ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Askab PSSI Kubar Akan Bentuk Kompetisi U-18  

July 21, 2023 by  
Filed under Sepakbola

Share this news

SENDAWAR – Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kutai Barat Teddy Rakhmat mengatakan akan fokus dalam turnamen sepakbola pada usia 13, 15, dan 17 tahun.  Namun menurutnya Askab PSSI Kubar akan membentuk kompetisi usia 18 tahun.

Dijelaskan, karena outputnya  jelas. Usia 13 piala Soeratin akan naik ke Piala Soeratin U-15. Kemudian U-15 ke U-17.

“Sedangkan U-17 ke U- 18 outputnya bisa untuk atlet porprov, liga 3 dan juga bisa untuk Soeratin,” kata Teddy pada Kongres Biasa Askab PSSI Kutai Barat di Gedung PKK, Kelurahan/Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar, Kamis (20/7/2023).

Dikatakan Teddy, Kongres Biasa ini merupakan rapat kerja yang diwajibkan kepada setiap Askab PSSI kabupaten/kota untuk melaksanakannya.  Kongres Biasa ini sebagai dasar hukum PSSI dalam menjalankan kompetisi sepakbola di daerah. Menurutnya, dalam kongres biasa akan menerima bakal calon-calon klub sepakbola yang akan menjadi bakal calon anggota PSSI.

“Total jumlah klub yang sudah mendaftar ada 49 klub,” ujarnya.

Klub tersebut tidak serta merta menjadi anggota PSSI.  Nantinya akan ditetapkan dalam kongres biasa sebagai bakal calon. Para klub bakal calon wajib mengikuti 2 kali kompetisi. Jika  tidak mengikuti, akan dipertimbangkan dalam kongres berikutnya, digugurkan atau diberhentikan, atau diberi sanksi.

“Setelah klub bakal calon mengikuti 2 kali kompetisi, baru bisa sah menjadi anggota PSSI dan mempunyai hak suara pada saat kongres luar biasa,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kubar, Gamas Laden saat membuka Kongres Biasa mengharapkan akan ada program-program sepakbola melalui PSSI Kubar. Terutama pembinaan pesepakbola usia dini. Juga sertifikasi pelatih, sertifikasi wasit, dan tentunya memperbanyak kompetisi sepakbola lokal atau kedaerahan di kecamatan dan kampung secara bergilir.

Dia menginginkan para camat membuat kompetisi bergilir. Hal itu untuk menjaring bibit-bibit unggul pesepakbola usia dini.  Dengan kompetisi dapat memperbanyak jam terbang serta mental pesepakbola untuk melatih pengalaman bertanding.

Menurutnya, sepakbola bisa dijadikan industri olahraga. Dia mengutip Ketua Umum PSSI, Erick Tohir sepakbola bisa dikomersilkan.

“Bagaimana nantinya pengurus Askab PSSI Kubar meramu sepakbola berdampak bagi ekonomi masyarakat Kubar. Misalnya, sering mengadakan kompetisi, maka UMKM akan merapat,” tegasnya.

Gamas Laden menambahkan, Pemkab Kutai Barat melalui Dispora saat ini hanya mampu untuk mendukung sarana prasarana bagi PSSI Kubar. Contohnya, ada sejumlah kampung mengajukan untuk membuat lapangan.

“Dispora mensupport, contohnya di Kampung Sumber Sari. Juga di Melak tahun ini tahap finishing termasuk menanam rumput dan pagar keliling lapangan. Selain itu kita berharap CSR dari perusahaan se-Kubar dapat memberikan dukungan untuk pembinaan pesepakbola di PSSI,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Kaltim Syafruddin Duntu didampingi Sekretaris Umum Asprov PSSI Kaltim  Supono menjelaskan, kongres biasa yang dilaksanakan oleh Askab PSSI Kubar merupakan agenda rutin. Karena PSSI merupakan operator dalam liga sepakbola di Indonesia.

“Semua program dalam kongres biasa harus diikuti oleh anggota Askab PSSI. Harapan kami panggung ini ada. Artinya aturan-aturan yang ada di PSSI harus dikuti oleh anggota Askab PSSI,” jelas Syafruddin Duntu kepada wartawan.

Sementara Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, Tobias F Kainama mengatakan, kemajuan bisa dicapai oleh dunia sepakbola di Kubar dengan cara sering mengadakan kompetisi.

“Serta pembinaan yang dilakukan Askab PSSI. Kubar dikenal sebagai gudang pemain sepakbola di Kaltim. Sehingga dengan kongres biasa ini Askab PSSI Kubar dapat membenahi semua. Mulai dari klub, hingga sering diadakan kompetisi,” katanya. (arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.