Bupati PPU Keluarkan Koleksi Barang Antik
PENAJAM, VIVABORNEO.COM, Siapa sangka sosok Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar memiliki sejumlah koleksi benda-benda antik dan bersejarah yang usianya telah ratusan tahun.
Dalam acara Musabaqah Tilawatil Quran ke-39 tingkat Provinsi Kaltim yang berpusat di masjid Al Ikhlas Penajam, beberapa koleksi Yusran Aspar diperlihatkan kepada pengunjung.
“Saya ingin memperlhatkan bahwa banyak benda yang bernilai seni tinggi yang diciptakan pada masa lalu. Contohnya, Al Quran berbahan daun lontar. Betapa tinggi seni dan keterampilannya sampai tulisan di daun lontar tersebut tidak pecah dan rusak ketika ditulis dengan cara melubangi daun tersebut,” uar Yusran disela-sela kunjungannya ke arena expo MTQ, Jumat (19/5/17).
Dari sejumlah koleksi barang antik milik suami Hj. Rustini Yusran Aspar ini diantaranya ada keris Lembuswana yang menurut catatan sejarahnya dibuat pada abad ke-4.
Dari catatan sejarah, keris tersebut memiliki kegunaan sebagai benda pusaka resmi Maharaja Kudungga yang merupakan Raja pertama Kerajaan Mulawarman.
Menurut catatan seorang sejarawan Eropa bernama A Bergaqne meneliti sebuah Prasasti didaerah Dong-Duang Kamboja pernah menyebutkan bahwa seorang keturunan Raja Palawa dari India Selatan bernama Kudungga.
Karena ia bukan putra mahkota pewaris kerajaan, maka Kudungga diperintahkan agar merantau mencari wilayah untuk mendirikan kerajaan baru. Kemudian sebelum berangkat ia diberi bekal oleh ayahnya berupa pusaka keris Lembuswana dan kalung Uncal bermotif mitologi Hindu yang selanjutnya Kudungga mendirikan Kerajaan Mulawarman di Kaltim.
Selain koleksi keris lembuswana ini, Yusran Aspar juga mempunyai koleksi bernilai historis lainnya yaitu berupa Alquran abad ke-15 Masehi yang diperkirakan berasal dari Kerajaan Samudra Pasai atau kerajaan Demak Jawa Tengah.
Alquran ini masih berbahan daun lontar dan masih terjaga dengan jelas terbaca tulisan yang tertera di daun lontarnya.
Ada juga koleksi lainnya milik Yusran Aspar berupa Pedang Persia yang bermotif kaligrafi Arab asal daerah Babilonia, Persia, Turki, yang diperkirakan masa pembuatan pedang ini adalah pada abad ke-9.
Menurut Hj. Rustini sang istri, kebiasaan suaminya tersebut sudah dilakoni sejak Yusran Aspar menjadi camat di Kabupaten Paser tahun 1980-an.
“Masih banyak koleksi lainnya. Lebih dari 50 jenis keris dan sebagian lagi jenis guci-guci yang juga berumur ratusan tahun silam,” terang Ny. Hj. Rustini.(vb/yul)
Respon Pembaca
Silahkan tulis komentar anda...