Memperkuat Peran Nusantara, Lokasi IKN Sebagai Titik Pemantauan Hilal

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

IKN menjadi salah satu titik pengamatan hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H. Pemantauan dilakukan menggunakan teleskop dari Rusun ASN 1 Tower D dan diawali dengan pembukaan di Masjid Negara.

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu titik pengamatan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Rusun ASN 1 Tower D, Selasa (17/02/2026). Pemantauan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya hilal diamati dari kawasan IKN.

Lokasi IKN dipilih karena memiliki titik pengamatan yang tinggi dan terbuka, sehingga dinilai mendukung proses rukyatul hilal. Ke depan, keberadaan masjid raya di kawasan IKN juga diharapkan dapat memperkuat peran Nusantara sebagai lokasi kegiatan keagamaan nasional.

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Timur atas permintaan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa terpilihnya IKN sebagai titik pemantauan hilal merupakan sebuah kehormatan sekaligus penanda awal peran IKN dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional.

“Kami dari Otorita IKN sangat mendukung pemantauan hilal dilakukan di IKN. Ini merupakan kehormatan bagi Otorita IKN sekaligus kesempatan bagi IKN sebagai Ibu Kota Negara menjadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik yang tersebar di Indonesia,” ujar Basuki.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hari ini, hilal belum dapat terlihat.

“Hari ini kita lakukan pemantauan hilal. Berdasarkan BMKG, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan belum terlihat,” jelasnya.

Meski hilal belum dapat terlihat, pelaksanaan rukyatul hilal di IKN menandai babak baru, menegaskan peran Nusantara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan keagamaan dan kebangsaan.(yul/hms-oikn)

 

Sosialisasi SPAN – UM PTKIN Fokuskan Kinerja Humas yang Lebih Luas

February 3, 2023 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

VIVABORNEO.COM, Samarinda – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI)  turut menjadi bagian dari kegiatan nasional  sosialisasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN – UM PTKIN).

Sosialisasi di Samarinda ini dibuka oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI,  Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi bertempat di Hotel Harris Samarinda pada Kamis malam (2/2/2023).

 Dalam sambutannya Zainul Hamdi mengatakan jika SPAN – UM PTKIN ingin meluas maka memerlukan media sebagai sarana perluasan informasinya.

“Jika  SPAN – UM PTKIN ingin menggelegar maka kita tidak mungkin mengabaikan media. Dan itu adalah berarti betapa pentingnya kehumasan di PTKIN untuk mengambil fungsi itu,” ujarnya singkat.

Ditambahkan Zainul, peran divisi Humas PTKIN masih dianggap sebagai organ tidak penting. Namun kerap kali jika ada kasus yang disorot oleh media, maka peran humas yang paling berperan untuk meredamnya.

Ketua Forum Pimpinan PTKIN Prof. Dr Mahmud didampingi oleh Bendaraha PTKIN, Prof Nyanyu Khodidjah disela-sela acara Sosialisasi SPAN UM PTKIN di Samarinda.

Paradigma kehumasan yang menganggap peran humas tidak penting, saat ini sudah tidak boleh lagi dikembangkan. Di era komunikasi publik, peran humas harus dapat mencitrakan diri sendiri dengan baik

Acara yang berlangsung sejak 2-4 Februari ini turut dihadiri Staf Khusus  Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi  Publik Wibowo Prasetyo, Ketua Forum Pimpinan PTKIN Prof. Dr Mahmud, Rektor UINSI Samarinda Prof Dr Mukhamad Ilyasin. Selain itu juga turut dihadiri pimpinan UIN dari UIN Pontianak, UIN Pekalongan, UIN Surakarta, UIN Palembang, dan UIN Semarang.

Ketua Forum Pimpinan PTKIN Prof. Dr Mahmud yang juga Rektor Sunan Gunung Jati Bandung menjelaskan peran kehumasan dalam penerimaan mahasiswa baru sangat diperlukan untuk menggaet calon mahasiswa agar mau kuliah di UIN.

Saat ini ada 59 Universitas Islam Negeri di seluruh Indonesia yang membentuk forum kehumasan agar dapat bertukar pengalaman dalam mempersiapkan informasi dan beragam media untuk menarik mahasiswa baru.

“Harapan kita untuk mendapatkan mahasiswa yang unggul  kita bentuk forum untuk konsolidasi di kehumasan yang melakukan diseminasi dan penyebaran informasi untuk mendapatkan jumlah mahasiswa yang banyak dan berkualitas,” ujarnya.

Ditambahkan Mahmud, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN)  merupakan seleksi siswa masuk perguruan tinggi  tanpa tes, sedangkan UM PTKIN  melalui seleksi ujian masuk.

“Ini adalah dua jalur yang memiliki skema yang berbeda yang satu adalah prestasi yang lainnya adalah ujian masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Waktunya biasanya beriringan setelah SPAN barulah UM PTKIN,” jelas Prof. Mahmud mengakhiri wawancara.(vb/yul)

  • vb

  • Pengunjung

    1359180
    Users Today : 4523
    Users Yesterday : 7219
    This Year : 295690
    Total Users : 1359180
    Total views : 12290963
    Who's Online : 43
    Your IP Address : 216.73.216.149
    Server Time : 2026-02-20