Empat Kampung di Kecamatan Bongan Nikmati Jalan Yang Layak

June 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Share this news


SENDAWAR
– Empat kampung  yang ada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kampung Draya, Gerunggang, Tanjung Soke dan Lemper yang hingga awal tahun 2026 masih mendapat julukan kampung terisolir, saat ini sudah bisa tertawa lega. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sudah mengalokasikan dana sekitar Rp. 10 milliar untuk jalan tersebut yang berbagi dengan provinsi.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang melakukan kebijakan mendukung pembangunan yang ada di Kutai Barat.

Ia menyebut, dalam hal ini rekonstruksi jalan Bongan ke Gerunggang, untuk diketahui bersama hingga tahun 2026 ini di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih ada kampung yang berstatus kampung tertinggal, kampung ini berada di Kecamatan Bongan.

“Kampung Draya, Gerunggang, Tanjung Soke, sedangkan Kampung Lemper sudah menjadi kampung berkembang sejak 2025 lalu,” kata Frederick Edwin dalam konfrensi pers di lantai tiga ruang rapat kantor Bupati Kubar, Kamis (4/6/2026).

Total panjang jalan dari jalan nasional Trans Kalimantan di Bongan menuju bukit harapan 88 km, sedangkan Lemper, Draya, Tanjung Soke dan Gerunggang 45 km. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat selama kurun waktu 2017-2025 pernah menangani rekonstruksi ruas jalan sepanjang 8.25 km, serta pembangunan jembatan Belly satu unit serta 12 titik sungai dan anak sungai dengan total anggaran sebesar Rp. 69,57 milliar.

“Pada tahun 2026 ini dianggarkan sebesar Rp. 10 milliar untuk penanganan jalan berupa beton sepanjang 2 km, dan akan disingkronkan dengan rencana penanganan jalan oleh pemerintah  provinsi Kalimantan Timur,”tandasnya.

Untuk kondisi ruas jalan saat ini menuju tiga kampung tertinggal tersebut terdiri dari aspal dan beton sepanjang 10,17 km, dan sisanya masih berupa tanah sepanjang 34,83 km,”bebernya. (adv/kominfo).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb