Menikah dengan Turkiye

January 19, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA lama tidak berkomunikasi dengan Farida Baderun. Dia mantan Putri Manuntung Balikpapan Tahun 1996 yang sekarang tinggal di Turki bersama putrinya bernama Sarah. Lengkapnya Maisarah Myra Sophia Lativa. Dia sudah lama meninggalkan Balikpapan. Setelah menetap di Jakarta lalu hijrah ke Turki mendampingi anaknya yang studi di sana.

Beberapa hari lalu Farida me-WA saya. “Apa kabar Bang Rizal,” begitu kalimat pembukanya. Lalu dia bercerita tentang kehidupannya di negeri  penuh sejarah ini, mulai soal pribadinya sampai kehidupan di Turki, yang belakangan nama negara itu diubah Presiden Recep Tayyip Erdogan menjadi Turkiye.

Sarah, Farida dan suaminya orang Turki bernama Ekrem Kucuk

Ada dua hal yang disampaikan Farida tentang dirinya. Pertama, dia tidak sendirian lagi. Dia sudah menikah dengan lelaki Turki bernama Ekrem Kucuk. Kedua, putrinya Sarah sudah lulus S1.  “Sekarang mencari peluang untuk meneruskan S2 di Eropa,” katanya.

Sarah yang punya bakat kuat bermain musik terutama biola dan piano itu kuliah di jurusan fisika Universitas Teknik Timur Tengah (METU) atau ODTU (Orta Dogu Teknik Universites), Ankara. Ini salah satu universitas terbaik di negeri itu.

Lelaki yang menjadi pendamping Farida adalah pemilik perusahaan Axoy Endustriyel Mutfak. Tadinya dia bekerja di situ. Belakangan dia dilamar Ekrem yang kebetulan dalam status duda. “Jadilah kami menikah. Doain pernikahan kami Samara ya bang,” katanya kepada saya.

Farida dan Sarah tampil di Festival Pasar Senggol Istanbul

Menurut Farida, kehidupan di Turkiye saat ini tidak terlalu nyaman. Inflasi sangat tinggi, membuat harga-harga barang termasuk kebutuhan pokok melambung tinggi gila-gilaan. “Banyak pekerja migran Indonesia yang kembali ke Tanah Air karena tak sanggup membayar sewa rumah,” ungkapnya.

Presiden Erdogan juga dianggap tidak berpihak ke rakyat kecil. Hampir seluruh masyarakat di Istanbul tidak menginginkan dia. Kasihan rakyat kecil yang gunakan transportasi umum. Tarifnya naik 100 persen. Demikian juga harga sembako.

Warga lokal, kata Farida juga sangat cemburu dengan pengungsi Suriah, yang mendapat perlakuan istimewa dari Erdogan. Warga Suriah mendapatkan pelayanan sekolah dan rumah sakit gratis. Juga tak jarang terlibat dalam perbuatan kriminilitas.  “Ini semua yang membuat warga Turki membenci pengungsi Suriah,” jelasnya.

Pada abad ke-19, Turki pernah dijuluki sebagai The Sick Man of Europe. Julukan ini diberikan kepada Turki yang mengalami kemerosotan ekonomi dan membeludaknya masalah kemiskinan.

AKTIF DI KJRI DAN PPI

Ditanya aktivitasnya sehari-hari, Farida mengaku lebih banyak ikut membantu bisnis suami. Selain itu, dia juga aktif dalam berbagai kegiatan di Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Istanbul adalah kota terbesar di Turki sekaligus kota terbesar ke-15 di dunia dengan penduduk sekitar 15 juta orang. Berfungsi sebagai pusat ekonomi, budaya dan sejarah negara. Kota ini dikelilingi oleh Selat Bosporus, terletak di antara benua Eropa dan Asia.

“Farida dan Sarah sering mendapat undangan kegiatan kesenian dan kebudayaan Indonesia dari Konsul Istanbul Bapak Darianto Harsono dan Dubes RI untuk Turki Bapak Achmad Rizal Purnama,” ujarnya.

Ada agenda akbar tahunan yang diselenggarakan Ibu Pariani Windana dari Yayasan Pasar Senggol Turki. Namanya Festival Pasar Senggol Turkiye. Sudah dua tahun berlangsung. Acaranya diisi dengan festival kesenian dan kebudayaan Indonesia. “Aku dan Sarah jadi opening performer-nya,” kata Farida.

Dia menawarkan jika Kaltim atau kota dan kabupaten se-Kaltim berminat berpartisipasi dengan membawa tim keseniannya. Selama ini banyak juga datang dari Indonesia berpartisipasi. Terakhir datang Ibu Farida Darland dan rombongan dari DPRD Palangkaraya, Kalteng.

Farida mengaku terus mengikuti perkembangan kota Balikpapan sebagai kota kelahirannya. Dia mengetahui Rahmad Mas’ud terpilih kembali menjadi wali kota. “Aku turut berduka atas meninggalnya Om Djody dan Bang Irwan Faisal. Innalillahi wainna ilaihi rojiun,” ucapnya.

Kapan pulang? “Insyaallah jika ada kesempatan aku ke Balikpapan. Rindu juga dengan keluarga dan teman-teman,” katanya bersemangat.(*)

Tugu “Kapal Siap Berlayar”

January 18, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TUGU kapal atau perahu  di jalan masuk Stadion Batakan Balikpapan jadi viral. Daerah sekitar tugu, Selasa (14/1) lalu terendam menyusul hujan hebat yang mengguyur kota. Lalu ramai para netizen memberi komentar. Kalimatnya memang agak nakal: “Kapal Siap Berlayar.”

Mobil merah menerjang banjir di depan Tugu Perahu Layar di jalan masuk Stadion Batakan Balikpapan

Tentu ada yang tersenyum, ada juga berpandangan kritis. Yang senyum karena seolah-olah tugu kapal itu benar-benar sedang bersiap berlayar. Yang kritis bilang, sebaiknya kejadian ini jadi bahan evaluasi Pemkot. Mana yang harus lebih diprioritaskan, penanganan banjir atau membangun tugu. Apalagi membangun tugu kapal itu menguras APBD Kota 2024 sebesar Rp4 miliar.

Komentar dari netizen lainnya macam-macam. “Hebat memang Pemkot Balikpapan ini. Bisa memprediksi Balikpapan bakal tenggelam, makanya dibuatkan kapal,” kata akun olanelmizan di Instagram. “Konsep wali kotanya kan punya kapal. He..he,” kata akun fadli.h.p.

Soal pembangunan tugu kapal itu, ada penjelasan dari Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Pemkot Balikpapan Budhi Setya Wirastama kepada Lintasbalikpapan.com, yang juga dikutip terasinfo.bpn.

Menurut Budhi, tugu perahu setinggi 17 meter itu adalah masukan atau ide kreatif Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud untuk mempercantik kota Balikpapan. Ide patung kapal diambil karena wilayah Balikpapan Timur merupakan wilayah bahari. Sehingga kehadiran tugu kapal itu sesuai dengan ciri khas wilayah tersebut.

Karena tugu kapal itu dibangun di jalan masuk Stadion Batakan, ada netizen yang nyeletuk. “Stadion Batakan. Persiba Balikpapan Tim Beruang Madu. Tugunya kapal. Konsepe piye iki???” tanya akun bernama lamarhayaman.st. Apalagi di bawah tugu kapal itu tertulis “Stadion Batakan.”

Pemkot Balikpapan rencananya juga membangun jogging track di area jalan masuk Stadion Batakan. Drainase yang ada di tengah jalan pintu masuk akan ditutup dan dijadikan lintasan jogging track. Jadi masyarakat bisa berolahraga di sana.

Tugu di simpang BSCC Dome di waktu malam, yang menjadi ikon baru kota Balikpapan.

Selain tugu perahu, Pemkot Balikpapan juga membangun landmark kota lainnya di persimpangan BSCC Dome, Jl Ruhui Rahayu-Jl Syarifuddin Yoes. Biayanya lebih murah dari tugu kapal. Yaitu sebesar Rp3 miliar dan sumbernya sama APBD Kota Balikpapan 2024.

Ada yang bertanya tugu di simpang Dome itu mencerminkan apa? Yang cepat dipahami hanya bangunan talawang, yang dikenal sebagai senjata perisai tradisional khas suku Dayak. Ada 5 talawang dipasang mengelilingi tugu, yang mencerminkan Balikpapan sebagai kota 5 dimensi.

Tempo hari Plt Kepala DPPR Kota Balikpapan, Muhammad Farid Rizal pernah menjelaskan, landmark simpang Dome mengusung 4 tema, yaitu Madinatul Iman, Kota Lima Dimensi, Titik Temu Peradaban, dan Ruhui Rahayu.

Agak unik juga konsep Ruhui Rahayu bisa masuk. Soalnya istilah ruhui rahayu adanya di lambang Provinsi Kalimantan Timur. Di lambang kota Balikpapan, yang tercantum adalah “Manuntung.” Itu bahasa Banjar yang berarti bekerja sampai tuntung atau tuntas. Tapi mungkin pertimbangannya karena keberadaan landmark itu di Jl Ruhui Rahayu.

Frasa ruhui rahayu adalah semboyan dalam bahasa Banjar, yang bermakna rukun, damai, tenteram dan harmonis. Baik juga.

Secara teknis, bangunan landmark itu terdiri dari tugu plaza atau monumen, water feature, amphitheater dan badan air. Bagian tugu, plaza dan water feature berada di sisi simpang dari arah Jl Ruhui Rahayu, sedang amphitheater dan badan air berada di simpang antara Jl Manuntung dan Jl Ruhui Rahayu.

Mengutip dari Balikpapan Pos, desain landmark simpang BSCC Dome ini adalah hasil sayembara yang dilaksanakan Pemkot bekerja sama dengan Ikatan Ahli Perencana (IAP) Balikpapan. Pemenangnya Ar Freddy A Simamora, arsitek dari Medan.

Desain landmarknya menonjolkan tiga unsur. Yaitu unsur geografis yang disimbolkan dalam bentuk perahu layar, unsur budaya ditunjukkan dalam bentuk talawang dan unsur sejarah kota dalam wujud sumur Mathilda.

Tahun sebelumnya Pemkot Balikpapan juga merenovasi Tugu Jam Manuntung di persimpangan kantor Pemkot. Tugu jam itu dibuat lebih ikonik dan bisa menyanyikan lagu hymne Balikpapan.

Dalam rangka mempercantik kota, Pemkot Balikpapan banyak melakukan penataan. Selain tugu, juga taman dan penataan koridor jalan seperti di Jl Ruhui Rahayu, Jl MT Haryono, dan Jl Jenderal Sudirman di sekitar gedung parkir dan Taman Bekapai.

HEBOH PATUNG PESUT

Sementara itu, di Samarinda juga heboh dengan patung pesut Mahakam. Pada tahun 2024 kemarin, ada dua patung pesut Mahakam dibangun. Satu gagasan dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan satunya lagi dari gagasan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Yang digagas Akmal Malik dibangun di ujung Jembatan Mahakam IV, tepatnya di persimpangan Jalan Cipto Mangunkusumo sisi Samarinda Seberang. Akmal memercayakan pengerjaannya kepada seniman ternama John Martono dari Bandung dengan anggaran APBD Kaltim 2024 sebesar Rp1,8 miliar.

Tugu pesut Mahakam yang dibangun Pemkot Samarinda. Menimbulkan polemik dan kritik karena abstrak bentuknya.

Patung bertulis “Selamat Datang di Samarinda” itu sebagai kado menyambut HUT ke-68 Provinsi Kaltim, 9 Januari 2025 lalu. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan Akmal sebelum mengakhiri masa jabatannya di Kaltim.

Akmal mengaku sangat peduli dengan pesut Mahakam. Soalnya hewan itu makin langka. Dia memperkirakan populasi pesut Mahakam hanya tersisa 26 ekor. “Karena semakin berkurang, jadi kita buat tugu atau sculpture pesut untuk mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga dan melestarikannya,” imbuhnya.

Pesut Mahakam yang disebut dalam bahasa latin Orcaella brevirostris adalah jenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar. Keberadaannya semakin langka. Hampir punah. Kabarnya hewan sejenis ada juga di Sungai Mekong dan Sungai Irrawaddy, Myanmar. Karena itu peneliti Barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin.

Dulu kalau ke pedalaman Mahakam, saya suka berlama-lama di Danau Jempang, Danau Semayang dan Danau Melintang. Pesut suka berkeliaran di sana. Soalnya di situ banyak ikan dan udang, yang menjadi makanan pesut.

Ada legenda di balik adanya pesut Mahakam. Konon dahulu ada kakak beradik yang tinggal di tepi Mahakam berubah menjadi pesut setelah menelan nasi ketan panas dan melompat ke sungai. Mereka dizalimi oleh ibu tirinya.

Sepanjang tahun 2024, ada lima ekor pesut ditemukan warga mati. Malah seekor ditemukan bulan Juni 2024 di Samarinda. Ada dugaan tertabrak kapal pembawa batu bara. Selain juga akibat kualitas air Mahakam yang semakin buruk dan berkurangnya ikan sebagai makanan pesut.

Peneliti dari Yayasan Konservasi Rare Aquatiq Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb mengharapkan bantuan dan dukungan semua pihak untuk menjaga habitat pesut. “Data kita populasi pesut Mahakam saat ini sekitar 65-70 ekor,” kata wanita yang sudah 26 tahun meneliti pesut Mahakam ini.

Patung pesut Mahakam yang dibangun Pemkot Samarinda tahun 2024 bikin heboh. Soalnya bentuknya tidak seperti pesut. Patungnya dibangun di kawasan simpang Lembuswana dengan menghabiskan anggaran APBD Kota Samarinda Rp1,1 miliar.

Tugu pesut setinggi 8 meter itu terbuat dari konstruksi baja berlapiskan kabel plastik daur ulang. Bentuknya siluet pesut Mahakam berwarna merah. Jadi yang melihatnya tidak bisa langsung menatapnya sebagai pesut. Malah mirif huruf G, jadi terbilang abstrak. Mungkin menggambarkan pesut yang loncat dari atas air.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari DPUPR Samarinda, Uwim Mursalim, ada 3 desain yang diajukan kepada Wali Kota Andi Harun. “Beliau memilih desain yang berbentuk siluet seperti yang kita bangun sekarang,” jelasnya.

Andi Harun sudah mendengar ada warga yang tidak setuju dan kecewa dengan tugu pesut yang digagasnya. “Desain tugu ini adalah ilustrasi pesut dalam bentuk karya seni interpretatif. Saya memahami jika hal ini memunculkan diskusi, dan itu tidak masalah,” katanya seperti diberitakan sukri.id.

Eka Yusriansyah, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman (UNMUL) menilai tugu pesut yang dibangun Pemkot Samarinda gagal dari sudut pandang estetika masyarakat.

“Dari perspektif unity, tugu ini tidak tampak seperti pesut.  Dari complexity dan intensity hanya sedikit orang yang mampu memahami pesan yang disampaikan,” kata Eka seperti dikutip dari Presisi.co.

Patung pesut Mahakam sebelumnya sudah ada di 2 lokasi di Samarinda. Yang satu di dekat Kantor Gubernur dan satunya lagi di dekat Jembatan Mahakam Jl Slamet Riyadi. Malah yang dekat jembatan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto bersamaan dengan peresmian jembatan pada tahun 1986.

Patung itu dibuat seniman asal Jakarta, Azmir Azhari atas pesanan Gubernur Kaltim ke-7, H Soewandi. Belakangan telantar dan akhirnya dipindahkan.(*)

Makin “Sehat” di RS Kanujoso

January 17, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

WAJAH Direktur RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dr Edy Iskandar, Sp.PD, FINASIM, MARS tampak semringah. Pada tahun 2025 ini rumah sakit yang dipimpinnya “makin sehat.” Maksudnya bisa memberikan pelayanan lebih paripurna dan berkelas. Jadi warga Kaltim khususnya Balikpapan dan sekitarnya tidak perlu lagi berobat ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

Gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSKD yang segera rampung

Apalagi  RSKD bersama “saudaranya” RSUD A Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda berpredikat RSU tipe A dengan Akreditasi Paripurna. Itu  sederajat kelasnya dengan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, RSU Pusat Persahabatan, RS dr Soetomo Surabaya dan beberapa rumah sakit terbaik lainnya di Indonesia. Apa tidak hebat?

Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim Abdulloh (ketiga dari kiri) bersama anggota lainnya meninjau Gedung Jantung Terpadu RSKD

RSKD didukung 1.689 pegawai. Di antaranya punya 100 lebih dokter (umum, spesialis dan subspesialis), 590 perawat, 65 bidan, 90 apoteker dan asisten apoteker, 41 analis kesehatan, dan ratusan tenaga pendukung lainnya.

Hal itu disampaikan dr Edy pada Forum Konsultasi Publik (FKP) RSKD yang berlangsung di Ruang Sakura, Rabu (15/1). Dia didampingi 4 wakil direktur (wadir) yaitu Wadir Umum dan Keuangan Rosjidah Rahmawati, SKM, Wadir Medik dan Keperawatan dr Ariesanty Irawaty Marhabang, Wadir Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Pelatihan Novita Retno Damayanti serta Wadir Penunjang dan Pengembangan drg Ahmad Jais.

Sewaktu saya wali kota, Ahmad Jais masih bertugas di Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Dia dokter unik dan aktif. Sering didaulat membaca doa. Kemarin, dia merangkap sebagai moderator. Dan bersaing dengan Humas RSKD Dian Sugianti berpantun ria.

Hadir dalam FKP selain Dewan Pengawas, juga Kepala DKK Balikpapan Alwiyati mewakili wali kota. Selain itu, Ketua Komisi Informasi Kaltim Imran Dusse dan perwakilan Ombudsman Balikpapan serta BPJS Ketenagakerjaan. Anehnya yang tidak hadir wakil BPJS Kesehatan dan unsur wakil rakyat. Padahal banyak pertanyaan berkaitan dengan BPJS. “Apa takut datang ya?” tanya Salahuddin, dari unsur pengurus olahraga.

Imran Dusse memuji RS AWS dan RSKD termasuk lembaga pelayanan publik yang berada di peringkat atas dalam hal keterbukaan informasi. “Itu bagus, masyarakat terutama pasien bisa mengakses layanan rumah sakit lebih cepat,” tandasnya.

Saya diundang sebagai warga kota bersama berbagai unsur masyarakat. Ada lurah, ketua LPM dan ketua RT. Unsur perguruan tinggi, organisasi pemuda dan ormas lainnya. Berbagai mitra RSKD termasuk wartawan. Yang menarik juga dihadirkan perwakilan pasien.

Ini untuk kedua kalinya saya diundang. Tahun lalu saya juga hadir. Rasanya hanya RSKD yang rajin mengundang saya. Lembaga pelayanan publik lainnya boleh dibilang tak terlalu hirau. Justru yang tidak berubah undangan perkawinan sejak saya wali kota sampai sekarang.

“Untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pasien, kita perlu masukan yang banyak dari berbagai pihak di antaranya melalui FKP,” kata Edy.

Saya salut dengan semangat yang dibangun dokter spesialis penyakit dalam asal Bengkalis ini. Padahal bulan Juni nanti dia sudah memasuki masa purnatugas, setelah 11 tahun lebih memangku jabatan direktur. Tanggal 28 Mei 2025 adalah HUT kelahirannya yang ke-60 sekaligus menandai berakhirnya masa tugas di pemerintahan.

Penandatanganan komitmen dan hasil FKP RSKD

Menurut dr Edy, di tahun 2025 ini RSKD mempunyai tambahan fasilitas pelayanan. Yaitu dengan rampungnya gedung Kedokteran Nuklir dan gedung Pelayanan Jantung Terpadu. Beberapa hari lalu fasilitas itu langsung ditinjau Komisi 3 DPRD Kaltim yang diketuai Abdulloh, yang sebelumnya ketua DPRD Kota Balikpapan.

Abdulloh dan anggota Komisi 3 lainnya mengingatkan jadwal waktu penyelesaian kedua gedung tersebut. Sementara Edy memohon dukungan DPRD Kaltim berkaitan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk pengisian peralatan di gedung jantung. “Mudah-mudahan bisa dialokasikan di anggaran perubahan 2025,” harapnya.

Rencananya Gedung Pelayanan Jantung Terpadu ini dinamai “Gedung Awang Faroek Ishak” untuk menghargai perhatian Gubernur ke-9 Kaltim  itu. Awang dan Gubernur Isran Noor banyak mengalokasikan anggaran untuk kemajuan RSUD AWS dan RSKD. Awang juga meninggal dunia dalam perawatan di RSKD pada Minggu, 22 Desember 2024.

Edy memastikan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu RSKD bisa beroperasi penuh akhir tahun. Termasuk juga Kedokteran Nuklir. Kedua gedung ini berikut pelayanannya sudah sangat ditunggu oleh pasien kanker dan jantung.  Jadi tidak perlu lagi ke RS Kanker Dharmais dan RS Jantung Harapan Kita.

Menurut Edy, ada 3 gedung lagi yang sangat dibutuhkan RSKD dalam rangka meningkatkan pelayanan di masa mendatang. Yaitu Gedung Bedah Terpadu, Gedung Ibu dan Anak dan Gedung Medik Terpadu. “Mudah-mudahan kita mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi,” katanya.

MEMANGKAS WAKTU TUNGGU

Suasana FKP berlangsung seru dan hidup. Banyak masukan yang diberikan kepada RSKD berkaitan dengan pelayanan. Terutama soal waktu tunggu baik di pendaftaran, UGD, poliklinik maupun di pengambilan obat. Juga berbagai keluhan berkaitan dengan BPJS dan belum diperbaharuinya tarif pasien BPJS Ketenagakerjaan.

Keluhan dan usul juga datang dari kelurahan, RT dan LPM sekitar RSKD. Juga dari lembaga pendidikan, di antaranya soal penerimaan perawat D3 dan praktik mahasiswa Jurusan Kefarmasian dari Universitas Mulia. Juga soal pelecehan dan kasus-kasus lainnya.

Edy berjanji RSKD terus mengevaluasi soal waktu tunggu dan durasi antrean. Dia tengah merancang pelayanan pasien BPJS di sore hari. Dia juga melarang dokter nyambi ke RS lain. Juga menjajaki kemungkinan pengiriman obat ke alamat pasien oleh pihak ketiga dan berbagai hal yang memudahkan pasien mendapat pelayanan terbaik.

Dengan segala keluhan yang disampaikan berbagai pihak, sejauh ini RSKD punya kinerja yang baik. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan 1.000 responden pada semester 1 tahun 2024 mencapai 90,14 persen. Dan naik menjadi 90,67 persen pada semester ke-2.

Demikian juga hasil Survei Kualitas Pelayanan Publik (SKPP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) tahun 2024 yang dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul menunjukkan hasilnya mencapai 98,25 persen untuk SKPP dan 95,65 persen untuk SPAK.

RSKD memiliki 572 tempat tidur. Jumlah itu dirasakan masih kurang. Tapi siap menerapkan KRIS BPJS tahun ini. Sekarang sudah berstatus BLUD penuh, sehingga seluruh pendapatan RSKD bisa dimanfaatkan untuk kepentingan RSKD. BLUD adalah Badan Layanan Umum Daerah. “Gedung Kedokteran Nuklir kami bangun dengan hasil pendapatan RSKD sendiri,” kata Edy.

Pegiat Komunitas Kanker Ibu Karimah yang juga mewakili pasien banyak menyampaikan masukan dan keluhan. Dia berharap RSKD ke depan lebih bagus lagi dalam memberikan pelayanan. Itu juga disampaikan Ramadan mewakili Dewas dan Ibu Alwiyati dari Pemkot. “Kita mau RSKD yang terbaik,” kata mereka. Pulang dari RSKD, rasanya saya lebih segar dan sehat.(*)

Bagaimana Peluang Pak Isran?

January 15, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BANYAK yang bertanya terutama lewat WA group, bagaimana peluang Pak Isran di sidang Mahkamah Konstitusi? Pertanyaan itu muncul setelah mereka melihat penampilan Pak Isran dalam sidang perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) di Gedung MK Jl Merdeka Barat 6 Jakarta Pusat, Kamis (9/1) lalu.

Pak Isran datang ke MK sebagai pihak prinsipal. Sedang dalam proses persidangan dia diwakili kuasa hukumnya yang diketuai pengacara dan pengamat politik Dr Refly Harun. Di ruang sidang Refly didampingi asistennya Raden Violla Reininda Hafidz.

Sedang 5 anggota kuasa hukum lainnya dari Samarinda dikoordinir Dr Jaidun mengikuti sidang melalui daring. MK membatasi kuasa hukum yang boleh hadir langsung (luring) hanya 2 orang plus prinsipal. Lainnya termasuk pengunjung berada di luar mengikuti lewat layar TV atau zoom.

Sebagai termohon atau pihak yang digugat adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. Sedang pihak pemberi keterangan adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim dan pihak terkait adalah pasangan calon (paslon) Pilgub Kaltim Nomor Urut 2 yaitu Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Gugatan yang diajukan Isran-Hadi sudah teregistrasi di MK dengan Nomor Perkara 262/PHPU.GUB-XXIII/2025. Gugatan diajukan 11 Desember dan perbaikannya pada 13 Desember 2024.

Makan siang yang lahap di apartemen Pak Isran di Sahid Jakarta

Seperti yang disampaikan Refly Harun di depan sidang, Isran-Hadi meminta MK menganulir Keputusan KPU Kaltim Nomor 149 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pilgub Kaltim 2024 dan mendiskualifikasi paslon No 2 Rudy-Seno atas sejumlah pelanggaran dan kecurangan.

Setidaknya ada 4 pelanggaran dan kecurangan yang dituduhkan ke alamat Rudy-Seno. Yaitu kartel politik, money politics, keterlibatan aparat atau struktur pemerintahan serta tidak netral atau tidak profesionalnya penyelenggara Pemilu.

Refly mengungkapkan pihaknya menemukan fenomena money politics yang luar biasa.  Dia menunjukkan ke majelis hakim MK satu bundel data berjudul: Laporan Pertanggungjawaban Siraman  Kabupaten Kutai Kartanegara Rudy Mas’ud-Seno Aji. “Ini baru satu kabupaten,” katanya.

Dalam bundel itu, tercantum ribuan nama orang di Kabupaten Kukar yang menerima money politics. “Di sini ada namanya, gambarnya, nomor HP serta ada KTP dan kartu keluarganya,” kata Refly meyakinkan hakim MK.

MASIH ADA SIDANG LAGI

Soal pertanyaan apakah gugatan PHP Kada Isran-Hadi diterima MK? Sebenarnya belum bisa dijawab. Soalnya proses persidangan di MK masih bergulir dan tidak otomatis langsung diputuskan.

Sidang PHP Kada melalui beberapa tahap. Sidang pertama atau pendahuluan untuk Pilgub Kaltim sudah berlangsung 9 Januari lalu, di mana pihak penggugat sudah menyampaikan alasan berikut alat bukti yang memperkuat gugatan.

Seminggu lagi tepatnya  tanggal 21 Januari berlangsung sidang lanjutan atau sidang kedua dengan mendengarkan jawaban dari KPU Kaltim sebagai termohon, Bawaslu Kaltim sebagai pihak pemberi keterangan serta Rudy Mas’ud-Seno Aji sebagai pihak terkait. Selain itu juga ada pengesahan sejumlah alat bukti.

Selanjutnya hakim panel MK akan menggelar rapat permusyawarahan hakim (RPH) antara tanggal 5-10 Februari. Lalu antara tanggal 11 – 13 Februari, hakim akan mengumumkan putusannya apakah perkara dilanjutkan atau tidak. Jadi ini semacam putusan sela, yang menentukan nasib gugatan.

Jika perkara dinyatakan gugur, maka tidak ada lagi sidang lanjutan dan  KPU Kaltim pun sudah bisa menetapkan secara resmi pemenang Pilgub Kaltim sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Tapi jika perkara dinyatakan hakim dilanjutkan, maka akan ada persidangan lagi.

Persidangan lanjutan itu dilaksanakan antara tanggal 14-28 Februari. Agendanya mendengarkan keterangan para saksi termasuk saksi ahli serta memeriksa dan mengesahkan alat bukti tambahan.

Setelah itu, hakim panel MK kembali menggelar RPH untuk mengambil keputusan akhir. Pengucapan putusannya dilaksanakan antara 7-11 Maret 2025. Ini adalah putusan final, apakah Ketetapan KPU Kaltim No 149 Tahun 2024 tetap sah atau ada keputusan baru seperti tuntutan yang diajukan.

Hakim panel yang menyidangkan gugatan Isran-Hadi adalah Prof Arief Hidayat sebagai ketua dengan dua anggota yaitu Prof Anwar Usman dan Prof Enny Nurbaningsih. Tapi pada sidang pertama, Anwar Usman yang juga mantan ketua MK digantikan Ridwan Mansyur karena sakit. “Jika sudah sembuh hakim Anwar Usman akan ikut menyidangkan perkara kembali, tapi jika masih sakit maka dihadiri hakim pengganti,” kata Prof Arief.

Bagaimana peluang atau kans Pak Isran dalam memenangkan gugatan? Menurut Refly, gugatan mereka tidak menyinggung soal perolehan suara karena tidak mencapai syarat di Pasal 158. “Tapi kami mendalilkan gugatan kepada hal-hal yang sifatnya struktural, sistematis dan masif terutama yang terkait dengan politik uang,” jelasnya.

“Jadi yang dipersoalkan adalah TSM?” tanya hakim ketua. “Ya, ada empat hal yang kami persoalkan,” jawab Refly.

Seusai sidang pertama MK, saya sempat singgah ke apartemen Pak Isran di Sahid. Ada juga di sana Yayan Aliansyah, Adrian Hakim dan Dr Muhammad Nurdin, orang Kaltim yang sempat menjadi Dirjen dan Staf Ahli di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Tak ada yang berubah dari Pak Isran. Tetap ceria dan bersemangat. Kami bicara berbagai masalah termasuk soal Kaltim. “Saya tetap mencintai dan berjuang untuk Kaltim Berdaulat, salam untuk warga dan teman-teman semua,” ucapnya.

Selama ini Pak Isran memang banyak berada di Jakarta. Dia berkonsentrasi dengan tim penasihat hukum dalam rangka mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan gugatan di MK.

Pertemuan di apartemen Pak Isran ditutup makan bersama. Menunya sesuai kesukaan saya. Ada sayur santan labu, iwak gembong goreng, telur dadar dan sambal. Sebelumnya ada beberapa camilan di antaranya pisang molen dan lapis legit. Ada juga buah manggis pengganti durian.

Saya bersama Yayan juga sempat bertemu dengan Ketua Tim Iswan Priyadi dan Irma Suryani. Kami sama-sama rindu makan sate sabang. Pak Iswan melahap 10 tusuk sate kambing. Dia minta bumbu kacang. Saya cuma 5 plus gulai. Lalu datang seorang pengamen. Dia menyanyikan lagu D’Masiv. Judulnya: Jangan Menyerah.(*)

Akmal, Slank, dan Tambang

January 14, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HUT KE-68 KALTIM, Kamis 9 Januari 2025 adalah HUT ke-2. Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik memimpin upacara, sekaligus HUT Kaltim terakhir dalam posisi dia sebagai Pj. Satu hingga dua bulan lagi gubernur Kaltim definitif kemungkinan sudah ada. Sehingga Akmal akan kembali ke posisinya di Jakarta sebagai dirjen Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menjelang berakhir masa tugasnya, Akmal membuat kegiatan menarik. Dia memanfaatkan isu lahan eks tambang mewarnai kegiatan HUT Kaltim. Grup musik Slank dia datangkan. Selain membuat konser gratis di Stadion Kadrie Oening,  dia juga berhasil memboyong personel Slank ke lokasi eks tambang.

Uniknya Akmal dan “pasukannya” sebagian menaiki Vespa Listrik. Termasuk anggota Forkopimda dan Sekdaprov Sri Wahyuni. “Sekalian kita kampanye green energy, jangan kalah dengan IKN,” kata Akmal, yang sudah punya 2 Vespa listrik.

Vespa listrik yang dipakai Akmal ternyata proyek transformasi  Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Muhammad Zaenal Arifin. Vespa lama diubah jadi Vespa listrik. Di Petung, Pj Bupati membangun bengkel konversi motor Listrik Benuo Taka Electrico (Better). “Ini langkah kita mengurangi emisi karbon di PPU,” kata Zaenal. Peresmiannya dihadiri Kaka Slank, yang memang didaulat menjadi Brand Ambassador Conversion of Electric Motor.

Akmal dan Slank bersama komunitas skuteris mendapat pengalaman baru. Ramai-ramai melakukan aksi penanaman padi di lokasi eks tambang. “Menanam padi di sini terlalu manis untuk dilupakan,” kata Kaka ketika didaulat menghibur undangan dan warga yang ada di lokasi.

Dia bersama Bimbim dan Ridho rela turun berlumpur-lumpur untuk menanam padi. Kebetulan habis hujan. “Karena ini ide baik dari orang baik (Pj Gubernur Akmal Malik), jadi harus kita dukung,” kata Kaka bersemangat.

Ketika malamnya tampil  di Samarinda, Kaka masih menyinggung kegiatan tanam padinya. “Terima kasih Pak Pj Gubernur Akmal Malik dan Bu Sekda. Kita tunggu panen padinya, jadi saya habis Lebaran punya beras dari Samarinda,” katanya tersenyum.

Saya tidak tahu apakah Slank terinspirasi membuat lagu rock berjudul “Tambang Padi.” Biar orang tahu lokasi eks tambang masih bisa diolah dan produktif terutama ditanami padi. Biar isu lubang tambang yang sudah merenggut banyak jiwa itu juga bisa dieliminir.

Kaka mengaku surprised melihat lahan eks tambang masih bisa dimanfaatkan. “Alhamdulillah, Tuhan memberi petunjuk kepada kita. Ternyata lahan eks tambang masih bisa diselamatkan dan malah jadi bermanfaat,” katanya.

Acara menanam padi bersama Slank dilaksanakan Akmal setelah upacara. Lokasinya di lahan eks tambang PT Bukit Baiduri Energi (BBE) di desa Loa Duri Ulu, Kutai Kartanegara, sekitar 11 kilometer dari Samarinda.

PT BBE berdiri tahun 1982 sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terkemuka di Indonesia, yang wilayah operasinya di Kaltim. Tapi BBE pernah disorot LSM Jatam karena pengelolaan lingkungannya dinilai buruk. Bahkan ada 4 nyawa  melayang terjatuh di lubang tambang milik BBE. Karena itu Jatam pernah meminta Pemerintah mencabut izin PT BBE.

BBE tampaknya memperbaiki kinerjanya di bidang lingkungan. Sudah 5 tahun terakhir mereka membina petani setempat menanam padi di lokasi eks tambang.

“Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pertanian padi sawah telah kami lakukan sejak tahun 2019,” kata Direktur PT BBE, Riki Gozali.

Ada 46 petani dari Kelompok Tani Baiduri Bukit Mandiri (BBM) yang dibina. Setiap petani diberikan petak sawah sekitar 2.000 meter persegi dengan hasil panen mencapai 700-800 kg per petak. Hasil panen itu dirasakan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar tambang.

Akmal mengapresiasi apa yang dilakukan PT BBE. Berkaitan dengan program yang dilakukannya, PT BBE menyiapkan lahan tambang seluas 15 hektare untuk pertanian padi sawah. “Ini contoh langkah kita bahwa lahan eks tambang masih bisa produktif,” jelasnya.

Menurut Akmal, ada 5,1 juta hektare lahan di Kaltim yang digunakan untuk pertambangan. Sebagian besar sudah selesai dieksploitasi. Jadi bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan khususnya pertanian untuk mewujudkan program swasembada pangan di daerah ini.

168 LUBANG TAMBANG

Sebelum ke PT BBE, Akmal juga mendatangi beberapa lokasi eks tambang lainnya. Akhir November 2024 dia sempat memimpin Gerakan Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan di lahan eks tambang di kawasan Tanah Merah Samarinda.

Suasana gembira menanam padi sawah di lahan eks tambang PT BBE

Beberapa perusahaan tambang lainnya di Kaltim juga melakukan aksi yang sama. PT Berau Coal misalnya, sudah melaksanakan penanaman kakao. PT Kitadin membuat persawahan untuk petani. PT Multi Harapan Utama (MHU) menanam odot dan beternak sapi dan kambing. Lalu PT Kideco mengembangkan madu kelulut dan sayur-sayuran. Termasuk juga PT Gunung Bayan.

Selain lahan eks tambang, Akmal juga menaruh perhatian terhadap ratusan lubang tambang, yang menganga dan mengundang bahaya bagi warga.

Mengutip data dari Jatam Kaltim, disebutkan ada 168 lubang tambang tersebar di wilayah Kaltim. Sebanyak 68 lubang di antaranya sama sekali belum direklamasi. Setidaknya lubang tambang itu sudah menewaskan 47 orang.

Lubang tambang tersebut sebanyak 111 titik berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), 26 titik di Kabupaten Berau, 16 titik di PPU, 10 titik di Kutai Timur dan 2 titik di Kutai Barat.

Selain memanfaatkan lahan eks tambang, Akmal juga mendorong dikembangkannya sektor pertanian di lahan mangrove. Pada akhir tahun 2024 lalu, dia sempat menghadiri panen perdana empat komoditas perikanan di Lahan Mangrove Labangka, PPU.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1653212
    Users Today : 2858
    Users Yesterday : 6905
    This Year : 589722
    Total Users : 1653212
    Total views : 14101811
    Who's Online : 40
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-04-14