ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Pemkot Samarinda Perpanjang Status Tanggap Darurat dan Tunda Sekolah Tatap Muka

January 5, 2021 by  
Filed under Samarinda

Share this news

SAMARINDA -Pemerintah Kota Samarinda diawal tahun 2021 kembali melakukan perpanjangan status tanggap darurat keenam, melalui Surat Keputusan No.360/449/HK-KS/XII/2020. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang dalam Rakor di Rumah Jabatan, Senin (4/1/2021).

Masih tingginya positivity rate atau penyebaran Covid-19 di Samarinda menjadi dasar pertimbangan perpanjangan status tanggap darurat tersebut. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda per tanggal 2 Januari 2021, total ada 6.923 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian 224 orang, 376 dalam perawatan dan 6.323 sembuh.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang

“Perpanjangan terhitung sejak tanggal 01 Januari 2021 sampai dengan 31 Maret 2021 atau sampai dengan keluarnya Keputusan Presiden tentang Pencabutan Bencana Nasional Covid-19,” kata Jaang.

Sebelumnya, perpanjangan kelima tanggap darurat mulai diberlakukan sejak 28 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020.

“Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan pada APBD Tahun Anggaran 2021 dan sumber pembiayaan lainnya yang sah dan tidak mengikat,” lanjutnya.

Penundaan Sekolah Tatap Muka

Disamping memperpanjang status tanggap darurat, Pemkot Samarinda juga memutuskan untuk melakukan penundaan proses belajar sekolah tatap muka.

“Tetapi melihat kondisi hingga hari ini kesimpulan adalah pembelajaran tatap muka sementara kita tunda dulu,” kata Walikota ketika memimpin rapat koordinasi terkait pembelajaran tatap muka, Senin (04/01).

Walikota yang akan mengakhiri jabatannya di bulan Februari 2021 ini mengatakan kebijakan ini dilakukan berdasar hasil kesimpulan bersama dengan melibatkan DPRD Kota Samarinda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kominfo dan unsur dari BPBD, serta Dinas Kesehatan Samarinda.

Kendati keputusan untuk menunda, tetapi sambung Walijota ia meminta kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan survey terhadap sekolah yang berada di luar lingkar Samarinda seperti Berambai, Loa Kumbar, Bantuas dan Pampang.

Jika memungkinkan, pola pembelajaran tatap muka bisa kita lakukan lebih dulu di sekolah yang dimaksud tadi. Karena menurut Jaang resiko penularan Covid-19 dikawasan tersebut sangat rendah. Mengingat interaksi sosial para pelajarnya juga tidak seluas siswa yang tinggal di perkotaan belum lagi masalah perangkat teknologi untuk melakukan sekolah daring juga terbatas.

“Jadi tidak menutup kemungkinan pola belajar tatap muka di sekolah hanya bisa kita lakukan pada sekolah di kawasan luar Kota Samarinda. Tetapi juga dengan mempertimbangan berbagai hal seperti protokol kesehatan sekolah dan tinggal gurunya dimana dulu, kalau di zona rawan kita rekomendasi untuk swab antigen dulu sebelum mengajar,“ pintanya. (hel/*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.