ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

DPRD Kaltim Hadiri RDP Okupasi Lahan PT.ITCI

April 1, 2023 by  
Filed under DPRD Kaltim

Share this news

SAMARINDA– Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji bersama Ketua Komisi IV Akhmed Reza Fahlevi dan Anggota Komisi III Bagus Susetyo hadiri undangan rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanega dengan Manajemen PT International Timber Corporation Indonesia (ITCI) Kartika Utama,dengan pembahasan penyelesaian permasalah okupasi lahan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) milik PT ITCI oleh kelompok tani. Senin (27/03/2023) lalu

Seno Aji mengatakan kehadiran DPRD Kaltim sesuai dengan tupoksinya memantau perkembangan permasalahan dimaksud karena telah berjalan selama satu tahun lebih. Dia menambahkan, hasil pertemuan terdapat perkembangan yang mengarah kepada penyelesaian.

“Kami berharap dalam waktu tidak terlalu lama sudah ada hasil verifikasi sehingga bisa masuk ke pembahasan solusi, saat ini tim Pemerintah Kabupaten Kukar juga telah melakukan verifikasi kawasan mana saja terjadi okupasi lahan,” ucapnya, Jumat (31/3/2023)

Seno menambahkan, jika dalam proses terdapat kendala dan belum memperlihatkan hasil, tidak menutup kemungkinan permasalahan tersbut akan ditarik ke ranah provinsi agar segera dituntaskan.

Dalam kesempatan tersebut, petinggi PT ITCI KU Niko menjelaskan pihaknya telah lebih dulu melakukan verifikasi termasuk menggunakan satelit untuk menentukan koordinat wilayah-wilayah mana saja yang diokupasi oleh sejumlah kelompok tani

Dia menambahkan, pihaknya menemukan adanya tindakan perambatan lahan, melakukan perkebunan kelapa sawit, serta adanya indikasi jual beli lahan hingga pembalakan liar di areal HPH PT ICHI KU.

“Upaya secara persuasif sudah kami lakukan, termasuk menggali informasi dan dokumen para kelompok tani, dan hasilnya tidak memiliki legalitas,”ucapnya

Oleh sebab itu, PT ITCI KU meminta membuka data hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Pemkab Kukar terhadap wilayah-wlayah mana saja yang telah terjadi okupansi.

Hadir dalam kesempatan tersbut, Pemilik PT ITCI KU Hashim Djojohadikusumo menuturkan pihaknya menyayangkan terjadinya okupasi lahan, padahal pada tahun 2012-2013 perusahaan telah menyerahkan sebanyak 49,391 ribu hektare lahan dengan tujuan dapat dipergunakan oleh masyarakat.

Dia menyampaikan rasa kecewa akibat okupasi lahan terjadi secara besar oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab pasca pemerintah mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim pada tahun 2019. Dia menambahkan, PT.ITCI KU justru berniat menciptakan lapangan kerja dengan membuka peluang pada 40 ribu lapangan kerja baru.

“Dengan harapan seorang pegawai mampu menopang keluarga yang kami asumsikan bisa menopang 250 ribu jiwa,namun justru okupasi lahan terjadi dan sangat disayangkan,” ucapnya

Hadir pula Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Kukar Witontro yang mengatakan dari hasil berita acara verifikasi dilapangan, pihaknya telah minta kepada OPD terkait melakukan kajian sesuai dengan verifikasi. Kemudian sudah melakukan komunikasi dengan PT ITCI untuk melakukan  rapat atau duduk bersama membahas legalitas kelompok tani dan lainnya.

“Jadi data sementara masih mentah karena masih banyak yang harus dilakukan. Memang sempat terputus komunikasi dengan PT ITCI yang disebabkan kepadatan jadwal pimpinan daerah jadi belum ada pertemuan lebih lanjut,” pungkasnya.(Ria/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.