BUMK Harus Jadi Motor Pendapatan Kampung

July 19, 2026 by  
Filed under Berau

Share this news

‎‎Tanjung Redeb – Ketergantungan kampung terhadap dana pemerintah menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. ‎Di tengah proyeksi terus menurunnya Alokasi Dana Kampung (ADK), Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) didorong menjadi sumber pendapatan mandiri. Namun, hingga saat ini baru sekitar 20 persen BUMK di Berau yang dinilai aktif dan mampu menghasilkan pendapatan.

‎‎Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Muhammad Said menyebut, dari 100 kampung yang ada, hanya sekitar 20 BUMK yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Kampung (PAK). ‎Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar karena BUMK seharusnya mampu menjadi penopang pembangunan dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan pemerintah.

‎‎“BUMK itu sangat penting untuk menghasilkan Pendapatan Asli Kampung dan membantu pembiayaan pembangunan kampung,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

‎‎Menurut Said, kegiatan tersebut menjadi upaya membangkitkan BUMK yang selama ini belum berkembang, meski sebagian kampung telah mengalokasikan anggaran untuk pembentukannya. Ia berharap penguatan kapasitas pengelola mampu mendorong BUMK menjadi unit usaha yang benar-benar produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat.

‎‎Ia juga mengingatkan kampung untuk segera memperkuat sektor usaha lokal karena besaran ADK diperkirakan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan melalui BUMK, dikhawatirkan kemampuan kampung membiayai program pembangunan akan semakin terbatas.

‎‎Besaran ADK terus mengalami penurunan. Pada 2025, setiap kampung masih menerima anggaran sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar, disesuaikan dengan proporsinya.

‎‎Namun pada 2026, nilainya turun menjadi rata-rata Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per kampung. Bahkan pada 2027, anggaran tersebut diperkirakan kembali menyusut hingga rata-rata di bawah Rp1 miliar per kampung.

‎‎“Kalau kondisi ini tidak diantisipasi dengan memaksimalkan peran BUMK, kami khawatir kampung ke depan tidak lagi mampu membiayai kebutuhan pembangunannya sendiri,” pungkasnya. (Dy/Ok/Adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb