Simulasi Pemungutan Suara, KPU Pastikan Pilkada Lancar

November 23, 2020 by  
Filed under Berau, Berita

UJI COBA: Pjs Bupati Berau, M Ramadhan meninjau simulasi pemungutan suara.

TANJUNG REDEB – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang harus dilakukan dengan aturan baru. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal wajib yang harus dilaksanakan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menggelar simulasi sebagai sosialisasi kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya nanti. Simulasi dilaksanakan di lapangan basket Ramania, Sabtu (21/11), disaksikan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan serta Forkopimda. Hadir pula seluruh anggota PPK.

Dalam simulasi dijelaskan alur pemilihan yang akan diikuti pemilih, mulai dari masuk hingga selesai memilih. Beberapa aturan yang diterapkan, seperti menggunakan masker, tidak berkerumun, dan pemeriksaan suhu tubuh. Di setiap TPS, KPU juga telah menyediakan tempat mencuci tangan, sarung tangan dan masker.

Selain pemungutan suara, simulasi juga dilakukan untuk penggunaan aplikasi sirekap. Aplikasi ini bagian dalam mempermudah kinerja KPU untuk menghindari kesalahan perhitungan. Karena selama ini perhitungan manual yang dilakukan memakan banyak waktu. Sehingga waktu perhitungan pun cukup panjang. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan bisa mengurangi waktu tersebut dan menghindari kesalahan di tingkat TPS.

Pjs Bupati Berau, M Ramadhan mengatakan, melalui simulasi ini bisa memberikan gambaran kepada masyarakat hal-hal yang harus dilakukan sebelum memilih dan setelahnya. Karena di tengah pandemi saat ini antisipasi harus dilakukan terutama pada saat berkumpulnya massa.

“Kita harus ketahui prosedur untuk pemungutan suara dalam kondisi covid-19 ini. Ada protokol kesehatan yang harus dilakukan pemilih dan PPS,” katanya.

Diharapkan pelaksanaan Pilkada serentak nanti bisa sukses digelar. Meskipun di tengah pandemi, namun ia mengajak masyarakat untuk tetap menyalurkan hak pilihnya dalam memimpin kepala daerah untuk lima tahun kedepan. Tentu dalam mencapai target ini diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh.

Ia pun berpesan agar masyarakat tidak mudah diadu domba oleh pihak-pihak lain yang ingin memecah belah. Karena situasi politik ini sangat rawan dimanfaatkan. “Pesan saya agar menggunakan hak politik dengan baik, jangan golput. Silakan pilih pemimpin terbaik tanpa perlu mendiskreditkan pihak lain. Apalagi di media sosial yang bisa dilihat semua orang,” pungkasnya. (vb1)

Usir Penyakit, Warga Suku Bajau Gelar Tradisi Mag’ Jamu

November 23, 2020 by  
Filed under Berau, Wisata

BUDAYA: Miniatur perahu layar berwarna kuning yang dilepas disertai harapan, seluruh penyakit yang mengganggu masyarakat bisa hilang.

TANJUNG REDEB – Berharap bisa mengusir bencana dan penyakir, warga Suku Bajau menggelar tradisi Tradisi Mag’ Jamu, Minggu (22/11/2020). Tradisi tersebut ditandai dengan melepas miniatur perahu layar berwarna kuning ke laut lepas di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Ketua Adat Bajau Kampung Tanjung Batu, Rori Syahrizal menyampaikan bahwa tradisi Mag’ Jamu merupakan warisan leluhur Bajau yang dilaksanakan setiap tahun. Prosesi ini diawali ritual pengobatan pada malam pertama. Pada malam kedua adalah kegiatan utasan atau pengobatan.

“Selanjutnya pagi harinya, membuang atau melarung perahu kecil dengan tujuan penyakit tahunan di kampung ikut terbuang bersama perahu,” jelasnya.

Pjs Bupati Berau Ramadhan memberikan apresiasi kepada masyarakat Bajau yang mempertahankan tradisi warisan para leluhur. Ia berharap, budaya ini terus dipertahankan. Pemerintah tentu mendukung upaya pelestarian melalui kegiatan rutin setiap tahun ini.

“Ini juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Berau. Tidak semua negara memiliki budaya semacam ini, sehingga mereka yang ingin melihat dan menyaksikan langsung prosesi Mag’ Jamu harus datang ke Kampung Tanjung Batu,” kata Ramadhan yang hadir dalam proses tersebut.

Pjs Bupati juga mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan seluruh aktivitasnya. Mengingat kondisi Pandemi terus berlangsung. Kerja sama seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 ini.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK juga mendukung penuh dan berharap tradisi masyarakat Tanjung Batu ini dapat dipertahankan dan dilestarikan. Pemerintah diharapkannya memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat dikemas semakin baik sebagai bagian daya tarik pariwisata.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat serta adat dan masyarakat Tanjung Batu. (vb1)

Reses, Subandi Tampung Terima Usulan Pembangunan Infrastruktur

November 23, 2020 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA – Saat menggelar serap aspirasi atau reses di Jalan Bangeris Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Subandi mendapar beragam usulan dari masyarakat salah satunya pembangunan infrastruktur. Read more

MUI Kaltim Ingatkan Umat Islam Dispilin Prokes 3M

November 22, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur mengingatkan agar umat muslim Kalimantan Timur agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Muh. Roghib – Komisi Informasi MUI Kaltim kepada vivaborneo.com menyampaikan, sesuai dengan fatwa MUI nomer 14 tahun 2020, dalam menggelar setiap kegiatan keagamaan di wilayah Kaltim harus mengginakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

M Roghib

“Hingga saat ini fatwa MUI nomer 14 Tahun 2020 belum dicabut, sehingga MUI kembali mengimbau dan mengingatkan kembali tentang protokol kesehatan disetiap kegiatan ibadah dan keagamaan lainnya,” katanya di Samarinda, Sabtu (21/11/2020).

Hingga kini angka penyebaran terkonfirmasi virus covid-19 masih tinggi dan cenderung meningkat di Kaltim. Bahkan berdasarkan hasil survei tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan (Prokes) 3M masih rendah seperti yang diungkapkan oleh Kepala BNPB Doni Monardo (9/11) lalu di Balikpapan.

Tingkat kepatuhan perilaku 3M di Kaltim di berdasarkan hasil survei nasional hanya di angka 59 persen. Disamping tingkat kepatuhan yang rendah, juga ditemukan sebanyak 14 persen masyarakat yang mengklaim tidak mungkin tertular Covid-19 atau tidak percaya adanya Covid-19.

Lebih lanjut dikatakan Roghib yang juga wakil ketua PWI Kaltim ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya disipilin terhadap Protokol Kesehatan diantaranya adalah ada asumsi zona hijau aman di masyarakat karena di lingkungannya tidak ada yang terpapar covid-19, sehingga mereka kembali bebas seperti sedia kala.

Ada juga umat yang merasa sudah berdoa yang terbaik maka akan dilindungi dan doa nya akan diijabah oleh Alloh SWT.

“Mereka juga merasa sudah bersih dengan berwudhu, mulai mencuci tangan, membasuh wajah hingga membasuh kaki, sehingga bebas tidak mengikuti protokol kesehatan memakai masker,” ujar Roghib yang juga alumnus IAIN Samarinda ini.

Roghib kembali mengingatkan bahwa Fatwa Nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan ibadah dalam wabah COVID-19 bukan melarang ibadah, tapi justru pada kesempatan wabah ini ibadah harus ditingkatkan sebagai bentuk ikhtiar batin.

“Tetapi untuk kontribusi kita menyelamatkan jiwa maka protokol kesehatan yang dijaga secara dispilin bersama-sama, dengan harapan akan meminimalisir penyebaran Covid-19,”tandasnya.(Hel)*

Reses Mohammad Novan Syahronny Pasie. Warga Keluhkan Kualitas Air Bersih

November 22, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyelanggarakan reses di Kelurahan Sidodadi, RT 57 Kecamatan Samarinda Ulu yang merupakan daerah pemilihan (dapil) IV. Banyak usulan masyarakat yang dia terima, salah satunya adalah terkait kualitas air bersih yang belum memadai.

“Selama reses banyak yang dikeluhkan warga. Paling umum mengenai kualitas air bersih dan persoalan PDAM. Kami mendorong Pemkot Samarinda untuk melaksanakan pekerjaan tersebut,” katanya usai menggelar reses pada Rabu (18/11/2020)

Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda ini menjelaskan, mengenai penyediaan air bersih pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Samarinda sehingga permasalahan ini dapat ditindaklanjuti dengan instansi terkait, yaitu PDAM.

“Sebelum di sini reses di RT 4, Kelurahan Bukit Pinang. Disana masyarakat mengeluhkan limbah air dan tempat pembuangan sampah akhir,” kata Politisi dari Fraksi Golkar tersebut

“Memang banyak air dan domestik yang telah mencemari air dan lingkungan. Pembuangan sampah pun masih kurang,” tuturnya. (man/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb