Andi Harun Jelaskan Program Samarinda Kota Pusat Peradaban

May 19, 2021 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Sejumlah program unggulan Pemkot Samarinda yang dicanangkan Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Rusmadi kian mengundang perhatian publik termasuk para para pekerja pers dari sejumlah media massa. Salah media, Majalah IT Works sempat mewawancarai Wali Kota secara virtual, Selasa (18/5/2021) siang.

IT Work tertarik untuk menggali program-program yang menonjol dan sudah berhasil dalam kurun waktu 82 hari ini dan Kota Samarinda dicanangkan sebagai Kota Pusat Peradaban di Indonesia bagian tengah.

Andi Harun menyampaikan, mewujudkan Samarinda sebagai kota pusat peradaban berangkat dari awal ia mencalonkan diri sebagai visi yang dipilihnya dengan berlatar belakang setelah ada keputusan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) akan pindah ke Kaltim.

“Berawal dari Jakarta sebagai pusat perkembangan semua sektor prisma kehidupan masyarakat di Indonesia,” kta Andi Harun menjawab pertanyaan Pemimpin Redaksi Majalah IT Works dan Chief Executive Officer Madani Group, M Lutfi Handayani tentangf maksud terwujudnya Samarinda sebagai kota pusat peradaban

Dikatakan Andi Harun, suatu hari nanti akan berpindah ke Kaltim. Hal itu lah yang membuat Wali Kota beranggapan Kota Samarinda tidak hanya sekadar penyangga IKN.

“Di satu sisi saya bisa memaklumi hal itu, tapi di sisi lain saya ingin melompat tidak sekadar sebagai penyangga saja. Akan tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian tengah,” katanya

Menurut wali kota, Ini merupakan momentum strategis bagi pengembangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Samarinda memiliki keuntungan banyak hal Bahkan dengan kondisi daerah IKN itu sendiri, seperti property, ketersediaan infrastruktur, jalur transportasi baik darat maupun udara dan keuntungan-keuntungan ekologis maupun ekonomi lainnya yang dimiliki Samarinda

“Sehingga sangat pantas kalau kita sama-sama berjuang membawa Samarinda sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian tengah,” ujarnya lagi.

Dia tidak ingin Kota Samarinda seperti Bekasi dan Tangerang karena tidak dipersiapkan sejak awal, menerima limpahan banyak masalah, dan akhirnya tidak bersamaan tumbuh secara berimbang dengan Jakarta selaku IKN. Dia ingin IKN juga ikut tumbuh di Kota Samarinda, sehingga ada kesetaraan di bidang pembangunan dan ekonomi. Hal itu juga nantinya akan sekaligus memperkuat IKN.

“Karena lajunya perencanaan Bappenas dan seluruh stakeholder yang mempersiapkan suksesor IKN ini, maka tentu kami juga harus mengikuti dan mengimbangi persiapan itu,” Imbuhnya

Kota Samarinda juga dikatakan Andi Harun, harus tumbuh dan maju menjadi Kota yang cerdas (smart city) yang kompak (compact).

“Menggunakan pendekatan teknologi informasi dari semua sisi pelayanan masyarakat.,walaupun menurutnya itu dilakukan bertahap berdasarkan kemampuan keuangan,” tutupnya (*ADV/man) .

DPMPD Kaltim Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Anggota BPD

May 19, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Syirajudin mengingatkan peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memanfaatkan betul waktu pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya.

Syirajudin berharap peserta jangan pura-pura mengerti dan dipersilahkan menyampaikan hal yang tidak dipahami untuk menunjang peningkatan indikator Indeks Desa Membangun (IDM) desa masing-masing.

“Gali sebanyak-banyaknya ilmu yang dibutuhkan agar bisa mengungkit peningkatan status IDM desanya dari tertinggal menjadi minimal menjadi berkembang, ” tegas Iyad sapaan akrab M Syirajudin saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Anggota BPD se Kaltim, di Ballroom Harris Hotel, Selasa (18/5/2021) malam.

Pada penilaian IDM terdapat tiga indikator yang menjadi acuan, yakni Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi, dan Indeks Ketahanan Lingkungan.

Melalui pelatihan, desa diharap bisa memetakan indeks yang masih lemah untuk ditingkatkan skoringnya agar status IDM nya meningkat.

“Setelah pelatihan bisa semakin kuat membangun desa. Saling bersinergi meningkatkan status IDM yang menjadi target RPJMD Kaltim 2019-2023 meningkatkan status 150 desa dari 518 desa sangat tertinggal dan tertinggal di Kaltim, ” harapnya.

Dia mengaku yakin dengan semangat kebersamaan IDM 2021 status desa yang yang sudah diberikan pelatihan bisa naik berkembang. “Pelatihan hadirkan pakar. Manfaatkan betul waktu untuk tingkatkan kapasitas nya,” timpalnya.

Sementara Ketua Panitia Kasmawati menyebut pelatihan diantaranya bertujuan meningkatkan kapasitas terkait perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan desa dan tugas fungsi BPD.

“Salah satu golnya penyusunan RPJMDes dan RKPDes yang berkualitas. Ini sangat sangat tepat bagi desa yang baru pilkades,” katan Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan DPMPD Kaltim ini.

Pelatihan dilaksanakan 18-22 Mei 2021 dengan diikuti 60 peserta dari 30 desa di 5 kabupaten se Kaltim, yakni Paser 7 desa, Kukar 5 desa, Kutim 7 desa, Kubar 7 kampung, dan Mahulu 4 kampung. PPU dan Berau sudah tidak menjadi target karena sudah tidak ada desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal.(AM)

Tiga Kota Sudah Bebas Blankspot

May 19, 2021 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Kadis Kominfo Kaltim Muhammad Faisal

SAMARINDA – Saat ini, sudah tiga kota di Kalimantan Timur yang sudah bebas blankspot. Tiga daerah tersebut yaitu Samarinda, Balikpapan dan Bontang. Sementara 7 kabupaten lain masih ada daerah yang belum terdapat jaringan telekomunikasi.

“Hasil rekap kami dari total 1.038 Desa dan Kelurahan yang ada di Kaltim masih terdapat 162 yang masih blankspot atau 15,61%,” Kepala Dinas Komunikas dan Informastika (Kominfo) Provinsi Kaltim Muhammad Faisal.

Dari data terbaru tersebut berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika masing-masing kabupaten dan kota yang ada,

“Sementara ini daerah yang bisa menerima 2G kita anggap ada jaringan telekomunikasi bukan blankspot namun dengan catatan untuk bisa ditingkatkan minimal 3G” lanjut Faisal.

Kami memang menerima perintah dari Gubernur Kaltim melalui Biro Infrastruktur untuk mendata daerah blankspot di Kaltim dan membuat advis solusi terbaik yang cepat untuk mengatasi hal ini,

“Kami akan segera menindak lanjuti dan berkoordinasi perihal ini, karena memang masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri, harus duduk bersama antara Pemprov, Pemkab, Provider, Masyarakat, Akademisi termasuk juga Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Kominfo” ucap mantan pejabat Pemkot Samarinda ini.

Dikatakan Faisal, keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun tidak diragukan lagi, pasalnya Gubernur Kaltim akan langsung membawa surat perihal ini ke Menteri Kominfo di Jakarta dalam waktu dekat ini. (*/wd)

 

Masih Pandemi, Pemkab Kutim Belum Keluarkan Rekomendasi Pembelajaran Tatap Muka

May 18, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA– Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menerima kunjungan Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) Sangatta diruang kerjanya, Selasa (18/5/2021).

Kedatangan pihak YPPSB bertujuan untuk bersilaturahim. Dari YPPSB ada Plt Direktur YPPSB sekaligus Manager Bisnis And Support Endah Wulandari. Didampingi Manager Pendidikan Wariadi, Manager Riset Strategi dan Pengembangan Syafi’i serta Kepala Sekolah SD YPPSB 2 Marsono.

Dalam silaturahim pasca Idul Fitri ini, pihak YPPSB menyampaikan perihal progres belajar mengajar selama pandemi COVID-19. Kemudian, kesiapan belajar tatap muka, apabila sudah ada kebijakan pemerintah terkait hal tersebut.

Secara umum Bupati menyambut baik dan mempersilakan pihak yayasan untuk menuangkan kreativitas atau inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan selama ini melalui sebuah proposal. Sehingga terobosan baru bidang pendidikan, terkait pembelajaran berbasis TI (teknologi informasi), bisa ditularkan kepada sekolah lain di Kutim.

Tekait kesiapan melaksanakan belajar tatap muka, Ardiansyah menyatakan saat ini pemerintah belum bisa mengeluarkan kebijakan dimaksud. Selama pandemi COVID-19 masih berlangsung, pembelajaran tatap muka memang masih riskan dilakukan. Menurutnya pemerintah harus sangat hati-hati dalam menelurkan kebijakan.

“Karena harus memperhatikan kondisi (angka penularan) COVID-19 di Kutim,” tegasnya.

Dengan pernyataan dimaksud, artinya Pemkab Kutim lebih memilih cara aman menekan pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. Belum merekomendasi pembelajaran tatap muka dan baru memberi izin apabila situasi aman atau dapat dikendalikan.

Sebelumnya, Endah Wulandari, Plt Direktur YPPSB sekaligus Manager Bisnis And Support YPPSB mengatakan, ada sisi positif yang dapat dipetik selama masa pandemi. Salah satu, peningkatkan pengatahuan dibidang TI bagi guru maupun siswa dalam proses belajar.

Dalam kesempatan itu, pihaknya siap untuk berbagi informasi pengembangan proses belajar mengajar selama pandemi. Kepada sekolah-sekolah di Kutim. Termasuk dibidang peningkatan perpustakaan, pihak YPPSB menegaskan siap menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah yang ingin meningkatkan akreditasi ke A.

“Perpustakaan YPPSB saat ini juga diikuti pelatihan bukan hanya dari Kutim saja, namun dari Sabang sampai Marauke. Di Kutim Perpustakaan YPPSB satu-satunya yang sudah terakreditasi A,” ungkapnya Endah. (*hm15/3)

20 Rumah di Miau Baru Terendam

May 18, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

KONGBENG – Akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir ini, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terendam banjir lagi. Alhasil, sebabyak 20 rumah terendam banjir, dengan kedalaman air didalam rumah mencapai 15 – 40 cm.

Untuk kondisi secara umum, dari RT 1 – RT 7 kedalaman air mencapai 200 cm (dari tanah sampai lantai rumah warga). Demikian disampaikan, Camat Kongbeng melalui Sekretaris Camat Petrus Ivung kepada Pro Kutim.

Menurut Petrus, banjir tersebut merupakan luapan dari Sungai Melnyiu, melgun dan Seleq yang disebabkan hujan deras dalam dua hari ini.

“Untuk saat ini, Pemerintah Kecamatan telah melakukan koordinasi dengan perusahaan sekitar, agar bisa membantu warga yang terdampak banjir. Disamping itu, kita juga melakukan koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulanhan Bencana Daerah) Kutim,” ucap Petrus disela-sela memantau banjir, didampingi FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) dan Pemuda Peduli Bencana serta Ketentraman dan Kasi Ketertiban (Tantrib) Kecamatan Kongbeng.

Lebih lanjut Petrus menambahkan, sebagai tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya terendam banjir, sementara ini menggunakan Balai Desa (Lamin Adat) Desa Miau Baru.

Ia pun berharap, banjir segera surut, sehingga tidak banyak menimbulkan kerugian bagi warga, baik material maupun pertanian warga. Terakhir, Petrus juga berharap agar ada bantuan perahu karet, untuk memudahkan saat mengevakuasi warga saat banjir seperti ini.

Sebagaimana diketahui dalam tahun ini, Januari – Mei 2021, desa yang dinobatkan menjadi salah desa budaya di Kutim telah lima kali mengalami bencana alam (banjir), akibat hujan deras. (*/hm15)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1484882
    Users Today : 4373
    Users Yesterday : 4955
    This Year : 421392
    Total Users : 1484882
    Total views : 13093581
    Who's Online : 64
    Your IP Address : 216.73.216.33
    Server Time : 2026-03-16