ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

YPPII Kota Batu Deklarasi Pemilu 2024 Damai dan Anti Hoaks

February 6, 2024 by  
Filed under Nusantara

Share this news

BATU – Civitas Akademika Mahasiswa Institut Injil Indonesia bersama Yayasan Pekabaran Pelayanan Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu menyelenggarakan deklarasi Pemilu 2024 yang damai dan anti hoaks berlangsung di YPPII Kota Batu, Senin (05/2/2024)

Ketua YPPII Kota Batu, Pdt. Roland M. Octavianus, menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan menghindari penyebaran informasi palsu. Ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Batu, dengan mencatat ikatan fakta integritas yang erat.

“Kami sangat mendukung dan akan bergandengan tangan dengan Kapolres Batu untuk menjaga bersama-sama suksesnya Pemilu yang damai dan bebas dari hoaks,” papar Pdt. Roland.

Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsuddin, melalui Kasat Intelkam Polres Batu Iptu Handoko Budi Prasetyo, menekankan peran penting warga negara dalam menciptakan Pemilu yang aman.

“Tanpa hoaks dan provokasi, mari bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Batu,” ungkap Iptu Handoko.

Kasat Intelkam berharap pelaksanaan Pemilu tahun ini dapat berjalan dengan aman, kondusif, dan memberikan kontribusi positif untuk kemajuan Indonesia.  Semangat demokrasi dan kebersamaan menjadi fokus untuk mencapai Pemilu yang sejuk dan berintegritas.

Partisipasi aktif juga diajak Kasat Intelkam untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024 dan mendukung kampanye anti golput.

Deklarasi dihadiri  berbagai pihak, termasuk Prof. Dr. Drs. Marthin Palli, M.Psi selaku Rektor Institut Injil Indonesia, dosen, pengurus YPPII Kota Batu, dan mahasiswa Institut Injil Indonesia Kota Batu.(Buang Supeno).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.