Habib Taufiq dan Buya Yahya

September 8, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Buya Yahya memberi tausiah kepada jamaah At-Taqwa

SAYA bersyukur menjelang berakhirnya masa tugas sebagai ketua umum Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan, ada dua ulama besar tampil di tabligh akbar. Jamaahnya memang banyak dan dirindukan oleh umat Islam di mana saja, termasuk di  Kota Beriman Balikpapan.

Berkaitan dengan pelantikan Ketua Rabithah Alawiyah Balikpapan Al Habib Hadi bin Abdurrahman Al Haddad, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Pusat   Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf menyempatkan diri bertemu jamaah di At-Taqwa.

Rabithan Alawiyah adalah perkumpulan para zuriat atau keturunan Nabi dan warga Indonesia keturunan Arab di Tanah Air. Didirikan 27 Desember 1928, sebulan setelah lahirnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Jadi sudah cukup lama dan amat bersejarah.

Habib Taufiq pengasuh Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur. Pernah menjabat Mustasyar NU Jawa Timur. Dia terpilih sebagai ketua umum DPP Rabithah Alawiyah masa khidmat 2021-2026 hasil Muktamar di Jakarta, 5 Desember 2021 menggantikan Habib Zen bin Smith.

Tabligh akbar Habib Taufiq berlangsung Selasa (29/8), ba’da Isya. Temanya sangat menarik dan aktual. “Membangun Karakter Islami dalam Era Modern.” Sejak maghrib jamaah sudah berdatangan. Meluber sampai ke teras masjid, baik di lantai utama maupun lantai 1 dan 3.

Jamaah Masjid Agung At-Taqwa yang membeludak

Dia menekankan kepada jamaah bagaimana menghadirkan karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, kita siap dan selamat dalam era kehidupan kapan pun seperti era modern sekarang ini.

Saya terkesan gaya dakwah Habib Taufiq yang sejuk. Durasinya juga tidak terlalu larut malam. Jadi anak-anak dan ibu-ibu tenang mengikuti. Tidak gelisah karena harus menyiapkan keperluan sekolah besok paginya.

Sepekan kemudian, hari  Selasa lagi, 5 September hadir pula Buya Yahya di At-Taqwa dalam rangka menyambut datangnya bulan Maulid, kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Jamaahnya juga melimpah. Apalagi Buya membuka ruang tanya jawab.

Dakwah Buya Yahya banyak mengisi ruang media sosial. Dia ulama sekaligus cendekiawan Islam yang luas pandangannya. Nama dan gelar lengkapnya adalah Prof. KH Yahya Zainul Ma’arif, Lc, MA, Ph.D. Sembilan tahun dia studi di Universitas al-Ahgaff, Hadramaut, Yaman. Menyelesaikan program Ph.D  (doctor of philosophy) di American University for Human Sciences California, AS. Lalu dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan bidang Hukum Islam di Universitas Sultan Agung, Semarang, Jateng.

Ulama kelahiran Blitar 10 Agustus 1973 itu, sekarang  mengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat. Cabang-cabangnya tersebar di beberapa kota di Indonesia dan Malaysia.

Buya Yahya juga banyak menulis buku. Di antaranya bukunya yang banyak menarik perhatian adalah berjudul “Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama, Fiqih Bepergian: Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet” serta “Buya Yahya Menjawab.”

Pesantren yang diasuh Habib Taufiq dan Buya Yahya sama-sama punya radio sebagai sarana dakwah. Suara Habib Taufiq rutin bergema di Radio Suara Nabawy, sedang Buya Yahya bisa didengar di  Radioqu. Bahkan pesantren Buya Yahya juga punya Al-Bahjah TV yaitu TV parabola yang jangkauannya ke seluruh Indonesia dan negara tetangga.

Buya menyebut semua jamaah yang hadir adalah para pencinta Baginda Nabi Muhammad SAW. Para perindu Rasulullah yang mulia. “Sungguh karunia yang sangat agung diberikan Allah setelah iman adalah hati yang saling mencintai karena Allah,” ujarnya.

Berkaitan menyambut kelahiran Nabi, menurut Buya Yahya harus dimulai dengan menumbuhkan atau menyuburkan kecintaan kepada Nabi. Kepada semua umat Rasulullah. Kalau tidak, maka apa yang kita lakukan tidak ada artinya.

Saya amat terkesan bertemu Buya Yahya. Dia tak segan mencium tangan saya. Baik ketika datang maupun pulang. Seumur-umur baru sekali saya dicium ulama besar dan penuh berkah. Yang lazim kita yang mencium tangan para ulama. Saya lihat Habib Umar bin Hafidz, ulama besar dari Yaman yang baru datang ke Indonesia juga tak segan mencium tangan para ulama yang ditemuinya.

Habib Umar adalah tokoh Muslim yang sangat berpengaruh di dunia. Mengutip situs The Muslims 500, posisi Habib Umar berada di urutan ke-11, tepatnya di bawah Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Sayang dia tidak datang ke Kaltim, tapi berhasil digaet Gubernur Kalteng Sugianto ke Palangkaraya.

Sunnah memang hukumnya mencium tangan Nabi, ulama, orang salih, guru dan orang tua. Itu bentuk kita menghormati dan memuliakan mereka. “Yang penting jangan sampai menyembah,” kata Buya Yahya dalam Youtube Al-Bahjah TV.

Rasulullah SAW juga diperlakukan demikian oleh para sahabatnya pada saat berdakwah. “Bahkan jika harus mencium kakinya pun diperbolehkan,” tambahnya.

BERAKHIR MINGGU INI

Setelah dua tahun bertugas, amanah di pundak saya menjadi ketua umum Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan berakhir  Rabu 13 September 2023 ini. Laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan  saya kirim ke Dewan Penasihat, Senin nanti. Mulai Wali Kota, Kamenag, Ketua MUI, Ketua Dewan Masjid, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah sampai Imam Besar KH Jaelani Mawardi.

Tidak terlalu sempurna, baik dari bentuk laporan maupun kegiatan. Insya Allah pengurus baru lebih baik. Silakan mau melanjutkan atau melakukan perubahan. Yang penting masjid semakin makmur dan sejahtera.

Laporan keuangannya diperiksa oleh tim yang diketuai Drs HM Yusri Idris dengan anggota Dr Drs Sartono, Ustadz Jaelani, Bambang Saputra dan H Ansyori, SH. Alhamdulillah, hasil pemeriksaannya tidak menemukan hal yang kurang pas baik dalam pencatatan pemasukan maupun pengeluaran.

Saya aktif menjalani tugas mengurus masjid lantaran ketua harian belakangan tidak bisa lagi bertugas. Ternyata menjadi ketua masjid tidak gampang. Malah lebih berat ketimbang waktu saya jadi wali kota. Apalagi sumber dayanya terbatas. Padahal pertanggungjawabannya tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat.

Menjalankan manajemen masjid yang baik adalah salah satu cara memakmurkan masjid. Ini yang tidak gampang. Mengombinasikan moral petugas masjid dalam menjalankan tugas secara Lillahi Ta’ala dengan sisi lain dia sebagai manusia, yang punya tanggung jawab terhadap anak istri.

Menjelang salat Jumat (7/9), saya menyempatkan pamit dengan jamaah.  Saya bilang terhitung Rabu (13/9) mendatang sudah berakhir masa tugas saya dan anggota pengurus lainnya. Kalau belum diputuskan penggantinya, pengurus lama sementara tetap berjalan. Tapi tak lagi mengambil keputusan yang prinsip.

Yang saya kaget tiba-tiba datang sepucuk surat teguran dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balikpapan Barat kepada Pimpinan Masjid Agung At-Taqwa. Isinya teguran karena belum menyampaikan  Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh pasal 25/29 Badan.

Saya agak bingung kok Masjid berurusan dengan pajak? Apalagi disebutkan ada NPWP-nya 02.833.350.8721.000. Setahu saya bidang keagamaan meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, pemberian khotbah atau dakwah, penyelenggaraan kegiatan keagamaan maupun jasa di bidang keagamaan  tidak dikenakan pajak penghasilan. Apalagi gajinya rata-rata di bawah Rp 4,5 juta per bulan, sehingga masuk kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Untuk jelasnya saya minta sekretaris segera mengklarifikasi  ke kantor pajak. Biar semua clear. Tidak enak juga kalau Masjid ditegur urusan tunggakan pajak. Yang ada tunggakan program, yang belum bisa dilaksanakan atau diwujudkan, sehingga menjadi tugas pengurus baru untuk menuntaskan.(*)

Dayana Cantik dari Kazakhstan

September 4, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Duta Lingkungan Kazakhtan dan Wali Kota Samarinda Andi Harun

DUTA Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Republik  Kazakhstan merangkap Tajikistan Dr M Fadjroel Rahman bersama sang istri, Poppy datang ke Kaltim, pekan lalu (1-3/9). Ini kunjungan balasan karena sebelumnya Wagub Kaltim Hadi Mulyadi pernah terbang ke sana.

Kazakhstan tadinya bagian dari Rusia. Baru memerdekakan diri 16 Desember 1991 bersama beberapa negara bagian lainnya. Wilayahnya seluas 2.724.900 km2 dengan penduduk 19.882.467 jiwa, menjadikan negara ini sebagai negara terluas ke-9 di dunia dan ke-2 terbesar dari negara bekas Uni Soviet.

Kazakhstan sering disebut sebagai “Tanah Perawan”, karena beberapa wilayah negara ini belum tersentuh sama sekali. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, yaitu Baikonur terletak di Kazakhstan.

Tajikistan juga mulanya bagian dari Uni Soviet. Tapi negara ini setelah merdeka, justru menghadapi perang saudara. Negara berpenduduk 9.119.347 jiwa  dengan luas 143.100 km2 ini,  mengandalkan ekonominya dari perdagangan komoditas kapas, alumunium, dan uranium.

Baik Kazakhstan maupun Tajikistan, penduduknya sebagian besar beragama Islam. Ada juga yang beragama Kristen dan Buddhisme. Menurut Konstitusi, Kazakhstan adalah negara sekuler. Sedang di Tajikistan, umumnya menganut Islam Sunni.

Tidak banyak orang Indonesia yang tinggal di negeri itu. Kira-kira hanya 140 orang di Kazakhstan dan 3 orang di Tajikistan. Mereka berdiam di Kota Nur Sultan hingga Al Maty. Awal tahun 2022, Dubes sempat cemas karena terjadi kerusuhan di Kazakhstan gara-gara kenaikan harga bahan bakar.

Fadjroel yang sebelumnya juru bicara Presiden Jokowi dilantik menjadi Dubes Kazakhstan bersama 16 dubes lainnya pada 25 Oktober 2021. Dia orang Banjar. Kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena itu datang ke Kaltim seperti pulang kampung. Logat Banjarnya masih terasa.

Fadjroel merasa perlu datang ke Provinsi Kaltim, selain untuk meninjau wilayah Kaltim yang kaya batu bara, minyak dan kelapa sawit, juga untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Datang ke Kaltim, Dubes juga membawa sejumlah pengusaha Kazakhstan. Mulai konsorsium konstruksi, bankir sampai start up. Ada juga perwakilan kantor gubernur Astana. Mereka ingin menangkap peluang usaha di proyek IKN. Makanya mereka menyempatkan diri mengunjungi  Sepaku. Mereka juga membawa Dayana, Duta Lingkungan Kazakhstan, influencer dan model di negerinya. Sempat tampil di acara Dialog Nusantara, IKN; Sentrum Peradaban Dunia bersama Dubes dan Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun di D’Bagios Caffe, Minggu (3/9).

Dayana langsung menarik perhatian. Wajahnya sangat khas dan mungil. Wanita dari negara pecahan Rusia ini memang  dikenal menarik dan cantik.   Dia bilang negaranya juga memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana tahun 1997.

Kondisi Almaty sama seperti Jakarta, padat dan penuh polusi udara karena kelebihan penduduk. Belakangan nama Astana berganti menjadi Nur-Sultan sebagai penghormatan kepada Presiden Nursultan Nazarbayev, yang berkuasa pada 1990-2019.

Dia mengatakan perlu proses yang sangat kompleks agar dapat sukses untuk memindahkan sebuah ibu kota negara. “Dengan dipindahnya ibu kota, nantinya kendaraan listrik akan menjadi prioritas. Apalagi Indonesia salah satu negara penghasil nikel.  Kondisi ini sangat baik, belum lagi digitalisasi dan percepatan internet yang baik, maka ibu kota yang baru akan lebih baik dan lebih indah,” ujarnya.

Menurut Dayana, yang paling semangat pindah itu adalah kalangan generasi muda. Hampir 80 persen anak muda di negerinya mau ke ibu kota yang baru. “Karena di situ mereka beranggapan ada harapan baru dan juga peluang yang baru,” jelasnya.

MENYUSURI MAHAKAM

Ketika mengunjungi IKN, Dubes melihat kemajuan pembangunannya melalui Techno House. Lalu ke Titik Nol, Sumbu Kebangsaan sampai ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sergek, salah satu perusahaan kakap Kazakhstan menandatangani kerjasama (MoU) dengan IKN berkaitan dengan program perhubungan dan mobiliti pintar.

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President Global Markets Sergek, Yelena Tkachenko dengan Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Prof Mohammad Ali Berawi disaksikan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan Dubes Fadjroel Rachman.

Menurut Dubes, penandatanganan MoU ini  selain menandai peringatan 30 tahun hubungan Indonesia – Kazakhstan, juga sebagai tindak lanjut  MoU sebelumnya antara Otorita IKN dengan Gubernur Astana pada 3 Juli 2023. Astana merupakan ibu kota pertama yang menjadi kota kembar (sister city) dengan IKN.

Ketika singgah di Kantor Gubernur Kaltim Samarinda, Dubes dan rombongan disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Syirajudin. “Kaltim sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Kazakhstan di berbagai bidang mulai usaha, pendidikan, budaya dan pariwisata,” katanya.

Mereka juga sempat singgah di kampung budaya Desa Pampang dan menyusuri Sungai Mahakam. Sempat ikut menari dengan warga suku Dayak dan menyanyi di atas kapal, yang penuh daya tarik. “Alhamdulillah mereka mengakui perjalanan ke Kaltim penuh arti, baik dari kepentingan pengembangan usaha maupun persahabatan kedua negara,” kata Dubes.

Wagub Hadi Mulyadi ke Kazakhstan awal Juli lalu.  Dia dan rombongan mengikuti  Summer Festival Expo di Kota Astana, ibu kota Kazakhstan dirangkai dengan acara Trade and Investment Forum The Province of East Kalimantan. Salah satu yang ditawarkan adalah Pulau Maratua, yang diakui sangat menarik dan penuh daya pikat bagi wisatawan mancanegara.

Ketua Percepatan Pengembangan Maratua Dr Meiliana juga sempat membicarakan hal itu dengan Dubes Fadjroel Rachman. “Maratua juga memilikipotensi wisata laut yang menarik dari Kaltim dan tengah dikembangkan juga mengikuti program ekonomi biru  dari Bank Dunia,” jelasnya.

Mei sempat berbincang dengan Dayana. Ia terkagum-kagum dengan kecantikan sang duta dan influencer itu. Wanita Kazakhstan memang dikenal cantik-cantik karena percampuran berbagai ras. “Leluhur asli bangsa Kazakhstan ini berambut cokelat, berkulit putih dan bermata hijau,” kata Seisenkulova Gulnur, sosial budaya KBRI Astana.

“Melihat peran Dayana yang menarik perhatian kita, sepertinya perlu juga ditunjuk Duta Maratua. Untuk menambah kekuatan kita dalam mempromosikan keindahan pulau di wilayah Kabupaten Berau itu,” kata Meiliana.(*)

“Bunga Mekar”  STIEPAN

September 3, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Bersama keluarga pendiri Yayasan yang menaungi STIEPAN

SABTU kemarin, saya menghadiri Wisuda Sarjana Strata-1 ke-32 Tahun Akademik 2022/2023 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (Stiepan). Acara berlangsung di Swiss-Belhotel Balikpapan Ocean Square.

Saya diundang dalam kapaitas saya sebagai ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Balikpapan. Saya sendiri baru seminggu dilantik Ketua ISEI Pusat Perry Warjiyo, yang juga Gubernur BI.  “Ini yang diwisuda ‘kan semuanya sarjana ekonomi, jadi saya persilakan mereka bergabung ke ISEI,” kata Ketua STIEPAN Prof Dr Suhartono, SE, MM, yang juga Pembina ISEI.

Menurut Suhartono, ada 305 orang yang diwisuda menjadi sarjana manajemen dan akuntansi. Sebanyak 117 di antaranya lulus dengan predikat cum laude. Ada 6 orang lulusan terbaik, tiga dari Program Studi akuntansi (Tiara Dwi Prasinta dengan IPK 3,85, Wynda Astuti 3,83; dan Karina Eka Putri 3,83), dan tiga dari Studi Manajemen (Khairani Aulia 3,85, M Fikri Ihza Mahendra 3,81; dan Adelia Amanda 3,80).

Selain itu, Khairani Aulia ditetapkan sebagai sarjana yang menyelesaikan waktu studinya paling singkat, yaitu 3 tahun 6 bulan 9 hari. Dan Wynda Astuti sebagai sarjana termuda dengan usia pada saat ini 21 tahun, 7 hari. Dia lahir pada tanggal 24 Juni 2002.

Hampir tiga jam saya di sana. Saya bertemu senior saya Prof  Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum yang menjadi ketua Senat STEIPAN. Usianya sudah 76 tahun dan masih sehat. Satu angkatan dengan pendiri STIEPAN,  almarhum Drs Mulyono Soetarmo, MM. Sarosa pernah menjadi Dekan Fisipol dan guru besar ilmu hukum Unmul.

Ada ketua Yayasan, putri pendiri Ir Hj Sri Utami Mulyaningsih bersama suaminya Ir Chaidar, juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Dr Drs Muhammad Akbar, M.Si serta yang mewakili Wali Kota, Kabid Pendidikan SMP Disdik Drs  Prapto Budi Suharto.

Saya merasa tersanjung dan apresiasi karena Ketua dan Kepala LLDIKTI mendoakan saya semoga terpilih sebagai wakil rakyat di DPR RI. Saat ini saya memang lagi menyiapkan diri menjadi wakil Kaltim ke Senayan melalui Partai Nasdem dengan nomor urut 7. Kata orang nomor 7 itu, nomor keberuntungan. Mudah-mudahan.

Saya juga disalami seorang mahasiswa STIEPAN yang ternyata sama-sama pendukung berat Manchester United (MU). “Saya dukung Bapak jadi calon DPR, semoga malam besok (malam ini) MU bisa menggilas Arsenal, ya Pak,” katanya bersemangat.

Saya tidak sempat tanya nama mahasiswa itu. Dia minta foto bersama. “Terima kasih Bapak bisa hadir di acara wisuda kami, Bapak tidak berubah selalu hadir jika diundang,” katanya tersenyum.

STIEPAN  di bawah naungan Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945, yang berdiri pada tanggal 12 Maret 1965. Mulanya Yayasan hanya mendirikan SD, SMP, dan SMA Sinar Pancasila. Baru 3 Januari 1983 mendirikan Sekolah Tinggi Keuangan Indonesia Balikpapan (SETKIB), yang kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN).

Kampusnya yang semula di Jl Kapten Pierre Tendean, Telaga Sari belakangan hijrah ke kampus baru yang lebih representatif di Jl Zainal Arifin, Sumber Rejo (Baller), Balikpapan Tengah. “Alhamdulillah, STIEPAN tumbuh berkembang menjadi perguruan tinggi yang pertama di Kalimantan pada tahun 2020 dan menjadi salah satu perguruan tinggi di Balikpapan dengan predikat akreditasi baik sekali,” kata sang ketua.

Jumlah mahasiswa STIEPAN saat ini sebanyak 1.758 orang. Memiliki 41 dosen tetap dengan tingkat pendidikan S2 sebanyak 37 orang, S3 4 orang dan seorang guru besar (profesor).   “Saat ini masih ada 4 orang mengikuti pendidikan S3 di berbagai perguruan tinggi,” ujar Suhartono.

Saya akrab dengan para pendiri dan pengurus STIEPAN yang sudah tiada. Selain Pak Tarmo, juga H Misbach, Drs Bachtiar Rachim, MM, Drs Santoso, SH, MH dan Drs Suryo H Sarmo. Ketika saya masih wali kota, saya beberapa kali menghadiri wisuda STIEPAN. “Alhamdulillah, STIEPAN terus berkembang sesuai visi dan misi yayasan,” kata Sri Utami.

BUKAN UANG SAKU

Kepala LLDIKTI Wilayah XI  Kalimantan Dr M Akbar memberi apresiasi STIEPAN terus berkembang dan mampu mencetak para sarjana. “Tugas perguruan tinggi harus mampu menyiapkan sebaik mungkin mahasiswa pada dunia nyata dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali dan mengasah kompetensinya di dunia nyata,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan. “Selamat, semoga memiliki karier yang cemerlang di masyarakat. Tapi jangan lupa dengan almamater dan tetap berpartisipasi untuk terus menghasilkan sumber daya manusia unggul,” tambahnya.

Dalam bagian lain Akbar juga mengingatkan kepada para sarjana baru itu, agar mindset-nya berubah. “Kalaupun masih minta bantuan ke orang tua, jangan lagi minta uang saku, tapi minta bantuan modal untuk mengembangkan diri menjadi entrepreneur muda,” tandasnya. Apalagi STIEPAN punya tagline: School of Business & Entrepreneurship.

Dalam orasi ilmiahnya, STIEPAN menampilkan Dr Drs H Rizky Masmuddin, MM, dosen muda yang mendapatkan dukungan program S3-nya dari kampus. Program doktoralnya di bidang studi manajemen dia peroleh dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Unmul banyak berperan untuk kemajuan STIEPAN. Rektor Unmul pernah menjadi pelindung STIEPAN. Bahkan pernah secara resmi menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Itu sebabnya sebagian tenaga pengajar STIEPAN dari kampus Mulawarman.

Yang menarik Dr Rizky membahas soal modal intelektual atau (intellectual capital/IC), yang sekarang ini menjadi bagian penting dan strategis dalam perusahaan. Tidak cukup lagi hanya mengandalkan modal dana atau aset yang berwujud semata.

Ia mengutip berbagai pendapat di antaranya Stewart yang mendefinisikan  IC sebagai total saham atas kolektif pengetahuan, informasi, teknologi, hak property intelektual, pengalaman, pembelajaran organisasi dan kompetensi, sistem komunikasi tim, hubungan pelanggan, serta mereka yang mampu  menciptakan nilai perusahaan.

Menurut Rizky, IC adalah modal perusahaan yang tidak berwujud (intangible asset). Tapi membawa manfaat atau posisi yang menguntungkan guna meningkatkan pendapatan dan perkembangan perusahaan di masa depan.

Suasana haru bercampur kebahagiaan ketika Khairani Aulia diberi kesempatan mewakili para wisudawan menyampaikan kesan-kesannya. “Sekarang ini kita ibarat bunga yang baru mekar, hasil tanaman dari kampus tercinta STIEPAN,” katanya  puitis.

Khairani adalah mahasiswi Program Studi Manajemen yang paling cepat menempuh belajar di STIEPAN. Hanya 3 tahun 6 bulan 9 hari dengan IPK 3,85. Sempurna. “Wah kalau kita yang terlama hidup di kampus,” kata saya kepada Pak Chaidar, rekan saya di Unmul dan sama-sama pernah bertugas di Pemkot Balikpapan.

Orang Kampung Baru harus bangga. Sebab, mahasiswi berusia 22 tahun ini lahir dan tinggal di Jl Adil Makmur RT 20, No 42, Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat. Ia sempat menggambarkan bagaimana perjuangan orang tuanya, sehingga dia bisa sukses seperti sekarang ini. “Ibu saya yang berjuang dan mendoakan agar saya bisa lancar studinya. Terima kasih Ibu,” katanya terbata-bata.

Pihak kampus juga memberi apresiasi kepada Khairani. “Dia memang mahasiswi terbaik kita, yang  menjadi teladan dan menginspirasi kita semua terutama mahasiswa yang lain untuk meraih hasil yang sama,” kata Wakil Ketua III STIEPAN Bidang Kemahasiswaan, Rudy Pudjut Harianto, SE, MM.

Ketika meninggalkan tempat wisuda, saya sempat berpapasan dengan orang tua yang membawa seikat bunga  yang segar dan penuh aroma. “Bunga mekar ini untuk anak saya yang baru saja diwisuda,” katanya dengan wajah berseri-seri.(*)

Hasyim Mahmud  “Mulia”

September 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

H Hasyim Mahmud (berjas) bersama Dahlan Iskan, Rektor UM Dr Agung Sakti Pribadi pada Wisuda pertama Universitas Mulia, 9 November 2019.

TOKOH perintis pendidikan Balikpapan, H Muhammad Hasyim Mahmud meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Dia adalah tokoh di balik berdirinya Yayasan Airlangga yang banyak membangun lembaga pendidikan termasuk berdirinya Universitas Mulia (UM).

Rektor UM Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH adalah putra Almarhum yang juga salah seorang pendiri Yayasan. Dia pernah bersama-sama saya sebagai wartawan Harian Kaltim Post. Juga menjalani profesi sebagai pengacara.

Jenazah almarhum disalatkan di Masjid Uniba

Saya mendapat kabar duka Kamis (31/8) pagi melalui WA dari M Iqbal dan Suprijadi, dosen UM. Mereka menginformasikan bahwa H Hasyim meninggal dunia dalam perawatan di RS Angkatan Laut Surabaya, Selasa (30/8) pukul 23.15 WIB “Kita kehilangan tokoh yang sangat kita hormati dan sayangi Bapak HM Hasyim Mahmud, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diterima dalam keadaan husnul khotimah,” kata mereka.

Jenazah Hasyim langsung diterbangkan ke Balikpapan, Kamis pagi. Sempat disemayamkan di rumah duka, Jl Pupuk Baru, Balikpapan Selatan. Isak tangis  keluarga sontak terdengar saat peti jenazah dibuka. Lalu disalatkan di Masjid Amirulhaq Uniba yang berdampingan dengan rumah duka ba’da dzuhur. Selanjutnya dimakamkan di Pemakaman Pupuk, tak jauh dari kediamannya.

“Maafkan jika  Almarhum ada kesalahan selama hidup. Beliau orang tua kami, yang banyak berjuang untuk kepentingan masyarakat dan keluarga terutama di bidang pendidikan,” kata Satria Dharma, anak tertua Almarhum.

Buah perkawinan HM Hasyim Mahmud dengan   Hj Hafsah Ismail, mereka dikaruniai 11 anak. Satu di antaranya sudah meninggal dunia. Hj Hafsah sendiri lebih dulu dipanggil Yang Mahakuasa, Senin 24 Januari 2011 di Rumah Sakit Medika Serpong BSD Tangerang. Ibu berusia 76 tahun itu menderita jantung koroner cukup lama.

Menurut Satria, ayahnya beberapa minggu lalu diajak anak-anak jalan-jalan ke Surabaya sekalian berobat. Tapi Allah Swt sudah menentukan jalannya. Ia meninggal dunia ketika dirawat di RSAL Surabaya. “Walaupun kami semua berduka,  keluarga ikhlas melepas kepergian Ayahanda seraya berdoa semoga husnul khotimah,” katanya.

Saya sudah lama tak bertemu Pak Hasyim. Tokoh yang satu ini pembawaannya sangat bersahaja. Tak banyak bicara, tapi karyanya jelas dan bermanfaat untuk orang banyak. Pada Hari Jadi ke-118 Kota Balikpapan tahun 2015, saya yang waktu itu masih menjadi wali Kota Balikpapan menganugerahi H Hasyim Mahmud sebagai warga berprestasi di bidang pendidikan.

“Perhatian saya di bidang pendidikan karena saya ingin anak-anak kita semua bisa mengenyam pendidikan dengan baik dan maju. Saya bergerak di pendidikan swasta karena pemerintah punya keterbatasan dalam penyediaan fasilitas pendidikan,” katanya kepada saya waktu itu.

Yayasan Airlangga didirikan 1 Januari 1993. Pendirinya keluarga Hasyim Mahmud di antaranya Satria Dharma, Agung Sakti Pribadi, Bachriah Wahab, Bachrun Ismail, dan Mulia H Deviyantie. Yayasan ini memiliki 7 divisi pendidikan, mulai sekolah menengah sampai perguruan tinggi.

Ke-7 divisi pendidikan itu ada 5 di Balikpapan, yaitu SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga,  SMK Kesehatan Airlangga, STMIK Stikom dan Asmi Airlangga. Selebihnya 2 di Samarinda, yaitu SMKTI Airlangga dan STMIK SPB Airlangga.

Belakangan sekolah tinggi yang dimiliki Airlangga, STMIK “Stikom” Balikpapan, STMIK Sentra Pendidikan Bisnis (SPB) Samarinda dan ASMI Airlangga Balikpapan dilebur menjadi Universitas Mulia, yang kampusnya berdiri megah di Jl Letjen ZA Maulani 9, Damai, Balikpapan Kota. UM memiliki program studi di luar kampus utama (PSDKU) yaitu dengan membuka kampus UM di Samarinda.

600 MAHASISWA BARU

Setelah melayat ke rumah duka bersama istri Bunda Arita dan Zainal, sorenya saya berada di Kampus UM menyambut kehadiran 600 lebih mahasiswa baru, yang selesai mengikuti program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Panitia meminta saya memberikan sambutan di acara inaugurasi, biar mahasiswa baru UM lebih semangat lagi dalam memajukan diri dan kampusnya.

Acara berlangsung meriah. Ada penampilan musik dan nyanyi dari anak-anak UM berbakat. Ada juga “pidato politik” yang berkesan dari Nabila, mahasiswa baru jurusan manajemen. Gaya dan intonasi Nabila boleh juga. “Acara ini sampai malam,” kata Riski Zulkarnain S.Pd, M.Pd, Kabag Kemahasiswaan yang menjadi ketua panitia.

Saya jadi teringat bos saya, Dahlan Iskan ketika menyampaikan orasi pada Dies Natalis, Wisuda ke-1 Universitas Mulia di Hotel Novotel, Sabtu 9 November 2019. Waktu itu saya masih menjadi wali kota Balikpapan.

Dahlan bilang, ada tiga modal yang dimiliki para mahasiswa jika sudah selesai di bangku kuliah. Kapasitas berpikir yang besar, logika berpikir yang bagus serta memiliki metodologi dan sistematika yang baik.

Dengan modal kapasitas yang besar, maka lulusan perguruan tinggi dapat dikembangkan. Sangat besar sehingga mereka dapat menerima perubahan dan tidak menolak. “Sekarang ini era pengembangan kapasitas. Nanti akan terbentuk. Kita baru bisa melihat dalam rentang waktu 5 tahun ke depan,” tandasnya.

Menurut mantan menteri BUMN dan pimpinan media Jawa Pos Group ini, yang paling menentukan adalah logika berpikir yang bagus.  Cara berpikir seperti itu, cenderung menggunakan nalar yang berdasar pada realitas bukan perasaan. Sehingga banyak orang yang sukses. Apalagi ditambah dengan kemampuan menggunakan metodologi dan sistematika yang baik.

Dahlan juga mendorong mahasiswa dan lulusan UM menjadi generasi yang punya karakter yang kuat untuk membangun, Kesempatan maju terbuka lebar. Tinggal mau cepat atau lambat. Jika ingin cepat, ya harus kerja keras. Apalagi anak muda didukung dengan fisik yang prima.

Saya juga mengutip pandangan Prof Rhenald Kasali, pakar manajemen dan praktisi bisnis dari Universitas Indonesia. Salah satu buku karyanya yang terkenal berjudul “Strawberry Generation” alias Generasi Stroberi. Yaitu generazi Z, seperti usia para mahasiswa baru sekarang ini.

Dia bilang generasi stroberi itu adalah generasi yang memiliki ide dan kreativitas yang tinggi dan cemerlang, namun saat diberi sedikit tekanan mereka mudah hancur layaknya buah stroberi. “Jadi mudah menyerah, mudah sakit hati, lamban, egois, serta pesimis terhadap masa depan,” ujarnya.

Rhenald memberi beberapa tip agar generasi stroberi menjadi generasi yang tangguh. Karena modal lain dari generasi stroberi adalah  kecakapan dalam menggunakan teknologi yang menjadikan mereka lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi yang signifikan.

Beberapa tips itu di antaranya membekali diri dengan literasi digital yang baik, pola asuh dan dukungan orangtua yang mampu menjadi role model serta  sistem pendidikan yang mampu menyesuaikan dengan sikap eksploratif yang dimiliki oleh generasi stroberi.

Seusai sambutan, saya sempat diantar para pembina mahasiswa keliling sekitar tenant-tenant yang menjajakan makanan dan minuman buat para mahasiswa. Kebanyakan jualan makanan gorengan. “Yang jualan semua mahasiswa karena sambil belajar menjadi entrepreneur,” kata Mundzir, S.Kom, MT, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Inkubator Bisnis bersama Riski Zulkarnain, Yustian Servanda (Biro Kemahasiswaan) dan Sumardi (Kabag Kerjasama).

Beberapa mahasiswa baru meminta saya  foto bersama. “Dulu nggak sempat, baru sekarang ada kesempatan foto bersama Pak Rizal,” katanya bersemangat. Saya oke saja. Hitung-hitung sekalian  mencari suara untuk pencalegan saya sebagai anggota DPR RI. Kapan lagi ada mantan wali kota bisa menjadi wakil mereka di parlemen.(*)

Seratus Hari Norbaiti

August 31, 2023 by  
Filed under Opini

Anggota Sahabat Sejati (SS) juga di makam Almarhumah

MALAM tadi, Rabu 30 Agustus 2023 tahlilan 100 hari almarhumah Hajjah Norbaiti binti Amlan, istri Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor. Acara dilaksanakan di kediaman pribadi Pak Isran di kompleks perumahan Karpotek  Jl Adipura 21 Sungai Kunjang, Samarinda.

Hampir semua keluarga, kerabat, pejabat dan warga datang. Isran langsung yang memimpin tahlilan dimulai dengan salat isya sampai membaca surah Yasin. Suasana sangat khusyuk dan haru, tidak terasa sudah tiga bulan lebih Ibu Norbaiti tiada.

Hadir di antaranya  mantan Wagub Dr Farid Wadjdy yang juga rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim, Rektor Unmul Prof Abdunnur, anggota DPD RI dapil Kaltim Nanang Sulaiman, Sekdaprov Dr Sri Wahyuni, mantan Pj Sekdaprov Dr Meiliana, Ketua Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim H Awang Dharma Bhakti (ADB), para asisten dan  kepala dinas, anggota DPRD serta sejumlah tokoh ulama dan tokoh masyarakat lainnya.

Masyarakat tetap mengenang kepergian  wanita lembut dan  bersahaja itu. Ibu Norbaiti dikenal sebagai salah seorang tokoh wanita terbaik, yang banyak menginspirasi masyarakat terutama kaum perempuan di daerah ini.

Ibu Norbaiti meninggal dunia Rabu malam, 24 Mei 2023 pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Dia memang cukup lama mengidap penyakit kanker, sehingga menjalani perawatan yang sangat intensif di antaranya melalui kemoterapi.

Semua orang meratapi kepergiannya. Maklum wanita berusia 54 tahun ini  dinilai sangat menginspirasi dalam mewujudkan perannya. Baik sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri kepala daerah maupun sebagai wanita aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan.

Buah perkawinannya dengan Isran pada 15 Maret 1991, mereka dikaruniai tiga anak. Muhammad Rahman Isran (31), Siti Rahmawati Isran (28), dan Siti Annisa Isran (23). Rahman atau akrab dipanggil Rais sudah menikah dan mempunyai dua anak, Muhammad Samudra Dirahman dan Muhammad Ibrahim Dirahman. Rahmawati yang akrab disapa Rahmi masih berstatus lajang.   Sedang Annisa (Icha) baru saja menikah dengan Sayid Muhammad Fajar, 25 Februari 2023 lalu.

Ibu Norbaiti masih sempat mendampingi Icha dalam acara pernikahan dan walimatul ursy yang berlangsung di Planary Samarinda Convention Hall. Ia yang saat itu menjalani perawatan di Jakarta sengaja pulang ke Samarinda untuk membahagiakan putri bungsunya itu.

Pak Isran mengakui istrinya melayaninya dengan sangat baik dan menjadi panutan bagi anak-anak dan cucunya. “Terlalu banyak kenangan indah dan manis bersama Almarhumah,” katanya  pada saat pemakaman jenazah Norbaiti di halaman samping rumah pribadi, Kamis (25/5).

Ibu Norbaiti sendiri yang minta dimakamkan di tempat itu. “Memang Ibu sendiri yang minta sebelum berobat terakhir ke Jakarta,” kata Pak Isran. Biar keluarga mudah menziarahi. Dan Ibu Norbaiti seakan ingin tetap dekat bersama suami, anak-anak, dan cucu-cucunya meski beda alam.

HARI PENTING ISRAN

Sebagai istri kepala daerah, setidaknya ada tiga peran yang dilakoni Ibu Norbaiti semasa hidup dengan sangat sempurna. Sebagai ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peran ini cukup lama dia jalani. Sejak Pak Isran menjadi bupati Kutai Timur (2009-2015)  sampai ketika Isran menjadi gubernur Kaltim (2018-2023).

Tak cukup sebatas itu saja. Ibu Norbaiti juga masih menyisihkan waktunya memimpin sejumlah organisasi. Misalnya sebagai ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kaltim (2021-2026), ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Bunda Generasi Berencana (GenRe), Pembina Dharma Wanita, ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis (PPTI), ketua Yayasan Jantung Sehat, dan ketua Yayasan Kanker Indonesia.

Di tengah keterbatasan potensi perempuan Kaltim bergelut di jalur politik, Norbaiti juga berani terjun ke sana.  Di balik kelembutannya, dia ingin menunjukkan wanita Kaltim juga mampu memainkan perannya di panggung demokrasi.

Dia menjadi caleg dan dalam perjalanannya di ranah politik melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Norbaiti dilantik menjadi anggota DPR RI pada 15 Januari 2014 dari Partai Demokrat menggantikan Yusran Aspar yang mengundurkan diri karena ikut pemilihan bupati Penajam Paser Utara (PPU). Norbaiti duduk sebagai anggota Komisi X, yang membidangi urusan pendidikan, olahraga, dan sejarah.

Pada pemilihan legislatif 2014, Norbaiti kembali terpilih ke Senayan. Dia ditugasi di Komisi VII, yang menangani urusan energi, penelitian, teknologi, dan lingkungan. Bidang itu sangat cocok untuk kepentingan Kaltim, yang dikenal kaya dengan sumber alam dan energi.

Kurang dari setahun sebagai wakil rakyat Norbaiti mengikuti pemilihan bupati Kutai Timur (Kutim), menyusul mundurnya sang suami dari jabatan tersebut. Dalam pemilihan itu dia dikalahkan Ismunandar yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Kutim.

Dengan beragam peran yang dijalani,  Pak Isran menyebut Ibu Norbaiti telah mengemban tugasnya dengan baik. “Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik, sekarang kita ikhlaskan dia menghadap Yang Mahakuasa,” katanya berkaca-kaca ketika melepas jenazah sang istri.

Ibu Norbaiti lahir di Loa Janan, 30 Januari 1969. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya Amlan bin Tasin dan ibunya bernama Mastika. Tiga saudaranya masih hidup semua yaitu Iwan Iskandar, Normalinda, dan Nortiani.

Foto-foto tunggal Norbaiti banyak menghiasi media sosial. Wajahnya teduh dan bersahaja. Senyumnya memberi kesan yang cerah. Adakalanya orang jadi teringat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Wajahnya sejuk dan senyumnya selalu menghias dunia di sepanjang masa.

Selain kepergian istri tercinta, sebulan kemudian Pak Isran kembali berdukacita. Adik kandungnya, Zainuddin bin Siul Bakri juga meninggal dunia dalam usia 63 tahun, Senin (26/6). Setelah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka, kemudian jenazah adik tercinta itu dikebumikan di pemakaman umum Jl Latsitarda, Sungai Kunjang.

Pak Isran mengakui dia dan keluarga harus tabah dan ikhlas menerima takdir dari Allah Swt. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti dialami semua orang. “Kullu nafsin zaa’iqatul maut, tsumma ilainaa turja’un,” (“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”)

Bulan September ini adalah bulan penting bagi Isran. Ini hari-hari terakhir masa tugas sebagai gubernur Kaltim masa bakti 2018-2023. Tapi bulan September juga bulan kelahirannya. Pak Isran dilahirkan 20 September 1957 di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Berarti usianya memasuki ke-66, sama dengan usia Provinsi Kalimantan Timur tahun ini.

Perayaan HUT-nya ke-66, Rabu 20 September 2023 akan digelar di Convention Hall Sempaja. Semua warga diundang sampai ke lurah-lurah, kepala desa dan tokoh adat  seluruh Kaltim. Kira-kira 5.000 orang yang bakal datang. Isran bersama Wagub Hadi Mulyadi sekaligus pamitan. Tanggal 1 Oktober Kaltim dipimpin seorang penjabat (Pj) Gubernur.

Pembahasan tiga calon Pj Gubernur dari DPRD Kaltim dimulai Rabu (30/8) kemarin. Tiap fraksi mengajukan 3 nama. Lalu dibahas dan akhirnya nanti keluar 3 nama hasil kesepakatan, yang diusulkan ke Mendagri. Banyak pihak berharap ketiga nama itu adalah orang Kaltim sendiri. Jangan sampai ada titipan nama lain dari luar.

Sementara Isran masih kita tunggu langkahnya. Sedang Hadi Mulyadi akan disibukkan urusan menjadi caleg DPR RI dari Partai Gelora. Kalau Isran maju lagi di Pilgub dan menang, kita akan ketemu lagi di akhir tahun 2024 atau awal 2025.

Tapi ada juga yang bilang kalau Si Raja Naga tak jadi nyapres, bisa jadi dia duduk di kabinet yang akan datang. Sebab, kantor atau Istana Presiden sudah di Ibu Kota Nusantara (IKN). Hampir pasti ada  jatah menteri untuk Kaltim. Dan itu bisa jadi jatuhnya ke Pak Isran, tokoh yang selama ini membela mati-matian berkaitan pembangunan IKN.

Kalau itu terwujud, maka panggilan baru Pak Isran: Yang terhormat Bapak Menteri Isran Noor. Orang pertama dari Kaltim yang duduk di kabinet IKN. Semoga.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1648442
    Users Today : 4993
    Users Yesterday : 5811
    This Year : 584952
    Total Users : 1648442
    Total views : 14072479
    Who's Online : 69
    Your IP Address : 216.73.216.55
    Server Time : 2026-04-13