ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

PT BIM-PPS Tanam 2000 Mangrove

August 12, 2017 by  
Filed under PPU

Share this news

Kerusakan lingkungan pesisir adalah salah satu masalah lingkungan yang harus diperhatikan dengan baik. Hilangnya Mangrove menyebabkan abrasi yang mengganggu kehidupan masyarakatdalam jangka panjang. Oleh karena itu, PT Borneo Indah Marjaya-Palma Plantasindo (PT BIM-PPS) mengadakan program Gerakan Bersama Untuk Lingkungan (Gerebek Lingkungan). Kegiatan yang diadakan pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017 ini adalah aksi untuk menghijaukan kembali kawasan pantai yang mulai gersang juga mengalami abrasi.

“Sementara, pohon peneduh dan penghalang abrasi belum ada,” pungkas Novi Sujatmiko selaku ketua panitia acara Gerebek Lingkungan.Atas inventarisasi masalah tersebut, Gebrak Lingkungan menanam 2000 bibit mangrove. “2000 bibit mangrove yang ditanam disekitar pelabuhan ditujukan agar tingkat abrasi dan intrusi air laut bisa berkurang pada masa yang akan datang,” ujar Suyono, Administratur

Berlokasi di sekitar Pelabuhan Apar Besar, kegiatan ini menghadirkan warga sekitar. Community Development Area Manager (CDAM) PT Astra Agro Lestari Tbk, Amin Gunaraharja, yang merupakan induk dari PT BIM-PPS menjelaskan, “Kegiatan menjaga lingkungan, bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus saling bekerjasama untuk menjaga kelestariannya.”

Masyarakat adalah komponen utama dalam pelestarian lingkungan. Sambutan hangat masyarakat menjadikan kegiatan menjadi lebih semangat. “Masyarakat sangat antusias dan berinisiatif. Kedepan, masyarakat akan merasakan manfaat dari kegiatan ini,” lanjut Amin.

Selain itu, Gerebek Lingkungan juga berupaya untuk menyiapkan masyarakat yang memiliki kecintaan kepada lingkungan. Hal ini diaplikasikan dengan mengajak 70 siswa SD BIM untuk turut serta dalam kegiatan. Amin menjelaskan, “Anak-anak harus mencintai lingkungan sejak dini agar lingkungan tetap lestari pada masa yang akan datang.”

Pemerintah Daerah Kabuten Paser yang diwakili oleh Dinas Lingkungan Hidup menyatakan, “Pemerintah sangat mendukung dan menyambut positif apa yang dilakukan oleh PT BIM-PPS. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan.

Hal yang dilakukan oleh PT BIM-PPS ini sejalan dengan tema besar Hari Lingkungan Hidup Sedunia yakni Connecting People to Nature” atau menyatukan manusia dengan alam.Sinergi manusia dan alam akan memberikan kesinambungan kehidupan.

Kegiatan Gerebek Lingkungan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni tahun 2017.“Walaupun terkesan terlambat, namun kita perlu sadar bahwa upaya pelestarian lingkungan dan alam sekitar tidak kaku hanya pada waktu tertentu, melainkan kapanpun, dimanapun dan siapun bisa melakukannya,” lanjut Novi. “Kegiatan ini diadakan atas kepedulian PT BIM terhadap alam sekitar,” lanjutnya.

Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh diatar rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Areal berlumpur yang ada disekitar Pelabuhan Apar Besar sangat berpotensi sebagai lahan target untuk penanaman bibit mangrove, seperti dua jenis mangrove yang ditanam pada kegiatan ini, yakni bakau kurap dan api-api. Hutan mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya berperan sebagai penahan/peredam abrasi air laut, penahan intrusi air laut ke darat, penahan angin kencang dan ombak serta rumah bagi banyak biota laut. (*/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.