Inflasi Kalimantan Timur Terjaga, Tekanan Harga Menurun

May 5, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

SAMARINDA – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode April 2026 tetap terjaga dengan tekanan harga yang menurun pasca momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada April 2026 mencatat inflasi sebesar 0,11% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,73% (mtm). Perkembangan tersebut mendorong inflasi tahunan Kaltim berada pada level 2,50% (yoy) dengan inflasi tahun berjalan sebesar 1,48% (ytd).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan menyampaikan, tekanan inflasi April 2026 terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi, seiring penyesuaian harga pada komoditas pemeliharaan/servis, bensin, dan tarif angkutan udara, sejalan dengan penyesuaian harga kelompok BBM (nonsubsidi dan avtur) serta kebutuhan peremajaan angkutan pasca momen mudik Lebaran. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut menyumbang inflasi, terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar rumah tangga (Gas LPG 3 kg).

”Kondisi tersebut mencerminkan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca HBKN, di mana mobilitas masyarakat dan kebutuhan layanan transportasi masih relatif tinggi, sementara penyesuaian harga energi turut memengaruhi biaya operasional,” kata Jajang melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (4/5/2026).

Di sisi lain, tekanan inflasi juga tertahan oleh deflasi pada komponen Volatile Foods yang tercatat -0,47% (mtm), mencerminkan mulai meredanya tekanan harga pangan pasca HBKN seiring membaiknya pasokan dan normalisasi permintaan. Selain itu, deflasi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring penurunan harga beberapa komoditas pada kelompok tersebut. Berdasarkan komoditas, inflasi April 2026 terutama dipengaruhi oleh tomat, semangka, minyak goreng, pemeliharaan/servis, dan bawang merah, sementara komoditas yang menahan inflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, ikan layang/benggol, dan kacang panjang.

 

Langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim dengan implementasi strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif). Pada aspek keterjangkauan harga, sampai dengan April 2026 TPID melaksanakan lebih dari 200 kegiatan gerakan pangan murah/operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID mendorong penguatan pemantauan stok serta kesiapan pasokan komoditas strategis, termasuk melalui koordinasi dengan OPD teknis, BUMD pangan, dan pelaku usaha agar pasokan tetap memadai. Pada aspek kelancaran distribusi, TPID terus memperkuat pengawalan distribusi antarwilayah, memperhatikan kelancaran rantai pasok, serta mengantisipasi potensi gangguan logistik yang dapat menimbulkan disparitas harga, khususnya untuk komoditas pangan segar. Pada aspek komunikasi efektif, TPID terus memperkuat koordinasi secara rutin serta penguatan strategi pemenuhan pasokan komoditas melalui pengembangan MANDAU Kaltim sebagai dukungan early warning dan percepatan tindak lanjut kebijakan di daerah. (*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1754307
    Users Today : 2287
    Users Yesterday : 4359
    This Year : 690817
    Total Users : 1754307
    Total views : 14793902
    Who's Online : 52
    Your IP Address : 216.73.217.119
    Server Time : 2026-05-06