ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kisah Penyintas Covid, Jangan Stres dan Selalu Berpikir Positif

November 22, 2020 by  
Filed under Kesehatan

Share this news

SAMARINDA : Pandemi penyebaran Covid-19 hingga saat ini belum mereda, bahkan di Kalimantan Timur angka terkonfirmasi virus yang berasal dari Wuhan China ini semakin meningkat. Hingga tanggal Sabtu (21/11/2020) terkonfirmasi positif sebanyak 18.144 kasus, namun kabar baik kesembuhan pun terus meningkat menjadi 15.435 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Padilah Mante Runa

Kisah pengalamannya orang-orang yang terinfeksi virus Corona dan sembuh atau menjadi penyintas COVID-19, menarik untuk menjadi kisah pengalaman dan sebuah proses pembelajaran bagi orang-orang yang tidak terpapar virus Covid-19.

Seperti yang dialami oleh Padilah Mante Runa¸ wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ini, tak tahu pasti kapan dirinya mulai terinfeksi virus yang mematikan ini, namun hasil test usap Senin (14/09/2020) menyatakan dirinya positif terpapar Covid-19. Sejak saat itu, dia menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Saat menjalani isolasi mandiri, dia menceritakan pengalamannya, untuk meningkatkan imunitas. Padilah makan makanan bergizi dan minum ramuan jamu tradisional khas Indonesia yakni minum air jahe,air lemon dan madu.

“Jahe direbus diberi gula merah jangan terlalu manis, ditambah lemon dan madu. Tiap pagi saya minum, hangat-hangat,” ungkap Padilah, sembari tetap minum obat yang diberikan dokter.

Namun ada hal yang paling penting menurutnya harus dilakukan oleh penderita covid-19 yaitu mengelola pikiran positif dan jangan stres, upayakan selalu merasa bahagia dan gembira.

“Jangan stres. Kalau stres itu oksigen langsung turun. Harus gembira, tetap tenang, tidak boleh panik, tidak boleh takut, tidak boleh marah, pokoknya enjoy saja,” ujar mantan Direktur RSJD Atma Husada Samarinda ini.

Padilah meminta agar pasien Covid-19 yang tengah menjalani perawatan karena tetap bersabar dan selalu berikhtiar. Tetap mengelola pikiran positif agar tenang, jangan stres dan tak panik. Dekatkan diri dengan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setelah melewati masa isolasi mandiri hampir dua pekan, pada 2 Oktober 2020, Dia bersama suaminya, Masjaya yang juga Rektor Universitas Mulawarman Samarinda ini dinyatakan sembuh.

Padilah pun berpesan kepada warga Kaltim untuk tetap menjaga disiplin protokol kesehatan 3M seperti sering mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Dengan memakai masker, bukan hanya mengantisipasi Covid-19 tapi juga berbagai penyakit lain yang berpotensi menyebar lewat udara seperti TBC. (Hel)*


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.