Panji Jubir Presiden

April 13, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

INI perlu diketahui Gubernur Haji Rudy Mas’ud (HARUM). Ada putra daerah asal Balikpapan yang mengharumkan marwah Kaltim. Dia berhasil masuk ke lingkaran Istana Presiden. Dia adalah Ir Panji Sukma Nugraha, ST, MM, IPM, CP yang baru saja diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama/Juru Bicara (Jubir) Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia.

Panji Sukma Nugraha, anak Balikpapan yang masuk menjadi Jubir di Kantor Staf Presiden (KSP)

KSP adalah lembaga nonstruktural yang sangat bergengsi. Kedudukannya langsung di bawah dan bertanggungjawab  kepada Presiden. Saat ini Presiden Prabowo memberikan kepercayaan kepada Muhammad Qodari sebagai Kepala KSP.  Sebelumnya Qodari dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri lembaga survei Indo Barometer (IB).

Kepala KSP adalah jabatan setingkat Menteri yang memimpin pelaksanaan tugas untuk memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik dan pengelolaan isu strategis.

Saya sendiri baru tahu Panji masuk KSP setelah melihat postingan Rektor Unmul Prof Abdunnur. Dia mengucapkan selamat kepada Panji atas prestasi tersebut. Kebetulan Panji adalah alumnus S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mulawarman (FEB Unmul) Angkatan 2019.

Panji di rapat KSP

Rasanya ini baru pertama kali ada putra Kaltim mendapat kesempatan berkarier di lingkaran Istana. Pasti sudah teruji kapasitas dan integritasnya. Sebab tidak gampang menjadi Jubir Presiden. Punya pengetahuan dan wawasan yang luas serta mampu menangkap  dan menterjemahkan segala kebijakan Presiden dengan baik dan tepat.

Kantor KSP berlokasi di Gedung Bina Graha, Jl Veteran No 16, Jakarta Pusat. Gedung ini terletak di dalam kompleks Istana Kepresidenan. Di era Presiden Soeharto, gedung Bina Graha sangat populer. Karena di situ menjadi pusat kendali pemerintahan sehari-hari.

Panji lahir di Balikpapan, 24 Juni 1991. Berarti usianya baru 34 tahun. Dia anak kedua dari 5 saudara dari keluarga tak mampu. Dia tumbuh besar bersama neneknya.  Ayah sambungnya hanya tukang parkir dan nyambi sebagai tukang servis TV. “Makanya saya ke sekolah kejuruan dan kuliah di jurusan teknik elektro,” jelasnya.

Dia menempuh pendidikan mulai dasar sampai S1 di Balikpapan.  Setelah jadi murid SDN 011,  dia melanjutkan ke SMPN6. Lalu ke SMKN I. Dia hampir putus sekolah. Berkat mendapat beasiswa dari perusahaan, akhirnya bisa melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Elektro Universitas Balikpapan (Uniba). Setelah lulus S1 Elektro, dia ke Samarinda menempuh program magister manajemen di FEB Unmul.

Teman-temannya mengakui Panji anak yang cerdas dan aktif berorganisasi. Dia selalu menjadi ketua kelas, anggota Pramuka dan  tim sepakbola sekolah, yang beberapa kali menjuarai turnamen. Gelar insinyur diraih Panji dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,54. Predikat yang sama dicapainya pada S2 dengan IPK 3,93. Nyaris sempurna.

Ketika kuliah, Panji pernah terpilih sebagai Ketua Himpunan Jurusan Teknik Elektro (HMTE). Lalu aktif di organisasi ekstra kampus. Dia pernah menjadi Bendahara Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sebelumnya menjadi Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kaltim-Kaltara.

Dalam dunia profesional, Panji pernah menjabat sebagai Manajer di PT SatNetCom, Direktur Generral Penta dan GM PT Aneka Hasil Bumi. Serta menjadi founder Nusantara Preneur ID.

Karena keaktifan dan kemampuannya multitalenta, Panji juga dipercaya menjadi Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta Wakil bendahara Umum Forum Organisasi Profesi Indonesia (FOPI).

Untuk meningkatkan kadar profesionalismenya, Panji banyak mengikuti pelatihan. Mulai pelatihan kepemimpinan, pelatihan IT & Telekomunikasi, pelatihan perencanaan proyek, pelatihan accountability, pelatihan safety sampai pelatihan peningkatan produktivitas.

PERNAH MENDEMO SAYA

Ketika saya hubungi kemarin, Panji lagi bertugas di Aceh. Saya dapat nomornya dari anggota DPR RI dapil Kaltim, Syafruddin, yang juga Ketua Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Kaltim. Dia juga tokoh PMII Kaltim. Saya juga dibantu Alfian, sesama wartawan dan Ismail, Komisariat PMII Uniba.

Saya ucapkan selamat kepada Panji yang berhasil masuk di KSP. “Ya saya mulai aktif bulan ini,” jelasnya. Panji langsung ingat saya ketika masih menjadi Wali Kota Balikpapan. “Saya pernah ikut mendemo Bapak,” katanya mengenang.

Di sisi lain, Panji mengucapkan terima kasih kepada saya. “Saya berterima kasih sama Bapak karena saya di-support. Awal mula saya ke Jakarta dari Kongres PMII di Balikpapan, yang akhirnya saya masuk di jajaran pengurus pusat,” jelasnya.

Karena bertugas di Ibu Kota, terbuka berbagai jaringan yang memungkinkan Panji terus  berkarya hingga mendapatkan kepercayaan bergabung di KSP. “Perjuangan yang berdarah-darah,” katanya.

Dia mengikuti semua tahapan seleksi. Mulai pengiriman CV, tes tertulis, pembuatan video monolog, wawancara hingga simulasi debat. “Alhamudillah saya lulus dan mulai menjalankan tugas sejak 6 April 2026 berdasarkan SK yang ditandatangani oleh Kepala KSP, Pak Muhammad Qodari,” kata Panji.

Sebagai Tenaga Ahli Utama sekaligus Juru Bicara, kata Panji, dia bertugas mengawal isu-isu strategis dan program prioritas pemerintah serta memastikan  komunikasi kebijakan kepada public dapat tersampaikan secara utuh, berbasis data, dan mudah dipahami masyarakat.

Masuknya Panji di KSP seakan menjawab kegelisahan dirinya ketika menyambut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kaltim beberapa waktu lalu.

Panji pernah menulis artikel cukup menarik. Judulnya: “Menagih Janji Kejayaan Tanah Borneo  untuk Masa Depan Masyarakat Kaltim.”

Dia mengingatkan generasi muda di daerah ini agar menggenjot kualitas SDM-nya agar tidak menjadi penonton di tanahnya sendiri.

“Saya melihat bahwa daerah seperti Balikpapan dan kabupaten/kota di Kaltim memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya  menjadi panggung bagi putra daerah untuk tampil secara maksimal.

Karena itu, baginya, Jakarta bukan sekadar tempat merantau, tetapi ruang untuk menempa diri membangun kapasitas, memperluas jejaring, dan memahami cara  kerja kebijakan nasional.

Terus maju Panji. Karier dan prestasimu bisa jadi sebagai pembuka jalan atau penunjuk bukti bahwa putra daerah khususnya putra Kaltim mampu bersaing dengan putra-putra daerah lainnya.  Bukan seperti pemimpin kita di daerah ini yang memberi kesan mengesampingkan putra daerah sendiri. Tapi bicaranya seakan membela marwah Kaltim.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1644028
    Users Today : 579
    Users Yesterday : 5811
    This Year : 580538
    Total Users : 1644028
    Total views : 14051742
    Who's Online : 64
    Your IP Address : 216.73.216.27
    Server Time : 2026-04-13