Antara Jalan Rusak dan Terusiknya Rasa Keadilan

November 13, 2020 by  
Filed under Opini

Catatan Aji Mirni Mawarni *)

Aji Mirni Mawarni

PEKAN lalu, saya melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa kecamatan di pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Kami membelah “belantara Borneo” dengan rute Sebulu-Muara Bengkal-Muara Ancalong-Batu Ampar-Muara Wahau.

Perjalanan berangkat, kami melewati jalan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Sedangkan perjalanan kembali, kami menempuh jalan negara trans Kalimantan.

Sepanjang perjalanan, beberapa kali kami terjebak amblas. Bahkan menjelang masuk Kota Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kaltim, kami terjebak banjir di ruas jalan negara, yang kuat diduga imbas aktivitas pertambangan.

Data BPS Kaltim 2019, panjang jalan di seluruh wilayah Kaltim tercatat 15.353,06 km. Jika dipilah menurut kewenangannya, ada tiga jenis jalan, jalan negara, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota. Jalan negara sepanjang 1.710,91 km, jalan provinsi 895,09 km, dan jalan kabupaten/kota 12.753,80 km.

Ruas jalan terpanjang ada di Kabupaten Kutai Barat, dengan 3.452,13 km yang terdiri dari 250,90 km jalan negara dan 3.201,23 km jalan kabupaten. Tahun 2019, 80,78 persen jalan negara di Kalimantan Timur berada dalam kondisi mantap, dan 19,22 persen dalam kondisi tidak mantap.

Untuk jalan provinsi, kondisinya dapat dikategorikan menjadi baik, sedang, rusak, dan rusak berat. Di Kalimantan Timur pada tahun 2019 tercatat 10,47 persen jalan provinsi memiliki kondisi baik, 50,97 persen sedang, 21,80 persen rusak, dan 16,76 persen rusak berat.

Jalan merupakan prasarana pengangkutan yang sangat penting keberadaannya dalam menjamin kelancaran kegiatan ekonomi di suatu wilayah. Oleh karenanya, peningkatan kualitas dan kuantitas jalan perlu dilakukan agar dapat memudahkan mobilitas penduduk serta memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Dari sana kemudian ekonomi dapat bertumbuh.

Kaltim merupakan salah satu daerah penyumbang devisa negara tertinggi untuk RI. PDRB Kaltim mulai tahun 2013 hingga 2019 yakni; Rp519,131 triliun / Rp527,515 triliun / Rp503,691 trilun/ Rp509,085 triliun / Rp592,502 triliun / Rp638,12 triliun / Rp 653,68 triliun.

Sebaliknya, alokasi anggaran yang disalurkan pemerintah pusat untuk pembangunan di Kaltim masih sangat terbatas. Hanya sekira 4 persen dari PDRB yang disetorkan. Akibatnya, pembangunan di Kaltim jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya. Dari sisi keadilan, semestinya ada porsi khusus bagi Kaltim di APBN. Terutama untuk mengentaskan infrastruktur dasar.

Pembangunan Kaltim masih dibayangi problem krusial; lambannya transformasi ekonomi menuju SDA berkelanjutan, belum merata dan kuatnya daya saing SDM, belum meratanya aksesibilitas dan konektivitas, kian turunnya kualitas lingkungan hidup, belum tercapainya pelayanan publik optimal.

Infrastruktur di Kaltim perlu mendapat perhatian serius oleh pusat, termasuk jalan. Begitu besar yang diberikan Kaltim untuk NKRI, bahkan SDA sudah mau habis dikeruk. Tapi pembangunan di Kaltim masih diabaikan. Kerusakan lingkungan juga kian parah. Ini menjadi kewaspadaan semua masyarakat dunia, bahwa paru-paru dunia – heart of Borneo – sedang sakit karena kerusakan lingkungan.

Alokasi untuk Kaltim seharusnya lebih ditingkatkan untuk membangun jalan antarkabupaten, antarkecamatan, dan antar desa. Tidak hanya jalan, air bersih dan listrik belum merata. Problem ini terlihat jelas di Kutai Timur, yang luasnya 35.748 km², lebih besar dr Provinsi Jawa Barat (35.378 km²). Belum lagi problem di Kukar, Kubar, Maluhu, dan wilayah lain di Bumi Etam. (*)

*) Aji Mirni Mawarni ST, MM merupakan Anggota DPD RI Periode 2019-2024 Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur.

Perempuan kelahiran Samarinda, 21 Agustus 1976 ini, lolos ke Senayan dengan perolehan 120.388 suara.
Sebelum mengemban amanah publik sebagai Senator, ia bertugas sebagai Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua, Kabupaten Kutai Timur.

Perumdam Tirta Kencana Wajibkan Protokol Kesehatan Covid-19

November 13, 2020 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA-vivaborneo, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda turut beruparya menekan angka penyebaran virus Covid-19 di Kota Samarinda dengan melaksanakan disiplin ketat Protokol Kesehatan Covid-19 kepada karyawan, tamu dan konsumen, termasuk membentuk satuan tugas (Satgas) Covid-19 di lingkungan perusahaan.

“Untuk memastikan kedisplinan protokol kesehatan pada karyawan, tamu maupun konsumen perumdam, Kami juga membentuk Tim Satgas Covid-19,”ujar Lukman-Humas Perumdam Tirta Kencana, Rabu (11/11/2020).

Lebih lanjut dikatakan, Perumdam selalu menghimbau kepada seluruh karyawan untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan melalui media spanduk dan pamlet himbauan yang selalu terpasang dilingkungan kerja.

Untuk memastikan kesehatan karyawan, perusahaan telah melakukan rapid test dan swab test kepada seluruh staf, keluarga besar, rekanan Akainda, tukang wakar security dan cleaning service. “Alhamdulillah semua yang ditest dinyatakan non reaktif dan sehat,”ujar pria penggemar olahraga bulutangkis ini.

Karyawan, tamu dan konsumen yang memasuki area kerja Perumdam harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yakni 4 M, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. “Bahkan kita pasang kaca pembatas dan seluruh petugas di pelayanan umum wajib memakai masker dan faceshield,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kencana Samarinda – Aji Syarif Hidayatullah mengatakan sangat penting bagi Perumdam untuk terus memastikan protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan dengan disiplin dan pengawasan ketat, mengingat Perumdam memiliki fungsi pelayanan dan mempunyai aktivitas tinggi berinteraksi dengan masyarakat kota Samarainda.

Dikatakan Dayat, sapaan pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Kota Samarinda ini, hingga saat ini vaksin virus covid-19 masih dalam tahap uji klinis sehingga tidak ada cara lain selain mematuhi protokol kesehatan secara disiplin yang sudah terbukti efektif dibeberapa negara dandaerah di Indonesia mampu menekan angka penyebaran virus covid-19. (Hel)*

Saat Pandemi Covid-19, Senam AWS3 Utamakan Protokol Kesehatan

November 13, 2020 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA-vivaborneo.com, Kelompok senam AWS3 group Taman Samarendah Samarinda yang di ketuai Wongso Trisno dimasa pandemi Covid-19 ini meniadakan senam AWS3 secara massal yang biasa diikuti anggotanya yang berjumlah lebih dari 200 orang di Taman Samarendah Samarinda. Namun secara individu dan kelompok kecil dipersilahkan melakukan senam AWS3 untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas, dengan syarat tetap disipilin ketat menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, tidak melebihi 30 orang, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Menurut Yuhadi – koordinator lapangan senam AWS3 group Tanam Samarendah, anggota AWS3 Taman Samarendah saat pandemi covid-19 ini terbagi atas beberapa kelompok kecil dan tempat untuk latihan, mengingat disaat pandemi Covid-19 ini, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas sangat penting.

“Aktivitas kelompok senam AWS3 tetap seperti biasa selama 2 jam, seperti Jalan sehat, senam ASW3, line dance sambil berjemur matahari pagi dan dengan disiplin ketat protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan baik dengan air dan sabun maupun handsanitizer, tidak melebihi 30 orang, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” ujar Yuhadi di lapangan ex Bandara Temindung Samarinda Rabu (11/11/2020).

Disaat pandami seperti ini, untuk menghilangkan stres dan kejenuhan anggotanya, kelompok senam AWS3 group Tanam Samarendah juga rutin mengadakan kegiatan wisata seperti ke pantai, air terjun dan pegunugan sembari mengkampanyekan protokol kesehatan Covid-19 memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun

Senam AWS3 (Andri Wongso Sehat, Semangat dan Senang) adalah senam yang ciptakan oleh motivator kenamaan Andri Wongso, untuk pencegahan dan penyembuhan sakit lutut, pencegahan osteoporosis dan pengapuran tulang, serta memelihara kesehatan fisik yang prima.

Gerakannya praktis dan sederhana dari senam AWS3, bermanfaat bagi semua kalangan, baik anak-anak, muda-mudi, dewasa, dan lansia. Sehat jasmani & rohani, pikiran dan mental. Semangat: antusias, optimis, aktif. Senang: riang, gembira, damai bahagia. Diharapkan dengan senam ini, yang rutin dilakukan minimal 10-15 menit/hari, akan membuat orang sehat, terus semangat dan rutin melakukannya, berakhir dengan bahagia. (Hel)*

 

Berau Serius Cegah Bencana Alam

November 13, 2020 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

ANTISIPASI: Sebagai langkah pencegahan bencana, Pemkab terus mempersiapkan tenaga terlatih melalui OPD dan mitra terkait.

TANJUNG REDEB – Penanganan bencana alam dibagi dalam tiga kategori yaitu siaga bencana, darurat bencana dan pasca bencana. Untuk siaga bencana ini yaitu langkah preventif, dilakukan sebelum munculnya suatu bencana.

“Apa saja bisa diantisipasi mulai dari sarana dan prasarana hingga kesiapan personel. Kemudian darurat bencana yaitu langkah apa saja yang dilakukan pada saat terjadinya bencana. Serta pasca bencana yaitu upaya dalam melakukan pemulihan para korban yang tertimpa bencana serta lingkungan yang terdampak,” demikian amanat yang disampaikan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan saat Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam di wilayah Kabupaten Berau di halaman Kantor Bupati Berau, Kamis (12/11/2020).

Dijelaskan, gelar pasukan menjadi bagian dalam keseriusan pemerintah hadir dalam upaya mencegah sebelum terjadinya bencana alam. Selain itu untuk melihat sarana dan prasarana yang dimiliki sekaligus kapasitas dari sumber daya manusia (SDM). “Kita juga ingin menguji kemampuan dan keterampilan dalam memobilisasi kemampuan yang ada,” tegasnya.

Melalui apel ini, diharapkan bisa melihat kekurangan yang ada. “Apa saja yang masih perlu dibenahi dan dipenuhi untuk mendukung penanggulangan bencana,” katanya. Kegiatan ini juga sebagai langkah konsolidasi antar pihak terkait dalam membangun sinergitas dan kesamaan persepsi.

“Hasil pelaksanaan apel ini diharapkan satuan penanggulangan bencana mampu bergerak cepat, tepat dan efisien baik pada saat siaga maupun tanggap darurat. Kita harap bencana ini bisa dicegah sedini mungkin. Dan apa yang harus dilakukan pada saat terjadinya bencana tersebut,” sambungnya.

Gelar pasukan diikuti jajaran TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) serta instansi terkait dipimpin Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Berau, M Ramadhan, selaku inspektur upacara.

Dalam rangkaian gelar pasukan juga ditampilkan berbagai kesiapan armada dan perlengkapan penanggulangan bencana alam dari setiap kesatuan yang mengikuti upacara, baik dari jajaran TNI, Polri, maupun dari instansi dan lembaga terkait. (vbb1)

Megahnya Tempat Ibadah yang Menjadi Cerminan Toleransi

November 12, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda —  Keberagaman suku dan umat beragama di Samarinda menunjukkan “Indonesia Mini” yang lengkap dan harmonis. Semua suku dan agama hadir serta tumbuh subur di kota berjuluk Tepian, teduh, rapi, aman dan nyaman ini. Read more

« Previous PageNext Page »

  • vb