ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Desa Loleng Sebagai Pilot Project Singkong

March 19, 2013 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

TENGGARONG – vivaborneo.com, Program pengembangan budidaya singkong merupakan salah satu program dengan inisiatif baru, yang diharapkan dapat memberikan daya dorong yang kuat terhadap pembangunan ekonomi daerah, mengingat komoditi singkong memiliki alternatif produk turunan yang cukup banyak, secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap sektor – sektor ekonomi lainnya.

Demikian dikatakan Koordinator tim koordinasi dan pengendalian program kredit UMKM dan pengembangan budidaya singkong Kabupaten Kukar yang juga Kepala Bappeda Kabupaten Kukar Totok Heru Subroto, pada saat penanaman perdana program pengembangan budidaya singkong di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (17/3).

Lebih lanjut ia mengatakan program pengembangan budidaya singkong merupakan program strategis yang melibatkan multi stakeholder yaitu pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

“Oleh karenanya membangun koordinasi, kolaborasi dan sinergi yang kuat adalah langkah awal yang harus kita lakukan dalam rangka mencapai output dan outcome yang lebih optimal,” katanya.

Selain itu tambahya, program pengembangan budidaya singkong ditujukan untuk memberikan peluang usaha kepada masyarakat, dengan memanfaatkan program kredit usaha mikro, kecil dan menengah yang dilakukan oleh Bank Kaltim.
Dengan demikian pengembangan kelembagaan koperasi sebagai pendorong perekonomian masyarakat, sebagai bagian dari upaya penguatan sosial capital di Kabupaten Kukar akan bisa berkembang.

Sedangkan untuk lokasi penanaman perdana dilakukan diareal cluster pilot project budi daya singkong dan pengolahan   singkong di Desa Loleng Kecamatan Kota Bangun dengan target lahan di areal cluster pilot project minimal 600 Ha yang dilengkapi dengan ketersediaan pabrik atau industri pengolahan tepung tapioka dengan kapasitas 50 ton per jam.

Untuk pengembangannya ditargetkan berada diwilayah Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Kaman, Sebulu dan Muara Muntai, Ia berharap melalui program ini bisa memberikan peluang usaha baru kepada masyarakat Kukar dengan target minimal 1000 orang pertahun baik sebagai pemilik lahan, petani dan tenaga kerja. (vb/dewi)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.