Iffa yang Pertama ke Istana

November 7, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ORANG Kaltim sedikit terhibur.  Sudah ada tokoh Kaltim yang dilantik di Istana Negara Jakarta pada era Presiden Prabowo. Dia adalah Iffa Rosita. Wanita berusia 45 tahun kelahiran Samarinda. Meski bukan sebagai menteri, wakil menteri atau staf khusus.  Iffa dilantik Selasa (5/11) sebagai anggota  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI berdasarkan Keppres No 108/P Tahun 2024 tentang Pengesahan Pengangkatan Antarwaktu Anggota KPU RI mengisi sisa masa jabatan periode 2022-2027.

Presiden Prabowo menyalami dan mengucapkan selamat kepada Iffa Rosita

KPU RI adalah KPU di tingkat pusat atau nasional. Berkedudukan di Jakarta. Tugas utamanya adalah melaksanakan Pemilu untuk pemilihan presiden dan wapres, pemilihan anggota DPR dan anggota DPD RI. Juga mengawal KPU provinsi dan kabupaten/kota dalam melaksanakan Pilkada Serentak.

Yang digantikan Iffa tidak main-main. Dia mengisi kursi yang ditinggalkan Hasyim Asy’ari, yang saat itu menduduki jabatan ketua KPU.  Hasyim didepak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) setelah terbukti melakukan pelanggaran tindak asusila dengan anggota PPLN Belanda.

Iffa terpilih setelah melalui beberapa tahap seleksi yang dilakukan Komisi II DPR RI. Lalu disahkan dalam Rapat Paripurna DPR, 10 September lalu. Setelah itu dikirim ke Setneg untuk mendapatkan penetapan dari presiden.

“Selamat bertugas dan semoga dengan lengkapnya keanggotaan komisioner, KPU dapat menjalankan tugasnya lebih baik lagi terutama dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 27 November nanti,” kata Prabowo.

Sebelumnya Presiden memandu Iffa mengucapkan sumpah di bawah kitab suci Alquran. Baru kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan.

Acara berlangsung lancar dan khidmat. Iffa tampil cantik dan anggun mengenakan baju satin kebaya berwarna putih tulang dengan selendang dan bawahan batik berwana cokelat hitam. Dia tersenyum didampingi suaminya ketika disalami Presiden Prabowo.

Iffa berjanji akan melaksanakan tugas dan wewenangnya secara jujur, adil dan cermat demi suksesnya pelaksanaan Pemilu. “Demi Allah saya bersumpah,” katanya mengawali pengucapan sumpah yang dipandu Presiden Prabowo.

Selain Iffa, Prabowo juga melantik wakil ketua dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Mereka adalah Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua DEN dengan 6 anggota yaitu M Chatib Basri, Arief Anshory Yusuf, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Septian Hario Seto, dan M Firman Hidayat.

Ketua DEN sendiri adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), mantan menko Bidang Kemaritiman dan Investasi di era Presiden Jokowi. Dia dilantik Prabowo lebih dulu, 21 Oktober lalu bersamaan dengan pelantikan anggota Kabinet Merah Putih.

Bersamaan itu, Prabowo juga melantik Menko Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan sebagai ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa jabatan 2024-2028. Dia didampingi Mendagri Tito Karnavian sebagai wakil dengan 6 anggota yaitu Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Arief Wicaksono Sudiutomo, Ida Oetari Poernamasari, Supardi Hamid, Gufron M Choirul Anam dan Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga melantik mantan menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) definitif. Banyak yang berharap Prabowo segera memilih wakil kepala OIKN dari putra terbaik Kaltim.

Iffa mengaku terhormat dan bersyukur atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada dirinya sebagai anggota KPU RI. Dia menjadi wanita satu-satunya di antara 7 anggota KPU RI. Ketua KPU sekarang adalah Mochammad Afifuddin.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, saya akan banyak belajar dan berdikusi dengan anggota KPU lainnya dalam rangka memperkuat tugas-tugas KPU terutama dalam mengkoordinasikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang tinggal beberapa hari lagi,” kata Iffa dalam keterangan pers kepada wartawan seusai pelantikan.

Menurut Iffa, seperti harapan anggota KPU lainnya, dia juga berkomitmen dalam melaksanakan tugasnya dengan kerja kolektif sehingga dapat mengatasi berbagai masalah yang mungkin terjadi di tahapan Pilkada Serentak. “Dengan komposisi keanggotaan KPU RI yang sudah lengkap,  kita harapkan semua bisa berjalan baik, lancar, aman dan kondusif,” tambahnya.

KADER  MUHAMMADIYAH

Sebelum ke KPU Pusat, Iffa adalah anggota   KPU Provinsi Kaltim. Dia bertugas di sana sejak 2019. Sebelumnya anggota KPU Kota Bontang. Berarti sudah 10 tahun lebih dia mengabdi di lembaga yang tugasnya melaksanakan Pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Dia aktif sebagai anggota Tim Pembina Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU Kaltim. Berkat kerja kerasnya, dia berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai anggota JDIH Terbaik Tingkat Lembaga Non Struktural.

Rekam pendidikannya cukup menarik. Setelah meraih gelar S1 program studi Manajemen di Universitas Muhammadiyah (UM) Kaltim, lalu melanjutkan menempuh S2 atau magister manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Yang membuat Iffa matang berorganisasi karena dia terlibat aktif dalam berbagai kelembagaan di antaranya di organisasi Perempuan Muhammadiyah, Aisyiah dan Ketua Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Melalui IMM dan Aisyiah dia mengajak teman-temannya aktif melakukan pengembangan diri dan terus meningkatkan kapasitas, sehingga mampu tampil sebagai generasi muda yang bisa memajukan daerah dan bangsa.

Sebelum aktif di KPU, ternyata dia pernah berkarier sebagai tenaga honorer di Dinas Kesehatan dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat di Pemkot Bontang. Juga pernah aktif di kepengurusan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Bontang.

Dia kembali ke kampung halamannya di Samarinda setelah terpilih menjadi anggota KPU Kaltim. Dia membagi waktunya juga menjadi dosen STIE Muhammadiyah Samarinda.

“Doakan saya bisa berbuat terbaik untuk daerah, bangsa dan negara,” tuturnya semringah. Selamat bertugas Iffa, bukti orang Kaltim juga bisa berprestasi di tingkat nasional.(*)

Debat Panas Pilgub Kaltim

November 5, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DEBAT Pilgub Kaltim kedua berlangsung Minggu (3/11) malam. Kali ini  pasangan calon (paslon) No 1 Isran Noor-Hadi Mulyadi dan paslon No 2 Rudy Mas’ud-Seno Aji harus terbang ke Jakarta. Karena penyelenggaraan debat berlangsung di Studio CNN Indonesia, Gedung Trans Media Lantai 3 Jl Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Suasana debat Pilgub Kaltim 2024 antara pasangan Isran-Hadi dengan Rudy-Seno

CNN Indonesia yang didirikan Chairul Tanjung adalah sebuah jaringan televisi berita digital gratis dan berbayar, serta situs berita milik Trans Media dengan mengambil lisensi nama CNN dari Warner Bros, Discovery International, Amerika Serikat.

Tidak Isran-Hadi saja yang berangkat. Tapi juga tim pendukungnya. KPU Kaltim mempersilakan kedua paslon membawa 100 orang tim pendukung. Besar juga biayanya. Kalau tiap orang biaya tiket pesawat dan hotel serta lainnya selama 2 malam menghabiskan biaya sekitar Rp5 juta, maka tidak kurang paslon mengeluarkan koceknya Rp500 juta. Belum biaya lain-lain.

Menurut Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris, pemindahan lokasi debat ke Jakarta diharapkan dapat meningkatkan jangkauan audiens serta memberikan paparan yang lebih luas bagi kedua paslon. Tapi beberapa pihak menganggap program ini terlalu membebani paslon. Padahal sekarang TV bisa siaran langsung di mana saja.

Direncanakan Debat ke-3 atau terakhir tanggal 22 November juga berlangsung di Jakarta. Tapi belum diumumkan televisi mana yang bertindak sebagai tempat acara. Tema juga belum diputuskan. Tapi bisa jadinya puncaknya berkaitan dengan masalah ekonomi dan pembangunan lainnya.

Dalam debat ke-2 yang berlangsung 120 menit itu, kedua paslon membahas secara intens tentang “Tata Kelola Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat.” Yang memandu debat adalah penyiar  CNN Indonesia, Fredy Cahya dan  Sarah Ariantie.

Tarian Jepen memeriahkan Debat Pigub di CNN Indonesia, Jakarta

Selain Fahmi, hadir juga anggota KPU  Iffa Rosadi, Suardi, Ramaon Dernov Saragih dan Abdul Qayyim Rasyid bersama Ketua Bawaslu Kaltim Hari Dermanto dan dua anggotanya Galeh Akbar Tanjung dan Wamustofa Hamzah. KPU juga menghadirkan tim panelis yang diambil sebagian dari para akademisi.

Seperti di Debat 1, Isran-Hadi tampil mengenakan kemeja putih. Sedang Rudy-Seno berbusana biru muda. Yel-yel “Pahamlah Ikam” silih berganti dengan yel-yel “Gratispol.” Saya lihat crew CNN tersenyum mendengar yel-yel kedua tim, yang tak jarang harus dihentikan moderator.

Hadir juga Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (Hamas) bersama wakil Forkopimda lainnya. Dalam debat sempat ditanyakan Hadi soal Hamas mengambil alih jabatan ketua DPRD Kaltim dari Makmur HAPK, meski tokoh dari Kabupaten Berau itu meraih suara terbanyak. Ini dia kaitkan dengan tata kelola pemerintahan yang baik, yang harus bebas KKN.

Seno menjelaskan bahwa masalah itu adalah urusan internal parpol khususnya Golongan Karya dan sesuai undang-undang dan Permendagri. “Mas Hadi…Mas Hadi, itu tidak ada yang dilanggar, itu tak ada masalah,” jelasnya.

Menurut Hadi, memang tak masalah. Tapi yang jadi masalah itu konstituen yang diwakili mereka, yakni masyarakat dari Bontang, Kutim, dan Berau. Makmur meraih suara terbanyak 38.211. Lalu digantikan   Hasanuddin Mas’ud. Yang membuat surat Rudy Mas’ud. “Ini fakta,” kata Hadi.

SALING SINDIR

Saling sindir terus mewarnai  perdebatan. Ketika membahas masalah korupsi SDA di Kaltim, Isran mengatakan selama 5 tahun kepemimpinannya tidak ada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Kecuali bupati, eh apa namanya itu?” kata Isran seolah lupa.

Rudy balas menunjuk adanya kasus kepala Dinas ESDM di Kaltim diadili karena korupsi. “Oh itu bebas murni karena tidak terbukti kesalahannya. Kalau yang di PPU itu terbukti. Ini fakta, Pahamlah Ikam,” kata Isran yang disahut “paham” oleh tim pendukungnya.

Seno sempat menyerang dengan menyajikan data Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kaltim, yang dianggapnya memalukan berada di peringkat 32 dari 34 provinsi. Padahal APBD sangat besar. Belum lagi angka kekerasan kepada wanita meningkat. “Ini memalukan padahal anggaran kita sangat besar. IPM juga sangat tinggi,” tandasnya.

Melalui program SAKTI, kata Seno,  kita bisa mengetahui lebih detail masalah perempuan dan disabilitas, sehingga kesetaraan gender dan KDRT tidak terjadi lagi. “Sungguh kami sangat menyesalkan,” tandasnya.

Menurut Hadi, di era kepemimpinan Isran dan dia, perhatian terhadap gender luar biasa. Dia menunjukkan Sekdaprov se-Indonesia dari kaum perempuan hanya ada 6. Dua di antaranya dari Kaltim. Belum lagi eselon 2 dan 3. “Itu menunjukkan komitmen yang kuat dari kami terhadap masalah gender,” tandasnya.

Selain soal IPG, Seno juga menyerang Hadi berkaitan dengan data BPK atau Kemenpan RB soal 4 area penting dalam reformasi birokrasi. Dia bilang Indeks Reformasi Birokrasi Kaltim sejak 2019 hingga 2022 stagnan di angka 68 bahkan turun. “Dengan anggaran yang meningkat kenapa reformasi birokrasi justru mengalami penurunan?” tanya Seno.

Hadi tak mau kalah. “Sebagai dosen statistik saya harus memercayai angka-angka dari BPS,” tandasnya. Dia menyebut dengan jelas Indeks SAKIP Kaltim yang angkanya masuk dalam kategori sangat baik.  Demikian juga Indeks Reformasi Birokrasi mulai 68,60 di tahun 2019 sampai 73,87 di tahun 2023.

Cagub Isran dan Rudy juga seru membahas masalah pendidikan. Bermula dari pertanyaan Rudy, yang menanyakan kepada Isran baik mana program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) dengan sekolah gratis sampai S3 atau “gratispol” yang dia ditawarkan.

Menurut Isran, BKT sudah terbukti membantu anak-anak kita dalam mencapai pendidikan. “BKT sudah membantu 201.500 pelajar dan mahasiswa. Silakan dicek di Google tidak ada anggaran sebesar itu termasuk di DKI. Malah akan kami tingkatkan mencapai Rp2,5 triliun,” tambahnya.

Isran melihat tidak ada negara di dunia yang membuat sekolah gratis seluruhnya. Tapi Rudy menyebut di antaranya negara Mesir dan Jerman.  Dia juga menyayangkan anggaran besar dengan Silpa besar tapi belum memadai anggaran pendidikannya.

Ketika diminta mengajukan pertanyaan, Isran mengatakan dia tak ingin bertanya kepada Rudy. “Sudah cukup, tak ada objek yang ditanyakan. Saya hanya mengklarifikasi anggaran pendidikan 20 persen sudah kita laksanakan.  Sedang anggaran Beasiswa Kaltim Tuntas di luar dari yang sesuai UU Pendidikan,” katanya menjelaskan.

Selain antara paslon, KPU Kaltim juga mendapat serangan. Ketika debat dimulai dengan pembacaan tata tertib, Hadi Mulyadi menyampaikan protes karena tata tertib itu dianggapnya melanggar PKPU No 13 Tahun 2024. Ini berkaitan dengan tidak bolehnya cagub atau cawagub ikut menjawab pertanyaan pasangannya. Hadi sempat dihentikan moderator ketika dia ngotot menabrak tata tertib yang diberlakukan.

Keberatan Hadi ini ditindaklajuti juga oleh Tim Hukum Isran-Hadi. “Kita lapor ke Dewan Kehormatan KPU Pusat soal ketidakadilan pertanyaan dan kemungkinan kebocoran informasi,” kata Roy Hendrayanto.

Sementara itu secara demonstratif, Sudarno dari Tim Rudy-Seno juga mendatangi kursi Ketua KPU di depan panggung. Dia sempat diteriaki tim pendukung Isran-Hadi, tapi terus menyampaikan protes kepada KPU. Dia merasa KPU Kaltim tidak bersikap atas hal yang terjadi.

Di luar gedung, ratusan massa tim pendukung kedua paslon juga ramai berteriak-teriak membanggakan paslon yang diusungnya. Mereka bebas membawa poster calon. Tapi penjagaan petugas keamanan cukup ketat, sehingga tidak terjadi gesekan yang merugikan kedua pihak. “Alhamdulillah, meski suasananya panas tapi aman saja,” kata seorang petugas kepolisian

Untuk mencairkan suasana, di akhir statemennya, Hadi menyampaikan beberapa pantun dan menyanyikan lagu Koes Plus “Manis dan Sayang.” Salah satu pantunnya setengah kampanye. “Kuda yang mana Tuan senangi. Kuda yang putih di pondok bambu. Paslon mana yang Anda senangi. Paslon berbaju putih No 1.” Ratusan pendukungnya larut dalam suasana gembira. Ada yang saling bersalaman dengan tim lawan. “Kita tetap bersaudara,” kata mereka tersenyum. Pahamlah Ikam.(*)

Ke Berau Sebelum Debat Ke-2

October 31, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISRAN-HADI bergerak terus. Setelah dari Kutai Timur (Kutim), mereka meneruskan perjalanan darat ke Kabupaten Berau. Sejumlah agenda kampanye  ditebar. Warga “Barau” mengelu-elukan kedatangan pasangan petahana Pilgub 2024 tersebut.

Di Bumi Batiwakkal ini terdapat 198.347 pemilih.  Terdiri dari 106.149 laki-laki dan 92.208 pemilih perempuan. Isran-Hadi menargetkan sebanyak mungkin pemilih memberikan suara kepada mereka, sehingga Kaltim Berdaulat Jilid 2 terus dilanjutkan.

Diabadikan dengan penari dan warga Long Beliu dan Long Gi.

Ini kampanye terakhir Isran-Hadi di wilayah utara. Sepulang dari Berau, Isran-Hadi akan langsung terbang ke Jakarta untuk menghadapi debat Pilgub ke-2 yang berlangsung di Trans TV, 3 November nanti.

Mengawali kedatangannya, Isran-Hadi lebih dulu bersilaturahim ke kediaman pribadi Sultan Gunung Tabur di  Jl Kunan, Kecamatan Gunung Tabur, Selasa (29/10) pagi. Isran didampingi tim pemenenangan dan Hadi didampingi istrinya, Hj Erni Makmur.

Mereka disambut hangat oleh Pewaris Kesultanan Gunung Tabur Aji Awang Idris, Ketua Dewan Adat Pangeran Hadiningrat serta Ibu Suri dan kerabat lainnya.

“Kami mohon izin dan permisi karena akan menyapa rakyat Berau agar memilih kami dalam Pilgub 2024 yang berlangsung 27 November nanti,” kata Isran kepada Sultan.

Dalam kesempatan itu, Hadi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kerabat kesultanan, Adjie Bachrul Hadie. “Semoga beliau husnul khotimah,” doanya.

Sultan memberikan restu dan berdoa pasangan Isran-Hadi mendapat hasil yang terbaik. Mereka cukup lama berdialog mulai soal perkembangan Kesultanan Gunung Tabur sampai masalah pembangunan di Kabupaten Berau.

Selain menyampaikan komitmennya melaksanakan program Kaltim Berdaulat 2, Isran-Hadi juga berkomitmen memperhatikan kelangsungan kesultanan di Kaltim, sebagai bagian dari sejarah untuk selalu menjaga dan merawat budaya di Bumi Etam.

Sebelum meninggalkan Kesultanan, Isran dan Hadi mendapat hadiah pantun dari Pangeran Hadiningrat. Dia menyinggung orang yang meragukan hasil pembangunan Kaltim selama dipimpin Isran-Hadi. “Pergi ke kota jangan lupa membeli baju, siapa yang berkata Kaltim tak maju,  maka matanya buta dan hatinya buntu.”

Pantun Pangeran langsung mendapat aplaus dari kerabat yang hadir. Mereka meyakini Isran dan Hadi sudah berbuat yang terbaik. Karena itu layak mendapat kesempatan untuk melanjutkan kembali menjadi gubernur dan wakil gubernur Kaltim periode 2024-2029.

Ketika berkampanye di Tanjung Batu, Isran membuat kejutan. Dia memimpin ratusan warga yang hadir dengan pembacaan salawat Nabi. “Agar kita mendapat syafaat dari Rasulullah,” katanya penuh semangat.

Isran dan Hadi memang lancar urusan keagamaan. Dua-duanya ustaz. Acara tahlilan di kediaman Isran untuk istrinya, almarhumah Hj Norbaiti selalu dipimpin langsung oleh Isran. Hadi juga sering diminta berceramah dan menjadi khatib salat Jumat.

Tanjung Batu adalah desa wisata. Kalau kita mau ke Derawan atau Maratua lewat jalan darat dari Tanjung Redeb, maka pasti singgah di Tanjung Batu. Baru naik kapal atau speedboat ke pulau wisata yang sangat terkenal itu.

Desa ini juga terkenal dengan produksi rajungannya. Rajungan Tanjung Batu sudah dikirim sampai ke Amerika Utara.

Isran siap terus meningkatkan pembangunan di Tanjung Batu dan sekitarnya. Termasuk juga pengembangan Derawan, Maratua dan sekitarnya. “Ini memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

MINTA AIR BERSIH

Selain ke Tanjung Batu, Isran-Hadi juga menggelar kampanye di Lamin Adat Dayak, Desa Long Beliu, dan Long Gi, Kecamatan Kelai.

Warga di sana tak menyangka Isran-Hadi mau datang ke kampung mereka. “Kami siap memenangkan beliau,” kata para warga sambil mengacungkan satu jari.

Isran menekankan dia berkomitmen untuk selalu memperhatikan masyarakat adat Dayak. Juga siap menjaga dan merawat budaya dan adat istiadat Dayak serta melibatkan mereka secara aktif dalam pembangunan daerah.

Warga mendapatkan kesempatan berbicara langsung. Sebagian mereka meminta Isran dan Hadi jika terpilih kembali memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan di daerah pedalaman.

Ada juga yang menyampaikan keluhannya soal air bersih. “Kami belum menikmati air bersih. Ada bantuan tapi itu sudah rusak. Kami sudah sampai ke Bupati dan yang datang ke sini, selalu dijawab wewenang provinsi,” kata Lukas.

Hadi berjanji semua usulan dan keluhan warga menjadi perhatian serius dari pihaknya. “Kami siap membangun infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka akses terhadap berbagai peluang,” jelasnya.

Isran meminta warga setempat menjaga Sungai Kelay sebagai sumber air bersih. Nanti pemerintah merencanakan distribusinya. “Air di Sungai Kelay merupakan salah satu air terbaik di Kaltim. Jadi kita harus bersyukur dan terus menjaganya,” tambahnya.

Malam tadi kampanye terakhir Isran-Hadi di Berau. Mereka bertemu warga di Kecamatan Sambaliung. Isran disambut meriah dan siap memperhatikan harapan warga. Selesai di Sambaliung langsung pulang ke Samarinda lewat jalan darat.

Warga Berau berjanji memenangkan Isran dan Hadi. “Kami tahu kinerja dan kerja keras beliau luar biasa. Insyaallah pasangan Pilgub Kaltim No 1 menang. Pahamlah ikam,” kata Ulil Ulfa lantang bersama warga lainnya.(*)

Genmud Minta Menteri dan Dukung Isran-Hadi

October 30, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA kejutan dari Gedung Nasional Samarinda, Senin (28/10) malam. Di tengah peringatan 96 Tahun Sumpah Pemuda, Gema Muda (Genmud) se-Kaltim memutuskan memberikan dukungan politik kepada petahana Pilgub Kaltim 2024, yaitu pasangan No 1 Isran-Hadi.

Keputusan itu mereka lakukan setelah melakukan diskusi yang berapi-api  utusan Genmud dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, yang dihadiri sekitar 400 pemuda. “Alhamdulillah keputusan kami terakhir bulat memberikan dukungan kepada Pak Isran dan Pak Hadi,” kata Renaldi, founder Gema Muda.

Renaldi mengakui pengambilan keputusan melalui perdebatan yang panas. Mereka membuka ruang yang lebar kepada semua utusan  untuk menyampaikan pandangan politiknya. Tapi mereka sepakat harus ada keputusan menyambut Pilgub Kaltim, yang diikuti dua pasangan calon.

Genmud memandang penting generasi muda bersuara. Dengan mengusung tema: “Semangat Kepemudaan adalah Topik yang Tidak Akan Pernah Selesai,” Genmud merasa pemuda harus mengambil peran dalam berbagai aspek kehidupan, mulai politik, ekonomi hingga sosial. “Pemuda  harus selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kebangsaan,” katanya bersemangat.

Penyerahan surat dukungan kepada pasangan cagub Kaltim Isran Noor-Hadi Mulyadi.

Menurut  Renaldi, Gema Muda hadir sebagai representasi kawula muda 10 kabupaten/kota se-Kaltim dengan   gagasan yang lahir dari pemuda-pemudi Kaltim dengan menilik keresahan yang ada. “Genmud adalah wadah untuk pemuda Kaltim untuk mengekspresikan keresahannya terkait dengan isu dan permasalahan yang ada dan dihadapi oleh Benua Etam,” tambahnya.

Sebelum memutuskan dukungan politik, Genmud sempat membahas berbagai masalah dan isu yang berkaitan dengan perkembangan daerah, nasional dan regional sampai soal keterwakilan Kaltim dalam Kabinet Merah Putih.

Mereka menyampaikan keprihatinannya karena tidak ada satu pun perwakilan Kaltim yang masuk dalam Kabinet Merah Putih. Padahal jumlah personel yang dipilih Prabowo cukup banyak. Mencapai tidak kurang 100 orang. Karena itu, Gema Muda meminta Presiden Prabowo menarik putra/putri Kaltim terbaik masuk dalam Kabinet Merah Putih sebagai representasi IKN dan kontribusi Kaltim kepada Negara.

SAMPAIKAN KERESAHAN

Dari pertemuan yang penuh dinamika semalam, utusan Genmud Samarinda Sayid Ferhat menyampaikan 5 keresahan dan usulan dari kotanya. Mulai soal pentingnya dibangun dan dihadirkan Creative Space, penanganan masalah narkoba, optimalisasi pariwisata, kelangkaan gas dan BBM sampai minimnya literasi budaya.

Sementara Ilham Batavia S dari Kabupaten Berau menyampaikan 7 keresahan dan aspirasi. Dia menuntut adanya pembangunan infrastruktur jalan provinsi di Kecamatan Kelay. Lalu memperingatkan adanya limbah perusahaan sawit berserakan di jalan umum yang membahayakan pengguna jalan serta perlunya pelebaran badan jalan.

Selain itu dia meminta menghadirkan SMA/SMK di Kecamatan Kelay. Menuntut dituntaskannya kasus illegal mining, lanjutkan Beasiswa Kaltim Tuntas, wujudkan Kaltim berdaulat pangan, perlunya program CSR tepat sasaran serta meminta ditingkatkannya fasilitas kesehatan di Bumi Batiwakkal.

Utusan pemuda dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Totto meminta kepada calon gubernur Kaltim yang terpilih untuk memperhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu meminta Pemerintah memperhatikan masyarakat adat yang ada di PPU terkait Hak-Hak Masyarakat Adat. Juga memperhatikan generasi muda dalam sektor pertanian.

Julius Ilham utusan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) secara khusus meminta perhatian Pemerintah Daerah berkaitan dengan sarana dan prasarana penunjang seperti infrastruktur jalan, telekomunikasi jaringan selver dan internet, serta relevansi penggunaan anggaran khususnya pada program pendidikan.

Sedang Izmil Patola mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melihat perlunya peningkatan SDM pemuda Kaltim, pembangunan infrastruktur pendidikan serta peremajaan lingkungan hidup di daerah ini.

Ibrahim Adrinto/Noval Saputra mewakili Kota Bontang mengingatkan agar dilakukan berbagai langkah mengatasi angka pengangguran yang tinggi, perlu dihadirkannya perguruan tinggi negeri di Bontang serta peningkatan tipe rumah sakit yang ada dari tipe C ke B.

Sementara itu Satria Adi Nugraha utusan dari Balikpapan menuntut dikembalikannya Balikpapan sebagai Kota Beriman (Bersih, Indah, Aman dan Nyaman), serta diberdayakannya SDM lokal dalam meraih berbagai lapangan pekerjaan.

Aldair dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan agar program Kaltim Berdaulat harus benar-benar bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta melibatkan elemen pemuda dalam segala sektor pembangunan.

“Kutim hadir atas dasar kecintaan terhadap Kaltim. Pahamlah Ikam,” kata Aldair menggebu-gebu.

Sedang utusan Gema Muda dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Pedro mengingatkan teman-temannya peka dalam penegakan peraturan dan undang-undang yang berhubungan dengan bidang perizinan terutama yang berkaitan dengan tambang, pembukaan lahan hingga masalah pembangunan lainnya.

“Hentikan aktivitas truk hauling tambang yang beroperasi di jalan umum,” kata Alfi, perwakilan pemuda Kabupaten Paser.

Setelah menyampaikan aspirasi dan dukungannya, Gema Muda Kaltim meminta dilaksanakannya pertemuan akbar pemuda Kaltim dengan Isran-Hadi. “Mudah-mudahan Pak Isran dan Pak Hadi punya waktu bertemu dengan kami,” kata mereka bersemangat.

Isran dan Hadi sendiri tak bisa hadir di acara tersebut, karena sedang melaksanakan kampanye di Kabupaten Kutim dan Berau. “Terima kasih, kami merasa terhormat mendapat dukungan dari Gema Muda. Kami siap melaksanakan amanah dan memperhatikan dengan serius saran, keresahan dan usulan yang disampaikan anak-anak muda,” kata Isran.(*)

Menyoal Menteri dari Kaltim

October 28, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TULISAN saya berjudul “Menggugah Menteri dari IKN” mendapat tanggapan dari beberapa pihak. Tulisan itu di antaranya mengangkat pernyataan Forum Masyarakat Kaltim Menggugah (FMKM) berkaitan dengan tidak adanya menteri atau wakil menteri dari Kaltim dalam Kabinet Merah Putih yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

FMKM juga memaparkan hasil inventarisasinya beberapa nama tokoh dari Kaltim yang dianggap memenuhi kriteria duduk di kursi menteri, wamen atau badan setingkat menteri. Misalnya Rektor Unmul Prof Abdunnur, Rektor Universitas Mulia Prof Muhammad M Ahsin Rifai, mantan gubernur Kaltara Dr Irianto Lambrie, mantan wakil ketua DPD RI Dr Mahyudin, mantan dirjen Desa Dr M Nurdin, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Prof Kamaruddin Amin dan beberapa nama lainnya lagi.

Presiden Prabowo melaksanakan program retreat di Akmil Magelang. Sayang tak ada wakil dari Kaltim.(Tim Media Prabowo)

Saya lihat ada beberapa komentar di dua WA Group. Yang satu bilang jika tokoh kita punya prestasi dan kelayakan, tanpa diusulkan pun pasti dipilih. Dia juga menyarankan, sebaiknya digunakan metode ilmiah atau penelitian dalam menentukan calon menteri dari daerah ini. Sebab dengan calon atau nama yang beredar sekarang belum tentu masyarakat Kaltim setuju. “Jangan seakan-akan seperti Baperjakat,” katanya menyindir.

Dalam WA Group yang lain juga ada pihak yang menggugat nama yang diajukan.  “Kalau berjuang untuk dapat posisi menteri, kemudian menyodorkan sejumlah nama, pertanyaannya ini berjuang untuk siapa? Kepentingan Kaltim atau kepentingan nama-nama yang ada. “Ukuran layak ini apa ya? Survei atau mungkin ada cara yang lain,” tanyanya begitu.

Kita sudah mahfum, pengangkatan dan pemberhentian menteri adalah hak prerogatif presiden. Artinya ini hak istimewa, yang tidak bisa diganggu gugat pihak lain. Tapi supaya tidak salah pilih, maka biasanya presiden sebelum menentukan pilihan, dia dibantu tim kepercayaannya menginventarisir nama-nama calon atau tokoh yang akan dijaring.

Bahan baku nama-nama itu dihimpun dengan berbagai cara. Ada usulan dari presiden sendiri. Dari partai-partai pendukung. Dari berbagai lembaga pemerintah baik sipil maupun militer. Dari kalangan pakar atau akademisi. Dari lembaga-lembaga masyarakat. Dari kalangan pebisnis atau dunia usaha. Dari tokoh agama. Dari tokoh-tokoh daerah. Dari tim relawan serta dari berbagai sumber lainnya.

Nama-nama yang masuk ke tim presiden itu, ada yang langsung dari hasil pengamatan, ada yang diminta ke berbagai lembaga dan organisasi, tapi ada juga usulan yang disampaikan oleh berbagai pemangku kepentingan. Termasuk perorangan. Jadi mengajukan nama itu tidak salah. Bahkan dari informasi yang ada, usulan yang memasukkan nama itu jumlahnya sangat banyak.

Tim lalu melakukan penggodokan dan seleksi. Pertama, dilihat berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh undang-undang. Berdasarkan UU No 39 Tahun 2008,  untuk dapat diangkat menjadi  menteri, seseorang harus memenuhi 6 persyaratan.

Yakni, berstatus WNI; Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Setia kepada Pancasila  sebagai dasar negara, UUD 1945, dan cita-cita proklamasi kemerdekaan; Sehat jasmani dan Rohani; Memiliki integritas dan kepribadian yang baik; Serta tidak pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana yang diancam pidana penjara 5 tahun.

Kalau si calon lolos dari persyaratan dasar, baru ditindaklanjuti ke persyaratan lain. Biasanya berkaitan dengan rekam jejak si calon terutama soal kemampuan, kepakaran, pengalaman dan integritas termasuk ideologi dan asal-usul dari mana dia dicalonkan.

Pada era Jokowi jadi presiden periode pertama, dia juga meminta bantuan KPK dan PPATK untuk mengecek tingkat “kebersihan” si calon pada kasus-kasus beraroma korupsi.

Ketika nama-nama itu sudah sampai ke tangan presiden, maka ada beberapa pertimbangan khusus yang dilakukan presiden dalam menentukan atau menetapkan pilihannya. Biasanya berkaitan dengan soal loyalitas, kedekatan, keterwakilan, kepakaran sampai kepopuleran.

Kalau kita lihat tokoh yang terpilih dari Kabinet Merah Putih, maka terlihat pertimbangan itu. Misalnya hampir semua menko adalah wakil dari partai pengusung terutama ketua umumnya.

Lalu ada unsur dari kepolisian. Setidaknya ada 3 nama terpilih. Yaitu Mendagri Tito Karnavian, Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan serta Wakapolri Agus Andrianto yang diangkat menjadi Menteri Imigrasi

Sedang dari unsur TNI ada nama  Sjafrie Sjamsoeddin. Dia diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Juga Iftitah Suryanegara yang diangkat sebagai Menteri Transmigrasi. Kepala BIN yang baru Herindra,  sebelumnya adalah Wakil Menhan.

Dari unsur keagamaan ada Nasaruddin Umar yang dipercaya menjadi Menteri Agama. Dari unsur organisasi keagamaan ada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dari Muhammadiyah dan Wamen Perlindungan Pekerja Migran Dzulfikar Andi Tawalla yang mulanya ketua PP Pemuda Muhammadiyah. Kemudian ada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak Arifatul Chori Fauzi dari unsur Nahdlatul Ulama (NU).

Dari kalangan pengusaha, ada nama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPM Rosan Roeslani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dari kalangan akademisi terdapat nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Satrio Sumantri Brodjonegoro, Wamennya Stella Christie,  Menteri Ketenagakerjaan Yassieli, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy.

Nama Stella lagi viral. Dia ilmuwan kognitif asal Medan. Usianya baru 45 tahun. Lulusan Harvard University dan Northwestern University, AS. Menjadi guru besar bidang psikologi kognitif di Tsinghua University, Beijing.

Ada juga yang dipilih Prabowo dari unsur keterwakilan daerah. Biasanya untuk Aceh dan Papua selalu dapat jatah. Nama Natalius Pigai yang menjadi Menteri HAM dan Ribka Haluk yang menjadi Wamen Kemendagri, selain kepakarannya juga ada pertimbangan unsur daerah.

Dari unsur kedekatan, ada nama Menteri Luar Negeri Sugiono. Dia pensiun dini dari TNI dengan pangkat Letnan Satu.  Dia lahir dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Lama ikut Prabowo sampai disebut “anak ideologis” Prabowo. Makanya dia dipercaya jadi menteri. Juga Mensesneg Prasetyo Hadi dan Mayor Teddy Indra Wijaya dari ajudan diangkat menjadi Sekretaris Kabinet (Seskab).

Ada yang menyebut keterpilihan Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni lebih banyak karena faktor kepopulerannya. Sebelum dipilih Prabowo, dia sudah ikut lama di barisan Presiden Jokowi.

BAGAIMANA DENGAN KALTIM?

Rasanya kita semua punya perasaan yang sama, sedih dan prihatin karena dari 100 lebih anggota Kabinet Merah Putih tidak ada satu pun berasal dari Kaltim. Justru provinsi tetangga seperti Kalbar dan Kalsel masih lumayan ada yang masuk.

Padahal Kaltim punya beberapa kelebihan yang bisa menjadi unsur pertimbangan presiden. Mulai kontribusi Kaltim kepada negara dilihat dari sumber daya alamnya (SDA) yang sangat besar sampai posisi Kaltim yang saat ini sangat strategis dengan dibangunnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lalu kenapa Presiden Prabowo seakan tidak melirik wakil dari Kaltim? Apakah kapasitas tokoh Kaltim di bawah standar atau karena tidak ada kekuatan yang mengangkat atau memperjuangkan nama-nama dari daerah?

Pandangan kalau yang bersangkutan berprestasi dan layak tidak diusulkan pun tetap dipilih ada benarnya. Tapi yang juga harus diingat, orang-orang yang layak dan berprestasi sangat banyak di negeri ini. Jadi kalau tidak ada unsur yang mendorong atau meng-endorse-nya, maka bisa jadi dia tidak terlihat. Karena itu tetap dibutuhkan ada upaya mengangkatnya ke permukaan. Seperti kata pepatah bahasa Banjar perlu adanya ikhtiar untuk  “mengangkat batang yang tenggalam.”

Menurut Dr Agung Sakti Pribadi,  nama-nama yang dihimpun FMKM cukup mumpuni. Kuat dengan pengalaman. Punya kapasitas dan integritas. Visioner, serta bisa berkomunikasi dengan baik. Jadi wajar saja kalau FMKM mengusulkan nama-nama tersebut.

Apa yang dihimpun FMKM bisa jadi belum lengkap. Mungkin masih ada nama atau tokoh lain yang belum terangkat. Jadi usul adanya survei cukup relevan. Semakin banyak nama yang muncul, semakin baik untuk dijadikan pertimbangan.

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dalam acara jumpa pers di Jakarta juga menyatakan prihatin tidak ada tokoh Dayak Kalimantan yang masuk dalam Kabinet Merah Putih. Dari 4 nama yang diajukan MADN, 2 di antaranya juga diajukan FMKM yaitu Dr Marthin Billa dan Dr H Syaharie Jaang. Hal yang sama juga diusulkan oleh Dewan Adat Dayak Kaltim.

Pentingnya menyebut nama itu, bukan berarti yang bersangkutan punya kepentingan sendiri. Atau FMKM mau cari muka. Malah sebagian tokoh tersebut mungkin tidak tahu nama-namanya disebut.   “Penyebutan nama itu dalam rangka memperkuat usulan kita bahwa Kaltim punya tokoh atau kader yang bisa dipertimbangkan,” kata Agung Sakti, salah seorang penggagas FMKM.

Saya tidak mengerti kok ada yang terganjal hatinya soal pengusulan nama-nama dari Kaltim. Kalau tidak suka yang nggak apa. Ini kan cuma sekadar usulan. Kalau mau mengusul sendiri, ya silakan. Mau survei baik juga. Yang penting kita berjuang bersama-sama untuk mengangkat nama Kaltim. Sebagai wakil rakyat, saya malah mendorong DPRD Kaltim agar bersuara.

Mungkin ada yang nggak enak kerongkongannya karena ada nama saya. Anggap saja itu tidak ada. Saya sendiri juga tak nyaman, dikira ge-er. Suer itu bukan saya yang mengajal. Saya itu cocoknya jadi “mantri” bukan menteri. Zaman dulu ada yang namanya mantri kesehatan atau mantri pasar. Itu sebenarnya nama jabatan untuk petugas lapangan. Tapi mantri kesehatan bisa nyuntik dan nyunat. Kalau saya mungkin mantri wartawan saja. Sambil mengisi waktu menulis. Syukur-syukur ada yang mau membaca.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1594396
    Users Today : 1381
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 530906
    Total Users : 1594396
    Total views : 13734856
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04