Oni Junianto Pimpin FAJI Pusat

January 6, 2026 by  
Filed under Olahraga

JAKARTAterpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2025–2029 melalui Musyawarah Nasional (Munas) FAJI yang digelar di Jakarta, Minggu (4/1/2025).

Oni terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta Munas yang hadir, terdiri atas 19 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta satu Pengurus Besar FAJI. Ia menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Saud F. Tambatua, yang memimpin PB FAJI pada periode 2021–2025.

Pada pemaparan visi dan misinya, Oni menegaskan komitmen untuk membawa FAJI menjadi organisasi yang kuat, bermartabat, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa. Menurutnya, peran FAJI tidak hanya terbatas pada pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga mencakup pengembangan pariwisata arung jeram, kesiapsiagaan kebencanaan, serta pelestarian lingkungan sungai.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PB FAJI di bawah kepemimpinannya akan memperkuat pembinaan atlet berkelanjutan, membangun sistem kompetisi yang solid, serta meningkatkan dukungan manajemen dan sport science yang modern. Selain itu, FAJI juga akan memperkuat perannya dalam pengembangan wisata arung jeram berbasis keselamatan, kualitas, dan keberlanjutan lingkungan sungai.

“Kami menegaskan empat pilar utama FAJI, yakni prestasi, pariwisata, lingkungan, dan kebencanaan. Pilar-pilar ini menjadi arah kebijakan agar FAJI tidak hanya berbicara soal olahraga dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara. FAJI harus menjadi organisasi yang relevan dan berkelanjutan,” tegas Oni.

Dalam sambutannya usai terpilih, Oni menyampaikan harapannya agar seluruh elemen FAJI dapat terus menjaga soliditas dan bekerja bersama untuk memajukan olahraga arung jeram Indonesia.

“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya mengajak seluruh Pengprov, atlet, pelatih, wasit, dan insan arung jeram Indonesia untuk terus bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan FAJI,” ujarnya.

Munas FAJI 2026 dipimpin oleh Edy Candra (FAJI Jambi), Bandi Chairullah (FAJI Kalimantan Selatan), dan Hasballah (FAJI Aceh). Dari total 25 Pengprov FAJI, sebanyak 19 Pengprov hadir, sementara beberapa lainnya berhalangan, ditangguhkan, atau masih dalam proses peninjauan kepengurusan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, menyampaikan apresiasi atas capaian FAJI selama periode 2021–2025. Ia menilai FAJI berhasil mencatatkan berbagai prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Keberhasilan arung jeram tampil pertama kali di PON XXI Aceh–Sumatera Utara, serta pencapaian sebagai runner-up di bawah Ceko pada IRF World Championship 2025 di Malaysia merupakan prestasi luar biasa,” ujar Soedarmo.

Ia juga mengapresiasi konsistensi FAJI dalam melakukan pembinaan, meski tidak memperoleh anggaran pemerintah. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari tata kelola organisasi yang baik dan soliditas antara pengurus pusat dan daerah.

Soedarmo turut mendorong agar arung jeram tetap dipertandingkan pada PON 2028 Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat. Ia menyarankan PB FAJI untuk aktif melobi tuan rumah PON agar cabang olahraga arung jeram masuk dalam daftar pertandingan resmi.

“FAJI perlu berkomunikasi dengan KONI NTT dan NTB, karena mereka memiliki kewenangan dalam menentukan cabang olahraga tambahan di PON,” ujarnya.

Setelah terpilihnya Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029, Oni Junianto akan didampingi empat tim formatur, yakni Amalia Yunita, Hasballah, Arie Sudharisman, dan Bayu Wira, untuk menyusun kepengurusan lengkap PB FAJI yang ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari ke depan.*

Munas FAJI Agendakan Pemilihan Ketua Umum

January 5, 2026 by  
Filed under Olahraga

JAKARTA – Menandai berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) periode 2021–2025, FAJI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) PB FAJI pada 4–5 Januari 2026 di Jakarta. Agenda utama Munas tersebut adalah pemilihan Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029.

Tahapan penjaringan calon Ketua Umum PB FAJI telah dilaksanakan sejak 27 November hingga 25 Desember 2025. Selanjutnya, peserta diberikan waktu perbaikan administrasi pada 26–29 Desember 2025, sebelum memasuki tahap verifikasi dokumen yang berlangsung pada 30–31 Desember 2025.

Salah satu syarat utama pencalonan adalah memperoleh dukungan minimal dari lima pengurus provinsi (Pengprov) FAJI serta menyertakan surat izin dari atasan langsung bagi calon yang berstatus aparatur negara atau prajurit aktif. Selain itu, calon juga wajib memenuhi ketentuan administratif lainnya. FAJI tidak menetapkan batasan usia maupun latar belakang pengalaman di cabang olahraga arung jeram.

Dalam proses penjaringan tersebut, tercatat enam orang mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum PB FAJI periode 2025–2029. Namun hingga batas akhir pengembalian formulir, hanya satu kandidat yang menyerahkan berkas pendaftaran.

Pada 1 Januari 2026, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi mengumumkan hasil verifikasi bakal calon Ketua Umum PB FAJI. Hasilnya, Mayor Jenderal TNI (Mar) Oni Junianto dinyatakan lolos verifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

“Saudara Oni telah memenuhi persyaratan secara administratif. Ia mendapatkan dukungan dari 14 Pengprov dari total 25 Pengprov FAJI, dan seluruh surat dukungan dinyatakan sah. Mengingat beliau merupakan anggota aktif TNI, surat izin dari Pangkormar juga telah dipenuhi,” ujar Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan PB FAJI, Hendri Wijaya, Minggu (4/1/2026).

Sebelum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum PB FAJI yang baru, Munas terlebih dahulu akan mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PB FAJI periode 2021–2025, Mayjen TNI (Purn.) Saud F. Tambatua, yang dilanjutkan dengan pandangan umum peserta sidang.

Selama empat tahun masa kepengurusan, PB FAJI telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah program kerja nasional di antaranya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) serta Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2022 di Sungai Pekalen, Probolinggo. Babak Kualifikasi PON di 2023, Kejurnas 2024 di Sungai Ciliwung, Jakarta, yang juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

 

Pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, cabang olahraga arung jeram untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang multievent olahraga nasional. PB FAJI turut berperan aktif dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut dengan menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Di luar bidang kompetisi olahraga, PB FAJI juga memperluas perannya melalui kerja sama kebencanaan dan pelatihan. Kolaborasi dilakukan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelatihan swift water rescue dan pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC).

Kemudian Koordinasi Respon Bencana Banjir (2022-2025), Rescue Insiden di Arus Deras, dan juga partisipasi dalam kegiatan konservasi.

Selain itu, PB FAJI terlibat dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pemandu arung jeram, berperan dalam pembuatan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata, serta peningkatan kualitas sistem pendataan dan informasi atlet, wasit, dan pelatih sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Kemudian di level internasional, PB FAJI juga berperan untuk pendampingan IRF Assesor WRC 2027, lalu dukungan juri, course design, wasit & volunter IRF WRC 2025. PB FAJI juga membawa kontingen Tim Arung Jeram Indonesia World Rafting Championship 2025 yang digelar di Sungai Kampar, Perak, Malaysia pada 2–6 Desember 2025.

Tim arung jeram Indonesia diwakili oleh FAJI DKI Jakarta, FAJI Lumajang, FAJI Gresik, FAJI Sidoarjo, dan FAJI Surabaya, FAJI Kabupaten Tangerang, dan FAJI OKU Selatan. Di Kejuaraan Dunia, Indonesia mencatat prestasi luar biasa dengan menempati peringkat kedua klasemen umum, di bawah Republik Ceko, setelah mengumpulkan total 5 emas, 10 perak, dan 7 perunggu di berbagai nomor.

Salah satu pencapaian historis dalam kejuaraan dunia tersebut adalah emas pertama Indonesia di nomor open putri slalom, yang sebelumnya hampir selalu dikuasai oleh tim Eropa, Amerika Latin, atau New Zealand.

Munas PB FAJI 2025 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentu arah pembinaan arung jeram Indonesia untuk periode empat tahun ke depan.*

  • vb

  • Pengunjung

    1093487
    Users Today : 2068
    Users Yesterday : 4297
    This Year : 29997
    Total Users : 1093487
    Total views : 10709693
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.88
    Server Time : 2026-01-07