Kasihan Baharuddin Demmu

May 7, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

SAYA merasa kasihan dengan Baharuddin Demmu. Dia adalah anggota DPRD Kaltim, yang dipercaya partainya menjadi Sekretaris Fraksi PAN-Nasdem. Soal Hak Angket yang akan menyelidiki kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Baharuddin bicara lantang. Dia memang dikenal vocal. Tapi tak sampai 2×24 jam, partainya menarik pernyataannya.

“Katanya Partai Amanat Nasional, partai yang membela amanat rakyat,  tapi faktanya tak bisa menjaga amanat rakyat, tunggu saja balasannya,” kata seorang mahasiswa tak mau disebutkan namanya, yang aktif mengikuti Aksi Demo 214 Jilid 1 dan 2.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tampak akrab dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa.

Dalam Rapat Kosultasi Pimpinan, Senin (4/5) malam, Baharuddin dengan gagahnya bicara. Dia bilang begini: “Bagi kami karena kita sudah menandatangi apa yang ada dalam tuntutan itu, karena tandatangan itu mengikat, mengikat kita semua, misalnya Fraksi PAN, ketua saya menandatangani, sehingga bagi kita tuntutan rakyat itu salah satunya adalah meminta untuk hak angket, artinya penyelidikan. Tidak mesti penyelidikan itu, inikan belum berjalan kalau apa yang disampaikan saudara kita Syarkowi ada konsekwensi hukum, ini belum, nanti akan dilihat apakah dalam tuntutan itu memang ada hal yang terlanggar. Itu hasil-hasil rekomendasi kalau terjadi Pansus Angket. Pertama, ini kan hak kita, hak anggota DPRD, kalau hak saja kita malu menggunakan, bagi kami hari ini kami mau menggunakan hak itu. Pada tanggal 21 April ada 7 Fraksi menandatangani apa yang disampaikan oleh Aliansi dan teman-teman mahasiswa.”

Seusai rapat, Baharuddin kembali berbicara di depan awak media. Dia menegaskan tentang proses pelaksanaan Hak Angket yang akan dilakukan Dewan. Kesannya dia optimistis proses pengusulan Hak Angket berjalan lancar.

“Begini mekanismenya,” katanya kepada wartawan. “Pak ketua sudah menerima usul dari anggota DPRD, individu-individu terdiri lintas fraksi. Pada saat itu diterima, itu memenuhi syarat karena lebih dari 10. Nah yang kedua, setelah diterima maka harus dijadwalkan di Bamus dalam rangka untuk memasukkan di paripurna. Kita tunggu Pak Ketua,” ujarnya mantap.

Kalau dilihat dari mimik dan ucapan Baharuddin Demmu, sepertinya PAN kokoh menjadi salah satu pilar pengusung Hak Angket. Tapi mungkin karena mendadak ada bisikan orang halus atau orang besar, tak sampai 48 jam suara PAN berubah.

“Kita tidak mau gegabah,” kata Ketua DPW PAN Kaltim Erwin Izharuddin berkilah.  Sikap ini menjadi “prestasi pertama” Erwin yang baru saja dilantik Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, 25 April lalu. Erwin sebelumnya juga dikenal aktif di DPP PAN sebagai Ketua Badan Saksi Nasional (BSN).

Menurut Erwin,  pihaknya belum melakukan pembahasan secara khusus. “Kita tidak mau latah. Kita harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Jangan sampai bola panasnya nanti malah ke kita juga,” ujarnya begitu.

Dengan adanya sikap baru itu, anggota PAN di Dewan tampaknya langsung “letoi.” Mulut Baharuddin langsung terkunci. Dia menyuruh wartawan bertanya kepada Ketua Fraksi PAN-Nasdem Sigit Wibowo. Sigit juga berkilah. “Tanya langsung ke ketua (Erwin) saja,” katanya seperti diberitakan Tribun Kaltim.

Baharuddin terpilih jadi anggota DPRD Kaltim dari Dapil Kukar. Awalnya dia aktivis lingkungan.  Dia pernah menjadi bergabung di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Dia ditakuti pengusaha tambang nakal. Suaranya keras.

Belakangan Burhanuddin terpilih jadi Kepala Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kukar. Kantornya pernah dua kali terbakar. Tapi dia disenangi warganya karena mau memperjuangkan hak warganya. Lalu didorong menjadi anggota DPRD Kukar (2009-2014). Lalu loncat jadi anggota DPRD Kaltim 2019-2024. Lanjut ke periode sekarang, 2024-2029.

Istrinya dosen di Fakultas Hukum Unmul. Pernah menjabat Direktur LBH Malang dan dekat dengan alm Munir dan Komisoner KPK, Bambang Wijayanto, yang sekarang Dewan Penasihat Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

ADA INTERVENSI DPP

Berbagai pihak termasuk pengamat melihat berubahnya sikap PAN Kaltim secara drastis karena ada intervensinya dari induknya, DPP PAN. “Pasti DPW Kaltim melakukan konsultasi ke DPP, sehingga terjadi perubahan sikap,” kata Dr HM Jamal Amin, dosen magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul.

Dengan adanya perubahan sikap ini, kata Jamal, PAN harus siap menerima konsekuensi politik dari rakyat Kaltim. Pasti berbagai organisasi masyarakat (Ormas), mahasiswa dan lembaga mahasiswa intra dan ekstra kampus kecewa berat.  “Konsekuensinya akan kita lihat dan dirasakan PAN pada Pemilu 2029 mendatang,” jelasnya.

Jamal juga melihat 5 fraksi yang masih mendukung pelaksanaan Hak Angket masih mungkin berubah. “Ini permainan politik, hari ini setuju Hak Angket, besok belum tentu,” tambahnya.

Berbagai pihak menyarakan agar pendukung Aksi 214 baik dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMKT), Aliansi Rakyat Kaltim (ARK) dan BEM Mahasiswa bersama organisasi mahasiswa ekstra kampus lainnya harus terus mengawal ketat proses menjelang Rapat Paripurna DPRD untuk menetapkan digelarnya Hak Angket.

Pada pelantikan pengurus DPW PAN Kaltim di Samarinda Convention Hall, Sabtu (25/4) lalu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sempat hadir. Dia terlihat akrab dengan Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) dan petinggi PAN lainnya di antaranya Hatta Rajasa, yang juga pernah memimpin PAN.

Hanya yang mengejutkan ketika Gubernur diberi kesempatan memberikan kata sambutan, sejumlah undangan yang umumnya kader PAN meneriaki orang nomor satu Kaltim itu. Ada yang berteriak “huuu,” ada juga yang berteriak, “marwah….marwah.”

Ketika Zulhas berpidato, dia sempat menyingung Gubernur Rudy Mas’ud yang saat ini jadi buah bibir di mana-mana. “Gubernur Kaltim ini lagi terkenal di seluruh Indonesia,” katanya sambil tersenyum.

Hanya dia mengingatkan kepada semua kader PAN. “Catat omongan saya ini. Golkar itu canggih, kita harus hati-hati,” katanya serius.

Zulhas menceritakan bagaimana Golkar menghadapi cobaan berat di awal reformasi. Bahkan partai dengan lambang Pohon Beringin itu hampir dibubarkan. Tapi begitu Pemilu digelar, Golkar berhasil menjadi partai pemenang kedua. “Jadi kita harus hati-hati, ilmu silatnya tinggi,” katanya berulang-ulang.

Tampaknya sekarang ini PAN Kaltim ikut memainkan jurus silat dalam urusan Hak Angket. Setidaknya bersilat lidah. Yang kasihan lidah Baharuddin Demmu. Sepertinya kaku dan kelu.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1758707
    Users Today : 2330
    Users Yesterday : 4357
    This Year : 695217
    Total Users : 1758707
    Total views : 14824769
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.217.119
    Server Time : 2026-05-07