Pengelolaan Aset Olahraga Dinilai Belum Optimal

July 9, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Share this news

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menyoroti belum optimalnya pemanfaatan aset olahraga milik pemerintah daerah setelah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut hingga akhir Juni 2026 baru mencapai sekitar Rp757 juta atau kurang dari separuh target tahunan sebesar Rp1,6 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan aset olahraga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap kas daerah pada sisa tahun anggaran.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie

“Realisasinya memang belum mencapai separuh target, tetapi masih ada waktu untuk mengejar,” kata Novan, Rabu (8/7/26).

Novan berharap seluruh aset olahraga bisa dimanfaatkan secara lebih efektif sehingga target pendapatan dapat tercapai. Menurutnya, fasilitas olahraga tidak boleh dipandang semata sebagai aset yang membutuhkan biaya pemeliharaan. Dengan pengelolaan yang tepat, arena olahraga dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di Kota Samarinda.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan maupun kegiatan olahraga berskala regional hingga nasional akan membawa dampak ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan, usaha kuliner, transportasi hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ketika fasilitas olahraga ramai digunakan untuk berbagai event, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui retribusi, tetapi juga oleh masyarakat yang menjalankan usaha di sekitarnya,” ujarnya.

Agar meningkatkan produktivitas aset daerah, Komisi IV mendorong Disporapar membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan fasilitas olahraga secara profesional.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas sarana olahraga. Menurutnya, kondisi fasilitas yang kurang terawat berpotensi membuat penyelenggara kegiatan memilih lokasi lain sehingga peluang memperoleh pendapatan ikut berkurang.

“Perawatan fasilitas harus menjadi perhatian. Jika kualitas arena tetap terjaga, minat masyarakat maupun penyelenggara kegiatan untuk memanfaatkan aset milik pemerintah juga akan meningkat,” tuturnya.

Dirinya juga mengingatkan agar upaya meningkatkan PAD tidak mengurangi perhatian terhadap pembinaan atlet daerah. DPRD berharap peningkatan kualitas fasilitas olahraga berjalan seiring dengan pengembangan prestasi atlet sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi dunia olahraga maupun penerimaan daerah. (yud/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb