ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Wagub Kaltim Apresiasi Integrated Farming PT EMAS di Lahan Bekas Tambang

May 11, 2022 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

Vivaborneo.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat mengapresiasi jika ada perusahaan tambang batubara di daerah yang mampu melakukan reklamasi tambang dengan memanfaatkan sebagian  lahan mereka untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Hal tersebut diucapkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi saat meninjau pertanian terintegrasi (integrated farming) di lahan bekas tambang milik PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera (EMAS) Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (10/5/2022).

Hadi Mulyadi mengapresiasi bekas lahan tambang yang telah direklamasi dijadikan lahan pertanian dan peternakan yang terintegrasi satu dengan lainnya. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar perusahaan, tentunya produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim.

Integrated Farming di lahan bekas tambang dengan nama panggilan EM 52 atau Embalut 52 dengan luas 52 hektar (ha) ini membudidayakan 270 ekor sapi bali, simental dan limosin, 670 ekor kambing jenis boer dan kambing yang diimpor dari Australia serta terdapat peternakan ayam kampung sebanyak 7.000 ekor dan ayam petelur sebanyak 760 ekor.

“Kita berharap lokasi bekas tambang dengan nama EM 52 ini dapat menjadi percontohan karena saya juga baru tahu jika di Kaltim ini ada 30 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara. Banyaknya pengusaha tambang batubara baik yang berskala besar, sedang dan kecil, namun belum banyak memberikan kontribusi maksimal kepada pembangunan di Kaltim,” ujar Hadi.

Selain terintegrasi dengan peternakan, perikanan, pertanian, Wagub juga meminta pihak perusahaan untuk mengembangkan komoditas jagung. Menurutnya selain cepat panen dan sangat menguntungkan juga tanaman ini semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan baik bagi ternak maupun untuk kompos.

“Harapan kita adalah perusahaan tambang batubara yang ada di Kaltim baik pemegang PKP2B maupun IUPK dapat mencontoh program pasca tambang milik PT EMAS ini. Seharusnya mereka juga membangun peternakan, pertanian, perikanan selain mencukupi kebutuhan pangan masyarakat juga memberikan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” ujar Hadi.

Sementara itu komisaris PT EMAS, Ismed Barakbah menjelaskan jika integrated farming milik PT EMAS ini telah menjadi contoh nasional bagi perusahaan tambang yang telah melakukan penutupan lokasi mereka. Tidak itu saja, lahan integrated farming ini juga menjadi edukasi  dari murid taman kanak-kanak hingga para mahasiswa dari Kaltim dan luar Kaltim yang melakukan praktek kerja lapangan.

Hingga hari ini PT EMAS telah mampu memproduksi bibit sapi unggul jenis limosin dan simental, bibit kambing jenis boer yang berkualitas serta telah mampu memproduksi DOC (day old chicken/ anakan ayam pedaging dan petelur). Selain itu perusahan yang memiliki 45 orang karyawan ini juga menggandeng warga sekitar sebagai mitra rumput yang bertugas menyuplai rumput pakan ternak.

“Walau belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi di Kaltim setidaknya kami memiliki target untuk swa sembada daging sapi untuk skala Kabupaten Kutai Kartanegara dahulu. Ke depannya lahan akan kita tambah dan kembangkan,” jelas Ismed Barakbah.(Vb/Yul/adv/diskominfokaltim)

 


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.