Perlu Titah Sultan Kutai

September 28, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin dan Bupati Edi Darmansyah membuka Erau 2023

SAYA menghadiri pengukuhan kepengurusan Lembaga Budaya dan Adat Kutai (LBAK) Provinsi Kaltim dan Kabupaten/Kota se-Kaltim di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur, Jl Gajah Mada No 2 Samarinda, Kamis (28/9) pagi.

Para pengurus yang dilantik mengenakan busana taqwo. Baju taqwo termasuk busana adat Kutai. Karena wilayah Kutai awalnya sangat luas sebelum pemekaran, maka busana ini juga menjadi busana adat  Kaltim dan daerah kabupaten/kota lainnya.

Yang melantik pengurus LBAK adalah Ketua Dewan Pembina Dr Isran Noor yang  juga gubernur Kaltim. Sebagai Ketua Umum LBAK adalah Muhammad Sa’bani, mantan Sekdaprov. Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin tak bisa hadir karena di Tenggarong berlangsung pesta adat Erau. Sultan mewakilkan kepada Pangeran Aji Aryo Putro

Banyak yang berharap pengukuhan LBAK menjadi tonggak kebangkitan budaya dan adat Suku Kutai. Juga adat lainnya di Kaltim. Apalagi dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN), yang sebagian wilayahnya berada di tanah Kutai. Wajar kalau adat dan budaya Kutai lebih menonjol. Sesekali perlu ditampilkan tari sakral Ganjar Ganjur dan bapelas ala Kesultanan Kutai menyambut tamu besar di IKN.

Saat ini ada yang merasa budaya dan adat Kutai agak meredup. Orang tahu masih ada Sultan Kutai di Tenggarong, tapi tak banyak lagi orang tahu adat budaya Kutai mulai bahasanya sampai budaya kesenian dan cita rasa kulinernya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nyawa mandi ingat lagi lah dengan carang Kutai. Lopat,” begitu saya dengar dari teman urang Kutai. Itu artinya: Anda atau kamu tidak ingat lagi berbahasa Kutai, astaga. “Jangan jinaka ya, kendia etam jagur awak.” (Jangan berbohong ya, nanti kita pukul kamu.)

Waktu saya masih sekolah di SMEA Samarinda tahun 70-an, saya banyak teman orang Kutai. Termasuk dengan ‘saudara saya” Zairin Fauzi, putra Bupati Kutai Drs Achmad Dahlan. Saya sering diajak ke Tenggarong dan juga menonton pesta budaya Erau.

Lucu juga kalau mendengar panggilan beberapa nama dalam bahasa Kutai. Teman sekolah saya yang bernama Iskandar dipanggil “Kondoi.” Ada teman lain bernama Anwar dipanggil “Nueng.”

Saya masih sering mendengar carang Kutai kalau bertemu pakar ekonomi Unmul, Dr Aji Sofyan Effendi atau ASE. Aji itu gelar bagi keturunan bangsawan Kutai.  Gelar Aji dapat diturunkan oleh pria bangsawan Kutai. Tapi wanita Aji yang menikah dengan pria biasa tidak dapat menurunkan gelar Aji-nya kepada anak-anaknya.

Ada juga gelar kebangsawanan Kutai yang lain seperti Awang, Dayang dan Encek. Gubernur ke-11 Kaltim memakai gelar Awang yaitu Prof Dr H Awang Faroek Ishak. Putri sulungnya yang sekarang ini menjabat Ketua Kadin Kaltim namanya Dayang Donna Faroek.

Gelar Awang dan Dayang konon diserap dari bahasa yang digunakan di Kerajaan Tuban Layar. Kerajaan tersebut pernah berdiri di Paser. Karena adanya perkawinan dari keluarga kedua kerajaan, maka Awang dan Dayang juga digunakan sebagai nama panggilan di tanah Kutai.

Adapun gelar Encek, biasa digunakan di lingkungan Keraton Kutai. Gelar itu merupakan panggilan bagi mereka yang bersuku Melayu. Kebanyakan mereka adalah cendekiawan yang mengabdi kepada Kesultanan Kutai. Ada tokoh wanita Kaltim kelahiran Tenggarong yang bernama Encek atau Encik yaitu Encik Hj Widyani.

Menurut saya, baik juga juga kalau bahasa Kutai menjadi mata pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah. Termasuk juga keseniannya. Setidaknya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan bahkan Kaltim. Biar bahasa Kutai dan seni budayanya tidak punah. Apalagi kamus Bahasa Kutai sudah ada. Salah satunya karya M Erwin Darma dkk.

Logat dan intonasi bahasa Kutai amat khas. Dialeknya juga beragam. Ada dialek Tenggarong, ada juga dialek Kota Bangun.  Juga pakaian dan budayanya tak kalah menarik. “Grecek,” kata urang Kutai. Artinya cantik dan menarik.

Adegan carang bahasa Kutai kemarin ditampilkan. Ada kanak bini sambil jualan jaja (kue). Saya sempat menikmati roti baloknya. Pak Sa’bani mencobe jaja cincinnya. Mungkin dia takut kesurupan. Ada juga lidah sapi. Tapi saya dan Pak Sa’bani tak berani ikut menari jepen, sama-sama ndi bisa.

TRADISI BESEPRAH

Suku Kutai atau Urang Kutai ada kaitan dengan Suku Dayak dan Suku Banjar. Di Wikipedia disebutkan bahwa Suku Kutai itu adalah Suku Dayak Islam, yang juga banyak menyerap nilai-nilai kebudayaan Banjar dan Melayu pesisir. Maklum mereka tinggal di pesisir Mahakam.

Suku Kutai memiliki beberapa kesamaan dengan adat istiadat Suku Dayak rumpun Ot Danum (khususnya Tunjung-Benuaq) misalnya upacara Erau, belian sampai hal-hal yang gaib atau berbau mistis seperti parang maya, panah terong, perakut, peloros dan lainnya.

Begitu juga Suku Kutai memiliki kedekatan budaya dengan  melayu Banjar seperti adanya pertunjukan Mamanda, tari Jepen, musik panting gambus sampai budaya bersyair semacam Tarsul. Bahasa pun ada beberapa kemiripan dalam ucapan atau penulisannya.

Kesenian Tarsul sempat ditampilkan dalam acara pengukuhan kemarin. Tapi tidak terlalu lengkap. Tarsul adalah syair yang bersusul atau saling berbalas-balasan seperti pantun.

Ada 5 tradisi khas Kutai yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud RI tahun 2022.  Kelima hal itu adalah Nutul Baham,  Muang Kutai Adat Lawas, Nae Ayun dan Begasing. Termasuk juga Tarsul.

Selain 5 warisan itu, ada 9 objek cagar budaya di Kukar  yang juga ditetapkan sebagai warisan tanah raja, di antaranya Situs Kubur Tajau Gunung Selendang Sangasanga, Rumah Penjara Sangasanga, Tugu Pembantaian Sangasanga, Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa Loa Kulu, Tugu Pembantaian Loa Kulu, Kawasan Situs Muara Kaman, kompleks Makam Kesultanan Kutai Kartanegara, Masjid Jami Amir Hasanuddin dan Rumah Besar Tenggarong.

Saya suka dengan tradisi Beseprah, yang dalam bahasa Kutai artinya makan bersama sambil duduk bersila di atas tikar. Tradisi ini baru aja  diadakan dalam perhelatan Erau Adat Pelas Banua 2023 di depan Museum Tenggarong.

Di situ ada aneka ragam masakan Kutai disajikan. Misalnya nasi bakepor dengan sayur asam Kutai dan sambal raja. Nasi bakepor itu adalah nasi liwetnya orang Kutai. Wau nyaman beneh. Ada lagi gence ruan. Ini semacam rica-rica ala Kutai yang bahan baku utamanya adalah jukut  haruan atau ikan gabus.

Bupati Edi Darmansyah dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menilai Beseprah merupakan warisan budaya Kutai yang harus terus dikembangkan dan juga dilestarikan. Menurut Sultan Aji Muhammad Arifin, tradisi Beseprah sudah ada sejak dulu. “Beseprah menjadi simbol menyatunya Raja dengan rakyatnya. Semua jadi rukun dalam suasana bersenda gurau. Tak ada lagi perbedaan tingkat sosial,” jelasnya.

Gubernur Kaltim Isran Noor, Pangeran Aryo dan Muhammad Sa’bani

Pesta Erau di Tenggarong masih berlangsung sampai 2 Oktober. Tema tahun ini adalah “Semangat IKN Menjaga Adat dan Tradisi Budaya.” Pas beneh, agar suasana IKN di Sepaku selalu diwarnai budaya adat terutama dari Kutai dan suku asli Kalimantan lainnya.

Meski saya orang Banjar, saya merasa dekat dengan orang Kutai. Saya merasa adat budaya Kutai harus dibangkitkan kembali. Kalau perlu ada semacam titah Sultan untuk pedoman pelaksanaannya. Sebab, ini adalah kekayaan dan  kearifan lokal dan punya nilai ekonomi yang tinggi dalam pengembangan industri kepariwisataan. Jika memungkinkan Museum Mulawarman dikembalikan  ke Sultan atau Pemkab Kutai. Biar penataan koleksinya  benar-benar sesuai perjalanan sejarah Kutai, tidak seperti sekarang ada beberapa koleksi tak ada hubungannya dengan Kutai.

Gubernur Isran ketika membuka Mukernas Ikatan Alumni Keluarga Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA KPMKT) menyinggung Sejarah Kutai yang mesti diketahui warga Kaltim. Mulai Kerajaan Kutai Kartanegara, Kerajaan Kutai Martadipura sampai akhirnya menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dia juga menyinggung beberapa nama raja Kutai terkenal seperti Dewawarman,  Maharaja Aswawarman dan Mulawarman.

Saya sempat diberi gelar oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX Haji Adji Mohamad Salehoeddin II pada 8 Juli 2012. Gelarnya bernama Raden Nata Praja Anum. Tentu itu kehormatan luar biasa. Meski saya bukan Aji atau Awang. Mandi atau ndi (tidak) apa-apa. Yang penting keroan etam (bubuhan kita) dengan segala budayanya maju dan terus berkembang. Apa ndi mahut jadinya. Selamat bertugas pengurus LBAK. Salam grecek.(*)

Ada TC  Bola di IKN

September 27, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA lagi galau. Bisa juga dibilang resah dan kesal.  Tiga tim sepak bola kebanggaan saya lagi terseok-seok. Ketiga tim itu adalah Persiba Balikpapan, Timnas U-24, dan Manchester United (MU). Semuanya lagi tidak baik-baik saja ketika turun ke lapangan hijau.

Persiba Rabu sore ini turun di laga tandang lanjutan kompetisi Liga 2 Pegadaian. Tim Selicin Minyak akan berhadapan dengan PSBS Biak. Pertandingan berlangsung di Stadion Cenderawasih, Biak  pada pukul 14.00 WIT.

Ini laga tandang ketiga Persiba di Bumi Papua. Persiba kalah 0-1 ketika menghadapi Persewar Waropen dan  baru meraih 1 poin  ketika bermain seri 1-1 lawan Persipura Jayapura. Sebelumnya di kandang sendiri di Balikpapan, Persiba kalah telak 0-2 dari tamunya Sulut United.

PSBS Biak dan Persiba termasuk dalam Grup 4 bersama Persipura Jayapura, Sulut United, Persewar, Persipal, dan Kalteng Putra.

Dalam klasemen sementara grup 4, Kalteng Putra berada di posisi puncak dengan 5 poin, sedang Persiba masih berada di urutan paling buncit dengan meraih 1 poin. Lawan Persiba, PSBS Biak yang dijuluki “Badai Pasifik”  berada di urutan kedua, dengan meraih 4 poin.

Saya agak terhibur dengan pernyataan pelatih Persiba, Nil Maizar. “PSBS Biak memang tim yang kuat. Tapi kami juga punya pemain bagus dan siap mencuri kemenangan di kandang lawan,” katanya penuh optimisme.

Pendukung Persiba, Balistik merindukan Persiba kuat kembali. Bisa menyusul saudaranya, Borneo FC dari Samarinda, yang mampu meraih posisi di urutan kedua klasemen sementara Liga 1.

Kondisi yang berat juga dihadapi Timnas U-24 yang lagi berlaga di arena Asian Games 2022.   Meski lolos ke babak 16 besar,  penampilan skuad Garuda Muda tidak terlalu memuaskan. Dalam babak penyisihan atau fase grup, anak-anak asuhan pelatih Indra Sjapri ini hanya mengantongi hasil 1 kali menang ketika berhadapan dengan Kirgistan (2-0).  Selebihnya kalah terus 0-1 dari Taiwan dan Korea Utara.

Timnas U-24 akan menghadapi lawan berat dalam babak 16 besar dengan sistem gugur. Musuhnya Uzbekistan, tim yang tidak bisa dianggap enteng. Karena mereka juara di grup lain.  Kalau Timnas kalah, langsung angkat koper. Mereka akan bermain di Shangcheng Sport Center Stadium pada Kamis (28/9) besok pukul 16.00 Wita.

Untuk memperkuat lini depan, skuad Garuda mendapat suntikan tambahan pemain penyerang yaitu dengan datangnya Ramadhan Sananta. Tadinya Sananta tidak diizinkan klubnya, Persis Solo. Karena Persis juga krisis pemain. Belakangan demi kepentingan nasional, Persis akhirnya rela mengirim Sananta ke China.

“Kita memang lagi bermasalah di lini depan. Dengan datangnya Sananta  mudah-mudahan menjadi solusi terbaik untuk memenangi pertandingan lawan Uzbekistan,” kata Indra Sjafri.

Suasana yang sangat berat juga dihadapi The Red Devil, MU. Tim kebanggaan saya dari Inggris ini lagi sakit berat. Padahal saya mengelu-elukannya lebih 20 tahun. MU tiga kali berturut-turut menelan kekalahan dan baru pada pertandingan terakhir di Liga Inggris meraih kemenangan 1-0 atas Burnley.

Atas kekalahan beruntun itu, posisi pelatih Erik Ten Hag mulai dikutik-kutik. Sudah ada kabar selentingan bahwa pelatih Zinedine Zidane digadang-gadang menjadi pelatih baru MU. Biar Setan Merah bisa galak lagi.

Pekan ini MU menghadapi dua pertandingan dengan lawan yang sama, yaitu Crystal Palace. Subuh tadi dalam laga ronde ketiga Carabao Cup 2023-2024, MU berhasil memetik kemenangan telak  3-0. MU lawan Crystal Palace lagi dalam lanjutan Liga Inggris pada Sabtu (30/9) nanti pukul 22.00 Wita.

Dalam klasemen sementara Liga Inggris, MU berada di posisi 9 dengan meraih 9 poin. Tiga kali menang dan 3 kali kalah. Sementara di posisi puncak rekan sekotanya Manchester City yang meraih 18 poin tanpa sekalipun menelan kekalahan. Di bawahnya ada Liverpool dengan 16 poin dan Brighton 15 poin.

HIBAH PERTAMA FIFA

Di tengah kegalauan saya, ada kabar menarik dari Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Presiden Jokowi dalam kunjungannya pekan lalu ke IKN di antaranya  melakukan groundbreaking pembangunan Training Center (TC) untuk PSSI.

“Ini cita-cita lama yang akhirnya bisa kita laksanakan. Kita membuat sejarah dengan dibangunnya TC di IKN buat tim nasional sepakbola yang terpadu,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang juga menteri BUMN.

Erick mengungkapkan, terwujudnya impian ini tidak lepas dari dorongan dan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo dan komitmen yang besar dari FIFA, yang mendukung rencana transformasi sepak bola Indonesia bisa bersih dan berprestasi.

Bayangkan, FIFA berani memberi hibah sebesar Rp 85,6 miliar untuk pembangunan TC fase  pertama untuk dua lapangan,  tempat penginapan untuk para pemain dan pelatih plus ruang ganti. “Ini pertama kali FIFA memberikan hibah sebesar itu ke sebuah negara,” kata Erick.

Tidak mau kalah dengan FIFA, Presiden Jokowi melalui APBN juga memberikan dukungan dana Rp 90 miliar untuk infrastruktur pendukung dan pembebasan lahan. “Nanti kalau kurang ditambah lagi sehingga TC ini bisa segera diselesaikan,” tandasnya.

Presiden berharap TC IKN tidak sekadar tempat berlatih, melainkan juga menjadi pusat inovasi pengembangan sepak bola dan memfasilitasi riset dan pengujian teknologi terbaru dalam sepak bola Indonesia.

Menurut Erick, kawasan TC di IKN dibangun di atas lahan seluas 34,5 hektare. Pada fase kedua, akan dibangun 8 lapangan dengan rincian 5 lapangan besar, satu lapangan futsal, satu lapangan latihan tertutup, satu lapangan beach football, dan fasilitas pendukung lainnya seperti kolam renang dan sport science.

Kepada Presiden, Erick berjanji pembangunan TC yang direncanakan memakan waktu 8 bulan akan dipercepat menjadi 6 bulan. Ada yang nyeletuk. Mudah-mudahan bisa dipercepat juga Timnas kita  menjadi salah satu tim terkuat di jagat ini. Gool!!!(*)

MC Ririz Glamping di IKN

September 26, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA lihat MC kondang Ririz Sulistyowati bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dia diminta Dirut Pertamina Nicke Widyawati memandu acara penandatanganan kerjasama (MoU) PT Pertamina (Persero) dengan Otorita IKN, yang berlangsung Jumat (22/9) lalu.

“Aduh senang banget bisa bertugas di lokasi IKN yang penuh sejarah dan kebanggaan. Apalagi langsung dihadiri oleh Bapak Presiden Jokowi,” kata Ririz ketika saya hubungi kemarin.

Penandatanganan kerjasama itu bagian dari jadwal kegiatan dan acara Jokowi di IKN, pekan lalu. Secara khusus Presiden berada di sana selama tiga hari dua malam untuk memastikan pembangunan infrastruktur IKN berjalan lancar seraya melakukan groundbreaking  berbagai proyek investasi.

Di depan Jokowi, Dirut Pertamina Nicke Widyawati  menandatangani kerjasama dengan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dalam rangka pembangunan Pusat Energi Berkelanjutan atau Pertamina Sustainable Energy Center (PSEC).

Menurut Nicke, PSEC merupakan langkah Pertamina untuk mendukung program Net Zero Emission (NZE) yang dijalankan Pemerintah Indonesia sampai tahun 2060. Karena itu Pertamina mengembangkan pusat riset, green dan low carbon technology. Selain juga mengembangkan proyek Nature-Ecosystem Based Solution (NEBS) yang merupakan strategi memanfaatkan potensi alam IKN yang berada di kawasan hutan.

Pengembangan PSEC berada dalam wilayah perencanaan 5 di IKN dengan sejumlah fasilitas di antaranya Pertamina Sustainability Academy, Pertamina Training Institute, Pertamina Research  and Innovation Center for Sustainable and Low  Carbon Technologies, Pertamina Vocational Education Center, Shared Green Infrastructure, laboratorium serta Sustainability Start-up Hub.

Dalam memandu acara penting itu, Ririz mengenakan gaun berwarna merah hitam dengan motif tenun ulap Doyo Kalimantan, yang mirip kain ulos Batak. Lehernya dihiasi kalung mutiara putih, yang membuat penampilannya sangat anggun dan menarik.

Dia sempat selfie dengan Ibu Nicke dan Menteri BUMN Erick Thohir. “Mereka orang-orang penting, masih muda dan enerjik serta sangat inspiratif. Saya  mengagumi mereka,” kata Ririz.

Ketika saya masih bertugas sebagai wali kota, Ririz masih mangkal di Balikpapan. Dia sering menjadi pemandu acara tidak saja di Pemkot, tapi juga di Forkopimda. Karena itu dia juga akrab dengan grup Muspida yang bertugas saat itu. Ada Dandim 0905/Balikpapan Kol  Heri Setya, Kapolresta Kombes Jeffri Dian Juniarta serta Danlanal Kol Laut (P) Irwan Sondang Parluhutan Siagian.

Belakangan Ririz yang juga dikenal sebagai penyanyi, hijrah ke Bali. Pilihan yang tepat untuk pengembangan kariernya lebih go international. Dia sempat bertugas dalam beberapa acara G20, yang sangat bersejarah di Bali tahun 2022 lalu.

Sepertinya dia akrab dengan pengacara terkenal Hotman Paris. Sempat viral ketika dia terlihat nongkrong bareng dengan Bang Hotman di kafe, Bali.  Dia juga muncul dalam  resepsi pernikahan putra pengacara tersebut di Jakarta belum lama ini.

Hebatnya Ririz tidak melupakan Balikpapan dan Kaltim. Dia berkenan saya minta memandu acara peluncuran buku saya “Bukan Pak Wali Lagi,” di Kedai Kong Jie Samarinda, tahun lalu. Gubernur Isran Noor juga memuji keterampilan Ririz memandu acara dengan baik dan menarik.

Di samping menjadi MC, karier musik Ririz juga terus berjalan. Bertepatan ultahnya, Rabu, 28 Juni lalu, Ririz merilis single terbarunya “Wanita Hebat.” Itu single ketiganya. Sebelumnya dia sudah meluncurkan album “Beautiful Moment” dan “Baby I Miss You.”

VIA BTHINK

Lantaran bertugas di IKN, Ririz akhirnya ikut bergabung dalam acara glamping dinner yang diadakan Presiden Jokowi dengan puluhan artis, penggiat seni dan influencer Jumat malam (22/9). Acara itu digelar seusai Konser Nusantara.

“Kebetulan Ririz bantuin menyiapin band-nya dari Deo Entertainment Jakarta. Hanya vokalisnya Mbak Via diambil  dari Bthink Balikpapan,” katanya.

Via mengaku mendapat kehormatan bisa tampil di depan Presiden, sejumlah menteri serta para artis yang diundang.   “Suasananya meriah banget dan unik. Alhamdulillah Via bisa menghibur Bapak Presiden Jokowi dan tamu lainnya,” katanya bersemangat.

Selain Via, sempat tampil juga Wika Salim, yang sebelumnya manggung di Konser Nusantara. Ketika Wika bernyanyi, Pak Bas, panggilan akrab Menteri PUPR membuat aksi  kocak. Mengedarkan kotak sumbangan seperti penyanyi jalanan.

Presiden secara khusus mengundang para artis dan pesohor untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN. Sehingga mereka melalui media sosial bisa menyampaikan kepada warganet betapa dahsyatnya progres IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Para pesohor itu di antaranya Baim Wong, Tiara Andini, Aurelie Moeremans, Ziva Magnolia, Rapper Saykoji, dr Reisa, Chef Arnold Poernomo, Asri Welas, penyiar Ralvi Nasution, komika Insan Nur Akbar dengan pasangannya  Cak Lontong.

“Usai meninjau IKN,  saya merasa ada optimisme yang besar untuk Indonesia, untuk masa depan Indonesia dan untuk kepemimpinan Indonesia,” kata Saykoji, rapper yang dilahirkan di Kota Balikpapan, 8 Juni 1983.

Rapper yang punya nama  asli Ignatius Rosoinaya Penyami itu, sempat membuat lagu bertajuk IKN. Ketika pertama diunggah,  20 ribu warganet me-like dan 300 ribu, yang menonton.

Ririz beruntung dia sempat berfoto dengan  Presiden Jokowi di bawah pohon eucalyptus. Juga dengan sejumlah menteri dan artis. Di antaranya dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Baim Wong. “Asyik banget, malam yang berkesan di lokasi IKN dan tak pernah terlupakan dalam hidup saya,” katanya sampai terbawa mimpi.(*)

Blue Sky untuk Jokowi

September 24, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DAPUR dan chef Blue Sky Hotel (BSH) Balikpapan punya prestasi yang membanggakan. Sebab, selalu  dipercaya menjadi pemasak makanan utama yang  disajikan kepada Presiden Jokowi selama berada di Ibu Kota Nusantara (IKN). Termasuk saat Jokowi camping pekan lalu  selama 3 hari 2 malam (21-23 September). “Alhamdulillah, kami diberikan kepercayaan meng-handle catering untuk RI 1 dan RI 2. Ini suatu kehormatan besar yang harus kami jaga,”  kata General Manager BSH Danur Efendi.

Salam 50 bersama Pak Linan Kurniahu dan Sabri Ramdhani.

Tepat di akhir kunjungan Jokowi di IKN, Sabtu (23/9) kemarin, BSH juga lagi merayakan hari jadinya ke-50 (fifty years jubilee) dengan mengusung tagline atau slogan: “50 Years The Magic of Blue Sky Hotel.” Siapa yang mengira  BSH mampu mengukir sejarah yang panjang. Menjadi sihir yang ikut memajukan perekonomian daerah dan perintis dunia perhotelan di Kaltim terutama di Balikpapan.

Acara perayaaan HUT emas BSH digelar Sabtu malam di Ballroom BSH. Ditandai pemotongan nasi tumpeng raksasa yang dibawa 4 karyawan BSH mengenakan baju adat Dayak dan tos kebersamaan yang dilakukan CEO dan anggota direksi bersama undangan.

Saya datang bersama sahabat saya Zaenal, yang akrab dipanggil Om Zen. Ketemu juga dengan pengusaha senior Sabri Ramdhani dan istri. Undangan penuh sesak. Mulai Forkompida, Kepala Dispora Ratih Kusuma yang mewakili Wali Kota sampai berbagai relasi perusahaan.

Ucapan selamat melalui tayangan video juga disampaikan oleh berbagai pejabat. Mulai Gubernur Kaltim Isran Noor, Wagub Hadi Mulyadi, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Imam Sugianto, Kajati Kaltim Hari Setiyono, SH, MH sampai pejabat Kilang Pertamina. “Selamat ulang tahun emas Blue Sky Hotel, maju dan sukses terus,” kata Gubernur.

BSH punya keterkaitan dengan Pemprov Kaltim. Sebab, aset bangunan milik pemerintah provinsi di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat dikerjasamakan dengan BSH menjadi Hotel Blue Sky Pandurata. Jadi di Jakarta, BSH punya dua hotel. Selain  Pandurata, juga ada Blue Sky Petamburan.

“Kita lagi mempersiapkan hotel baru di Surabaya, karena orang-orang Kaltim juga banyak tinggal dan bisnis di sana. Apa salahnya Blue Sky juga ada di ibu kota Provinsi Jawa Timur,” kata Danur bersemangat.

Saya sempat bertemu sang owner, Linan Kurniahu yang juga bertindak sebagai CEO. Wajahnya cerah memberi indikasi perkembangan BSH dengan usaha grup lainnya berkembang. “Ya kami bersyukur bisa melewati pandemi Covid-19 yang sangat memukul semua usaha. Sekarang ekonomi kita sudah normal kembali, perhotelan juga kembali berkembang,” jelasnya.

Linan juga bersyukur perekonomian Kaltim terus berkembang terutama didukung dengan kegiatan usaha perminyakan, pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Kebetulan juga di Balikpapan tengah berlangsung pembangunan perluasan kilang Pertamina (RDMP). Ditambah lagi anugerah Tuhan dengan ditetapkannya lokasi IKN di Penajam Paser Utara (PPU), membuat bisnis perhotelan dan restoran atau makanan jadi ikut melonjak.

Itu sebabnya di bawah bendera PT Bumi Liputan Jaya, Blue Sky mengembangkan usahanya tidak saja di bidang perhotelan, tetapi juga di bisnis makanan atau kuliner dengan berbagai variasi.

BSH punya lounge cukup banyak di berbagai bandara utama, seperti di Sepinggan Balikpapan, Soekarno-Hatta, Surabaya, Medan, Bandung, Pekan Baru, Batam, Pontianak, Samarinda dan Palembang.

Juga ada De Café yang disukai kaum milenial. Restoran Jepang Ita Suki di Senayan City, Central Park, Cilandak Town Square, Setiabudi One, Kota Kasablanka dan Alam Sutera. “Kami terus berupaya mengembangkan diri dan melebarkan usaha,” kata Linan.

DARI HOTEL KAYU

Di depan undangan, GM Danur Efendi membeberkan perjalanan yang panjang dari BSH, yang didirikan 23 September 1973. Hotel ini dibangun oleh Linan Eko Putro, yang akrab dipanggil Om Soen. Dia adalah ayahanda  Linan Kurniahu, yang  sudah meninggal.

Hotelnya sangat sederhana. Dibuat dengan bahan kayu berlantai 3 dengan jumlah kamar hanya 30-an saja.  Fasilitasnya juga terbatas. Hanya ada restoran dan tempat hiburan. Tapi berkat kegigihan Om Soen, hotel tersebut berkembang menjadi hotel modern yang sangat dibanggakan di Balikpapan.

Ketika dia mengajak sejumlah orang ikut bergabung di BSH, Om Soen mengajukan tiga syarat yang harus dipatuhi. Yaitu jujur, hemat, dan giat. Dia minta seluruh karyawan harus jujur karena bisnis perhotelan berkaitan dengan pelayanan orang. Hemat, agar pengeluaran perusahaan tidak melebihi pendapatan. Giat, agar perusahaan bisa berkembang dan mampu bersaing.

Setelah 15 tahun dikelola, tepatnya pada tahun 1988, Om Soen memercayakan pengelolaan BSH kepada Linan Kurniahu, putra ketiga dari 4 bersaudara. Meskipun begitu saudara yang lain tetap terlibat dan memberikan dukungan penuh.

Dengan tangan dingin Linan membuat BSH makin berkembang. Berbagai upaya pengembangan dan renovasi terus dilakukan. Pada 25 Agustus 1996, Gubernur Kaltim HM Ardans SH sempat meresmikan hasil renovasi, yang mengangkat BSH mendapatkan sertifikasi hotel berbintang 3. Delapan tahun kemudian, BSH naik kelas lagi. Dengan 122 kamar tidur plus berbagai fasilitas lainnya, BSH akhirnya mampu menyandang status hotel berbintang 4.

Saat saya menjadi wakil wali kota dan wali kota periode pertama, saya masih sempat bertemu Om Soen. Orangnya baik dan ramah. Salah satu ciri khasnya suka mengenakan cowboy hat atau topi koboi.

BSH pernah meraih penghargaan “The Best Hotel & Excellent Services  of The Year” dari Indonesia Business & Corporate Award 2021. Itu artinya hotel ini memang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamunya.

Salah satu keunggulan BSH adalah cita rasa makanannya. Apalagi dengan produk legendanya, roti mantau. Juga live music-nya. Saya selalu teringat dengan penampilan grup akustik Lastarsardo. Ketika saya mau pulang kemarin, ada suara berat menyapa saya di lobi. Ternyata dia Bang Turedo, vokalis utama Lastarsardo yang selalu ingat saya.   “Saya cari Bapak tadi, salam untuk Ibu dan cucu,” katanya bersemangat. Terima kasih Blue Sky. Selalu baik untuk kita semua.(*)

Konser Jokowi di IKN

September 23, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MALAM tadi saya nonton Konser atau Malam Apresiasi Nusantara di  Ibu Kota Nusantara (IKN). Konser ini diadakan Presiden Jokowi untuk menghibur ribuan pekerja dan masyarakat di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) dan sekitarnya. Jokowi sendiri hadir, bagian dari jadwal acaranya yang selama  tiga hari dua malam berada di lokasi tersebut.

“Terima kasih para pekerja dan terima kasih kepada masyarakat yang terus mendukung pelaksanaan pembangunan IKN,” kata Presiden bersemangat didampingi “tuan rumah” Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan wakilnya, Dhony Rahajoe.

Presiden juga menjelaskan dia puas melihat progres pembangunan di IKN. Dia sempat menanam pohon beringin, infounding Waduk Sepaku Semoi, melaksanakan groundbreaking Hotel Nusantara, pusat Latihan PSSI, penandatanganan kerjasama Pertamina-Otorita IKN sampai peninjauan berbagai pembangunan infrastruktur lainnya.

Pak Jokowi sempat selfie dengan Pak Bambang dan istri

Duduk di samping Presiden di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Ketua Kadin Arsyad Rasyid dan Wishnutama Kusubandio, yang sekarang menjadi dubes Indonesia di negeri adidaya, Amerika Serikat.

Pendiri NET TV dan mantan menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, didatangkan Jokowi untuk merancang Konser Nusantara. Dia memang jagonya. Kesuksesan  panggung budaya di acara makan malam KTT G20 Tahun 2022 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali adalah salah satu karya terbaiknya.

Berada di lokasi Konser Nusantara, yang mengambil tempat di Titik Nol IKN mirip seperti kita berada di arena GWK. Di sela-sela bukit dengan ribuan pohon eucalyptus. Apalagi di langit masih tersisa bulan sabit, menambah keindahan suasana Konser Nusantara.

Sedikit agak repot urusan datang ke lokasi konser. Kendaraan pribadi tidak boleh masuk. Jadi kita didrop dengan armada bus yang terbatas. Berdesak-desakan. “He..he kita seperti naik bus umum di Jakarta. Padahal ini belum benar-benar jadi ibu kota,” celetuk seorang ibu bersama anaknya.

Saya bersama dua anak muda yang ikut saya,  Mardi dan Vibra berangkat pukul 17.00 dari Balikpapan. Tepat pukul 20.00 baru tembus ke lokasi konser. Pemeriksaan di pintu masuk oleh petugas keamanan dan Paspampres sangat ketat. Tidak boleh bawa botol air, korek api, apalagi sajam. Bayangkan lamanya. Padahal yang mau masuk ribuan orang. Haus banget.

Mereka yang tidak kuat antre dan berdiri berdesak-desakan di depan panggung cukup nonton di layar TV besar yang disiapkan di sekitar lokasi. Bisa lebih rileks. Boleh duduk-duduk dan bisa membawa air dan makanan.

Beberapa wartawan Balikpapan yang tengah meliput kaget ketika bertemu saya. “Wah ‘Pak Wali’ nonton juga ya,” kata mereka seraya menyalami saya. Ada juga beberapa petugas keamanan yang mengenal saya ikut menyapa. Saya juga bertemu Ustaz Sarbini, sekarang perwira di Polda Kaltim yang lagi bertugas.

Beberapa penonton dari Balikpapan juga sempat bertemu saya. Dia ngajak selfie. “Keren ternyata Pak Rizal juga nonton. Maju terus Pak, saya dukung Bapak ke DPR RI,” katanya bersemangat.

SANGAT MERIAH

Acara Konser Nusantara berlangsung sangat meriah. Apalagi dipandu oleh MC Hesti Purwadinata dan Ronald Sunandar Surapradja, yang dulu dikenal dalam acara komedi Extravaganza di Trans TV.

Bintang pertunjukannya tidak saja Armand Maulana dengan GIGI-nya serta penyanyi dangdut sensual Wika Salim, tetapi juga Menteri PUPR, yang akrab dipanggil Pak Bas. “Atas permintaan Bapak Presiden, Pak Bas diminta tampil,” kata Armand.

Penampilan Armand Maulana dan GIGI

Dengan gaya anak muda, Pak Bas ikut menggebuk drum. Apalagi sengaja topi yang dikenakannya dipasang terbalik. Tokoh kelahiran Surakarta ini, 5 November nanti berusia 69 tahun. Saking semangatnya, stik yang digunakan Pak Bas sempat patah.

Ulah Pak Bas tidak saja di panggung pertunjukan. Tapi juga di tribun kehormatan yang diduduki Jokowi. Bersama  Menteri Bahlil dan Erick Thohir dia sempat joget tayang ketika Wika Salim membawakan lagu Rungkad. Kepada wartawan, Pak Bas bilang dia akan menjadi menteri pertama yang berkantor di IKN.

 Armand membuka aksi panggungnya dengan lagu Perdamaian. Lalu menyusul berapa lagu hitnya. Termasuk, Panas dan 11 Januari. Suami artis Dewi Gita ini masih tetap enerjik, meski usianya sudah masuk kepala lima. Dia sempat menyuruh drummer-nya Gusti Hendy, yang kebetulan orang Banjar menyapa penonton. “Apa habar?” kata Gusti dalam bahasa Banjar.

Panggung VVIP itu tambah semarak karena ada sejumlah artis dan kalangan pesohor. Di antaranya Baim Wong, Tiara Andini, Aurelie Moeremans, Rapper Saykoji,  dr Reisa, Chef Arnold Poernomo sampai Cak Lontong. “Wah Cak lontong luar biasa, duduknya saja satu deret dengan para menteri,” kata Ronald meledeknya.

Aurelie malah sempat didaulat nyanyi. Lagunya yang lagi viral. Cikini Gondangdia. Wanita kelahiran Brussels, Belgia ini dikenal juga sebagai pemeran film.

Para penggiat seni dan kalangan pesohor itu sengaja diundang Jokowi ke IKN. Mereka diajak berkeliling menyaksikan pembangunan infrastruktur IKN yang tengah berlangsung. Terutama Istana Presiden dan pemasangan bilah Garuda, yang akan digunakan dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 nanti.

“Aduh aku sudah ngga sabar menunggu hasil akhir Agustus 2024 nanti. Dengar dari Pak Jokowi langsung semangat, benar-benar sudah ngga sabar,” kata Aurelie Moeremans.

“Saya masygul kalau kita enggak jalan ke sini, kita nggak bisa langsung lihat sampai skala apa sudah dibangunnya,” ujar Saykoji. “Aku bangga banget jadi orang Indonesia, di mana ada pemerataan,” kata Asri Welas.

Serunya lagi setelah diajak berputar-putar, Presiden menghidangkan  buah durian, yang dimakan di bawah rindangnya pohon eucalyptus. Wah enak banget,” kata mereka dengan wajah berseri. Sehari sebelumnya ketika menghadiri ultah Gubernur Isran Noor, saya juga sempat makan durian di belakang Islamic Center Samarinda.

Para artis dan penggiat seni menikmati nasi goreng bersama Jokowi

Presiden benar-benar mau menjamu para artis dan pelaku seni. Usai konser, mereka diajak makan nasi goreng di lokasi IKN tempat dia camping dan bermalam. Tanpa diperintah Chef Arnold mengambil alih dapur. “Kapan lagi masakin Pak Jokowi nasi goreng,” kata Arnold bersemangat.

Entah kebetulan, saya sendiri bersama Mardi dan Vibra sepulang dari Konser IKN singgah di warung makan di sekitar Pasar Sepaku. Maklum kelaparan dan kehausan. Yang saya pesan juga nasi goreng. Isimewanya ditambah 15 tusuk sate ayam plus es teh.  Saya bilang kepada Vibra, kebetulan yang duduk di samping seorang wanita muda. Namanya juga Wika. Tapi bukan Wika Salim. Meski sama-sama inisialnya WS. Tapi yang disamping saya adalah Wika Sepaku. He..he.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1594391
    Users Today : 1376
    Users Yesterday : 6385
    This Year : 530901
    Total Users : 1594391
    Total views : 13734817
    Who's Online : 83
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-04