PT Itci Hutani Manunggal Antisipasi Dini Menghadapi Musim Kemarau

April 14, 2026 by  
Filed under Nusantara

Share this news

Memasuki periode musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian utama berbagai pihak. Bagi PT Itci Hutani Manunggal (IHM), kondisi ini bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana mencegahnya sejak awal.

Di lapangan, upaya tersebut dijalankan secara sistematis mulai dari sosialisasi, patroli rutin, hingga penyiagaan tim dan peralatan. Salah satu yang terlibat langsung dalam implementasi ini adalah Fauzi, Fire Mandor yang telah bekerja selama lebih dari satu dekade.

“Sudah kurang lebih 12 tahun saya di sini,” ujarnya singkat.

Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pengalaman individu, melainkan bagaimana perusahaan membangun sistem pencegahan yang terintegrasi.

Mendorong Kesadaran Melalui Sosialisasi

PT IHM menempatkan sosialisasi sebagai salah satu langkah utama dalam pencegahan kebakaran. Tidak hanya menyasar karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas di area operasional.

Dikatakan Fauzi, perusahaan terus melakukan sosialisasi kepada karyawan, masyarakat, maupun pengguna jalan, apalagi saat musim kemarau sebagai antisipasi kebakaran. Sosialisasi ini dilakukan secara berkala melalui program tahunan, serta secara langsung di lapangan. Setiap interaksi menjadi kesempatan untuk mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap potensi kebakaran.

“Pendekatan ini dinilai efektif karena membangun kesadaran secara kolektif, bukan hanya mengandalkan tim internal,” kata Fauzi.

Kesiapsiagaan Tim di Tengah Musim Kemarau antisipasi Karhutla

Selain edukasi, perusahaan juga memperkuat kesiapan operasional tim fire, khususnya saat kondisi cuaca mulai mengering. Pemantauan kondisi lingkungan dilakukan menggunakan indikator seperti Fire Danger Rating (FDR). Ketika curah hujan rendah dalam beberapa hari, status kesiapsiagaan langsung ditingkatkan.

Dijelaskan Fauzi, tim harus siap saat memasuki musim kering. Jika beberapa hari tidak hujan, tim langsung siaga.

“Patroli dilakukan setiap hari, bahkan malam juga standby,” katanya.

Patroli difokuskan pada area-area yang berpotensi rawan, termasuk wilayah perbatasan dengan lahan masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Penguatan Peralatan dan Respons Awal

Dalam mendukung kesiapsiagaan, PT IHM juga memastikan ketersediaan dan kesiapan peralatan. Tim di lapangan dilengkapi dengan berbagai sarana, antara lain kendaraan patroli seperti sepeda motor, kendaraan operasional (LV) dan mobil pemadam kebakaran, baby tank untuk suplai air. Selain itu juga harus sedia peralatan manual dan semi-mekanis, mesin pompa air dan perangkat pemadam portabel seperti mini striker untuk penanganan awal.

“Peralatan portabel ini menjadi penting untuk merespons titik api kecil sebelum berkembang menjadi lebih besar,” ujar Fauzi. .

Dijelaskan Fauzi, perusahaan selalu memastikan peralatan selalu siap digunakan. Pengecekan rutin dilakukan setiap minggu, dan untuk mesin dilakukan uji fungsi setiap bulan. Langkah ini memastikan seluruh peralatan dalam kondisi optimal saat dibutuhkan.

Kolaborasi dengan Masyarakat Sekitar

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui komunikasi aktif dengan masyarakat sekitar. Dalam beberapa kondisi, aktivitas masyarakat seperti pembukaan lahan memiliki potensi risiko jika tidak diawasi.

“Sekarang masyarakat biasanya sudah memberi informasi jika ada aktivitas di lahannya, jadi kita bisa antisipasi,” terang Fauzi.

Meski demikian, perusahaan tetap menegaskan bahwa tidak ada izin untuk praktik pembakaran. Pendekatan yang dilakukan lebih kepada pengawasan dan pencegahan agar api tidak menyebar.

Dari Reaktif ke Preventif

Pengalaman masa lalu menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan dalam membangun sistem yang lebih baik. Pendekatan yang sebelumnya lebih berfokus pada pemadaman kini bergeser menjadi pencegahan.

Sosialisasi yang konsisten, patroli yang intensif, serta kesiapan tim dan peralatan menjadi pilar utama dalam strategi ini.

Menjaga Bersama, Mencegah Lebih Awal

Menghadapi musim kering bukan hanya tentang kesiapan menghadapi risiko, tetapi juga bagaimana meminimalisir potensi sejak awal.

PT Itci Hutani Manunggal menunjukkan, pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran, didukung oleh sistem, dan dijalankan secara konsisten di lapangan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan,

melainkan dari seberapa efektif api itu dicegah untuk tidak pernah muncul. (*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1785575
    Users Today : 2845
    Users Yesterday : 3830
    This Year : 722085
    Total Users : 1785575
    Total views : 15071356
    Who's Online : 86
    Your IP Address : 2600:1f28:365:80b0:8edd:6509:704:8f44
    Server Time : 2026-05-14