ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati Kubar : Ada Yang Sengaja Buat Gaduh Lelang Proyek

July 14, 2021 by  
Filed under Daerah

Share this news

Bupati Kutai Barat FX.Yapan

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar) FX.Yapan menilai ada pihak yang sengaja buat gaduh terkait lelang proyek.

Hal itu merujuk pada proses lelang sejumlah proyek infrastruktur pemkab Kubar yang sempat memicu keributan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) pada 22 Juni dan 6 Juli 2021 lalu.

Akibat kekisruhan itu aparat kepolisian terpaksa diterjunkan ke ULP di kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) demi mengamankan situasi.

Peristiwa yang memalukan itu belakangan jadi heboh di media sosial dan berkembang isu ada mafia proyek hingga premanisme dalam proses lelang proyek pemerintah daerah.

“jika ingin membasmi mafia lelang seharusnya tidak ikut-ikutan bermain proyek. Tetapi orang yang teriak-teriak sebagai pihak yang dirugikan dalam proses lelang juga ikut bermain,” kata FX Yapan Yapan dalam konferensi pers dengan wartawan di lantai tiga kantor Pemkab Kubar Senin (12/7/2021)

Menurut Yapan, logikanya kalau mau membasmi mafia jangan ikut proyek dam minta pengaturan dan hanya mau bikin kegaduhan di Kutai Barat.

FX Yapan meminta pihak-pihak yang mengaku tahu ada mafia proyek melaporkan saja ke aparat penegak hukum ketimbang koar-koar di media sosial.

“Kalau ada yang tidak benar lapor ke yang berwajib,” ujar Yapan.

Dikatakan Bupati, proses lelang proyek pemerintah saat ini terbuka untuk umum dan dilakukan secara online. Artinya tidak ada yang ditutup tutupi. Tetapi tetap saja terjadi keributan hingga apparat kepolisian harus turun tangan. Hanya saja keterlibatan aparat itu bukan mengintervensi proses lelang, melainkan mengamankan situasi.

Kehadiran aAparat hanya mengamankan dan tidak ikut campur. Karena adai yang melaporkan kepada aparat ada keributan. Padahal kenyataannya tidak ada keributan.

“Coba lihat di video itu siapa yang ribut,” beber Yapan yang mengaku memiliki bukti video saat ribut-ribut dalam proses pembuktian dokumen lelang 6 Juli lalu di kantor BP3D.

Lebih jauh orang nomor satu di Kubar itu membongkar sejumlah intrik yang dilakukan dibalik tudingan mafia lelang dan premanisme dalam proses tender proyek pemerintah.

Salah satunya menurut Yapan, ada indikasi peserta lelang sengaja banting harga hingga diatas 15 persen demi menang proyek. Tetapi setelah menang, proyeknya malah jadi bancakan. Makelar proyek seperti itu lanjut Yapan hanya akan merugikan pemerintah dan masyarakat.

Sebab jika nilai penawaran terlalu rendah dari harga perkiraan sementara, maka kualitas proyek diragukan.

Dikatakan Yapan. keributan yang ada bukan disebabkan oleh panitia lelang karena bekerja sesuai aturan. Tidak masuk akal kalau banting harga lepas dari pada target aturan yang ada.

“Karena modusnya mau ngatur. Saya yakin nanti proyek ini tidak normal,” terang Politisi PDI Perjuangan itu.

Soal banting harga itu menurut Yapan sebenarnya sudah diketahui oleh panitia lelang. Tetapi karena dugaan diintimidasi maka panitia terpaksa memenangkan.

Dijelaskan Yapan, ULP tahun ini sudah melewati target. Ia meyakini tidak ada yang berani menandatangani kontrak kalau direktur perusahaan tahu kondisi dibantingnya sampai lebih dari 15%.

“ Mereka ini kan pinjam perusahaan,” katanya.

Bupati FX.Yapan menginginkan hasil pekerjaan atau proyek bisa bertahan lama dan dibangun berdasarkan skala prioritas. Tidak sekedar bagi-bagi proyek.

Ke depan Yapan akan akan melihat manfaat usulan proyek dan bisa dirasakan masyarakat. Karenanya ada prioritas dan super prioritas.

“Nah sekarang lelangnya sudah online, siapa saja boleh ikut. Tapi lelang online juga sudah ngatur tidak boleh lebih dari standar,” tukas mantan ketua DPRD Kubar ini.

Yapan juga meminta masyarakat ikut mengawasi proyek-proyek pemerintah agar tepat sasaran.

“Saya minta semua elemen masyarakat termasuk wartawan aparat awasi tolong nanti ya. Harapan saya seluruh masyarakat awasi baik-baik. Kita ada perjanjian dengan Jaksa untuk pengawasan ini. Saya minta jaksa harus turun,” pungkasnya.

Terakhir FX.Yapan mengaku tetap mawas diri dan percaya kepada yang kuasa meski kerap jadi sasaran tembak lawan politik atau dijelek-jelekan pihak tertentu.

“Apalagi mereka sekarang bergabung lagi dengan orang-orang yang selama ini menjelek-jelekkan saya. Mereka ada niat tidak baik. Tapi saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan itu,” tutupnya. (arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.