ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

SDN 016 Samarinda Ulu, Rintis Perpustakaan Sekolah

May 12, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

SAMARINDA –  Membangun Perpustakaan dan budaya literasi sekolah ternyata tidak harus punya gedung tersendiri, tetapi bisa dimulai dari hal yang paling kecil dan sederhana.

Hal tersebut dilakukan perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Samarinda Ulu yang terletak di Jalan P. Suryanata (Depan Gang Hikam) Kelurahan Air Putih kecamatan Samarinda Ulu. Bermula dari ruang kecil seluas  3 x 6 meter dan beberapa rak buku bisa mewujudkan rintisan perpustakaan sekolah.

Kepala SDN 016 Samarinda Ulu Aminem mengutarakan sejak ditugaskan di SDN 016 Samarinda Ulu memegang amanah sebagai kepala sekolah tahun 2019 sebelum Covid-19 merebak, sekolah ini belum ada ruangan khusus perpustakaan.

“Desember 2019 saya baru ditugaskan di SD 016 ini, pada waktu itu belum ada ruang perpustakaan. Saat ini walau kecil sudah ada ruang khusus untuk Perpustakaan,” jelas Aminem kepada media ini saat ditemui di perpustakaan SDN 016 Samarinda Ulu, Jumat, (12/5/2023).

Dengan tekad yang kuat berusaha mewujudkan Perpustakaan sekolah. “Sekolah kami ini kalau hujan deras banjir pak, sehingga harus betul hati-hati dalam penanganan buku ini. Dulu banyak buku yang terpaksa harus dibuang karena pada saat banjir datang sekolah kosong, sehingga tidak bisa diselamatkan koleksi buku yang ada,” jelas Aminem.

Sementara itu Mita Cressar, pustakawan SDN 016 Samarinda Ulu yang diberikan tanggungjawab kepala SDN 016 bersama Datin Puspita mengelola perpustakaan sekolah mengatakan banyak siswa disini biasanya kelas 4 jika waktu istirahat berkunjung ke perpustakaan untuk membaca-baca koleksi buku yang ada.

“Koleksi dan pengelolaan perpustakaan ini masih sangat terbatas sekali. Buku-buku yang ada hanya sebatas di stempel belum dilakukan pengkodean.” terang Mita.

Mita mengakui pernah ikut bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan di Dinas Perpustakaan Kota Samarinda di jalan Kesuma Bangsa, tanggal 18 Oktober 2022 lalu. Namun, hingga saat ini tidak ada pembinaan dari Dinas Perpustakaan untuk menjadikan perpustakaan sekolah yang ideal dan bisa mendapat nomor induk perpustakaan dan bisa akreditasi.

“Kami hanya melakukan dan diberi tugai mengelola perpustakaan dengan buku-buku yang ada dan tidak tertata.

“Dulu ada perpustakaan tapi tidak tertata dan tidak ada ruangan khusus. Baru sejak Bu Aminem masuk dibuatkan ruang perpustakaan khusus,” jelas Datin Puspita yang membantu pengelolaan perpustakaan sekaligus sebagai guru Agama di sekolah ini.

SDN 016 saat ini memiliki jumlah murid sebanyak 336 anak kelas 1 hingga kelas 6, dengan masing-masing jumlah siswa  Kelas 1A  sebanyak 29 anak, kelas 1B sebanyak 30 anak, 2A sebanyak 28 anak, kelas 2B sebanyak 29 anak, kelas 3A sebanyak 23 anak, kelas 3B sebanyak 24 anak, kelas 4A sebanyak 30 anak, kelas 4B sebanyak 31 anak, kelas 5A sebanyak 29 anak, kelas 5B sebanyak 29 anak, dan kelas 6A sebanyak 28 anak, kelas 6B sebanyak 26 anak, belum pernah mengajak siswanya berkunjung ke perpustakaan daerah.

“Setelah semester ini mudah-mudahan kami bisa memprogramkan membawa siswa kami berkunjung ke perpustakaan Provinsi Kaltim yang ada di jalan Juanda. Karena selama ini kami belum pernah ada program itu,” jelas Mita.

Mita sebagai pemustaka merasa belum paham kemana mencari referensi untuk pengelolaan perpustakaan, bagaimana cara dan persyaratan untuk bisa mendapat nomor induk perpustakaan sekolah. “Terus terang kami belum tahu program aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan perpustakaan. Jadi jumlah buku bacaan penunjang koleksi perpustakaan SD 016 yang baru ada 151 Eksemplar dari 81 judul kami kelola sebisanya,” jelasnya.

Sementara ini fungsi Perpustakaan sekolah saat ini lebih banyak melayani guru-guru peminjaman buku pelajaran permodul.

“Disini guru yang meminjam buku, baru dibagikan ke murid. Jika pembelajaran modul sudah selesai dikembalikan dan ganti peminjaman modul baru,” ungkap Mita.

Terobosan untuk menambah koleksi buku perpustakaan sekolah, Aminem kepala SDN 016 Samarinda Ulu punya wacana setiap siswa yang lulus diharapkan bisa menghibahkan buku pengetahuan umum untuk menunjang bacaan siswa di perpustakaan sekolah.

“Dulu saya pernah dengar ada ketentuan setiap siswa yang lulus harus memberi sumbangan dana untuk perpustakaan, tapi itu sangat riskan, sehingga ke depan kami akan memohon hibah berupa buku saja dari orang tua siswa,” ungkap Aminem.

Muhammad Zayn Al Malik siswa SDN 016 Samarinda Ulu kelas 4B saat ditanya media ini tentang perpustakaan menjelaskan bahwa perpustakaan itu tempat buku, ilmu pengetahuan. Demikian juga Andi Muhammad Adim kelas 5B yang sudah paham fungsi perpustakaan.

“Perpustakaan itu tempat kura cari referensi ilmu pak, perpustakaan itu tempat membaca dan jendela dunia,” ucap Adim.

Namun kedua siswa ini saat ditanya sudah pernah berkunjung ke perpustakaan sekolah mereka menjawab hampir tiap hari, tapi berkunjung ke perpustakaan besar belum. “Saya pernah sekali pak diajak Tante ke perpustakaan yang di jalan Juanda, besar tempatnya banyak buku-buku,” kata Zayn. (mun)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.