Pesantren Ini Butuh Bantuan Donatur, Santri Belajar dan Salat di Ruang Tidur

August 11, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

LOA JANAN ILIR – Belum ada masjid, belajar pun di ruang tidur. Itulah kondisi Pondok Pesantren Darul Hanan yang berlokasi di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda. Lokasinya tidak jauh dari Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Pesantren yang didirikan sejak dua tahun lalu itu memang masih memprihatinkan. Berbekal tanah wakaf dari donatur sekitar setengah hektare, pesantren ini didirikan dalam kondisi apa adanya. Bahkan, di areal tanah tersebut ada bukit yang belum tuntas diruntuhkan.

“Bukitnya juga diwakafkan, tapi kami tidak punya alat berat untuk meratakan,” sebut pengasuh Pondok Pesantren Darul Hanan, Zulkarnain Agus Salim, BA kepada media ini.

Berbekal semangat, pondok pesantren ini sudah terima santri sejak tahun lalu. Para orang tua berani mempercayakan putra-putrinya, setelah melihat semangat para pengasuh yang bertekad membangun pesantren berkualitas.

Untuk sementara, para guru dan kepala pondok, menyewa rumah sederhana di dekat lokasi pondok. Begitu juga bangunan kelas, terpaksa ada yang sewa. Sisanya, dibangun ruang kelas sementara dari bahan kayu dan seng. Sepintas, bangunan yang digunakan mirip sarang burung walet. Yang penting siswa bisa tidur dan belajar, juga salat dan mengaji, meski apa adanya.

“Kalau malam, kasurnya disusun untuk tidur. Begitu pagi hari, dirapikan lagi untuk ruang kelas dan juga jadi tempat salat dan mengaji,” sebut Zulkarnain, pengasuh lulusan Islamic University of Madinah, Saudi Arabia.

Untuk pembelajaran, pesantren ini menggunakan metode terpadu modern. Perpaduan antara kurikulum pendidikan umum dan agama. Sehingga, akan memudahkan santri jika kelak ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke jalur umum.

“Di sini sistem pendidikannya sama seperti sekolah umum, bukan kejar paket. Selebihnya pendidikan agama,” sebutnya.

Ia berharap, dengan keberadaan pesantren ini, menambah jumlah dan pilihan warga Kaltim yang ingin belajar di pondok pesantren. “Tidak perlu ke luar Kaltim lagi, bisa belajar di sini,” sambungnya.

Angkatan pertama lalu, pondok pesantren ini menerima 10 santri dan 7 santriwati. Sementara angkatan kedua, menerima 23 santri dan 16 santriwati. Harapannya, seiring perkembangan pesantren ini, diharapkan jumlah santri terus bertambah. Tentunya harus didukung sarana dan prasarana memadai.

Selain itu, salah satu pusat kegiatan sebuah pondok pesantren adalah masjid. Namun hingga kini, masjid di pondok ini baru berupa pondasi dan tiang beton yang masih menjuntai, belum berdiri tegak. “Pembangunannya terhenti, kami kehabisan dana,” ucapnya.

Rencananya, masjid utama ini dibangun dua lantai. Untuk lantai atas akan dikhususkan untuk santriwati, bagian bawah untuk para santri. Karena masjid belum ada, untuk salat terpaksa juga dilakukan di ruang kelas.

Bagi donatur yang ingin berdonasi dan mendukung perkembangan Pesantren Darul Hanan ini, bisa langsung ke Jl. Kurnia Makmur. RT. 024, Kel. Harapan Baru, Kec. Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Donasi juga bisa disalurkan ke Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) eks Bank Syariah Mandiri (BSM) Nomor 7550-1201-99 atas nama Yayasan Darul Muhsinin Samarinda. Untuk nomor kontak yang bisa dihubungi Tammase (0821-5178-9588) dan Andi Abu Aisyah (0852-5052-9972). (*)

Pemkab Paser Siapkan Empat Rumah Isolasi Terpadu

August 10, 2021 by  
Filed under Paser

dr Fahmi Fadli

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menyiapkan empat rumah Isolasi Terpadu guna mempermudah Satgas melakukan pengawasan terhadap pasien Covid-19.

Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan sulitnya pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan Isolasi mandiri di rumah membuat Pemerintah Daerah harus memberlakukan isolasi mandiri secara terpadu

“Kami menyiapkan untuk melakukan isolasi terpadu karena kami melihat pasien covid yang melakukan isolasi mandiri banyak yang tidak disiplin,” kata Bupati Paser dr. Fahmi Fadli, Selasa 10 Agustus 2021.

Isolasi terpadu menurut Fahmi Fadli akan lebih efektif sebab memudahkan Satgas untuk melakukan pengawasan.

“Karena tenaga kesehatan dan petugas Satgas kita sangat terbatas, dengan isolasi terpadu akan mudah mengawasinya,” ujarnya.

Bupati menerangkan empat rumah isolasi terpadu tersebut merupakan tempat penginapan atau hotel yang akan menampung pasien dari kecamatan terdekat antara lain rumah isolasi di Batu Sopang diperuntukkan pasien tiga kecamatan yakni Muara Komam, Muara Samu, dan pasien dari kecamatan itu sendiri.

Rumah isolasi kedua berada di Kecamatan Long Ikis yang juga diperuntukkan pasien dari Long Kali. Ketiga, rumah isolasi di Kecamatan Tanjung Harapan, keempat rumah isolasi di Rumah Sakit Pratama Kerang.

Selebihnya pasien dari Kecamatan Kuaro, Paser Belengkong, dan Tanah Grogot dipusatkan di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya.

“Jika masih tidak terpenuhi akan kita cari hotel lagi untuk dijadikan rumah isolasi,” ujar Bupati Fahmi. (*)

Bupati Paser : Panitia Siap Laksanakan Tes CPNS

August 10, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Bupati Paser dr.Fahmi Fadli meninjau gedung Awa Mangkuruku yang akan menjadi tempat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kabupaten Paser, Selasa 10 agustus 2021.

Bupati Fahmi meninjau lokasi ini didampingi Seketaris Daerah Katsul Wijaya dan Asisten Umum Dan Administrasi Seketariat Daerah Kabupaten Paser Arief Rahman.

Fahmi Fadli mengatakan kunjungannya ini untuk memastikan kesiapan panitia seleksi CPNS baik itu kesiapan sarana dan prasarananya maupun protokol kesehatan.

“Kami hadir untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana. Panitia telah menyiapkan 200 komputer untuk sekali tes. Insyaallah sarana dan prasarana mulai dari komputer, pasokan listrik, genset, dan internet semuanya sudah siap,” kata Bupati Paser dr. Fahmi Fadli usai kegiatan peninjauan.

Pelaksanaan SKD CPNS di Kabupaten Paser yang dijadwalkan pada 25 Agustus 2021, akan dibagi menjadi 3 sesi dalam 1 hari. Setiap sesi diikuti sekitar 200 peserta. SKD CPNS ini dijadwalkan rampung dalam satu minggu.

Bupati mengatakan panitia telah menyiapkan skema protokol kesehatan bagi peserta CPNS guna memastikan tidak terjadinya kerumunan. Nantinya akan diberlakukan pemeriksaan suhu tubuh. Peserta CPNS yang suhu tubuhnya di atas 36 derajat Celsius akan dipisahkan di sebuah ruangan tersendiri.

“Sudah diatur sirkulasi masuk dan keluarnya peserta sehingga tidak ada penumpukkan massa. Kami libatkan satgas. Pemeriksaan dilakukan tiga kali. Sudah disiapkan tempat, jika suhu tubuh masih tinggi, nanti dipisahkan,” jelas Bupati Fahmi.

Diketahui bahwa pada pembukaan seleksi CPNS di Kabupaten Paser tahun 2021, ada 3 ribu lebih peserta yang dinyatakan lulus administrasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser Katsul Wijaya mengatakan pelaksanaan SKD CPNS tahun ini tidak dilakukan sebagaimana mestinya di ruang assesment Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Biasanya di BKPSDM, tapi karena pesertanya banyak dan kita harus terapkan protokol kesehatan, maka dilaksanakan di tempat yang luas seperti gedung Awa Mangkuruku,” ujar Katsul.

Katsul berharap pelaksanaan SKD CPNS tahun ini berjalan baik dan tidak ada kendala serta pelaksanaannya dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (*)

Budisatrio Djiwandono Jumpa Pengurus PWI Secara Virtual

August 10, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, bertemu dengan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, secara virtual

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono, bertemu dengan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, secara virtual, Selasa (10/8/2021) sore tadi. Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan melalui sarana Zoom tersebut. Namun, persoalan terbanyak yang dibahas adalah di sektor pertanian dalam arti luas, yang sesuai dengan bidang kerja Komisi IV DPR RI.

“Saya berterima kasih dengan jajaran pengurus PWI Kaltim, sudah berkenan berjumpa melalui virtual. Mohon maaf, karena pandemi, belum bisa tatap muka langsung. Semoga nanti bisa diagendakan untuk kembali silaturahmi di Samarinda,” sebut wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan Kalimantan Timur ini.

Dikatakan Budisatrio, sudah lama merencanakan pertemuan dengan jajaran pengurus PWI Kaltim. Namun terkendala dengan berbagai aktivitas. “Kolega saya, anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi, akhirnya membantu mengomunikasikan pertemuan ini dengan rekan-rekan PWI Kaltim,” bebernya.

Dalam pertemuan yang dipandu Ketua PWI Kaltim, Endro S. Efendi, dihadiri tak kurang dari 15 orang pengurus PWI Kaltim. Di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Intoniswan, serta Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya dan Bendahara PWI Kaltim Henny.

Kegiatan virtual itu dimanfaatkan Budisatrio untuk memperkenalkan dirinya dan cakupan kerjanya. Budisatrio mengaku, sengaja memiliki duduk di Komisi IV DPR RI, bidang pertanian dalam arti luas, karena menyukai bidang ini.

“Saya yakin, ke depan, pertanian adalah sektor yang sangat penting, dan strategis. Saya bercita-cita Kaltim nanti tidak hanya jadi produsen migas dan batu bara, tapi juga unggul dalam pertanian,” harapnya.

Lahan di Kaltim yang sangat luas, menurutnya adalah potensi yang bisa dikembangkan. Walaupun karakter lahannya tidak sama dengan di Jawa, Sumatra dan Sulawesi. “Sekarang masih banyak produk pangan didatangkan dari luar Kaltim. Termasuk daging sapi. Banyak produk pangan harus bergantung dengan daerah lain,” bebernya.

Ia berharap, ke depan produk lokal akan menjadi tuan di daerahnya sendiri. Caranya dengan melakukan identifikasi kekuatan di masing-masing kabupaten dan kota di Kaltim.

Dalam hal lingkungan hidup, politis muda ini mengatakan, sumber daya alam di Kaltim tiada duanya. “Saya sering masuk hutan di Kaltim, ada banyak keanekaragaman hayati yang menjadi incaran dan membuat iri dunia luar,” ujarnya.

Karena itu, harapannya pembangunan ekonomi diselaraskan dengan pelestarian lingkungan hidup. “Kita tetap butuh batu bara dan CPO untuk mencukupi kebutuhan energi. Tapi keberlanjutan alam dan keanekaragaman hayati juga harus dipikirkan secara jangka panjang,” urainya.

Dikatakan Budisatrio, selama ini dirinya mengaku kurang tampil ke media massa. Padahal, sebagai politisi, hal itu sangat penting. “Kami di Partai Gerindra dididik menjadi pejuang, tidak harus gembar-gembor ke publik. Harapannya, keteladanan dan contoh yang diberikan melalui kerja nyata, bisa bicara dengan sendirinya,” bebernya.

Karena itu, ia pun memohon maaf kepada wartawan yang selama ini kurang intensif memberikan informasi terkait kerja yang ia lakukan. “Ke depan semoga bisa kerja sama, saling sharing. Saya sangat senang kalau media mau meliput kegiatan yang tujuannya untuk kemajuan Kaltim,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak sudah kerja nyata yang sudah dilakukan dan manfaatnya sudah mulai dirasakan para petani dan nelayan di Kaltim. Termasuk ibu rumah tangga yang dibantu dengan program program pangan lestari. Sehingga ibu-ibu memiliki pekarangan sendiri memenuhi kebutuhan sayur mayur sehari-hari.

“Semoga bisa menjalin hubungan konstruktif dan produktif. Saya senang menerima masukan dan kritikan,” kata pemilik hobi membaca dan olahraga ini.

Meski digelar virtual, diskusi berlangsung hangat dan akrab. Banyak persoalan yang ditanyakan para wartawan terkait sektor pertanian. Tak ketinggalan, rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim juga mengemuka dalam diskusi tersebut. Semuanya dijawab dan dijelaskan Budisatrio secara gamblang. (*)

Satgas Covid Sasar Kafe di Palaran, 1 Positif dan 18 Non Reaktif

August 10, 2021 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Jajaran Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Samarinda kembali menggelar razia penegakan protokol kesehatan (prokes) di dua kafe di wilayah Kecamatan Palaran, Senin (9/8/2021) malam. Sama dengan yang dilakukan sebelumnya di wilayah Samarinda Ulu, tim gabungan ini juga langsung melakukan tes swab terhadap para pengunjung.

Camat Palaran Suwarso mengatakan dari dua kafe tersebut, secara keseluruhan ada 19 pengunjung yang dites swab. Dari keseluruhan jumlah tersebut, satu di antaranya positif. Sedangkan 18 lainnya non reaktif.

“Kegiatan ini untuk pertama kalinya kita lakukan di wilayah Kecamatan Palaran. Kita lakukan ini secara dadakan untuk kafe-kafe yang masih buka. Malam ini kita dapati 18 orang dinyatakan non reaktif dan 1 positif. Yang positif, KTP (Kartu Tanda Penduduk, Red)-nya langsung ditahan Dinkes (Dinas Kesehatan, Red) dan besok akan dilakukan pengecekan lagi di laboratorium. Bila hasilnya tetap sama, maka akan disarankan untuk isoman (isolasi mandiri, Red) atau dirujuk sesuai ranahnya Dinkes,” jelas Suwarso.

Sementara Kepala Satpol PP Kota Samarinda Muhammad Darham melalui Kepala Seksi (Kasi) Kerja Sama Suwarno menyampaikan, kegiatan penegakan prokes ini dilakukan secara rutin untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat Kota Samarinda dan pemilik kafe untuk selalu memperhatikan serta mematuhi Peratuaran Wali Kota (Perwali) Samarinda Nomor 5 Tahun 2021, yang mana dalam aturan tersebut menyebutkan untuk membatasi jumlah pengunjung.

Dikatakan Suwarno, tim gabungan Satgas Covid-19 melaksanakan kegiatan penegakan prokes bersama kecamatan di wilayah Kecamatan Palaran.

“Tugas kami mengimbau kepada masyarakat dan pemilik kafe untuk mengikuti Perwali yang telah ditetapkan. Kalau memang jamnya harus tutup, ya harus dikuti demi mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” jelas Suwarno. (*/kmf)

« Previous PageNext Page »

  • vb