DPRD Samarinda Soroti Pembangunan yang Abaikan Aspek Administrasi

May 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Share this news

Aris Mulyanata

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti masih adanya bangunan yang diduga belum melengkapi izin pembangunan di sejumlah wilayah kota. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian agar penataan pembangunan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pembangunan, terutama bangunan yang belum memenuhi syarat administrasi maupun ketentuan tata ruang.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan perizinan menjadi hal penting untuk menjaga ketertiban pembangunan kota sekaligus mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.

“Seluruh kegiatan pembangunan seharusnya mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan, baik menyangkut tata ruang maupun kelengkapan izin, supaya tidak menimbulkan masalah di masa depan,” ujar Aris, Jumat (22/5/26).

Ia menilai pengawasan yang dilakukan secara konsisten diperlukan agar tidak ada pembangunan yang berjalan tanpa memperhatikan aspek hukum dan keselamatan lingkungan sekitar.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap bangunan yang terbukti melanggar aturan perizinan. Menurutnya, langkah penertiban penting dilakukan demi menciptakan tata kota yang lebih tertib dan terarah.

“Jika ditemukan bangunan yang tidak memenuhi aturan perizinan, maka perlu ada penindakan yang jelas agar penataan kota bisa berjalan sesuai regulasi,” katanya.

Dirinya berharap seluruh proses pembangunan di Samarinda dapat dilakukan secara lebih teratur dengan tetap memperhatikan keselamatan lingkungan, kesesuaian tata ruang, serta kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan pembangunan. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb