ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Rancangan GPDK untuk Mengoptimalkan Dinamika Kependudukan di Daerah

July 7, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA – Peraturan Presiden Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) memberikan mandat kepada setiap tingkatan wilayah untuk menyusun Rancangan Induk/Grand Desain Pembangunan Kependudukan (RIPK/GDPK) guna mengoptimalkan dinamika kependudukan di daerah.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mencapai pertumbuhan penduduk yang seimbang, meningkatkan kualitas penduduk agar menjadi faktor penting dalam kemajuan daerah, membangun keluarga yang tangguh, menyeimbangkan persebaran penduduk sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan, serta mengimplementasikan administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan dapat dipercaya.

Noryani Sorayalita, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Syahrul Umar, mengungkapkan bahwa rancangan GDPK bertujuan untuk mencapai peluang-peluang pembangunan melalui pengelolaan jumlah penduduk dengan mengendalikan angka kelahiran, mengurangi angka kematian, dan mengarahkan mobilitas penduduk. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan yang berbasis pada pendekatan hak asasi manusia, guna meningkatkan kualitas penduduk dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Selain itu, GDPK juga bertujuan untuk membangun keluarga berkualitas yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya yang tinggi, serta mampu merencanakan sumber daya keluarga secara optimal. Selain itu, penting juga untuk memperkuat basis data kependudukan melalui pengembangan sistem informasi data kependudukan yang akurat, dapat dipercaya, dan menjaga integritasnya,” ungkapnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyelesaian Akhir Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Fox Lite Samarinda pada Kamis (6/7/2023).

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, GDPK terdiri dari lima pilar utama. Pilar pertama GDPK adalah Pengendalian Kuantitas Penduduk. Berdasarkan data dari Dinas Dukcapil tahun 2020, 70,28 persen penduduk Kaltim masih berada pada usia produktif. Kalimantan Timur belum mengalami penuaan penduduk, ditandai dengan persentase penduduk lansia yang mencapai 6,22 persen atau kurang dari 10 persen.

Pilar kedua GDPK adalah Peningkatan Kualitas Penduduk. Menurut data BPS, partisipasi sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI di Kalimantan Timur mencapai 98,44, mendekati 100 persen. Namun, partisipasi pendidikan perguruan tinggi baru mencapai 22,83, artinya masih ada 77,17 anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain itu, umur harapan hidup (UHH) telah meningkat sebesar 0,37 dari 73,96 menjadi 74,33 dalam tiga tahun terakhir, mencerminkan peningkatan kesehatan masyarakat. Kota Balikpapan memiliki UHH tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.

Pilar ketiga GDPK adalah Pengarahan Mobilitas Penduduk. Menurut data e-infoduk DKP3A Provinsi Kaltim, penduduk paling banyak terdapat di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan. Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat memiliki penduduk yang paling sedikit. Pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur tidak hanya disebabkan oleh lahirnya penduduk tetapi juga migrasi penduduk.

Pilar keempat GDPK adalah Pembangunan Keluarga. Berdasarkan data BPS Provinsi Kaltim, jumlah keluarga secara umum mengalami peningkatan. Jumlah keluarga pra sejahtera di Kalimantan Timur meningkat sebesar 15.790 keluarga. Namun, keluarga sejahtera I mengalami penurunan sebesar 135.552 keluarga, sementara keluarga sejahtera II mengalami peningkatan sebesar 169.099 keluarga. Persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur terjadi di daerah kabupaten, sementara persentase kemiskinan terendah terdapat di daerah kota. Secara keseluruhan, persentase kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan.

Pilar kelima GDPK adalah Pengembangan Database Kependudukan. Menurut data e-infoduk DKP3A Provinsi Kaltim, jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran mengalami peningkatan. Kota Bontang dan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki persentase kepemilikan akta kelahiran tertinggi.

Catatan: Berita ini telah diedit untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas dan rinci mengenai Rancangan GPDK dan pilar-pilar yang terkait.


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.