Mantan Wali Kota Nyalon

June 5, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Saya bersama Ibu Airin

SAYA bukan menulis tentang Pasha Ungu, penyanyi yang pernah menjadi wakil wali kota Palu. Tapi Syarif Fasha. Lengkapnya, Dr H Syarif Fasha, SE, ME. Dia adalah rekan saya, yang sekarang masih menjabat wali kota Jambi. Ketika saya meluncurkan buku “Saya Bukan Wali Kota Lagi,” Fasha bersama istri sempat datang ke Balikpapan. Kebetulan dia juga ada acara lain.

Fasha membuat kejutan, mengajukan permohonan pengunduran diri lebih awal dari berakhirnya masa bakti dia. Dia bersama 170 kepala daerah lainnya, akan mengakhiri masa tugasnya September  dan November 2023 mendatang. Tapi pada 9 Mei lalu dia sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Gubernur Jambi untuk diteruskan ke Mendagri. Tembusannya kepada DPRD dan KPU Jambi.

Tentu saja pengunduran diri ini jadi viral dan heboh. Di saat sebagian orang mencoba mengulur-ngulur waktu, Fasha justru bersikap sebaliknya. “Saya mundur karena saya akan nyaleg ke DPR RI, jadi saya ajukan sebelum pendaftaran ke KPU,” katanya memberi alasan.

Para wali kota dipimpin Airin bertemu Mendagri Tito Karnavian. Di samping kanan Airin Wali Kota Parepare Taufan Pawe

Saya tak mengira Fasha juga mendaftar lewat Partai Nasdem. Sama dengan saya. Jadi kami bertemu dalam acara Orientasi Caleg DPR RI Partai Nasdem, yang berlangsung tiga hari di Nasdem Tower dan Akademi Bela Negara.

“Alhamdulillah, kita bertemu dan berjuang bersama-sama lagi,” katanya bersemangat.

Tidak saja Pasha,  juga ada dua mantan wali kota dari Sulawesi Utara nyaleg via Nasdem. Mereka adalah mantan wali kota Manado yang juga mantan ketua Apeksi, Dr Ir Vicky Lumentut serta mantan wali kota Bitung  Maxmiliaan Jonas Lomban. Seperti istri saya, Bunda Arita, istri Lumentut, Julyeta PA Runtuwene juga nyaleg di DPRD Provinsi.

Dalam acara orientasi itu, semula Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh akan menyerahkan SK dan nomor urut setiap bacaleg. Tapi sampai acara berakhir, rencana itu diurungkan. Tapi Paloh memotivasi bacalegnya agar siap dalam sistem Pemilu apa pun.

Sejauh ini Mahkamah Konstitusi (MK) belum memutuskan apakah Pemilu tetap seperti sekarang, proporsional terbuka atau kembali tertutup. Kalau tertutup, maka masyarakat pemilih hanya mencoblos partai dan calon yang terpilih sesuai nomor urut dari satu sampai berikutnya. “Kita tidak peduli terbuka atau tertutup karena kita semua siap. Tapi kita memang tidak setuju tertutup,” kata Ketua Bappilu Prananda Paloh.

Tempo hari sejumlah pengurus Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) ketika masih diketuai Wali Kota Tangerang Selatan Dr Hj Airin Rachmi Diany, janjian berjuang ke Senayan. Waktu itu saya dan Fasha sebagai wakil ketua.

Saya belum tahu apakah Airin jadi nyaleg? Tapi kemungkinan besar, dia yang sekarang adalah ketua Bidang Perempuan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) akan fokus maju sebagai calon gubernur Banten pada Pilkada 2024. Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto sepertinya sudah mengamini.

“Doain saya, mudah-mudahan jadi calon gubernur Banten,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Airin sempat juga disebut-sebut akan berpasangan dengan kader Nasdem Ahmad Sahroni sebagai calon gubernur DKI.

Saya bersama wali kota di antaranya Syarif Fasha (kedua dari kanan) dan Bima Arya (tengah).

Wali Kota Bogor Dr Bima Arya Sugiarto juga akan berakhir masa jabatannya September nanti. Dia sekarang ketua Apeksi menggantikan Airin. Waktu Munas di Jakarta 2021, saya yang memimpin sidang pemilihan. Bima sempat bersaing dengan Syarif Fasha. Tapi akhirnya secara aklamasi Bima yang terpilih sebagai ketua Apeksi. Salah satu pertimbangannya adalah karena Bima yang berada di Bogor lebih dekat dengan Jakarta.

Belum diketahui arah politik  Ketua DPP PAN ini. “Tapi saya siap jika partai mengarahkan saya menjadi kandidat gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 nanti,” kata Bima kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ada dua wali kota angkatan saya yang sudah terpilih jadi gubernur. Dia adalah mantan wali kota Bandung Ridwan Kamil dan mantan wali kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Dia menjadi Gubernur Sumbar. Kamil berakhir tahun ini dan Mahyeldi berakhir 2024.

Satu lagi yang masih saya ingat dan akrab adalah Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, SH, MH. Dia sering bersama-sama dalam berbagai forum Apeksi. Wawasannya luas terutama masalah hukum. Maklum dia adalah advokat dan konsultan hukum. Saya dengar dia juga mengincar kursi DPR RI Dapil Sulsel 2 melalui Partai Golkar.

Sedang Wali Kota Makasar Danny Pomanto baru berakhir 2024. Kabarnya dia juga mengincar kursi Gubernur Sulsel. Dia juga sering bersama-sama saya baik sebagai pengurus Apeksi maupun Akopsi. Begitu juga sahabat saya Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, sepertinya juga siap-siap bertarung di Pilgub Kalsel 2024.

ISRAN SEPTEMBER

Di Kaltim, tidak ada wali kota yang masa jabatannya berakhir tahun ini. Tapi Gubernur Dr Isran Noor dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Hamdam termasuk dari 170 kepala daerah yang purnatugas September 2023. Dari Kaltara, Wali Kota Tarakan dr Khairul yang segera berakhir.

Isran sepertinya lagi fokus melirik bursa Pilpres dan wapres. Kalau tidak, ada kemungkinan besar dia kembali bertarung di Pilgub Kaltim 2024. Hamdam juga siap-siap akan mempertahankan kursi bupati PPU 2024. Kabarnya, mantan bupati PPU (2008-2013) Andi Harahap bakal maju lagi.  Tapi saya belum dengar rencana dr Khairul di Tarakan.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, yang sekarang ketua Partai Gelora Kaltim sudah mengajukan diri menjadi caleg DPR RI lagi. Sepertinya dia jaga-jaga kalau nanti terjadi cerita lain dalam Pilgub 2024. Hadi sudah pernah menjadi wakil rakyat di Senayan melalui  PKS.

Bersama mantan wali kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Bimtek Caleg DPR RI

Menurut Mendagri Tito Karnavian, Pemerintah akan menunjuk penjabat (Pj) kepala daerah guna mengisi jabatan yang kosong. “Para pejabat eselon I yang berminat menjadi Pj gubernur dan Eselon II berkeinginan menjadi Pj bupati atau wali kota, silakan mendaftar. Nanti kita tes,” tandasnya.

Banyak yang berharap Pj Gubernur Kaltim orang daerah. Tapi itu tidak gampang. Pejabat daerah yang eselon I hanya Sekprov Kaltim Dr Sri Wahyuni. Saya tidak tahu apakah Dr Ir HM Nurdin MT, orang Samarinda yang pernah menjadi  dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi masih memungkinkan. Maklum tahun depan dia memasuki masa pensiun. Belakangan ini Nurdin sering mendampingi Isran.

Kaltim pernah pengalaman punya Pj Gubernur, ketika berakhirnya masa tugas Gubernur Drs Yurnalis Ngayoh.  Mendagri menunjuk pejabat eselon 1 Kemendagri Drs Tarmizi Abdul Karim sebagai Pj Gubernur Kaltim selama 6 bulan tahun 2008.

Ada kemungkinan Mendagri kembali menunjuk Pj Gubernur Kaltim dari Jakarta. Maklum kedudukan Kaltim saat ini sangat strategis, terutama berkaitan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi pasti dipilih “orang kepercayaan” Presiden Jokowi, yang memahami betul tentang Kaltim dan IKN.(*)

130 dari Singapura

June 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Luhut dan pengusaha Singapura di Titik Nol IKN (Antara

SAYA sempat makan malam bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Singapura Suryopratomo di Restoran Biru Laut,  pantai Monpera, Rabu (31/5) malam. Di situ ada juga sejumlah pengusaha Indonesia yang banyak bermukim di Singapura. Mereka didampingi  Pak Kent Zhu, sahabat saya yang sempat ingin mengembangkan pusat bisnis CBD, depan Gedung Dome Balikpapan.

Pak Kent sejak Covid 2021 lebih banyak tinggal di Negeri Singa. Memang tidak sedikit WNI yang bermukim di sana. Ada data yang menyebutkan jumlahnya sekitar 250 ribu orang, hampir 5 persen dari jumlah penduduk Singapura. Teman saya Pak Ayong dari Samarinda juga tinggal di sana.

Wajah Pak Dubes tampak cerah meski kelelahan. Saya sudah kenal beliau. “Kita sudah pernah sama-sama ya Pak Rizal,” katanya. Dubes yang akrab disapa Pak Tommy ini, adalah wartawan senior. Pernah menjadi Pemimpin Redaksi  Kompas dan Dirut Metro TV. Dia dilantik menjadi Dubes Singapura ke-21 pada 14 September 2020 menggantikan I Gede Ngurah Swajaya.

Dubes puas bisa memboyong 130 pengusaha Singapura ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) sejak Selasa (30/5). Mereka langsung diterbangkan dengan pesawat carter Garuda. “Hebat, saya pikir hanya 10–20 orang saja, nyatanya sampai ratusan orang. Selamat, Pak Dubes,” kata para pengusaha tadi memuji.

Dari percakapannya, mereka akrab bersama Pak Tommy karena aktif berolahraga sepeda di Singapura. Di antaranya ada Pak Erwandi (pengusaha sawit dan owner Bank Aspac), Jhony Andrean (owner Jco Donat), Andi S (owner RS MMC Kuningan), Boyke Gazali (owner MAP and Plaza Indonesia), Jefri Geovani (ketua penasihat dan owner PSI) serta Pak Dharma (owner beberapa food court di Singapura).

Hanya saja makan malam di Biru Laut ada yang kurang. Menu utamanya kepiting asap sudah ludes. Untunglag masih ada ayam bawangnya. “Semua tempat kehabisan kepiting,” kata Pak Kent. Dia sudah cek ke Kepiting Dandito dan Kepiting Kenari di Gunung Bakaran juga habis. “Sepertinya banyak betul tamu yang datang hari ini,” kata Pak Zen yang mendampingi saya.

Selain memburu kepiting Balikpapan, mereka juga menyempatkan sarapan pagi nasi kuning Haji Daud. “Saya dengar ini nasi kuning terenak di kota ini,” katanya kepada saya.

Menurut Pak Tommy, kunjungan pengusaha Singapura yang bertajuk “Singapore Mission to Nusantara” ini adalah tindak lanjut dari hasil Leader’s Retreat antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Maret lalu, serta hasil dua kali public expose di Singapura.

“Pengusaha Singapura melihat apa yang kita sampaikan adalah peluang bisnis luar biasa. Soalnya pembangunan IKN merupakan proyek terbesar di Asia Tenggara dengan nilai 32 miliar US dolar. Siapa yang tidak tergiur,” jelasnya.

Tadinya Presiden Jokowi yang langsung menerima mereka di lokasi IKN. Tapi mendadak batal bersamaan launching logo IKN di Istana. Presiden menunjuk Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Luhut yang baru saja diangkat Presiden menjadi ketua Satgas Percepatan Investasi IKN didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

“Selamat datang di lokasi IKN. Pemerintah Indonesia membuka selebar-lebarnya untuk para pengusaha dari mana pun ikut berinvestasi di IKN,” kata Pak Luhut bersemangat. Luhut terbilang akrab dengan negeri tetangga ini, karena dia pernah menjadi dubes di sana tahun 1999 sampai 2000.

Menurut Luhut, Presiden Jokowi akan ke Singapura lagi 7 Juni mendatang. “Presiden akan berbicara di forum pengusaha untuk meyakinkan bahwa pembangunan IKN memang membawa peluang besar bagi investor dalam dan luar,” tandasnya.

Dia sangat mengapresiasi melihat antusiasnya pengusaha Singapura ketika berada di lokasi IKN. “Akan kita siapkan lahan di WP 1 sekitar 6.700 hektare untuk mereka nanti masuk berinvestasi di sini,” jelasnya.

Menteri PUPR Basuki juga sangat bersemangat menjelaskan pembangunan infrastruktur yang tengah dikerjakan mereka termasuk Istana Nusantara. “Pembangunan IKN bukan lagi mimpi, tetapi mulai diwujudkan secara nyata. Jadi kita berharap investor Singapura tidak ragu lagi berinvestasi,” tambahnya.

Para pengusaha yang datang itu di antaranya mewakili 24 perusahaan di Singapura yang sudah menyampaikan surat pernyataan minat atau letters of intent (LoI). Yakni Quantum Power, BC&E Group, Aries Invesment Management, Ormand Capital, Singtel, JOE Green, SPIC, RE Sustainability, Woodlands Transport, Mustafa, Sembcorp Energy Indonesia, ST Engineering, Capital World Limied, CICC, Lek San Group, Scanteak, YCH, SBS Transit, King Wan Corp, HMI Group, LHN Group, Avon Group, Bauer dan WEnergy Global. Mereka didampingi Dubes Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng.

Dari sekian perusahaan itu, saya yang akrab dengan Mustafa. Saya jadi ingat Mustafa Centre Singapore (MCS) yang berada di lokasi Little India. Paling banyak didatangi orang Indonesia. Di sini bisa berbelanja apa saja mulai cokelat, baju, jam tangan, parfum, alat olahraga dan barang souvenir lainnya dengan harga relatif murah.  Hebatnya tidak pernah tutup sehari semalaman alias buka 24 jam.

Saya pernah beli sepatu tenis Nike, kesukaan saya di sana. Saya tak bisa bayangkan kalau MCS buka di IKN. Warna India hidup lagi di Kaltim. Saya jadi teringat sahabat saya M Naser, keturunan India  yang buka toko mebel dan kain bersama saudaranya di kawasan Kebun Sayur.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai masuknya investor Singapura ke IKN memberi pengaruh yang sangat signifikan. Investor global tahu bahwa Singapura merupakan salah satu pusat keuangan dunia. “Tinggal sekarang MOU-nya ditindaklanjuti,” katanya kepada tempo.co.

KAPAN MULAI MACUL?

Banyak yang berharap dengan di-launching-nya logo IKN, “Pohon Hayat,” di Istana Negara Jakarta, Selasa (30/5) petang, semangat membangun dan mengundang investor IKN makin kencang. “Logo yang terpilih bertema pohon hayat, yang didesain Mas Aulia Akbar.  Pohon hayat adalah pohon kehidupan. Saya berharap pohon hayat ini menginspirasi IKN untuk menciptakan tempat kehidupan baru bagi kita semua,” kata Jokowi.

Logo IKN dan pemenangnya

Dalam acara itu, hadir juga Gubernur Kaltim Dr Isran Noor, Rektor Unmul Dr  Abdunnur dan Rektor Uniba Dr Isradi Zainal serta camat dan lurah Sepaku. “Alhamdulillah, kebahagiaan dan kebanggaan buat saya bisa menyerahkan buku karya saya ‘IKN Nusantara’ kepada Bapak Presiden,” kata Isradi.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengaku masalah investasi swasta di IKN menjadi perhatian serius dari Presiden. “Pak Jokowi sampai nanya, mana ini teman-teman dari investor. Kapan mulai macul? Kapan grounbreaking-nya di lapangan,” katanya begitu seperti diberitakan tempo.co.

Menurut Bambang, hingga Mei sudah 220 LoI yang diterima Otorita dari berbagai pengusaha dalam dan luar negeri yang siap berinvestasi di IKN. Sebanyak 24 di antaranya baru saja diterima Presiden Jokowi ketika menghadiri KTT G7 di Hiroshima, Jepang beberapa waktu lalu.

Ia mengakui meningkatkan LoI sampai ke tahapan macul masih butuh waktu. “Saya tahu mereka masih akan bolak-balik ke lapangan untuk melihat peta lokasi sesungguhnya. Baru membuat feasibility study dan selanjutnya ke tahap pembangunan,” tambahnya.

Otorita IKN saat ini tengah mensosialisasikan Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di IKN.

Semua fasilitas itu akan diberikan melalui mekanisme perizinan online single submission (OSS) plus yang terintegrasi. Atas dasar itu, usaha di IKN akan disokong dengan super tax deduction, tax holiday, dan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).

Luhut juga menjanjikan masalah pertanahan dan regulasinya segera akan diselesaikan dalam waktu segera, sehingga investor yang masuk tidak direpotkan lagi dengan masalah ini.

Pulang dari IKN, wajah Luhut berbinar-binar termasuk Menteri PUPR Basuki dan Ketua Otorita Bambang Susantono. Mereka lagi berburu waktu agar para investor segera macul. Saya jadi teringat lagu karya Ibu Sud tahun 2007 silam berjudul “Menanam Jagung.” Salah satu liriknya yang populer berbunyi: “cangkul, cangkul, cangkul yang dalam.” Saya yakin kalau pengusaha Singapura sudah masuk beneran di IKN, pasti maculnya dalam-dalam.(*)

Cyber-Wisdom Education Untuk Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila

June 1, 2023 by  
Filed under Berita, Opini

Oleh : Venna Puspita Sari

Venna Puspita Sari

Hampir 8 (delapan) dekade Pancasila ditetapkan menjadi dasar negara Indonesia, penerapan moral Pancasila masih menyimpan banyak persoalan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya pada era digital ini. Dimana banyak kondisi yang menggambarkan perilaku netizen tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Beberapa kasus yang banyak terjadi di dunia maya antara lain perundungan (cyberbullying), berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), dan lain sebagainya. Berdasarkan laporan UNICEF tahun 2022, tercatat sebanyak 45% dari 2,777 remaja Indonesia kisaran usia 14-24 tahun pernah mengalami kasus cyberbullying. Selain itu, laporan Kominfo RI menunjukkan adanya indikasi 425 kasus hoax yang tersebar di website dan platform digital Indonesia pada triwulan pertama tahun 2023.

Belum lagi kasus yang sangat mencengangkan di Indonesia adalah persoalan etika dalam penggunaan media sosial. Berdasarkan data Microsoft (Digital Civility Index) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa netizen Indonesia menempati peringkat tertinggi untuk kategori pengguna media sosial yang paling tidak sopan di Kawasan Asia Tenggara.

Padahal, survei Expat Insider 2022 oleh InterNations menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan pribadi yang ramah tingkat ke-7 sedunia. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa transformasi kultur digital belum terlaksana dengan baik di Indonesia yang pada akhirnya mengakibatkan adanya degradasi moral Pancasila secara masif di era digital.

Fenomena-fenomena sosial tersebut secara tidak langsung menuntut adanya perkembangan karakter bangsa yang mampu beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi. Sebagai wadah untuk menempa karakter bangsa, adapun lingungan sosial, keluarga, dan lembaga pendidikan memiliki peran signifikan untuk mendorong terjadinya transformasi karakter digital bukan hanya sebatas pemenuhan fasilitas teknologi, namun nilai-nilai apa yang perlu diajarkan untuk mempersiapkan generasi muda dengan karakter digital. Sehingga memunculkan pertanyaan, bagaimana peran Pancasila dalam mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa di era digital.

Pembangunan tata nilai, mental, spiritual, dan karakter bangsa berbasis Pancasila akan mampu mengantarkan bangsa Indonesia menuju peradaban maju dalam menjawab tantangan zaman. Pancasila yang diklaim sebagai ideologi terbuka tentunya harus mampu beradaptasi dengan laju perkembangan IPTEK global, sehingga ideologi Pancasila akan tetap relevan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat dulu, sekarang, hingga di masa mendatang.

Perkembangan Pancasila lintas generasi tentunya memiliki tantangan yang berbeda dan memerlukan solusi yang berbeda pula. Namun yang perlu digaris bawahi disini bagaimana menjaga Pancasila bisa tetap eksis secara materiil dan formil tanpa mengurangi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, Pancasila sebagai sumber norma moralitas atau norma etika perlu dibumingkan kembali menjadi diskursus seluruh masyarakat untuk mengembangkan peradaban digital di Indonesia.

Sistem Etika dalam Pancasila

Pancasila merupakan sumber nilai dasar yang menjadi tumpuan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sila-sila yang terkandung didalamnya merupakan sistem nilai-nilai etika yang juga dijabarkan dalam suatu pedoman normatif maupun praksis. Etika mengkategorikan pembenaran atas predikat suatu hal yang dianggap baik dan buruk dalam perilaku manusia. Hal-hal yang dianggap baik inilah yang diharapkan dapat menumbuhkan kebajikan untuk melawan hal buruk yang dalam hal ini dimaknai kejahatan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa etika mengatur perilaku hidup manusia dengan norma moral yang berlaku di masyarakat.

Sebagai suatu sistem etika, sila-sila Pancasila mencerminkan nilai etika yang menekankan pada dimensi nilai spiritual, humanis, solidaritas, mau mendengar dan menghargai pendapat orang lain, serta kepedulian atas nasib orang lain. Berdasarkan pemahaman tersebut, seharusnya nilai-nilai yang termuat dalam Pancasila dapat menjadi solusi atas degradasi moral bangsa, khususnya bagi orang muda yang kesulitan beradaptasi dengan digitalisasi. Namun mirisnya, fakta dilapangan menunjukkan bahwa perilaku masyarakat Indonesia masih belum cukup bijak untuk terjun ke dunia maya tanpa pedoman dan pengawasan. Hal ini dikarenakan belum adanya pembahasan khusus terkait pengembangan nilai-nilai dalam dunia maya.

Nilai etika yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai dasar sehingga lebih bersifat general. Padahal dalam fenomena sosial sebagaimana dijelaskan sebelumnya, diperlukan penanganan dengan metode khusus untuk mengatasi problematika etika dalam dunia maya. Sehingga dalam memerangi maraknya kasus cyberbullying, hoax, dan hate speech, Indonesia perlu mentransformasikan budaya digital dalam kehidupan sehari-hari melalui pengembangan konsep cyberwisdom education (Pendidikan Kebajikan di dunia maya) yang diadaptasi dengan nilai-nilai Pancasila yang tidak hanya berfokus pada Pendidikan formal namun juga informal.

Apa itu Cyber-wisdom?

Maraknya penggunaan media sosial yang tidak dapat terkontrol memiliki tantangan tersendiri bagi suatu bangsa, termasuk Indonesia. Sebenarnya, penggunaan sosial media sendiri memiliki batasan usia legal user yang dimulai dari 13 tahun atau setara dengan siswa kelas 1 SMP pada umumnya di Indonesia. Namun masih banyak anak dibawah umur tak terkecuali balita yang secara illegal difasilitasi ponsel pintar bahkan akun sosial media oleh walinya. Tentunya, hal ini memberikan beberapa konsekuensi pada illegal user tersebut dan lingkungan sekitarnya. Pasalnya, semua orang dapat mengakses internet secara anonim sehingga mereka dituntut untuk membuat keputusan moral yang tepat saat berinteraksi di dunia maya.

Apakah semua anak dibawah usia 13 tahun sudah mampu untuk melakukan tersebut? Inilah yang menjadi cikal bakal persoalan besar atas rusaknya etika generasi muda, dimana mereka dituntut untuk mengambil keputusan moral yang belum mereka pahami secara komprehensif karena keterbatasan praktik pendidikan moral itu sendiri khususnya dalam dunia maya. Hal ini merupakan fenomena global yang tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara maju seperti Inggris.

Seorang guru besar pendidikan karakter di University of Birmingham Inggris, Tom Harrison, melakukan riset yang berfokus pada konsep cyber-wisdom sejak tahun 2021 dalam menjawab tantangan cyberbullying di Inggris. Menurut beliau, cyber-wisdom dapat diartikan sebagai melakukan hal yang tepat di waktu yang tepat pula saat berada di dunia maya, terlebih saat tidak ada yang melihat. Konsep ini diadopsi dari konsep Aristotelian yakni phronesis, yang dalam hal ini diartikan sebagai kebajikan praktis.

Etika kebajikan Aristotelian menekankan bahwa sangat penting untuk memahami kebajikan mana yang memungkinkan untuk diterapkan dalam kejadian berbeda. Sejalan dengan teori tersebut, Cyber-wisdom fokus pada praktik terkait situasi tertentu di dunia maya untuk meningkatkan perilaku bijak di dunia maya, yang dikembangkan dalam 4 komponen utama dari cyber-wisdom education, yakni literasi, penalaran, motivasi, dan refleksi diri. Sehingga, pengguna internet dapat memahami apa yang dimaksud dengan bijak di era digital.

Cyber-wisdom sebagai Aktualisasi Nilai Etika Pancasila

Aliran etika Pancasila merujuk pada aliran etika kebajikan. Aliran etika ini berorientasi pada kebajikan yang mengembangkan nilai kejujuran, murah hati, disiplin, belas kasih, dan sebagainya, yang didasarkan pada nilai-nilai keagamaan sebagaimana pemikiran Aristoteles terkait virtue ethics yang telah dijabarkan sebelumnya. Oleh karena itu, mengadopsi konsep cyber-wisdom untuk diterapkan pada Pendidikan di Indonesia merupakan gebrakan awal atas perbaikan moralitas bangsa di era digital.

Perlu diperhatikan bahwa konsep tersebut tidak dapat diadopsi seutuhnya di Indonesia mengingat adanya perbedaan ideologi, sosial, dan budaya. Cyber-wisdom yang diinisiasi oleh guru besar Inggris tersebut tentunya perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya bangsa Indonesia yang multikultural, sehingga diperlukan penelitian dan kajian lebih lanjut terkait konsep pendidikan ini.

Namun, dari sini dapat disimpulkan bahwa cyber-wisdom berpotensi besar untuk diterapkan sebagai aktualisasi nilai-nilai etika Pancasila di era digital untuk mengatasi berbagai permasalahan moralitas sosial di dunia maya. Tepat pada peringatan hari lahirnya Pancasila ke-78 ini, refleksi penulis terkait perkembangan Pancasila dari masa ke masa telah melahirkan gagasan baru, yakni konsep etika Pancasila digital berbasis cyber-wisdom untuk membangun peradaban. Salam Pancasila!

*) Venna Puspita Sari

– Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Balikpapan

Manajemen Risiko dan Pencegahan Tindakan Kekerasan Pada Tenaga Kesehatan

May 31, 2023 by  
Filed under Opini

Oleh : drg. Cirska Nadia Putri

drg. Cirska Nadia Putri

Kekerasan pada tenaga kesehatan kembali terjadi. Insiden tersebut terjadi pada Senin, 24 April 2023 lalu. Dua dokter magang di Puskesmas Fajar Bulan Lampung, menjadi korban kekerasan dua orang pasien yang tengah berobat disana. Pasien tidak terima karena sakit yang dideritanya tidak kunjung membaik, padahal dokter yang merawat sudah memberikan perawatan sesuai SOP dan obat-obatan pun sudah diberikan. Dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan korban dicekik dan dibanting ke lantai.

Terdapat jejak panjang kasus kekerasan pada tenaga kesehatan di negeri ini. Satu bulan sebelumnya, dokter spesialis paru yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, Papua Tengah, tewas dibunuh pada 9 Maret 2023. Menurut data IDI Papua, sejak 2019 sampai Maret 2023, ada empat dokter yang menjadi korban kekerasan. Tiga dokter spesialis tewas dan satu dokter umum terluka berat.

Sementara berdasarkan data Komnas Perempuan, dalam rentang 2022-2023, ada 9 kasus kekerasan terhadap perempuan perawat yang dilaporkan ke mereka. Tiga di antaranya adalah kekerasan yang terjadi di tempat kerja yang dilakukan oleh atasan dan rekan kerja. Komnas Perempuan menyebut kekerasan pada perawat perempuan dilakukan oleh pasien, rekan kerja, maupun orang yang tidak dikenal.

Alasan yang memicunya pun kadang sepele, seperti saat ayah seorang pasien anak memukuli dan menjambak seorang perawat wanita di RS Siloam Palembang. Saat diperiksa, pelaku mengaku emosi karena melihat darah keluar dari tangan anaknya saat korban melepas infus. Sebagai seorang tenaga kesehatan, tentu saya ikut prihatin dengan rentetan kejadian ini.

Kekerasan terhadap nakes adalah risiko yang dapat menyebabkan cedera, tuntutan dan kerugian secara finansial pada ruang lingkup rumah sakit. Kekerasan terhadap nakes adalah realita yang tidak menguntungkan yang terjadi pada praktik medis.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekerasan di tempat kerja didefinisikan sebagai “insiden dimana staf dilecehkan, diancam, atau diserang dalam keadaan yang berkaitan dengan pekerjaan mereka”. Peristiwa kekerasan pada nakes termasuk cukup sering terjadi di Indonesia. Pelakunya rata-rata adalah keluarga atau penunggu pasien. Hal itu membuat para nakes mengalami rasa cemas sehingga berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan muruah nakes sebagai nobile officium (profesi mulia).

Profesional medis yang menghadapi kekerasan diketahui dapat mengalami masalah psikologis seperti depresi, insomnia, stres pascatrauma, ketakutan, yang menyebabkan keengganan untuk bertugas di wilayah terpencil. Pada klinik dan rumah sakit, sangat besar kemungkinan pasien dan keluarga pasien mengalami kesedihan, frustasi, marah dan bingung.

Hal ini bisa bermanifestasi menjadi perilaku agresif yang membahayakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien sendiri. Beberapa penyebab umum kekerasan terhadap nakes adalah ketidakpuasan pasien dengan perawatan yang diberikan, administrasi yang buruk, miskomunikasi, masalah infrastruktur dan penggambaran negatif tentang nakes di media. Seorang tenaga kesehatan, terutama dokter, harus membekali diri dengan pengetahuan keahlian yang terstandar untuk memastikan  keamanan diri sendiri dan orang lain.

Tenaga medis diharapkan mampu berkomunikasi dengan jelas, simpatik, dan memberikan peran kolaborasi antara pasien dan tenaga medis. Dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memastikan pasien paham dengan informasi yang diberikan serta bahasa tubuh yang baik penting dilakukan untuk membina hubungan baik dengan pasien.

Manajemen risiko di rumah sakit adalah kegiatan pengendalian yang menyeluruh berupa identifikasi dan evaluasi untuk mengurangi risiko cedera dan kerugian pada pasien, karyawan rumah sakit dan organisasinya sendiri sesuai standar Akreditasi (The Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations/JCAHO).

Kekerasan terhadap nakes termasuk dalam kategori risiko di rumah sakit yang berhubungan dengan karyawan serta risiko keselamatan dan kecelakaan kerja. Manajemen rumah sakit harus mampu untuk mempertahankan lingkungan yang aman dan menyediakan perawatan dan kompensasi pekerja untuk cedera terkait dengan pekerjaan.

Program manajemen risiko yang terintegrasi digunakan untuk mencegah terjadinya cedera dan kerugian di rumah sakit. Risiko lainnya yang dapat terjadi jika terjadi adanya tindakan kekerasan adalah risiko reputasi dimana narasi media tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sehingga dapat mempunyai persepsi yang negatif terhadap nakes dan menurunnya kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Terdapat klasifikasi kekerasan di tempat kerja menjadi lima tingkat seperti yang dijabarkan menurut Kumari dkk (2020), yaitu:

  • Tingkat 1: pasien dan/atau penunggu pasien menyebabkan konflik kecil, misalnya argumen yang tidak diinginkan, berteriak, gerakan yang tidak ramah, dan ancaman emosional. Mempengaruhi sisi psikologis dari dokter dan mengganggu rutinitas sehari-hari.
  • Tingkat 2: kekerasan verbal yang berat, misalnya penggunaan kata-kata kasar, ancaman mati, berkomentar secara ofensif, baik secara langsung maupun menggunakan telepon.
  • Tingkat 3: kekerasan fisik (mendorong, menendang/memukul, menggunakan objek seperti pisau atau pistol, menampar, mencekik, menarik rambut, yang menyebabkan gangguan moral dan psikologis namun tidak ada cedera fisik.
  • Tingkat 4: kekerasan fisik yang menyebabkan cedera parah seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dislokasi wajah, fraktur, dan gangguan psikologis.
  • Tingkat 5: kekerasan fisik yang menyebabkan cedera parah seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dislokasi wajah, fraktur, dan gangguan psikolog.

Oleh karena itu, manajemen risiko kekerasan pada nakes sangat penting untuk dilakukan. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi kemungkinan kekerasan. Keahlian dalam berkomunikasi kepada pasien secara baik penting dimiliki seorang tenaga kesehatan untuk mencegah terjadi agresi.

Pada pasien ataupun keluarga pasien yang agresif, umumnya tindakan de-eskalasi merupakan cara yang pertama kali dipilih untuk menenangkan pasien. Apabila pasien bertindak agresif dan membahayakan diri sendiri atau orang lain, bisa dipertimbangkan tindakan restriksi dengan restrain atau penggunaan obat penenang.

PENCEGAHAN

Pencegahan tindakan agresif membutuhkan keahlian dan kepemimpinan yang kuat dari tenaga medis. Tenaga medis diharapkan mampu berkomunikasi dengan jelas, simpatik, tidak menghakimi, dan memberikan peran kolaborasi antara pasien dan tenaga medis. Ketika bertemu dengan pasien atau keluarga pasien, perkenalkan diri dengan sopan dan bersahabat.

Menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memastikan penerima informasi paham, dan bahasa tubuh yang baik penting dilakukan untuk membina hubungan baik dengan pasien. Apabila pasien mengalami disorientasi atau salah memberikan informasi, tenaga medis tidak perlu mengkonfrontasi atau bahkan mempermalukan pasien.

Membina hubungan yang baik tidak hanya pada pasien tetapi juga keluarga pasien. Keluarga pasien seringkali memiliki informasi yang dibutuhkan. Apa saja yang bisa memprovokasi pasien? Apa saja yang bisa menenangkan pasien? Keluarga juga terlibat dalam penentuan keputusan dan rencana perawatan pasien.

DE-ESKALASI

De-eskalasi adalah metode yang dilakukan, baik secara verbal maupun nonverbal, untuk menurunkan kemarahan dan agresi. Metode ini umumnya dilakukan dengan berkomunikasi, namun bisa ditambahkan pemberian medikamentosa terhadap pasien dengan agresi yang berat. Tujuan dari de-eskalasi adalah memberikan distraksi dan menenangkan pasien.Dalam melakukan de-eskalasi, tenaga medis diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal agresi. Tanda eskalasi yang bisa terjadi meliputi:

  • Bicara dengan nada keras
  • Pengguanaan bahasa yang tidak pantas, misalnya menggunakan bahasa yang tidak senonoh, melakukan intimidasi
  • Memaksakan tindakan yang tidak diperlukan
  • Menuduh tenaga medis berkonspirasi terhadap pasien
  • Agresi terhadap benda mati, misalnya melempar atau memukul
  • Tindakan agitasi, misalnya berjalan kesana-kemari, gerakan bola mata cepat, menginvasi ruang pribadi, mengepalkan tangan, mengatupkan rahang
  • Tidak mengikuti arahan dari petugas

Tindakan awal yang dilakukan adalah menjauhkan pasien agresif dari sumber yang memprovokasinya ke ruang yang lebih tenang dan nyaman, namun tidak mengisolasi tenaga medis. Ruangan tersebut harus bebas dari benda-benda tajam atau benda yang berpotensi membahayakan.

Tenaga kesehatan kemudian berkomunikasi dengan pasien untuk mengklarifikasi penyebab agresi dan mencari jalan keluar terbaik tanpa memprovokasi pasien. Tetap tenang dan bersahabat, kemudian menanyakan kepada pasien ”apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membantu?”

Postur tubuh merupakan media komunikasi non verbal, dan de-eskalasi dilakukan dengan menjaga ketenangan emosional, tidak mengekspresikan kecemasan atau rasa frustrasi terhadap pasien, memvalidasi keluhan pasien, memberikan informasi dan dukungan emosional serta komunikasi yang disetujui bersama.

Apabila pasien atau keluarga pasien merespon dengan mengintimidasi dan menyakiti tenaga kesehatan secara verbal dan fisik , petugas rumah sakit harus mengimplementasikan konsekuensi yang sudah disepakati sebelumnya terhadap perilaku yang tidak aman dan tidak bisa diterima. Tindakan yang diambil bisa meliputi: Kode abu-abu (tanda tindakan agresif atau mengancam), peringatan tertulis dari petinggi rumah sakit, mengeluarkan pelaku dari rumah sakit lalu melakukan pertemuan lanjutan untuk meninjau kembali batasan yang ada.

MEDIKAMENTOSA

Ketika pemberian obat secara oral tidak memungkinkan atau dibutuhkan sedasi cepat, maka obat bisa diberikan melalui jalur parenteral. Pemilihan obat penenang berdasarkan gejala dan riwayat pasien. Obat antipsikotik lebih baik diberikan pada pasien psikosis, manik, atau delirium.

Benzodiazepine bekerja lebih baik pada gejala putus obat alkohol, epilepsi, penyakit Parkinson, atau demensia Badan Lewy. Apabila penggalian informasi kesehatan pasien tidak cukup untuk menentukan terapi pilihan, atau pasien sebelumnya tidak pernah menggunakan antipsikotik, diberikan lorazepam secara intramuskular. Lorazepam juga menjadi pilihan pada pasien psikosis dengan penyakit kardiovaskular

Penggunaan Intervensi Restriktif

Ketika de-eskalasi dan pemberian obat tidak mampu menenangkan pasien agresif, serta terdapat potensi tindakan yang mencederai diri sendiri dan orang lain, makan dapat dipertimbangkan intervensi restriktif. Restrain dilakukan oleh tenaga medis terlatih, baik secara manual atau mekanik. Restrain manual dilakukan secara fisik dengan tujuan imobilisasi pasien agresi secara aman.

Restrain mekanik menggunakan peralatan yang telah terstandar, misalnya dengan borgol atau sabuk pengikat. Restrain tidak dilakukan secara rutin dan harus dihentikan apabila pasien sudah tenang. Ketika melakukan restrain manual, tenaga medis harus menghindari menekan pasien ke lantai. Apabila terpaksa dilakukan, restrain dilakukan dengan posisi wajah menghadap ke atas dan tidak mengganggu jalan nafas dan sirkulasi pasien. Tidak dianjurkan melakukan restrain manual selama rutin selama lebih dari 10 menit.

KESIMPULAN

Tindakan kekerasan pada nakes semakin sering terjadi, tidak hanya dilakukan oleh pasien tetapi juga keluarga pasien. Tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan, keahlian dan manajemen risiko yang mumpuni untuk mengatasi agresi pasien. Manajemen risiko di rumah sakit adalah kegiatan pengendalian yang menyeluruh berupa identifikasi dan evaluasi untuk mengurangi risiko cedera dan kerugian pada pasien, karyawan rumah sakit.

Tindakan awal yang dilakukan adalah mencegah agresi dengan kemampuan berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal, yang baik serta memberikan peran kolaborasi terhadap pasien. Apabila terjadi eskalasi tindakan agresi, maka tenaga medis melakukan de-eskalasi dengan memisahkan pasien agresif ke ruangan tersendiri yang nyaman dan aman.

Kemudian dilakukan klarifikasi penyebab agresi dan mencoba bersama-sama mendiskusikan jalan keluar. Pada kasus dimana pasien tidak bisa ditenangkan secara komunikasi dan bertindak membahayakan diri sendiri atau orang lain, maka dipertimbangan intervensi restriktif dengan pilihan restrain dan obat penenang. Tindakan restriktif ini tidak dilakukan secara rutin dan memerlukan pemantauan tanda vital untuk memastikan keamanan pasien.(*)

*) drg. Cirska Nadia Putri

Dokter Gigi, Mahasiswi Pascasarjana Magister Manajemen Rumah Sakit Unisba

Referensi:

Kumari, dkk. 2020. Workplace violence against doctors: Characteristics, risk factors and mitigation strategies. J Postgrad Med. Jul-Sep;66(3):149-154

Reuni Akbar SMADA, Kenang Memori dan Hapus Kerinduan

May 30, 2023 by  
Filed under Opini

Oleh : Agung Masupriangono *)

Gaya angkatan 90

Keseruan reuni akbar 40 angkatan IKA SMADA yang dilaksanakan pertama kalinya di Plenary Hall – Samarinda Minggu 28 Mei 2023 lalu telah  mampu menarik kenangan memori masa lalu dan menghapus kerinduan serta pentingnya jalinan silaturahmi persaudaraan antar angkatan.

Catatan terakhir dari panitia yang dikelola Hasanuddin melaporkan, peserta telah mendaftarkan diri lewat koordinator angkatan mencapai 2.300 peserta. Jumlah ini mewakili 32 angkatan. Jumlah yang fantastis karena reuni akbar ini baru pertama kali digelar. Sebelumnya, reuni  kecil per angkatan hingga per kelas sudah seringkali dilaksanakan para Alumni Ika Smada.

Tidaklah mudah menyelenggarakan reuni akbar dengan peserta lintas angkatan. Ada jarak kejiwaan periodisasi angkatan ini. Ada 4 periodisasi Ika Smada yaitu periode per sepuluh tahunan. Mulai 1983-1993, 1993-2003, 2003-2013 hingga 2013-2023.

Usia Smada 40 tahun telah melahirkan kakek/nenek, anak hingga cucu yang pernah sekolah di SMAN 2. Juga adanya fanatisme sekolah yang diikuti kakak, adik, anak, cucu.

Dinamika dibalik sukses acara tentu tidak terlepas dari kerja keras Panpel yang juga terdiri dari lintas angkatan. Hampir setiap minggu dan hari, Panpel melakukan pembagian tugas dan merencanakan kegiatan per seksi untuk dibahas tuntas.

Endingnya dua minggu sebelum hari H seluruh persiapan telah tuntas dibahas. Promosi acara digaungkan lewat berbagai media yang ada. Mulai pemasangan baliho di tempat umum, kemudian woro woro lewat koordinator angkatan yang diteruskan ke koordinator kelas hingga diinformasikan lewat dialog TVRI, YouTube, Sosial Media dan tentunya WAG masing-masing alumni sangat efektif menghadirkan peserta akbar. Hal ini dibuktikan dgn kehadiran peserta dari luar daerah dan kota.

Suasana reuni akbar SMADA

Dalam sesi acara juga sudah diprediksi Panpel . Secara psikologis setiap angkatan akan membentuk barisan masing-masing. Lalu dengan keseruannya akan saling menyapa, bercanda dan sebagainya. Hingga acara yang disajikan panitia cenderung dikesampingkan. Oleh sebab itu panitia berpikir keras  setiap angkatan dan peserta dapat terlibat penuh dengan rangkaian acara ini. Salah satunya menghadirkan artis ibu kota yang berasal dari Kaltim yaitu Nadira Arisanty jebolan finalis X-Factor 2015 dan Nia Paramitha vokalis tahun 90 an dan diiringi band lokal ternama Hitam Putih dan Four Sessions.

Juga lagu dan tari mewakili angkatan tampil secara acak. Hingga tampilan Ketum Hadi Mulyadi sekaligus Wakil Gubernur menghibur peserta reuni dengan lagu dan permainan drum. Sesekali diselingi pencabutan nomor doorprize.

“Luar biasa heboh dan kompak,” kata Hamdani, guru purna tugas yang hadir saat diminta pendapatnya.

Beberapa peserta seperti Saladin sebagai Alumni klas fisik dari angkatan 87 menuturkan awalnya dia belum bisa memastikan kehadiran di acara reuni akbar ini. Kepada koordinator angkatan Faqih RM ia menyampaikan ketidakpastian ini dikarenakan dia berada di Suriname. Negara di bagian selatan benua Amerika. Diperlukan waktu 29 jam untuk sampai di Samarinda dengan transit via bandara internasional Schiphol di Belanda.

Setelah hadir Saladin merasakan capek dan jauhnya terbayar lunas. Acaranya pecah dan meriah. Bertemu dengan angkatan 87 mulai dari rekan di kelas 1 hingga klas fisik cukup mengobati kerinduan akan pentingnya bersilaturahmi lewat reuni akbar.

“Terima kasih,” kata Saladin ditujukan kepada panpel yang bekerja cerdas dan ikhlas tentunya.

Peserta dari angkatan 89 dituturkan Iwan Majid sebagai panpel  ada rekan satu angkatan 89. Rekannya  Aji M. Syarifuddin hadir ke reuni akbar dengan mengendarai sepeda motor dari Kabupaten Berau ke Samarinda. Ia memerlukan waktu 14 jam untuk tembus ke acara ini. Melewati hutan dan kota kota yang dilalui mulai Berau, Sangatta, Bontang hingga Samarinda.

“Luar biasa, atas nama panpel sangat mengapresiasi perjuangan rekan angkatan 89 ini,” kata Iwan Majid.

Kesuksesan acara reuni akbar 40 angkatan bukan kerja panpel sendiri tetapi keterlibatan seluruh Alumni. Kerja koordinator angkatan yang secara terus menerus menyosialisasikan dan mengajak angkatannya untuk hadir di acara ini sangat berperan, Koordinator angkatan menjadi LO (liasson officer) panpel dalam berkomunikasi lintas angkatan.

Semoga keberhasilan reuni akbar ini menjadikan pengurus besar IKA SMADA semakin solid dan bersemangat dlm menjalankan roda organisasi serta mampu menjalankan program/kegiatan yang bermanfaat untuk alumni, sekolah dan masyarakat secara umum. Kegiatan seperti bakti sosial kesehatan, peningkatan ekonomi kecil hingga keolahragaan diharapkan akan mampu dilaksanakan pasca reuni akbar.

*) Sekretaris Umum Ika Smada

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1607341
    Users Today : 2141
    Users Yesterday : 4820
    This Year : 543851
    Total Users : 1607341
    Total views : 13808830
    Who's Online : 66
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-06