Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single “Terima Kasih Jiwa”

February 17, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.

Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.

Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.

Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.

Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.

Stephen menjelaskan dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.

Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.

Stephen mengungkapkan sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.

Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.

Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.

Irma June mengungkapkan lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.

Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.

Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.

Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.

Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.

Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”

Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri.(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

 

  • vb

  • Pengunjung

    1341916
    Users Today : 3947
    Users Yesterday : 5462
    This Year : 278426
    Total Users : 1341916
    Total views : 12183707
    Who's Online : 45
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-17