Tujuh Belasan di IKN

August 17, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

UPACARA resmi Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) masih setahun lagi. Tapi Otorita IKN sudah memulai tahun ini. Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI digelar di tengah-tengah lokasi pembangunan Istana Negara IKN, Kamis (17/8) pagi.

Alhamdulillah saya bisa hadir langsung menyaksikan. Dari Balikpapan saya berangkat pukul 5 pagi. Takut terlambat. Biasanya saya ikut upacara di simpang empat Balikpapan Baru (BB). Tapi saya putuskan menghadiri undangan di lokasi IKN. Belum tentu saya dapat undangan lagi di tahun 2024, di mana Presiden Jokowi langsung menjadi inspektur upacara (Irup). Lain halnya kalau saya lolos menjadi anggota DPR RI nanti. Jadi sengaja saya hadir di acara tahun ini.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono bertindak sebagai Irup. Dia tampil gagah. Mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) putih-putih seperti seorang kepala daerah. Lengkap dengan sejumlah penghargaan di dadanya. Ketika datang dia didampingi sang istri, Ibu Lusie Susantono yang mengenakan kebaya merah dengan topi adat suku Dayak. Tampak cantik didampingi Natasya Priyanka, Putri Indonesia Kaltim 2023.

Hampir semua deputi Otorita IKN hadir. Saya sempat bertemu dua deputi dari Kaltim, Alimuddin sebagai Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat serta Myrna Asnawati Safitri sebagai Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Ada tamu istimewa, Ketua Kadin Pusat M Arsyad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan Anindya Bakrie, Ketua Apindo Pusat Shinta Widjaja Kamdani, Ketua Kadin Kaltim Dayang Dona dan sejumlah pengurus Kadin daerah.

Acara dimulai pukul 08.30. Sebagai komandan upacara Danramil 0913-04/Sepaktu Kapten Inf Andi Supratikto. Sedang peserta upacara di antaranya dari jajaran Otorita IKN, staf PUPR, kelompok pelajar dan mahasiswa dari PPU dan Balikpapan, serta para pekerja konstruksi IKN. Termasuk tokoh adat di antaranya Abriantinus (Panglima Koppad Borneo). Ada juga President Indonesian Diaspora Network Australia Hendra Wijaya beserta anggotanya.

Detik-Detik Proklamasi ditandai dengan bunyi sirene. Lalu Wakil Ketua DPRD PPU Hartono Basuki bertugas membaca Teks Proklamasi. Selanjutnya prosesi menaikkan bendera Merah Putih. Yang dipercaya menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) adalah anggota Purna Paskibraka Penajam Paser Utara (PPU) 2022. Annisa Kurniati bertugas sebagai pembawa bendera.

Penaikan bendera diiringi menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dikenal sebagai karya Wage Rudolp Soepratman. Sang pengarang lagu kebangsaan ini lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Maret 1903. Dia adalah guru, wartawan, violinis dan komponis di zaman Hindia Belanda. WR Soepratman juga anggota grup musik jazz Black dan White Jazz Band. Dia juga pencipta lagu “Ibu Kita Kartini.”

Terasa keheningan menyelimuti lokasi IKN. Tak ada suara hiruk pikuk. Saya membayangkan betapa

megahnya Istana Presiden jika sudah rampung 2024 nanti. Desainnya menggambarkan burung Garuda yang sedang mengepakkan sayapnya. Itu karya Nyoman Nuarta, seniman Bali yang terkenal dengan patung Garuda Wishnu Kencana.

Nyoman menamakan Istana Negara yang baru itu adalah Istana Garuda. Dibangun di lahan seluas 55,7 hektare dengan luas tapak 334.200 meter persegi. “Garuda merupakan simbol persatuan. Apalagi Garuda juga menjadi bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika,” katanya. Sampai saat ini progres pembangunan Istana dan Kantor Presiden sudah mencapai sekitar 38 – 40 persen. “Juni 2024 semuanya sudah rampung,” kata Bambang.

Secara keseluruhan upacara berjalan lancar. Lalu ditutup dengan pembacaan doa, yang dipandu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sepaku Ustaz Joko Warsito SHI.

Selesai upacara tadinya dijadwalkan video conference dengan Presiden Jokowi. Tapi acara ini tak jadi

dilaksanakan. Presiden tahun ini masih melaksanakan Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta. Bisa jadi itu upacara terakhir di sana.

Menurut Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin sejumlah ornamen terkait IKN terpasang di Istana Negara. Ornamen itu sebagai tanda semangat bahwa Indonesia akan segera memiliki ibu kota negara yang baru.

“Iya memang temanya kan tema IKN. Mulai di depan, nih tempat foto kan udah IKN, termasuk di sini juga. Ini semangat (yang ingin disampaikan melalui ornamen) bahwa kita memiliki Ibu Kota Nusantara,” jelas Bey.

Tema besar HUT ke-78 Kemerdekaan RI adalah “Terus Melaju untuk Indonesia Maju.” Di samping ada beberapa sub tema di antaranya “Satukan Tekad Menyongsong Nusantara.”

Bambang Susantono mengaku lega upacara di lokasi IKN berlangsung lancar. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Ini suasana yang bersejarah bagi kami, sekalian untuk persiapan pada Upacara Detik- Detik Proklamasi 17 Agustus 2024,” katanya.

Untuk memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Otorita IKN juga menggelar acara hiburan, beberapa pertandingan bernuansa 17-an, pemeriksaan kesehatan dan penanaman pohon. Grup musik Raja, yang dikenal berasal dari Kalimantan Selatan secara khusus didatangkan dan manggung sore harinya.

Vokalis Raja Ian Kasela sempat membuat lagu “Apa Salah Kalimantan,” merespon pernyataan Edy Mulyadi, yang dinilai melakukan penghinaan kepada Kalimantan berkaitan dengan ucapannya yang menyebut lokasi IKN tempat jin membuang anak di bulan Januari 2022.

Liriknya sangat mendalam. “Kau ucapkan kata yang menyakitkan. Kau lakukan tanpa rasa menyesal. Kau lukai jiwa kami. Dengan gaya bahasamu…….Apa salah Kalimantanku. Hingga kau hina seperti itu. Coba kau jelaskan padaku. Karena ocehan mulutmu. Sungguh menyakitkan hatiku.” Sebagai orang Kalimantan, Ian mengaku geram dengan ucapan Edy.

TERBESAR DI DUNIA

Sudah beberapa bulan saya tidak ke lokasi IKN. Saya kaget, lokasi IKN yang awalnya hamparan hutan eucalyptus sekarang sebagian sudah berupa bangunan jadi dan setengah jadi. Mulai Istana Presiden, rumah Menteri dan rumah para PNS. Di sana juga ada ribuan pekerja yang harus menyelesaikan

sejumlah bangunan tahap pertama, yang harus rampung sebelum 17 Agustus 2024.

Bambang mengakui semua kegiatan IKN berjalan lancar. Para investor juga mulai berdatangan. “Dalam waktu dekat sudah ada investasi sekitar Rp 10 triliunan yang masuk,” katanya kepada saya.

Seminggu sebelum 17 Agustus 2023, Konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dipimpin pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma, yang popular dipanggil Aguan juga datang ke

lokasi IKN bersama pengusaha kakap lainnya. Yang mengawal Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.

Aguan mengungkapkan, Konsorsium PMDN akan investasi di IKN sekitar Rp 30 sampai 40 triliun.

Grounbreaking dijadwalkan pada September 2023. “Izin usaha sudah mudah, urusan logistik mohon ditindaklanjuti sehingga peluang upacara 17 Agutus 2024 sangatlah besar,” ucapnya.

Bahlil memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan bagi para investor lokal yang berkontribusi dalam pembangunan IKN. “Saya menyampaikan apresiasi, regulasi biar urusan pemerintah,” jelasnya.

Kepala Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga menjelaskan, pihaknya tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar listrik, air, jalan dan telekomunikasi, yang dibutuhkan para investor. “Kita targetkan rampung 2024 mendatang,” tambahnya.

Presiden Jokowi mengklaim IKN merupakan proyek terbesar yang ada di dunia saat ini dan akan menjadi sentra ekonomi baru. “Sekarang ini proyek terbesar yang ada itu cuma ada satu yaitu di Indonesia, yang namanya Ibu Kota Negara Nusantara,” kata Jokowi ketika membuka Munas REI 2023 di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (9/8) lalu.

Kepala Negara menginformasikan, per 27 Juni 2023, sebanyak 34 ribu hektare lahan sudah bisa dibeli. “Ya dibeli, ngga ada gratisan di sana. Harganya berapa? Tanya ke Pak Kepala Otorita. Ini peluang, ini peluang,” katanya meyakinkan.

Lahan seluas itu juga ditawarkan Presiden Jokowi kepada pengusaha China dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Negara Tirai Bambu itu, akhir Juli lalu.

Sementara itu, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melakukan aksi demo di depan Kangtor Gubernur Kaltim, Jl Gajah Mada Samarinda, Rabu (16/8). Mereka mempersoalkan pembangunan IKN yang membawa dampak lingkungan dan sosial.

Sebelumnya Otorita IKN sudah menerbitkan “Buku Panduan Bangunan Cerdas,” yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan kenyamanan penghuni, dan mengurangi emisi karbon sebagai dampak negatif terhadap lingkungan.

“Buku ini menjembatani kesenjangan antara visi Pembangunan kota cerdas dan implementasi nyata di lapangan,” kata Prof Mohammad Ali Berawi, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.

Dalam Pidato Kenegaraan di sidang tahunan MPR, DPR dan DPD RI, Rabu (19/8) kemarin, Presiden Jokowi sama sekali tidak lagi menyinggung soal IKN. Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI Lanyalla Mahmud Mattalitti juga begitu. Sepertinya kompak. Ada yang bilang, itu karena IKN sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi dan sudah on the track. Jadi yang penting sekarang adalah menuntaskan pekerjaan sesuai jadwal diiringi semangat, “Satukan tekad menyongsong Nusantara.”(*)

 

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan 2011-2021.

Merdeka Listrik, Air, dan Jalan

August 16, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Perbaikan listrik Kaltim yang padam

SAYA ditinggalkan cucu saya, Defa dan Dafin. Itu gara-gara listrik padam yang terjadi Selasa, 8 Agustus lalu. Rumahnya di kompleks Balikpapan  Baru (BB) lebih dulu byarpet. Jadi mereka mengungsi ke rumah saya di Balikpapan Regency. Rencananya bermalam. Tahu-tahunya menjelang maghrib, giliran daerah kediaman saya yang padam. Jadi mereka balik lagi ke BB, yang sudah menyala.

Saya sedih ditinggal sendiri. Soalnya istri saya juga ikut ngungsi. Saya punya genset sudah lama tidak dioperasikan. Jadi tidak siap. Terpaksa menggunakan sebatang lilin. Hampir tengah malam listrik baru menyala. Habib Salam dan sahabat saya Unding yang datang bertamu kaget. Kok rumah mantan wali kota ikut gelap gulita. “Saya hormat Bapak selalu ikut merasakan apa yang dialami warga,” kata Habib.

Blackout yang terjadi 9 hari menjelang peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan kita itu, cukup pedih. Listrik Kaltim yang dikenal dengan Sistem Mahakam tiba-tiba padam. Padahal Sistem Mahakam sudah tersambung dengan Kalsel dan Kalteng bahkan Kaltara. Tapi interkoneksi ini ternyata belum menjamin keandalan sistem kelistrikan kita.

“Yth pelanggan, kami sampaikan telah terjadi gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalseltengtim pada pukul 10.43 WIT, yang menyebabkan padam di sebagian pelanggan Balikpapan, Samarinda, PPU, Paser, Bontang, Kukar, Kutim dan sekitarnya. Saat ini sedang dalam penanganan secara bertahap dan secepatnya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis PLN Balikpapan, Selasa (8/8) siang melalui Instagram @plnbalikpapan.

Manager Umum PLN Wilayah Kaltimra, Riza Novianto Gustam pertengahan Mei lalu pernah menjelaskan bahwa sistem listrik di Kalimantan  dilebur menjadi Sistem Khatulistiwa dengan kemampuan 1.560 MW (megawatt).

PLN terus membangun jaringan Sistem Mahakam yang mengaliri listrik dua provinsi (Kaltim dan Kaltara) dengan kekuatan 790 MW (megawatt) dan Sistem Barito di Kalsel dengan kekuatan 670 MW.

Riza memastikan interkoneksi keempat provinsi Kalimantan itu mampu menjamin keandalan pasokan listrik bagi sektor industri maupun rumah tangga. Pertumbuhan regional Kalimantan akan terus meningkat mengejar ketertinggalan dari Jawa.

Sistem Mahakam sendiri saat ini menyimpan surplus daya listrik sebesar 200 MW. Sayang kelebihan daya tidak berarti listrik tak bisa padam. Belakangan PLN menjelaskan, penyebab gangguan listrik kemarin akibat insiden crane konstruksi di Kariangau, Balikpapan, yang menyentuh saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV. “Hal ini yang membuat infrastruktur kelistrikan rusak dan berakibat sebagian pelanggan di Kalsel, Kalteng dan Kaltim terdampak,” kata GM PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengaturan Beban (UIP3B) Kalimantan Abdul Salam Nganro seperti diberitakan Media Kaltim.

Soal blackout listrik, Ombudsman pernah menyentil PLN dari hasil investigasinya. Tidak melulu penyebabnya karena persoalan teknis dan alam, akan tetapi ada juga unsur human error atau faktor kelalaian dari PLN sendiri.

AIR BERSIH SERET

Ketika listrik padam, sebagian kota di Kalimantan terutama Samarinda dan Balikpapan juga lagi kesulitan air bersih. Jadi lengkaplah masalah yang dihadapi. “Sudah air susah, listrik pada mati lagi, ya lengkaplah penderitaan kita,” kata sejumlah warga di Balikpapan dan Samarinda.

Air bersih susah memang banyak faktor. Terutama bersumber dari air baku yang kurang. Akibat El Nino dan kemarau, curah hujan sangat kurang. Mahakam saja cenderung kering, apalagi Balikpapan yang mengandalkan air hujan yang ditampung di waduk Manggar dan Teritip.

Kepala UPB I Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Faturrahman mengakui 4 waduk di wilayah Kaltim cenderung mengalami kekeringan. Selain Manggar dan Teritip, juga Lempake (Benanga) dan Samboja. “Sumber daya tampung air di empat waduk itu berpotensi mengalami kekeringan,” jelasnya.

Pada waktu normal saja, Balikpapan kekurangan air baku sekitar seribu liter per detik. Apalagi di saat sekarang di mana Waduk Manggar mulai menyusut. Karena itu Balikpapan sangat menunggu kiriman air waduk dari Ibu Kota Nusantara (IKN), yang kabarnya sudah hampir rampung. Dari sini Balikpapan  setidaknya akan mendapat suplai sekitar 500 liter per detik.

Tapi air seret di Balikpapan tidak melulu soal air baku. Ada juga karena persoalan pipa distribusi yang sudah tua dan banyak di bawah jalan dan rumah penduduk. Jadi kalau terjadi gangguan atau kebocoran tidak gampang mencari dan memperbaikinya. Apalagi gangguan belakangan ini karena adanya perbaikan jalan dan drainase serta pemasangan pipa gas, yang sangat masif dan kurang awas. “Hampir tiap hari ada pipa yang bocor,” kata seorang petugas.

Sejak era kepemimpinan saya sudah dikaji program  penggantian pipa distribusi. Tapi memerlukan dana yang besar, sehingga perlu perencanaan dan pembahasan yang panjang. Sumber APBD saja pasti tidak cukup, sehingga harus dicari sumber lain melalui investasi pihak ketiga atau pinjaman.

Menurut saya, pada saatnya Balikpapan harus menerapkan juga sistem pengadaan air bersih melalui pemurnian air laut (desalinasi). Tempo hari sudah hampir final rencananya. Sayang sang investor belakangan tersandung berbagai masalah teknis bersama mitranya, sehingga rencana itu sampai sekarang belum bisa diwujudkan.

JALAN RUSAK BIASA

Meski dikenal sebagai daerah kaya, Kaltim masih persoalan dengan jalan. Baik jalan di kabupaten/kota maupun jalan trans yang menghubungkan berbagai wilayah. Kesan jalan di Kaltim yang rusak dibanding jalan di wilayah Kalsel masih  menyeruak.

Gubernur Isran meninjau jalan dan jembatan di Berau

“Ya jalan rusak di Kaltim itu biasa. Yang luar biasa kalau jalan di Kaltim sudah mulus. Nah, kita akan terus berjuang untuk membuat jalan di daerah kita semuanya mulus,” kata Isran ketika melakukan perjalanan darat ke Bontang, Kutim, dan Berau beberapa pekan lalu.

Isran sempat meninjau kemajuan pembangunan ruas jalan Simpang 4 Kaliorang – Talisayan sepanjang 248 Km dan Talisayan–Tanjung Redeb 151 Km. “Alhamdulillah target jalan mantap mencapai 85,42 persen,” katanya.

Persoalan jalan tidak nyaman dan macet di Balikpapan lain lagi soalnya terutama di sepanjang Jl MT Haryono. Sudah lama warga mengomel dan protes. Rasanya mulai sebelum hari Raya Idulfitri sampai menyambut Hari Kemerdekaan ke-78 bulan Agustus ini. “Bayangkan berbulan-bulan kita tersiksa, padahal itu hari-hari penting,”  gumam seorang warga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui lelang memberikan kepercayaan kepada PT Fahreza Duta Perkasa membenahi jalan sepanjang MT Haryono, yang dikaitkan dengan penanganan masalah banjir di Sungai Ampal (DAS Ampal). Anggarannya sangat jumbo Rp 136 miliar dengan pola multiyears. Program itu dipuji karena besar manfaatnya untuk kelancaran jalan dan penanganan banjir yang belum bisa teratasi selama ini.

PT Fahreza kontraktor dari Jakarta. Reputasinya menurut berbagai sumber memang tidak terlalu menarik. Ada yang datang ke kantornya, terlihat sepi. Tapi dalam lelang PT Fahreza mampu mengalahkan BUMN yang sudah berpengalaman.

Bagaimana dengan kinerjanya di lapangan? Itu yang tampaknya jadi masalah. Karena kesannya ternyata  tidak terlalu lancar. Tercium aroma  yang tidak sedap. Pola pengerjaannya sangat menjengkelkan. Pemangkasan tanjakan di depan Global Sport belum tuntas dan tidak sempurna. Malah membahayakan kendaraan. Tidak ada upaya percepatan. Sehingga berbagai komentar miring berseliweran di dunia maya. Netizen dan Wali Kota terkesan saling menyindir dan beradu argumen. Bahkan sebelumnya ada yang berani pasang spanduk protes dalam ukuran besar.

Pihak DPRD Balikpapan beberapa kali meninjau langsung proyek DAS Ampal di Jl MT Haryono. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri ketidaktepatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Tapi proyek dan kontraktor tetap melenggang, meski sempat ada  usulan agar kontraktornya diganti atau diputus.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Balikpapan beberapa waktu lalu, Direktur PT Fahreza

Cahyadi pernah membela diri. Soal lambannya progres tak bisa dibebankan semuanya kepada kontraktor. Ada faktor lain seperti lahan yang belum dibebaskan, kabel dan pipa utilitas yang harus dipindahkan. “Kalau ada pemutusan kerja, kami  mengambil langkah,” tandasnya begitu.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) membuat laporan ke KPK terkait pelaksanaan proyek DAS Ampal. “Kami sudah mengirimkan dokumen dan data seperti permintaan KPK,” kata Sekjen MAKI Komaryono kepada kantor berita RMOLjatim, Selasa (1/8).

Ketua  Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Balikpapan Ardiansyah mengatakan, pihaknya juga akan menggugat PT Fahreza baik secara perdata maupun pidana. “Akibat pekerjaan yang mereka lakukan lambat, terjadi kerusakan properti milik warga dan juga merugikan pelaku usaha di sekitar proyek,” katanya seperti diberitakan Nomorsatu.com, Jumat (11/8).

Sementara itu, puluhan warga RT 15 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB) menuntut PT Fahreza memperbaiki jalan dan fasilitas di lingkungan RT 15 yang rusak akibat proyek DAS Ampal. “Sebenarnya kami berterima kasih terhadap perbaikan gorong-gorong DAS Ampal. Hanya saja setelah pekerjaan selesai, dampak yang terjadi tidak diperhatikan,” kata seorang warga. Atas inisiatif anggota Dewan Slamet Iman Santoso, PT Fahreza membuat kesepakatan dengan warga.

Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan dia siap mengambil risiko dalam pelaksanaan proyek DAS Ampal. Dia juga menghormati berbagai laporan sebagai masukan.  “Ya laporkan saja kalau terbukti ‘kan diproses. Kalau tidak terbukti ‘kan yang melaporkan bahaya juga. Biasa aja, itu masukan informasi ini perlu sekalipun kita perkuat pengawasan,” katanya kepada apahabar.com, Rabu (9/8) lalu.

DAS Ampal merupakan salah satu megaproyek andalan Pemerintah Kota Balikpapan saat ini. Sejalan juga dengan komitmen atau janji politik Wali Kota mengurai permasalahan banjir di Kota Minyak. “Permasalahan risiko semua ada risiko, ini yang kami hadapin. Tujuannya untuk kebaikan masyarakat kota Balikpapan,” jelasnya kepada media online tadi.

Beberapa hari lalu saya bertemu seorang warga yang lagi membeli bendera dan umbul-umbul di pinggir Jl Syarifuddin Yoes. “Buat menyambut dan memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI,” katanya. Sambil mengibarkan bendera Merah Putih dia berucap:  “Dirgahayu Negeriku. Mudah-mudahan kita benar-benar merdeka. Merdeka untuk sekolah, merdeka listrik tidak padam, merdeka air bersih bisa lancar dan merdeka jalan tidak macet dan berdebu lagi,” katanya sambil mengepalkan tangan. Sekali lagi,  Merdeka!!!(*)

Isran dan Pisang Batuah

August 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur, Direktur Perbenihan dan Kadis Pangan di lab Batuah

MENARIK juga kegiatan Gubernur Isran Noor sekali ini. Meluncurkan benih pisang unggul dan panen  buah kelengkeng. Itu berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI TPH) di Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Minggu (6/8) lalu.

Isran tampak ceria. Dia datang bersama Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian/Plt Staf Ahli Mentan Inti Pertiwi Aswari, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, anggota DPD RI dari Kaltim Nanang Sulaiman, Sekdaprov Sri Wahyuni,  anggota TGUP Kaltim Dr Ibrahim dan Dr Zulkarnaen serta sejumlah pejabat lainnya.

Mereka disambut antusias  oleh Kepala Dinas Pangan TPH Siti Farisyah Yana, Kepala UPTD BBI TPH Devis Hendra, SP.MP bersama jajarannya. “Terima kasih Bapak Gubernur dan Ibu Direktur mau datang ke BBI TPH kami di Batuah ini,” kata Yana bersemangat.

Dinas Pangan TPH Kaltim memilik tiga balai benih. Selain di Desa Batuah, ada juga BBI di Rempanga, Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dan satunya lagi Sepaku Semoi, Penajam Paser Utara (PPU) berdekatan dengan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala UPT BBI TPH Devis Hendra bersama Direktur Perbenihan Inti Pertiwi

Desa Batuah yang berdiri sejak tahun 1997 dengan luas 84,32 Km2, masuk wilayah Kukar juga.  Dulu dikenal sebagai desa penghasil lada atau merica. Banyak warga setempat yang naik haji berkat lada. Karena itu dulu dikenal dengan istilah “haji lada.” Naik haji berkat meraup duit dari penjualan lada, yang panennya berlimpah.

Karena lokasinya yang sangat strategis di antara Km 15 sampai Km 31 jalan poros Balikpapan-Samarinda, tak jauh dari Taman Hutan Raya Bukit Soeharto,  maka Dinas Pangan TPH Kaltim memilih Batuah sebagai salah satu BBI terbaik. Luasnya sekitar 35 hektare, sehingga sangat memungkinkan dilakukan pengembangan.

Gubernur Isran datang ke Batuah benar-benar membawa tuah. Dia menyerahkan SK penetapan BBI TPH  Batuah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan SK itu, BBI TPH bisa lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan dan bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Dengan BLUD pula, maka ada dua sumber pembiayaan BBI TPH. Bisa dari APBD, bisa juga dari hasil jasa pelayanan.

Lalu Isran menggunting pita menandai peresmian laboratorium yang dimiliki BBI TPH Batuah. “Ini terobosan luar biasa buat kami dan Pemprov Kaltim, karena tak banyak daerah di Indonesia memiliki lab seperti ini,” kata Yana.

Gedungnya sudah dibangun tahun 2022. Lalu dilakukan rehab dan penambahan berbagai fasilitas lab, sehingga sekarang sudah  difungsikan sebagai laboratorium kultur jaringan. Lab itu dioperasikan oleh  tenaga ahli di bidang kultur jaringan, yang seluruhnya lulusan pertanian.

Dengan adanya lab BBI TPH, kata Yana, maka dapat dihasilkan varietas unggul  sayur, buah dan tanaman lainnya. “Jadi lab ini akan mengkloning berbagai jenis tanaman untuk menghasilkan produk unggulan, di antaranya pisang yang di-launching Pak Gub,” begitu kata Yana.

Sebagai sarjana pertanian alumnus Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Isran tampak serius mendengarkan penjelasan dari Yana dan Devis. Ia ikut mengenakan baju putih yang biasa dipergunakan petugas di dalam lab. Sama dengan dokter di ruang operasi.

Prinsip utama  kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif yang ditempatkan pada media buatan. Bisa media padat atau media cair. Kelebihan kultur jaringan bisa dilakukan dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak, bibit tanaman akan senantiasa tersedia sepanjang waktu dan bebas dari hama penyakit.

Menurut Yana, pihaknya akan terus mengembangkan program kultur jaringan sebagai nilai tambah untuk BLUD BBI TPH. “Karena kultur jaringan menghasilkan tanaman yang memiliki nilai ekonomi bernilai komersial,” tambahnya.

Gubernur mengapresiasi kehadiran BBI TPH Batuah dengan lab-nya yang cukup lengkap. “Kita berharap ini bisa menjadi percontohan nasional dan dapat menjadi leading sector di bidang industri perbenihan nasional,” ujarnya.

Gayung bersambut. Direktur Perbenihan Kementan Inti Pertiwi Aswari memuji kehadiran BBI TPH Batuah. “Ini contoh satu-satunya Balai Benih Indukan Hortikultura terbaik di Indonesia,” katanya. Karena itu dia berjanji akan memberikan tambahan dukungan dana dari APBN.

Bibit pisang hasil kultur jaringan BBI TPH Batuah sangat membantu petani. Apalagi Kaltim dikenal sebagai salah satu pemasok pisang kepok atau pisang manurun terbesar di Indonesia terutama di Kabupaten Kutai Timur.

USUL AGROWISATA

Di tengah kunjungannya ke BBI TPH Batuah, Gubernur dan tamu lainnya diajak Yana panen buah kelengkeng kateki. Ratusan pohon kelengkeng kateki di lokasi itu sudah siap dipanen. Buahnya berjuntai lebat sehingga semua ingin memetik.

“Wau saya terkesima, enak sekali kelengkengnya. Teksturnya tebal dan rasanya manis,” kata Isran berbunga-bunga. Hal yang sama dirasakan oleh pejabat lainnya, yang ikut memanen. Termasuk Direktur Perbenihan, Sekdaprov, dan Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Kelengkeng kateki adalah varietas baru buah kelengkeng dari hasil persilangan buah kelengkeng lokal dengan kualitas premium. Varietas ini berasal dari pohon induk tunggal (PIT) milik Sumiawi yang berada di Dukuh Kateki, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ciri-ciri dari kelengkeng kateki yang cukup mudah dikenali adalah buahnya yang berbentuk bulat dan kulit buah berwarna cokelat serta memiliki bintik berwarna cokelat tua. Adapun daging buah kateki berwarna putih bening.

Aroma varietas ini lembut dan memiliki kandungan air yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak begitu basah ketika dikonsumsi.

Gubernur mengusulkan jika memungkinkan BBI TPH Batuah juga dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. “Kalau menjadi kawasan agrowisata, tidak hanya petani, tetapi juga masyarakat sekitar akan merasakan dampak ekonomi secara nyata,” tambahnya.(*)

Kiki di Samping Prof Rhenald

August 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Kiki dan Prof Rhenald Kasali di LUCA

ADA anak muda sempat duduk di samping Prof Rhenald Kasali. Gayanya keren. Mereka sempat berbincang akrab. Itu terjadi di LUCA Brunch & Dine, tempat makan siang dan kongko-kongko yang unik di Jl Jenderal  Sudirman 325, samping Hotel Whiz Prime.

Anak muda itu adalah Anintrias Rizki Nugraha, yang akrab disapa Kiki. Dia sang pemilik atau owner LUCA Brunch & Dine. Dia salah satu entrepreneur atau pengusaha muda Balikpapan, yang punya prospek cerah. Maklum dia didukung seabrek kapasitas, yang belum tentu dimiliki semua orang.

Kiki lahir di Balikpapan, di awal (tanggal 3) Desember 1992. Sembilan hari sebelum peristiwa gempa bumi dahsyat disertai tsunami di lepas Pantai Flores, yang menewaskan tidak kurang 2.100 jiwa penduduk.

Dia si bungsu dari 3 bersaudara, keluarga pasangan Dr Sabri Ramdhani dan Ibu Anita Indira. Sabri dikenal sebagai salah satu pengusaha senior  Balikpapan, bahkan Kaltim. Dia pernah aktif sebagai pengurus Kadin Kota  dan dirut Perusda MBS milik Pemprov Kaltim.

Sabri dan Anita lama mengembangkan Apotek dan Klinik Kanida Farma. Belakangan dia banyak fokus di kapal penyeberangan atau feri. Ada satu kapal ferinya beroperasi di penyeberangan Kariangau-Penajam, PPU bernama KMP Bintang Balikpapan. Selain KMP Samudera Indonesia, KMP Muchlisa dan KMP Kineret.

Dengan latar belakang sang orang tua, wajar kalau Kiki tumbuh dengan darah pengusaha juga. Apalagi latar  pendidikannya sangat menunjang. Dia sempat studi cukup lama di negeri yang dikenal sebagai pusat perdagangan dunia.

Selepas mengenyam pendidikan di SMP Patra Dharma, dia langsung terbang ke Singapura. SMA-nya di sana. Lalu melanjutkan ke Raffles Design Institute, salah satu institusi pendidikan swasta terbaik di Negeri Singa.

Selain di Singapura, Raffles juga memiliki 18 kampus dan universitas yang tersebar di 10 negara termasuk di Jakarta. Mereka fokus  pada ilmu desain, yang menawarkan jenjang pendidikan sarjana dan pascasarjana.

Kiki mengambil jurusan interior design di Raffles. “Itu memang hobi dan bakat saya,” katanya. “Selain di LUCA, saya tetap berjuang untuk mengembangkan bisnis interior design yang memang menjadi disiplin saya,” kata penggemar olahraga tenis dan cross fit ini.

Kiki ketika menerima penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Tahun 2018

Kiki bertekad mengembangkan LUCA menjadi yang terbaik dan terdepan menyajikan menu signature terbaik yang ada di kota Balikpapan. “Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kita harus siap dan bisa menunjukkan kualitas yang terbaik,” kata anak muda yang tingginya 180 cm ini.

Bagi tamu yang datang ke LUCA, Kiki merekomendasikan beberapa menu. Di antaranya Fire and Pepper Chicken with Fries, Double Dips (snack platter) dan Garlic Parmesan Chicken Wings. “Untuk ngopinya,  ada Iced Long Black dan Iced Salted Caramel Macchiato,” tambahnya.

Menurut Kiki, LUCA itu dari bahasa Latin yang berarti  pembawa cahaya atau penerang. Pada abad pertengahan, Luca adalah nama populer di Italia dan bagian Eropa lainnya. Itu juga merupakan nama populer di Kekaisaran Bizantium dan nama anak laki-laki sebagai tanda keberuntungan dan perlindungan. “Maunya saya LUCA Brunch & Dine berkembang seperti itu,” katanya bangga.

Atas bakat dan prestasinya, Kiki pernah menerima penghargaan sebagai Wirausaha Muda Berprestasi Balikpapan Tahun 2018. Setahun kemudian dia juga menerima penghargaan yang sama dari Gubernur Kaltim Dr Isran Noor.

SUDAH DUA KALI

Prof Rhenald Kasali, yang kita kenal sebagai akademisi, praktisi bisnis dan motivator terkenal itu, sudah dua kali ngopi di LUCA. “Asyik dan menyenangkan,” kata guru besar UI, yang dikenal juga sebagai penggagas “Rumah Perubahan.”

Ngopi terakhir ketika berlangsung acara “Ngobrol Santai Balikpapan with Rhenald Kasali” yang berlangsung Kamis (3/8) lalu. Acaranya dadakan, tapi banyak yang datang termasuk Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Ketua IWAPI Kaltim Erna Gaffar dan Yuli Shinta, pengusaha muda Jefri Yova, Ken, Adi dan Arul, Natalia, dan Jessica  serta Bunda Arita, istri saya.

Kebetulan Prof Rhenald sohib Sabri. Mereka sama-sama alumnus kampus perjuangan Universitas Indonesia. Prof Rhenald kuliah di Fakultas Ekonomi, sedang Sabri di Fakultas Farmasi. Itu sebabnya dia sempat bergerak di bisnis apotek.

Sabri sempat menjadi ketua Ikatan Alumni UI ((ILUNI) Kaltim masa bakti 2015-2018. Ketika pelantikannya saya sempat hadir sebagai wali Kota Balikpapan. Yang melantik Ketua Umum ILUNI Pusat Chandra Motik, adik kandung wanita pengusaha  terkenal Dewi Motik.

Kiki mengaku senang bisa jumpa Prof Rhenald Kasali. Apalagi sang guru besar ilmu manajemen ini mau singgah dan berbincang dengan entrepreneur muda Balikpapan di LUCA. “Beliau banyak menginspirasi kita sebagai anak muda,” jelasnya.

Prof Rhenald banyak menulis buku dan best seller tentang bisnis. Ada 40 lebih bukunya. Sangat baik dibaca anak muda yang mau menjadi pengusaha hebat. Di antara bukunya ada yang berjudul  “Wirausaha Muda Mandiri, Baper, Re-Code Your Change DNA dan  Strawberry Generation.”

Ada beberapa tips yang sering disampaikan Prof Rhenald kepada anak muda. Misalnya soal branding dan trust. “Anak-anak muda harus belajar bahwa tidak semua yang disampaikan dunia internet adalah benar. Branding adalah sesuatu yang penting. Tapi harus berasal dari keunikan diri dan kekuatan yang dibangun dari dalam. Bukan contoh trend di internet,” katanya.

Hal yang sama juga menyangkut soal trust. Anak muda harus membangun kepercayaan atas dirinya. “Trust itu emas, justru itu yang harus dibangun anak-anak muda. Jadilah orang yang dipercaya, itu gelar terpenting yang harus dimiliki,” kata Prof Renald Kasali meyakinkan.(*)

1 Oktober Gubernur Baru

August 10, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur, Wagub Hadi, dan Wali Kota Bontang Basri Rase.

MESKI  masih satu bulan lagi masa jabatannya, Gubernur Kaltim Dr Ir H Isran Noor, M.Si sudah menyatakan pamit kepada masyarakat. Setidaknya itu tersirat dalam ucapannya saat penyerahan hibah dan bantuan mobil jenazah dari Pemerintah Provinsi Kaltim kepada perwakilan masyarakat, lembaga, dan organisasi, di teras Kantor Gubernur, Selasa (8/8).

“Terima kasih, salam untuk keluarga, karena saya dan Wakil Gubernur akan pensiun akhir September nanti. Dan satu Oktober sudah ada gubernur baru,” kata Isran. Meski Isran mengucapkannya dengan senyum, sejumlah orang yang hadir mengaku sedih karena mereka sudah merasa nyaman selama ini bersama Isran dan Hadi.

“Ya kita sedih akan ditinggalkan Pak Isran dan Pak Hadi. Beliau sangat baik memimpin Kaltim,” kata beberapa tokoh yang hadir.  “Kita doakan beliau diberi jalan oleh Allah untuk memimpin kita untuk kedua kalinya,” kata tokoh yang lain.

Isran dan Hadi dilantik Presiden Jokowi sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim di Istana Negara, Jakarta, 1 Oktober 2018. Tidak terasa sudah hampir lima tahun mereka jalani. “Saya menyadari masih banyak hal yang belum dapat diperbuat.  Kalau ada yang kurang berkenan selama kepemimpinan saya dan Pak Hadi mohon dimaafkan,” ujarnya.

Ia juga mendoakan kepada seluruh masyarakat Kaltim selalu sehat dan makin sejahtera. Dia juga berharap penggantinya, gubernur baru mampu  memberikan kontribusi dan karya besar bagi Benua Etam.

Mengingat pemilihan kepala daerah serentak  baru dilaksanakan 27 November 2024, maka “gubernur baru” yang dimaksud Isran adalah   penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Itu juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.

Kaltim sudah pengalaman dipimpin oleh Pj Gubernur. Itu terjadi di masa transisi dari Gubernur Yurnalis Ngayoh ke Awang Faroek Ishak. Pejabat eselon 1 Kemendagri Tarmizi Abdul Karim sempat menjadi Pj Gubernur Kaltim dari 3 Juli 2008 sampai 17 Desember 2008 persis pada saat pelaksanaan PON XVII di Kaltim.

Masa kerja Pj Gubernur Kaltim yang akan ditetapkan Presiden nanti  terbilang cukup panjang. Diperkirakan lebih setahun. Hitung saja mulai awal Oktober 2023 sampai dilakukannya pelantikan gubernur definitif, yang pasti di atas bulan November 2024. Bahkan bisa jadi awal 2025.

Siapa yang akan terpilih menjadi Pj Gubernur masih kita tunggu prosesnya. Nantinya ada 6 nama yang digodok sebelum diajukan kepada Presiden. Tiga dari Mendagri dan tiga usulan DPRD Kaltim. Saya belum mendapat info kapan DPRD Kaltim melakukan paripurna. “Belum,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo ketika saya hubungi Rabu (9/8) malam.

Sigit pernah menginformasikan ada beberapa nama yang masuk ke Dewan di antaranya Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Dr Akmal Malik, M.Si, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Dr H Kamaruddin Amin, MA dan Rektor Unmul Prof. Dr Abdunnur, M.SI. Kamaruddin dan Abdunnur adalah putra daerah Kaltim.

Beberapa nama lain orang daerah yang berstatus pejabat Eselon I atau memangku  Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya adalah Sekdaprov Dr Sri Wahyuni,  Dr Ir HM Nurdin, MT, Staf Ahli Bidang Desa Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Dr Myrna Asnawati Safitri, SH, MA, yang sekarang duduk sebagai Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Itu nama-nama orang daerah yang memenuhi syarat. Tapi kita belum tahu nama lain yang lolos lewat Mendagri. Saya dengar selain Dr Akmal, ada kemungkinan masuknya perwira tinggi dari TNI atau Kepolisian. Terdengar selentingan ada jenderal polisi berbintang dua mempunyai peluang kuat menjadi Pj Gubernur Kaltim.

SEPTEMBER PENTING

Bulan September menjadi bulan penting bagi Isran Noor.  Sebab, itu bulan terakhir dia melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur Kaltim. Dia baru saja melakukan kunjungan ke wilayah Bontang, Kutim, dan Berau. Sebelumnya dia menjelajah  Kukar, Kubar, dan Mahulu. Ada kemungkinan akan diteruskan ke Balikpapan, PPU, dan Paser. Tentu saja sekalian pamit.

“Saya ingin berpamitan karena akhir September nanti saya dan Pak Wagub Hadi Mulyadi akan pensiun,” katanya dalam berbagai pertemuan di daerah yang dikunjungi. Tak jarang ucapannya itu dijawab spontan oleh masyarakat, “Lanjutkan!”

Pada awal September nanti adalah peringatan 100 hari wafatnya Almarhumah Ibu Hj Norbaiti. Seperti kita ketahui Ibu Norbaiti meninggal dunia Rabu, 24 Mei 2023 malam saat menjalani perawatan intensif di RS Pusat Otak Nasional (PON) Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di kediaman pribadi Gubernur di Kompleks Perumahan Karpotek Jl Adipura 21, Sungai Kunjang Samarinda, Kamis (25/5).

Selain itu, Isran pada 20 September 2023  genap berusia  66 tahun. Persis sama dengan usia Provinsi Kaltim, yang pada tanggal 9 Januari 2023 lalu merayakan hari jadinya yang ke-66. Sesuatu yang menarik dan penuh keberuntungan. Seakan memberi kesan Isran dan Provinsi Kaltim sudah menjadi satu.

Isran dilahirkan di Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, 20 September 1957. Sama dengan almarhum H Rusli, pemilik Hotel Mesra. Mereka putra Sangkulirang yang sukses berkat kecerdasan, kegigihan, dan kerja keras.

Sebelum menjadi gubernur Kaltim, Isran adalah bupati Kutai Timur. Sejak menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Isran punya semangat untuk ikut berkompetersi menjadi orang nomor 1 atau 2 di negeri ini. Semangat itu sampai sekarang tidak pernah padam.

Apa rencana Isran dan Hadi setelah “pangsiun?” Hadi yang juga ketua DPD Partai Gelora Kaltim sudah mendaftarkan diri menjadi caleg anggota DPR RI 2024. Sedang Isran yang juga ketua DPW Nasdem Kaltim belum mengungkapkan secara resmi. Tapi ada yang menduga dia akan kembali bertarung pada Pilgub 2024 mendatang.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1637122
    Users Today : 3622
    Users Yesterday : 4571
    This Year : 573632
    Total Users : 1637122
    Total views : 14007316
    Who's Online : 81
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-11