Bandara, Samarinda. Rabu (29/10/2025)

Bimtek menghadirkan tiga narasumber, yakni Ramadhan Pernyata, akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes); Mahli Ahyat, praktisi desain kemasan; serta Anggara Pratama, content creator.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekraf, Dahlia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif agar merancang dan mengembangkan kemasan produk yang menarik, fungsional, serta mencerminkan karakter produk.

“Kemasan bukan hanya wadah pelindung, tetapi juga bagian penting dari strategi pemasaran dan identitas merek. Desain yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan nilai jual serta memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.

Selain itu, peserta dibekali pengetahuan praktis mengenai tren, bahan, dan teknologi terkini dalam desain kemasan, termasuk penggunaan aplikasi Canva sebagai media desain grafis konten kreatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu menciptakan kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga ramah lingkungan dan berkarakter lokal.

Bimtek ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, akademisi, praktisi, dan content creator memperkuat branding serta citra produk daerah.

“Desain kemasan yang baik mencerminkan nilai dan budaya lokal, sekaligus menjadi identitas produk yang membedakannya di pasar,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Dispar Kaltim berharap pelaku ekonomi kreatif dapat terus berinovasi, memperkuat merek lokal, dan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional. (yud)

Jantur Geronggong Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara Kunjungi Kutai Barat

October 11, 2025 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Jantur Geronggong yang berada di Kampung Engkuni Pasek tercatat sebagai destinasi paling diminati wisatawan asing sepanjang tahun ini. Tempat wisata berupa air terjun alami itu menjadi magnet karena keindahan bentang alam serta akses yang relatif lebih baik dibandingkan air terjun lainnya.

“Wisata air terjun atau jantur selalu punya daya tarik tersendiri. Keaslian alam, kejernihan air, dan suasana hutan tropis memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan luar negeri,” kata Sumardi, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat , Minggu (5/10/2025).

Berdasarkan data rekapitulasi kunjungan dari Dinas Pariwisata, tercatat sedikitnya ada 54 wisatawan asing yang berkunjung ke sejumlah objek wisata unggulan di Kubar. Meski jumlahnya masih relatif kecil dibandingkan wisatawan nusantara, tren ini menunjukkan Kutai Barat tetap dilirik turis asing, khususnya dari Eropa dan Amerika.

Data tersebut merekam kunjungan wisatawan mancanegara ke enam destinasi utama, yaitu Sentral Kerajinan Tanjung Isuy, Lamin Mancong, Jantur Mapan, Danau Aco, Jantur Tabalas, dan Jantur Geronggong. Dari total 54 kunjungan, puncak kunjungan terjadi pada bulan Oktober sebanyak 10 orang, disusul Juni dan Agustus masing-masing 9 orang, serta Mei 5 orang.

“Meski jumlahnya belum besar, kunjungan wisatawan mancanegara tetap penting bagi Kutai Barat. Mereka umumnya mencari pengalaman otentik, budaya khas, dan alam yang masih asri. Ini modal besar untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” kata Sumardi.

Menurutnya, wisatawan mancanegara yang datang ke Kubar didominasi turis dari Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Italia, Swiss, hingga Australia. Dari catatan, turis Belanda dan Jerman banyak berkunjung ke Lamin Mancong dan Tanjung Isuy, dua pusat budaya Dayak di wilayah Kecamatan Jempang. Sedangkan wisatawan dari Italia, Prancis, dan Australia lebih tertarik pada destinasi air terjun seperti Jantur Mapan dan Jantur Tabalas.

Meski begitu, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah daerah. Jumlah kunjungan wisatawan asing yang masih di bawah seratus orang per tahun menunjukkan bahwa Kutai Barat perlu meningkatkan promosi, memperbaiki infrastruktur, dan memperluas jaringan pariwisata.

“Kami terus berupaya mendorong promosi melalui berbagai platform digital, kerja sama dengan agen perjalanan, dan menjadikan event budaya sebagai magnet turis. Tahun depan, kami menargetkan jumlah kunjungan bisa meningkat lebih dari 30 persen,” tegasnya.

Selain faktor promosi, aksesibilitas juga disebut menjadi tantangan utama. Beberapa destinasi unggulan masih sulit dijangkau karena kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai. Hal ini sering kali menjadi pertimbangan wisatawan asing sebelum memutuskan untuk datang.

“Keterbatasan akses ini memang harus segera kita benahi. Kami juga mendorong peran masyarakat lokal untuk mendukung pariwisata, misalnya dengan menyediakan homestay, paket wisata budaya, hingga jasa transportasi lokal. Dengan begitu, wisatawan asing merasa lebih nyaman,” kata Sumardi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat optimistis, dengan pengembangan yang lebih terarah, pariwisata daerah ini dapat menjadi salah satu destinasi unggulan Kalimantan Timur. Terlebih, wisata budaya seperti Lamin dan kerajinan tradisional Tanjung Isuy, ditambah wisata alam berupa  danau dan air terjun, memiliki potensi kuat untuk dipasarkan ke wisatawan internasional.

“Harapan kami, Kutai Barat tidak hanya menjadi tujuan singgah, tetapi destinasi yang mampu memberikan pengalaman mendalam bagi wisatawan. Ini bukan sekadar soal angka kunjungan, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutup Sumardi. (adv/diskominfo/kbr).

Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Kutai Barat Capai 41.888 Orang

October 11, 2025 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mencatat kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 41.888 orang sepanjang tahun 2025. Angka ini berasal dari berbagai objek wisata unggulan yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari destinasi alam, budaya, hingga buatan. Data tersebut tercatat dalam laporan resmi Dinas Pariwisata Kubar melalui rekapitulasi bulanan yang dirilis per Oktober 2025.

Dari 15 objek wisata yang dipantau, kunjungan tertinggi terjadi di Bumi Perkemahan Batu Bura dengan total 20.483 pengunjung. Disusul oleh Jantur Mapan dengan 10.838 wisatawan dan Jantur Tabalas sebanyak 2.391 orang. Sementara itu, objek wisata Danau Beluq juga cukup populer dengan jumlah 2.201 pengunjung, serta Danau Aco yang mencapai 1.591 orang.

“Berdasarkan data 2025, memang Bumi Perkemahan Batu Bura menjadi magnet utama. Tempat ini banyak dimanfaatkan untuk kegiatan kepramukaan, acara komunitas, hingga event tahunan, sehingga wajar jumlahnya mendominasi,” jelas  Sumardi, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, Minggu (5/10/2025).

Selain destinasi tersebut, data juga menunjukkan peningkatan kunjungan ke Lamin Mancong, pusat budaya Dayak di Kecamatan Jempang, yang mencatat 570 wisatawan. Sentral Kerajinan Tanjung Isuy menempati posisi berikutnya dengan 1.767 kunjungan, mayoritas berasal dari rombongan pelajar, komunitas seni, dan wisatawan lokal dari Samarinda dan Balikpapan.

Namun, tidak semua objek wisata mengalami geliat kunjungan. Beberapa situs bersejarah seperti Situs Pancuran Senggreq tidak mencatat kunjungan sepanjang tahun, sementara Situs Sentawar dan Jantur Manarung hanya dikunjungi belasan hingga puluhan orang.

“Faktor aksesibilitas dan promosi sangat berpengaruh. Beberapa objek wisata yang belum dikembangkan optimal tentu masih sepi. Ini pekerjaan rumah bagi kita, bagaimana pemerintah daerah bersama masyarakat bisa membenahi sarana prasarana,” ujar Sumardi.

Jika dilihat berdasarkan bulan, puncak kunjungan wisatawan nusantara terjadi pada April 2025 dengan jumlah 9.602 orang. Lonjakan ini dipicu oleh masa liburan panjang dan sejumlah festival budaya yang digelar di Sendawar. Sementara bulan Februari dan Maret relatif lebih rendah, masing-masing 4.829 dan 3.343 kunjungan.

“Event budaya seperti Erau, pesta adat, hingga festival kuliner tradisional terbukti menjadi daya tarik utama. Saat momen itulah kita melihat lonjakan kunjungan wisatawan ke Kubar. Ke depan, kita akan maksimalkan kalender event agar lebih terstruktur dan bisa menarik lebih banyak wisatawan domestik,” tambahnya.

Sumardi juga menegaskan, Dinas Pariwisata Kutai Barat akan terus mendorong promosi pariwisata melalui media digital, kerja sama lintas daerah, serta menggandeng pelaku UMKM lokal. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memberikan nilai tambah tidak hanya bagi destinasi wisata, tetapi juga bagi ekonomi masyarakat sekitar.

“Kita ingin agar setiap kunjungan wisatawan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik melalui penjualan produk kerajinan, kuliner khas, maupun jasa wisata lokal. Itu yang sedang kita perkuat,” pungkasnya. (adv/diskominfo/kbr).

Dinas Pariwisata Kaltim Dorong Sinergi Layanan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

October 1, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA –  Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini berlangsung di Temindung Creative Hub, Jalan Pipit, Sungai Pinang, Samarinda, Selasa (30/9/2025).

Acara dihadiri 27 komunitas, mulai dari musik, teater, hingga yayasan. Mereka menjadi bagian dari forum dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat pengguna layanan publik.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi menegaskan, pariwisata dan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah.

“Potensinya tidak hanya memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat identitas budaya daerah kita,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, dukungan regulasi, kemudahan perizinan, serta pemanfaatan sarana-prasarana publik sangat penting agar menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing. Ia menyoroti peran Online Single Submission (OSS) sebagai instrumen percepatan perizinan, serta pentingnya tertib perpajakan agar memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Ia menyebut kehadiran Temindung Creative Hub bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga pusat inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan.

“Tempat ini harus mampu menjembatani Dinas Pariwisata sebagai penyedia layanan dengan masyarakat sebagai pengguna layanan, dalam suasana yang terbuka dan produktif,” jelasnya.

Forum ini juga menjadi wadah strategis menyerap aspirasi pelaku usaha dan komunitas seni, sekaligus merumuskan arah pemanfaatan Temindung Creative Hub agar sesuai kebutuhan lapangan.

“Pelayanan publik yang ideal tidak bisa dibangun sepihak, melainkan melalui proses dialog seperti yang kita lakukan hari ini,” tambahnya.

Melalui forum ini, Dispar Kaltim berharap masukan dari berbagai pihak dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan, program, serta pengelolaan Temindung Creative Hub di masa depan, sehingga benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi ekosistem kreatif sekaligus pertumbuhan ekonomi lokal. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1623275
    Users Today : 4491
    Users Yesterday : 5851
    This Year : 559785
    Total Users : 1623275
    Total views : 13898758
    Who's Online : 39
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-08