Tren Sosmed Detox, Jeda Digital Demi Kesehatan Mental

December 27, 2025 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA — Di tengah dominasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari, istilah sosmed detox kini menjadi tren positif yang mulai banyak dilirik oleh generasi muda hingga profesional. Praktik ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan ada dukungan penelitian ilmiah yang menunjukkan manfaatnya bagi kesejahteraan mental.

Social media detox atau sosmed detox secara sederhana adalah periode waktu ketika seseorang secara sukarela menahan diri dari menggunakan platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook atau X, untuk sementara waktu. Tujuan utamanya adalah mengurangi dampak negatif dari penggunaan berlebihan, termasuk stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga perasaan kehilangan kendali setelah terlalu lama melakukan scrolling.

Beberapa studi terbaru menunjukkan, melakukan jeda dari media sosial membawa efek baik terhadap kesehatan mental.

Penelitian JAMA Network Open, sebuah penelitian terhadap ratusan orang dewasa muda menemukan bahwa melakukan sosmed detox selama satu minggu mampu mengurangi gejala depresi hingga hampir 25%, kecemasan 16%, dan masalah tidur sekitar 14%. Ini menunjukka jeda pendek dari media sosial dapat membantu menurunkan beban psikologis yang terkait dengan penggunaannya.

Namun, efek terhadap kepuasan hidup dan stres bisa bervariasi tergantung kondisi masing-masing individu, menunjukkan sosmed detox bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari pendekatan kesejahteraan digital yang lebih luas.

Sosmed detox adalah mengurangi atau menghentikan sementara penggunaan media sosial untuk mendapatkan kembali kontrol atas waktu dan kesehatan mental. Ini bisa dilakukan dengan uninstal aplikasi sementara, menonaktifkan notifikasi, dan menetapkan jam tanpa layar (screen-free time).

Fokus pada aktivitas di luar dunia digital
Praktik ini seringkali dilakukan secara sukarela dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Wardah, seorang pekerja kreatif berusia 23 tahun, mengaku rutin melakukan sosmed detox ketika merasa burnout dan kehilangan kendali akibat terlalu banyak scrolling.

“Kalau sudah mulai merasa scrolling time makin panjang, screen time tidak terkendali, dan mood turun, aku langsung uninstall TikTok dan Instagram dari ponsel untuk beberapa hari,” ujarnya.

Wardah mengatakan, langkah sederhana itu sering kali membuatnya merasa lebih tenang, fokus kembali, dan jauh lebih produktif tanpa tekanan konten yang terus berdatangan dari feed sosial media.

Menurutnya, sosmed detox bukan berarti berhenti total dari internet, tetapi menata ulang bagaimana teknologi digunakan, sehingga tidak lagi menjadi sumber stres atau kecanduan.

Dalam era digital seperti sekarang, media sosial bisa memberi dampak positif seperti informasi terbaru, koneksi sosial, atau hiburan. Namun, keterlibatan berlebihan dengan platform-platform tersebut juga bisa menimbulkan “tekanan psikologis yang tak terlihat”, termasuk kecemasan, gangguan tidur, atau perasaan tidak pernah cukup. Penelitian tentang dampak interaksi sosial digital terus berkembang untuk memahami hubungan kompleks antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental.

Dengan tren sosmed detox yang makin populer ini, banyak orang kini mulai menyadari pentingnya menyeimbangkan kehidupan digital dan offline, sehingga pengalaman teknologi jadi sesuatu yang lebih bermakna, bukan sekadar rutinitas yang melelahkan. (intan)

  • vb

  • Pengunjung

    1071101
    Users Today : 3517
    Users Yesterday : 4093
    This Year : 7610
    Total Users : 1071101
    Total views : 10549040
    Who's Online : 48
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-02