ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Samarinda Kembali Terendam Banjir

December 27, 2008 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Share this news

Sejak Selasa (23/12) lalu, beberapa titik di dalam kota Samarinda terendam banjir. Beberapa titik tersebut adalah Jalan Mayjend. Sutoyo (eks Remaja), Jalan DI Panjaitan (eks.Cendrawasih), sebagian Jalan Dr. Soetomo dan seputar Jalan Gatot Subroto-Hasan Basri (eks. Merak).
Beberapa titik perempatan lainnya seperti di simpang Lembuswana dan Simpang PM. Noor Sempaja, juga tergenang setinggi 30-50 cm. yang menyebabkan kemacetan lalulintas.
Kejadian banjir ini terjadi untuk kesekian-kalinya sejak November lalu dikarenakan curah hujan yang tinggi, air sungai Mahakam yang meluap dan sempitnya bantaran sungai Karang Mumus.
Meski demikian, pantauan dilapangan keadaan waduk Benanga di Kelurahan Lempake, Jumat Sore (26/12) masih stabil tidak menunjukkan tanda-tanda air bertambah tinggi.
Isu yang menyebutkan bahwa waduk Benanga retak, ternyata tidak benar.
“Air waduk memang naik, tetapi tidak terjadi banjir besar yang menyebabkan waduk retak atau dibuka,” ujar Anto, salah seorang warga setempat yang tampak sibuk menjala ikan.
Menanggapi masalah banjir ini, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, menghargai berbagai pendapat masyarakat mengenai penanganannya, seperti ingin membuat forder penampung air di lapangan terbang Temindung, pemindahan penduduk bantaran Sungai Karang Mumus dan lain-lain.
Namun menurut Awang, penanganan banjir ini harus menyeluruh dengan mengundang para pakar dibidang masing-masing seperti tata lingkungan, pengairan, tata kota dan lainnya.
“Penaganan banjir harus komprehensif dengan mengundang pakar-pakar yang memang ahli dibidangnya. Jadi tidak bisa hanya berpendapat, harus mempertimbangkan aspek ilmiah'” ujarnya.
Menurutnya, pemindahan penduduk bantaran Sungai Karang Mumus harus dilakukan secepatnya. Begitu juga dengan pasar Sungai Dama yang yang sering menjadi biang kemacetan lalulintas.
“Pemindahan penduduk yang paling tepat menurut Saya, adalah ke Samarinda Seberang. agar wilayah tersebut cepat berkembang,” ujarnya. (vb/upik)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.