Jamaah Jumatan di Al Jabbar

May 20, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Kang Emil melambai ke jamaah yang datang ke Masjid Al Jabbar

DATANG ke Bandung  beberapa hari lalu, saya sempatkan jumatan di Masjid Al Jabbar, kemarin. Sejak dari Balikpapan sudah saya niatin datang ke sana. Rasanya tidak pas juga sebagai ketua Masjid Agung At Taqwa, saya belum pernah singgah ke masjid yang dibangun dan dirancang langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil tersebut.

Masjid Al Jabbar adalah salah satu masjid baru yang viral di jagat maya. Banyak dibicarakan umat Islam di Tanah Air. Terutama dari kemegahan, keunikan dan biaya pembangunannya. Selain Masjid Raya Sheikh Zayed Solo hadiah dari putra mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Saya terkagum-kagum ketika memasuki gerbang Masjid Al Jabbar. Auranya memang luar biasa. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 25 hektare di kawasan Kecamatan Gedebage itu, didesain agak beda dengan masjid-masjid di Tanah Air, yang umumnya memiliki kubah. Al Jabar tanpa itu. Alasan Ridwan Kamil tak ada dalil yang mewajibkan membangun masjid harus ada kubahnya. Malah kubah sering membuat suara jadi bergema.

“Inspirasi masjid ini adalah datang dari rumus matematika. Di bawah ada 10 bentuk kurva, di atasnya lima, kemudian jadi empat, jadi dua dan atasnya satu,” kata Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil seperti diberitakan detikJabar.

Dia menjelaskan, Al Jabbar juga berarti asmaul husna. Artinya mahaperkasa dan mahajuara. “Selain itu, nama Jabar juga akronim dari Jawa Barat,” tambahnya.

Masjid Al Jabbar juga populer disebut “masjid terapung.”  Karena dikelilingi danau retensi sebagai penyerap air yang datang dari utara menuju selatan kawasan kota Bandung. Danau yang mengelilingi masjid itu, sempat dijadikan “kolam renang” oleh anak-anak yang bermain di sana.

Seperti Al Zayed, Al Jabbar juga dipenuhi jamaah dan tamu wisata religi dari berbagai penjuru Tanah Air. Ribuan orang datang tiap hari. Hampir tiap sudut tak ada yang kosong. Daya tampung masjid ini bisa mencapai 50 ribu orang. Dilengkapi juga dengan museum sejarah Islam, sejarah Rasulullah dan 25 Nabi serta perkembangan Islam di Nusantara.

“Saya senang datang ke masjid ini. Selain bisa beribadah, juga menambah pengetahuan dan keimanan saya dengan mengunjungi museum sejarah Islam dan Rasulullah,” kata Ibu Salmah, jamaah yang datang dari Kalimantan Selatan.

Luar biasa rasanya bisa salat Jumat di Al Jabbar. “Kita di sini seperti di sarang lebah. Pasrah dengan kehendak Yang Kuasa,” kata sang khatib. Khotbahnya cukup singkat tapi mengena. Saya terpana karena sebagian besar jamaah Al Jabbar anak-anak remaja dan pemuda.

Tak ada laporan keuangan dari pengurus. MC hanya mengantar sebentar langsung azan. Saya lihat ada juga beredar beberapa kotak sedekah, tapi tidak dilakukan secara masif. Saya yang berada di saf 10 tak melihat ada kotak amal yang lewat di depan saya.

Tempat berwudhu di halaman Masjid Al Jabbar yang canti

Masjid Al Jabbar diresmikan akhir tahun 2022 tepatnya Jumat, 30 Desember. Biaya pembangunannya disebut Kang Emil sebesar Rp 1 triliun, yang disisihkan dari APBD Jabar. Urusan biaya ini yang dipersoalkan sejumlah warga termasuk LSM Beyond Anti-Corruption (BAC). Mereka mempersoalkan Pemda Jabar tidak transparan. Karena  ditemukan fakta bahwa anggaran pembangunan Al Jabbar bisa mencapai Rp 1,6 triliun.

BAC membuat petisi. Dan mendapat dukungan tidak kurang dua ribu orang. “Itu artinya masyarakat menaruh perhatian terhadap masalah pembiayaan pembangunan Al Jabbar. Kami teruskan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan audit,” kata Dedi Hariyadi, Koordinator BAC.

Ridwan Kamil menjelaskan, pembangunan Masjid Al Jabbar merupakan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan aspirasi jutaan warga Jabar terutama umat Islam. “Tidak ada masalah penggunaan APBD karena itu kewenangan penyelenggara negara. Biasa dana APBD untuk membangun rumah ibadah, tidak saja masjid, juga gereja, pura dan rumah ibadah lainnya,” tambahnya.

SUDAH 10 MASJID

Saya berteman dengan Kang Emil ketika kami sama-sama menjadi wali kota. Sama-sama menjadi pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Bahkan Ridwan Kamil pernah menjadi wakil ketua Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) di mana ketuanya dipercayakan kepada saya.

Sebelum merintis karier di jalur politik, Ridwan Kamil dikenal sebagai  seorang arsitek berkelas dunia. Setelah lulus dari ITB, dia mengambil masternya di University of California, Berkeley, Amerika Serikat. Lalu menempuh program doktor di Dong-a University.

Dia sempat bekerja dan menjalankan profesinya sebagai arsitek di negeri Paman Sam. Lalu pulang ke Bandung mendirikan Urbane bersama teman-temannya. Urbane adalah firma yang banyak diberikan kepercayaan merancang desain berbagai bangunan, sehingga beragam penghargaan berhasil diraih.

Monumen tsunami Aceh yang bertema “Rumoh Aceh as Escape Hill” adalah karya Ridwan Kamil. Ia berhasil memenangi sayembara tingkat internasional pada tahun 2007 dalam rangka mengenang peristiwa dahsyat tsunami Aceh pada tahun 2004, yang merenggut sekitar 230.000  jiwa.

Saya bersama dua petugas Masjid Al Jabbar

Berkat kepopuleran dan kecerdasannya Kang Emil pada tahun 2013  didorong mengikuti Pilwali Kota Bandung dan menang. Jalan politik semakin terbuka sehingga tahun  2018 dia terpilih sebagai gubernur Jabar. Saat ini nama Kang Emil disebut-sebut juga sebagai salah satu calon wakil presiden.

Dari catatan yang ada, sudah 10 masjid yang didesain Kang Emil. Selain Al Jabbar juga Masjid Al-Irsyad (Bandung Barat),  Masjid Raya Asmaul Husna (Tangerang), Masjid Al-Safar (Rest Area Km 88 Tol Purbaleunyi), Masjid Raya Al-Azhar (Sumarecon, Bekasi), Masjid Jami’e Darussalam (Tanah Abang), Masjid Al-Kamil (Kabupaten Sumedang), Masjid Baiturahman (Yogyakarta) dan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna (Makassar).

Selain di Tanah Air, Kang Emil juga  mendesain kembali Masjid Syeikh Ajlin di Gaza, Palestina yang hancur karena serangan Israel. Pembangunan kembali masjid tersebut merupakan hasil urunan bersama masyarakat Indonesia sebanyak Rp20 miliar. Akhir November tahun lalu, Masjid Ajlin sudah bisa dipergunakan kembali.

Kang Emil juga tengah merancang pembangunan Masjid Al-Mumtadz di Kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung. Masjid ini dibangun di samping kawasan Islamic Center Baitul Ridwan, berdekatan dengan makam mendiang putranya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril). Sesuai namanya, masjid tersebut dibangun untuk mengenang Eril yang tewas tenggelam ketika berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, 26 Mei 2022 lalu.

“Dear Eril. Rumah akhirmu berada di sebelah masjid. Masjid yang bertempat di kampung ibumu. Masjid yang didesain dan sedang dibangun oleh ayahmu. Dan, yang terpenting, masjid ini dinamai seperti namamu, Masjid Al-Mumtadz, yang dalam Bahasa Arab artinya terbaik,” begitu kata Ridwan Kamil dalam unggahan Instagramnya.(*)

 

Prestasi Etam di Kamboja

May 19, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pesilat Iqbal di tengah-tengah pengurus KONI Kaltim

SAYA sempat bertemu Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras di Hotel Bluesky Pandurata, Jakarta,  Senin (15/5) lalu. Dia dan rombongan pengurus lainnya juga baru tiba dari Kamboja mengawal 24 atlet Kaltim yang ikut berjuang membela kontingen Indonesia di arena SEA Games 2023, yang berlangsung di sana.

Wajahnya semringah, memberi isyarat bahwa anak-anak Kaltim sukses menyumbang medali. “Alhamdulillah, atlet-atlet kita mampu berjaya, mereka mempersembahkan tambahan medali untuk Indonesia sehingga melebihi target,” kata Rusdi, yang sempat bersama-sama saya menjadi wartawan Kaltim Post.

Dari perjuangan mereka di Kamboja, atlet Kaltim menyumbang 8 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu dari 8 cabor yang diikuti. Hanya cabang E-Sport yang gagal menyabet medali, sedang lainnya sukses mengalahkan lawan-lawannya sampai di babak perebutan gelar.

Pegulat Muhammad Aliansyah (kedua dari kiri) menyabet emas di kelas 67 kg Greco Roman Putra

Ketujuh cabor yang sukses itu adalah  gulat menyumbang 3 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Lalu dayung (2 emas), cricket ( 1 emas, 2 perak), pencak silat (1 emas),  sepak bola (1 emas), hockey outdoor (1 perunggu),  dan obstacle race (1 perunggu).

Medali emas pertama dari atlet Kaltim datang dari pesilat putra Iqbal Chandra Pratama, yang turun di kelas F. Dalam duel final yang berlangsung di Chory Changvar International Convention and Exhibition Center, Iqbal menumbangkan pesilat Mohd Sharul Zecky Sulaiman dari negeri jiran Malaysia.

Rusdi menyaksikan langsung pertandingan  tersebut. Degdegan juga.  “Alhamdulillah saya lega begitu Iqbal dinyatakan sebagai pemenang,” kata Rusdi. Sementara Iqbal mengaku bangga  bisa mempersembahkan medali emas buat Indonesia. “Sejak awal saya optimis bisa mengalahkan Sharul,” kata pesilat yang sebelumnya juga pernah menjadi juara Asian Games 2018.

Dalam cabor gulat, Kaltim menurunkan 7 atletnya. Semua menyumbang medali. Di situ ada Zainal Abidin, Suparmanto, Annisa Safitria, Mutiara Ayuningtyas, Hamka Gulat Ardiansyah Darmansyah, dan M Aliansyah. Mereka didampingi pelatih Rudiansyah Darmasyah Samsu dan Suryadi Gunawan.

Dari arena Elephant Hall 1, Morodok Techno National Stadium, Phnom Penh, pegulat Suparmanto (63 kg Greco Roman Putra) dan Muhammad Aliansyah (67 kg Greco Roman Putra)  berhasil mempersembahkan medali emas. Ini  baru pertama kali mereka gapai  di arena SEA Games, makanya mereka sangat bangga. Satu lagi emas direnggut pegulat Mutiara Ayuningtyas. Sementara 2 perak diraih Zainal Abidin dan Hamka Gulat. Sedang 2 perunggu dari pegulat Annisa Safitria dan Ardiansyah Darmansyah.

Atlet dayung Kaltim asal Desa Kelumpang, Barong Tongkok, Kubar,  Harjuna yang bergabung dalam tim Traditional Boat Race (TBR) juga berhasil menyabet 2 medali emas. “Hebat, Harjuna dan teman-temannya mampu mempersembahkan emas. Ini kebanggaan kita,” kata Ketua PODSI Kaltim Abdul Rasid, yang juga ketua DPRD Kukar.

Sementara itu, Berlian Duma Pare dan Laili Salsabila yang bergabung dalam tim Cricket Indonesia juga mampu mempersembahkan  satu emas dan dua perak.

Sedang 5 perunggu selain 2 dari gulat, juga dipersembahkan oleh tim hockey outdoor putra dan putri. Lalu  satu perunggu lagi datang dari cabor baru yaitu obstacle race. Itu atas nama Angga Cahya, yang sebelumnya dikenal sebagai atlet panjat tebing.

Obstacle Race adalah lari halang rintang ekstrem. Ini cabang olahraga di mana pemain yang berjalan menggunakan kaki, harus mampu melewati berbagai rintangan dan hambatan.

BINTANG KALTIM

Salah satu bintang Timnas U-22 yang sukses meraih emas di Kamboja adalah Muhammad Taufany Muslihuddin. Dia pemain Borneo FC kelahiran Kota Raja, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Berkat gol pamungkasnya dari luar kotak penalti membuat Garuda Nusantara melaju ke babak final. Secara dramatis Indonesia mengalahkan Timnas Vietnam 3-2 meski dengan kekuatan 10 pemain saja. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan. “Itu mukjizat,” kata seorang warga Tenggarong.

Menurut Zulkarnain, wartawan olahraga yang juga pengurus KONI Kaltim, penampilan Taufany memang sangat impresif. Dia yang berada di posisi gelandang bertahan, di luar dugaan berhasil membantu serangan di saat yang sangat dibutuhkan. “Luar biasa kehebatan anak Rondong Demang Tenggarong itu,” ulasnya langsung dari Olympic Stadium Phnom Penh.

Muhammad Taufany yang sukses mengantarkan Timnas U-22 ke babak final

Seperti kita ketahui bersama, dalam babak final Indonesia kembali meraih kemenangan dramatis dengan menumbangkan Timnas Thailand 5-2. Saya tak bisa melukiskan dengan kata-kata, betapa dahsyatnya kemenangan yang kita capai. Meraih medali emas, setelah 32 tahun puasa.

Dari Medan, Presiden Jokowi selain bersyukur dan mengucapkan selamat, dia juga mengajak sejumlah menteri yang mengikuti acara kunjungan kerjanya makan durian bersama. “Lega, lega,” katanya penuh semangat.

Saya yang ikut nobar di samping Hotel Bluesky Pandurata Jakarta larut dalam suasana kemenangan dengan penonton lain yang saya tidak kenal. Pokoknya kita bersatu penuh kegembiraan. Teman saya, Pak Wiwik sampai buka baju. Kebetulan saya juga pesan es durian. Kok pas dengan Pak Jokowi.

Saya lihat dari layar TV, ayah Taufany, Zukran yang nobar di Tenggarong bersama warga setempat juga melampiaskan kebahagiaan. “Rasanya campur aduk. Terima kasih ya Allah,” katanya terharu.

Bakat sepak bola Taufany turun dari sang ayah. Zukran pernah memperkuat tim Persatuan Sepak Bola Kukar (Persiku). Sedang Taufany yang kini berusia 21 tahun, mengawali kariernya ketika dia diikutkan sang ayah berlatih bola di sekolah sepak bola (SSB), yang berpusat di Stadion Rondong Demang Tenggarong pada tahun 2015. Kemudian berlanjut ke Sekolah Khusus Olahraga (SKOI) di Samarinda.

Berkat latihan yang keras, kelas permainan Taufany semakin terlihat. Dia sempat memperkuat Borneo FC U-16 dan  dipanggil untuk bergabung dengan Timnas Indonesia All Star. Lalu ditarik ikut serta dalam turnamen International Youth Championship 2021.

Dalam seleksi Timnas U-22 yang ketat dia lolos. Taufany akhirnya menjadi salah satu dari 20 pemain yang dipilih pelatih Indra Sjafri bermain di ajang SEA Games 2023 Kamboja. Asisten pelatih Bima Sakti asal Balikpapan yang mendampingi Indra Sjafri juga bangga ada anak Kaltim di antara pemain yang mereka asuh.

“Saya sangat bangga anak saya bisa bermain di Timnas. Saya ingatkan kepada Taufany, harus terus berlatih dan bekerja keras jangan cepat puas. Kita harus membuktikan bahwa anak Kukar juga bisa berprestasi,” kata Zukran penuh semangat.

Dari Balikpapan, cucu saya Defa berjingkrak-jingkrak melihat Timnas Indonesia juara. “Hebat Indonesia, Kai, Defa juga mau seperti itu,” katanya. Cucu saya yang duduk di kelas 3 SD ini beberapa kali memperkuat “timnas” sekolahnya dalam turnamen sepak bola mini. “MU gimana, Kai?” katanya menggoda saya.(*)

 

 

 

Ultah Hadi dan Bu Mei

May 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Wagub Hadi Mulyadi, Bu Mei, dan Dr Myrna Asnawati Safitri

ADA dua tokoh Kaltim yang berulang tahun pada Selasa (9/5) lalu. Mereka adalah Wagub Kaltim H. Hadi Mulyadi, SSi, MSi dan Dr Meiliana, SE, MM; senior Hadi, yang sudah purnatugas. Kebetulan tanggal kelahiran mereka sama-sama 9 Mei. Sama-sama dari Samarinda. Cuma tahunnya yang berbeda. Hadi tepatnya dilahirkan tanggal 9 Mei 1966 (57 tahun) dan Meiliana tanggal  9 Mei 1959 (64 tahun).

Masih ada yang sama dari mereka berdua. Sama-sama suka nyanyi dan sama-sama alumnus SMP Negeri 1 Samarinda. Malah Hadi sekarang menjadi ketua alumni. Sayang gedung sekolahnya yang berada di depan rumah dinas Hadi sudah telanjur dibongkar.

“Terima kasih atas doa dan perhatiannya. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua,” kata Hadi menjawab ucapan selamat dari saya melalui WhatsApp (WA). Ucapan yang sama datang dari berbagai pihak.

Hadi sebelum menjadi Wagub mendampingi Isran Noor adalah anggota DPR RI dapil Kaltim dari Fraksi PKS. Malah sebelumnya sempat menjadi wakil ketua DPRD Kaltim. Tapi dia sekarang beralih menjadi ketua DPD Partai Gelora (Gelombang Rakyat Indonesia) dan mendaftar menjadi Caleg DPR RI kembali. Hadi juga dikenal sebagai pendakwah dan dosen.

Belum jelas apakah kembali menjadi caleg DPR RI adalah  strategi Hadi karena pemilihan gubernur Kaltim baru berlangsung akhir 2024. Bisa jadi, terpilih atau tidak sebagai wakil rakyat, Hadi tetap berpeluang mencalonkan diri kembali sebagai gubernur atau wakil gubernur. Bersama Isran, masa baktinya akan berakhir September 2023 ini.

Mendapat kue ultah dari pengurus IKA FEB Unmul

Sedang Meiliana yang akrab dipanggil Bu Mei cukup panjang perjalanan kariernya. Saya dan dia sama-sama alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman. Karena itu kami berteman baik. Malah saya baru saja menggantikan Bu Mei sebagai ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FEB.

Dia mengawali karier mengabdi di Pemprov Kaltim sebagai tenaga honor pada Kantor Bappeda pada tahun 1985. Lalu diangkat sebagai PNS. Lama di Bagian Protokol dan Humas, kemudian masuk ke Badan Diklat sampai menjadi kepala Pusat LAN Samarinda. Pernah menjadi asisten sekprov, lalu Plt Sekprov dan Pj Wali Kota Samarinda. Uniknya Bu Mei juga pernah menjadi Plh Gubernur Kaltim selama 2 hari, yaitu 20 September 2018 – 22 September 2018 ketika berakhir masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak.

Meski sudah purnatugas, dia masih berada di lingkungan Pemprov Kaltim.  Bu Mei masih dipercaya sebagai Komisaris Utama Jamkrida dan ketua Tim Percepatan Pengembangan Maratua. Dia juga memutuskan berjuang ke kursi DPRD Kaltim 2024 melalui Partai Golkar.

“Setelah lebih 40 tahun di eksekutif, saya mencoba pindah ke jalur legislatif. Biar lengkap pengalaman dan pengabdian saya,” kata ibu dua anak ini, hasil perkawinannya dengan Gusti Suhadsyah, pensiunan di Badan Arsip. Kedua putrinya adalah Restya dan Lydea. Dua-duanya berprofesi dokter dan tengah merintis mendirikan klinik.

“Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa dibilang mandiri. Sebagai orang tua tentu kita bahagia dan mudah-mudahan bisa meneruskan perjuangan orang tuanya,” kata Bu Mei.

ADA KAJATI

Selasa malam, saya sempat menghadiri  syukuran ultah Bu Mei yang digelar di Restaurant Mercure Hotel Lantai 5. Cuma saya hanya bisa hadir sebentar. Setelah menyerahkan kue ultah bersama Apri Gunawan dan pengurus IKA FEB Unmul lainnya, saya izin balik ke Balikpapan.

“Mohon maaf, Bu Mei, saya cuma bisa hadir sebentar. Yang penting saya sudah setor muka dan berdoa agar Bu Mei sehat selalu dan sukses di masa-masa mendatang,” kata saya. Bu Mei tampak bahagia didampingi suami, putri, menantu, dan keluarga lainnya.

Sejumlah teman dan kerabat dekatnya semua datang. Termasuk Deputi Bidang Lingkungan  Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna Asnawati Safitri dan istri Kajati Kaltim, Ny Hari Setiyono dan istri Wali Kota Samarinda Ny  Rinda Wahyuni Andi Harun. “Selamat ultah, ya Bu Mei,  sehat dan sukses terus bersama keluarga,” kata mereka.

Bersama Ny Hari Setiyono, Bu Mei sempat duet. Pasangan mendadak ini sangat bersemangat membawakan lagu lawas “Hanya Untukmu,” yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi berdarah Batak, Diana Nasution. Padu juga, walau baru pertama kali bernyanyi bersama.

Malam tadi Kajati  Kaltim Hari Setiyono, SH, MH dan istri bersama Bu Mei nyanyi lagi di Baritons. Acara ultahnya nyambung lagi. Meski sebagai kajati baru saja dijalaninya,  Hari pernah bertugas di tahun 2007 sebagai Asisten Pembinaan di Kejati Kaltim. “Jadi saya ini seperti pulang kampung,” katanya.

Ucapan selamat dan kiriman kue ultah datang juga dari direksi Bankaltimtara, direksi Jamkrida,  grup Ganbatee, para wartawan dan tidak ketinggalan manajer hotel Mercure. Bu Mei mengaku kewalahan menerima banyak kiriman kue ultah. “Sebagian saya kirim ke panti asuhan,” katanya.

Banyak yang menilai Bu Mei menjadi wanita yang sangat enerjik. Hampir semua kegiatan pemerintahan, organisasi dan sosial dia selalu hadir. Hampir tiap subuh saya berkirim WA dengan Bu Mei. “Kita harus saling mengingatkan,” ujarnya.

Yang menarik kehadiran dan ucapan selamat dari Ketua Hanura Kaltim Surpani Sulaiman, yang kebetulan sama-sama duduk sebagai wakil ketua IKA Unmul. “Selamat milad Bu Meiliana, Doktor Mei, semoga panjang umur, sehat selalu, semoga kariernya makin kinclong.  Saya doakan jadi wali kota Samarinda di tahun 2024,” katanya bersemangat.(*)

Laras Diserbu UMKM

May 10, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Memamerkan produk UMKM Balikpapan

SEBELUM kembali merintis karier ke belahan dunia, model internasional asal Balikpapan, Laras Sekar Arum sempat mampir di kediaman saya di Balikpapan Regency, pekan lalu. Dia didampingi Ibu Stevani Endah Purworini, guru Laras di SMP Nasional KPS dan Benk Benk, orang yang mengantarnya merintis di dunia modeling.

“Ya, saya sempatkan singgah ke rumah Pak Rizal sebelum saya meninggalkan Balikpapan,” kata model dengan tinggi badan 171 cm ini. Dia pulang kampung dalam rangka Lebaran sekaligus menghadiri acara pernikahan adiknya.

Laras akrab dengan Ibu Stefani, wali kelasnya waktu sekolah di sana. Dia tak menyangka siswi berkulit cokelat itu, ternyata bisa melenggang lenggok di catwalk dunia. Hal yang sama juga dirasakan Benk Benk kepada anak asuhnya itu. “Kami senang banget melihat perkembangan Laras yang mendunia,” kata mereka.

Seperti diberitakan, setelah berjuang jatuh bangun di Jakarta, pada awal 2017 Laras pertama kali diminta tampil di panggung Paris Fashion Week membawakan karya perancang mode terkenal Yves Saint Lorent (YSL).

Setelah itu langkahnya makin terbuka. Dia diundang menjadi model produk L’Oreal Paris Matte Addiction. Pada sesi pemotretan, Laras satu frame dengan model kelas A, Barbara Palvin dan Natasha Poly. Tiga bulan kemudian Laras juga diminta agensi model ternama Strom Models London untuk mengisi panggung model di sana selama sebulan. Laras juga dilibatkan dalam kampanye KKW Beauty X Winnie oleh Kim Kardhashian.

Berkat penampilannya yang sangat ikonik dan menarik, Laras bisa mengalahkan pemodel dunia lainnya. Dia terpilih sebagai Model of The Years pada gelaran Style Awards, yang dilaksanakan majalah mode Elle pada tahun 2018. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan.

Saya sendiri menjadi akrab dengan Laras karena bangga ada anak Balikpapan bisa menjadi model dunia. Padahal bisa dihitung dengan jari jumlah pemodel Indonesia yang mampu berprestasi di kancah internasional. Selain Laras, sebelumnya ada Ayu Gani, Kelly Tandiono, Devita Ravani dan Putri Sulistyowati. Ada juga model pria, Raihan Fahrizal.

Dalam buku saya pertama, “Bukan Pak Wali Lagi,” saya menulis tentang Laras setelah ada postingan Ibu Stevani, yang dikunjungi Laras di sekolahnya di Jl Sport No 1 Prapatan, Balikpapan Kota, tahun lalu. Sekolahnya heboh.

Sungguh saya kaget, selama saya memimpin kota, saya tak pernah mendengar kabar kehebatan prestasi Laras. Naluri kewartawanan saya tak sempat membaca. Kalau tidak pasti Pemerintah Kota Balikpapan memberikan penghargaan sebagai warga berprestasi. Bahkan Laras juga sangat layak menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Laras dapat oleh-oleh sayur dari kebun mini saya

Tapi sesungguhnya saya juga baru pertama kali berjumpa langsung dengan Laras. Ya, ketika dia menyambangi rumah saya. Dia tampil mengenakan celana panjang putih dan baju kaus hitam lengan panjang dengan kerah gaya turtleneck. Rambutnya terurai.  Tampak charming. Melihat wajah dan penampilan Laras, saya  teringat penyanyi hebat Indonesia, yang juga berkarier di Prancis, yaitu Anggun C Sasmi.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan dari keluarga, guru dan teman-teman semua, saya bisa berkembang seperti ini,” kata Laras.

Dia banyak bercerita perjalanannya yang cukup keras dalam menggapai prestasi. Sesekali disela Benk-Benk, yang sejak awal melihat ada bakat besar dari Laras. Sekarang Laras bergerak terus. Terkadang di Bali dan Jakarta, di Eropa termasuk juga di Jepang. “Saya suka Jepang, Tokyo, di sana sangat aman. Saya suka banget,” katanya bersemangat.

DISERBU UMKM

Saat singgah di rumah saya Laras kaget ada sejumlah ibu-ibu menyerbu dia. Ibu-ibu itu adalah pelaku UMKM,  “sahabat” dari istri saya, Bunda Arita. Sayang istri saya tak ada di tempat karena berangkat ke Bogor menemani putri bungsu saya, Feby, yang melahirkan anak keduanya.

Di bawah bimbingan Miss Egi dan istri saya, para pelaku UMKM makanan itu, tengah dipandu untuk mendapatkan sertifikat halal gratis dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama (Kemenag).

BPJPH pada tahun 2023 melaksanakan Program Sehati, di mana para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat halal gratis, yang dibuka sejak awal Januari lalu untuk sejuta sertifikat melalui mekanisme pernyataan pelaku usaha (self declare).

Sesuai UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka setelah tanggal 17 Oktober 2024, bagi pelaku usaha makanan dan minuman, hasil sembelihan, serta jasa penyembelihan harus bersertifikat halal. Jika belum bersertifikat halal, maka mereka bisa dikenai sanksi.

Laras mengaku senang bisa bertemu ibu-ibu UMKM Balikpapan. “Ini bukti ibu-ibu penjaga keluarga yang hebat, mulai mengasuh anak-anak, mendampingi suami sampai ikut memperkuat ekonomi rumah tangga,” sanjungnya.

Dia juga mendukung produk UMKM dan ekonomi kreatif dikembangkan terus di Balikpapan. Apalagi Balikpapan menjadi kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kita jangan kalah bersaing, produk UMKM Balikpapan dan Kaltim harus menjadi tuan rumah di IKN,” kata gadis berusia 24 tahun ini.

Sejumlah ibu-ibu sempat berfoto dengan Laras seraya menampilkan produk UMKM-nya. “Alhamdulillah, mudah-mudahan kita bisa mengembangkan produk UMKM Balikpapan “go international” seperti apa yang dicapai Laras,” kata Bunda Arita dari Bogor.

Ketika pamit, Laras kaget saya beri oleh-oleh hasil kebun mini saya di depan rumah. Ada pisang mahuli, terong dan tomat. “Wah sangat excited. Saya suka sekali,” katanya bersemangat.(*)

DPK Kaltim Miliki Koleksi Buku Tahun 1960-an

May 3, 2023 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA –  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim menyimpan koleksi buku mulai tahun 1960-an. Buku tersebut tersedia di ruang Layanan Koleksi Referensi. Selain buku tua, buku-buku edisi terbaru juga tersedia..

“Buku  di sini mulai tahun 1960-an juga ada sampai yang buku baru,” kata Staf Layanan Koleksi Referensi DPK Kaltim, Rosanna BR Sitepu.

Dikatakannya, banyak dari pengunjung di ruang Layanan Koleksi Referensi mencari buku-buku tua. Buku-buku  yang lama seperti buku sejarah, semakin tua bukunya semakin dicari.

Menurut Rosanna, seluruh koleksi buku yang ada di ruang layananan yang dijaganya tersebut hanya diizinkan untuk dipinjamkan di tempat.

“Kalau untuk buku di sebelah kiri ini tidak dipinjamkan, karena buku referensi biasanya tidak dibaca keseluruhan, seperti kamus tidak dibaca dari A-Z,  jadi hanya apa yang perlu saja dibuka, jadi tidak perlu disimpan dibawa atau pinjam pulang ke rumah,” ujarnya.

Layanan peminjaman buku yang diperbolehkan dibawa pulang, kata Rosanna, adalah buku-buku yang ada di ruang layanan lainnya.

“Kalau di sebelah kanan itu koleksi  novel-novel, sejarah dan koleksi pelajaran. Tapi  buku pelajaran di sini tidak bisa mengikuti perkembangan yang ada, karena setiap tahun kurikulum selalu berubah-ubah  terus,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk pengadaan koleksi buku di ruang Layanan Referensi, biasanya dilakukan setiap tahun melalui alokasi anggaran APBD. Selain itu, didapatkan dari hibah. (adv dpk kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1646525
    Users Today : 3076
    Users Yesterday : 5811
    This Year : 583035
    Total Users : 1646525
    Total views : 14061608
    Who's Online : 64
    Your IP Address : 216.73.216.27
    Server Time : 2026-04-13