Hipnotis Akan Semarakkan Hari Pers Nasional 2022 di Kendari

November 28, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Foto: Ketua PKHI Ir Avifi Arka menerima Tim Baksos HPN.

JAKARTA – Ada sesuatu yang baru dan menarik dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9 Februari 2022 mendatang.

Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) ikut menyemarakkan dengan berbagai festival. Bukan saja berupa atraksi dan hiburan seperti tayangan layar kaca. Tapi juga bantuan terapi. Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos).

Ketua Umum DPP-PKHI Ir Avifi Arka ketika ditemui Tim Baksos HPN M Nasir, Elly Sri Pujianti dan Karim Paputungan di Jakarta, Minggu pagi (28/11/2021) menyebut beberapa kegiatan. Antara lain membantu terapi bagi penderita gangguan kecemasan, sulit tidur, kegemukan (obesitas), kecanduan gadget (gadget detox), maupun trauma akibat pandemi Covid-19.

Avifi yg sedang menjadi instruktur pelatihan hipnotis  menambahkan, pihaknya juga membantu terapi bagi pengidap phobia terhadap ketinggian atau phobia naik pesawat terbang.

“Ada seorang pejabat daerah yg menolak diangkat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda), karena takut kalau tugas ke Jakarta naik pesawat terbang,” katanya mencontohkan.

Gejala yang mengemuka belakangan ini seperti kecanduan gadget juga sekalian dibantu terapinya. “Bapak-bapak yang mau berhenti merokok atau Ibu-ibu yang ingin langsing silahkan datang nanti,” ujarnya.

PKHI adalah organisasi profesi di bidang hipnosis yang mempunyai kode etik dan sudah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Adapun pelatihan sudah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Hipnotis di kita masih sering disalah fahami. Padahal sangat ilmiah. Bahkan sudah dikenal 1.700 tahun lalu. Indonesia ketinggalan lebih 400 tahun dari negara-negara maju,” kata Avifi yang memperdalam ilmunya di Amerika dan Inggris.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan hipnotis dan hipnoterapi ini telah pula dilaporkan oleh bidang Baksos HPN dalam rapat koordinasi antara Panitia Pusat dan Panitia Daerah, 4 November lalu.

Hadir antara lain Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Sekjen Mirza Zulhadi beserta jajaran.

Sedangkan dari Panitia Daerah Hadir Sekda Nur Endang Abbas beserta pimpinan organisasi perangkat daerah dan Pengurus PWI Sultra.

Rangkaian kegiatan HPN lainnya meliputi seminar, konvensi media massa, anugerah kebudayaan, lomba karya jurnalistik, literasi media di kampus-kampus, penghijauan, penanaman bakau hingga penglepasan satwa liar. Puncak acara 9 Februari sebagaimana tahun-tahun sebelumnya rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. (*/vb-01)

Hadapi PON XXI 2021 Aceh – Sumut, Kaltim Awali TC Desentralisasi Mandiri

November 28, 2021 by  
Filed under Olahraga Lain

SAMARINDA – Usai perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX – 2021 di Papua beberapa waktu lalu, Kalimantan Timur (Kaltim) langsung mempersiapkan atletnya menghadapi PON XXI – 2024 di Aceh – Sumut dengan melakukan pencanangan pemusatan latihan (TC) desentralisasi mandiri bagi atlet, pelatih dan offisial teknik.

Pencanangan TC desentralisasi mandiri dilakukan saat pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim yang berlangsung di Hotel Aston Samarinda, Minggu (28/11/2021)

Ketua KONI kaltim Zuhdi Yahya menyampaikan, pada tahap awal TC desentralisasi mandiri bagi atlet peraih medali pada PON XX lalu dan masih memenuhi syarat untuk tampil pada PON XXI tahun 2024.

Rakerprov KONI Kaltim juga membahas pelaksanaan pekan Olahraga Provinsi VII yang akan berlangsung di Kabupaten Berau pada tahun 2022.

“Agenda Porprov ini sangat penting sebagai ajang seleksi atlet yang akan tampil pada Pra PON yang kemudian akan tampil pada PON XXI-2024,” ujar Zuhdi.

Rakerprov KONI Kaltim tahun 2021 yang dibuka Gubernur Kaltim Isran Noor juga dihadiri Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi, Bidang Litbang dan Bidang Hukum KONI Pusat Soedarmo, 64 Pengrov cabang olahraga, 10 Koni Kabupaten Kota dan 5 badang fungsional.

Rakerprov dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Seluruh peserta dan panitia diwajibkan melakukan tes antigen.

Isran Noor berharap tidak ada varian baru covid-19 di Kaltim. Peserta dan panitia diharapkan selalu memakai masker. Peserta tetap waspada dan tidak abai dengan menurunnya kasus covid 19 di Kaltim. (hel)

Kapolda Kaltim : Akhir 2021 Target Vaksinasi Sudah Capai 70 Persen

November 28, 2021 by  
Filed under Daerah

SENDAWAR –Kunjungan kerja Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak di Kutai Barat (Kubar) yaitu meninjau vaksinasi presisi massal sebanyak 1000 dosis, serta embagikan bantuan sembako kepada keluarga warga yang terdampak covid 19 di Taman Budaya Sendawar (TBS) Jumat (26/11/2021).

Dikatakan Kapolda, pelaksanaan vaksinasi di seluruh nusantara ditargetkan pada akhir 2021 sudah mencapai 70 persen secara nasional, bahkan juga di Kalimantan Timur (Kaltim).

Pelaksanaan vaksinasi presisi yang dilaksanakan di Kubar sebanyak 1000 dosis untuk vaksin pertama dan kedua, Vaksinasi akan terus dilakukan di Kubar ini agar tercipta kekebalan komunal kepada warga Kubar, dan masyarakatnya aman dari serangan virus covid 19.

“Kita juga memberikan bantuan sembako sedikit kepada warga yang terdampak covid 19,”ujarnya.

Ia berharap masyarakat mau divaksin dan berpesan Formkopimda menjemput bola hingga ke pelosok. Diharapkan vaksinasi dapat merata hingga ke pedalaman.

“Saya berharap vaksinasi bisa dilaksanakan di puskesmas- ouskesmas, Kodim dan juga Polres. Masyarakat yang jauh bisa datang ke puskesmas terdekat selagi ada pelaksanaan vaksin agar kita semua sehat,” kata Kapolda.

Ia meminta kepada bupati, Kodim dan Kapolres untuk mendatangi warga yang ada di pelosok, agar semua warga Kubar maupun Mahulu terjangkau vaksin. Peran aktif puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas di kecamatan dan kampung – kampung dapat membantu warga melakukan vaksinasi terutama yang kesulitan komunikasi atau blank spot,”pintanya.

Sementara itu Kapolres Kubar, AKBP. Irwan Yuli Prasetyo melalui Wakapolres Kompol I Nyoman Wijaya mengatakan, hari kedua kunjungan Kapolda di Kubar adalah memberikan arahan kepada personel Polres Kubar serta mengecek vaksinasi massal serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Bantuan berupa sembako kepada keluarga warga yang terdampak covid 19 tersebut dari Mabes Polri yang berbentuk beras di salurkan ke Polda, dan Polda menyalurkan ke Polres.

“Polres Kubar menambahkan bahan pokok serta mengajak stakeholder,”ungkapnya.

Ia menuturkan, beberapa perusahaan turut memberikan sembako dan digabung dengan bantuan dari Polda, seperti perusahaan PT. Pama TCM & Pama BEK serta ada beberapa perusahaan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang sudah berpartisipasi menyalurkan bantuan sembakonya melalui kami,”tandasnya.

Ditemui terpisah, Manajemen PT Pamapersada Nusantara melalui HCGS Dept. Head Chandra Aditya merasa senang perusahaan dapat ikut terlibat dalam kegiatan yang berdampak dan dapat membantu masyarakat Kubar.

“Kami dari perusahaan melalui Program-program CSR dan kerjasama dengan instansi terkait selalu berusaha berkontribusi untuk masyarakat secara umum melalui program-program dan kegiatan-kegiatan yang bersifat kolaborasi seperti kegiatan Bhakti sosial dan Vaksinasi masal kali ini”.

Meski kontribusi yang diberikan tidak seberapa namun ia berharap dapat mengambil peran demi pemulihan masyarakat Kubar. PT Pamapersada Nusantara juga terus mengajak masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Jangan menjadikan upaya vaksin yang telah dilakukan menjadi sia-sia jika masyarakat kembali lengah dan tidak menjaga protokol kesehatan,” kata Chandra Aditya. (arf)

PWI Kaltim dan Mitra PWI Kaltim Serahkan Bantuan Beras Kepada Santri di Kukar

November 28, 2021 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – Kekurangan stok suplai beras untuk anak-anak pondok yang menjadi mitra Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Kutai Kartanegara melalui Gerakan Infaq Beras Kukar membuat insan Pers di Kaltim merasa terpanggil untuk turut serta menggalang donasi beras dari anggota PWI dan mitra PWI Kaltim.

Dituturkan Munanto, salah satu anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim yang juga penggiat PWI Kaltim Peduli mengungkapkan,  awalnya adanya status WA kawan yang mengajar di MAN 1 Tenggarong yang mengeluhkan masih minimnya stok beras untuk makan anak-anak santri di pondok-pondok tradisional yang ada di Kutai Kartanegara, sehingga membuat tergerak menghubungi kawan-kawan wartawan dan mitra PWI untuk ambil bagian dalam amal sholeh ini.

“Alhamdulillah dalam dua hari kita mampu menggalang sekitar 350 kg beras dan kita langsung antarkan ke Posko Pasukan Amal Sholeh (Paskas) Kutai Kartanegara yang ada di Jalan Naga Gang H. Sabri Ismail Tenggarong,” terangnya.

Penyerahan beras bantuan dari anggota PWI Kaltim dan Mitra PWI Kaltim diserahkan Koordinator Pariwisata dan Budaya PWI Provinsi Kaltim Yuliawan Andrianto diterima oleh Achmad Muzakkir Relawan Paskas Kutai Kartanegara di Markas Paskas, Jumat (26/11/2021).

“Bantuan donasi beras ini tidak seberapa, semoga bisa bermanfaat bagi Santri-santri pondok pesantren yang ada di Kutai Kartanegara,” ucap Yuliawan Andrianto saat menyerahkan beras ini.

Sementara itu Achmad Muzakkir relawan Paskas Bidang Konten Kreator Paskas Kutai Kartanegara mengungkapkan bahwa mitra Paskas yang ada di Kutai Kartanegara ini sebanyak 97 pondok pesantren, rumah tahfidz, dan panti asuhan.

“Bulan Oktober lalu yang kita serahkan  pertengahan November berhasil menggalang sebanyak 10.905 kg beras yang dibagi untuk 10.442 penerima manfaat,” jelasnya.

Dijelaskan Muzakkir Kebutuhan akan beras dengan jumlah Santri/anak didik pada bulan November ini sebanyak  10.442 anak Mitra Gerakan Infak Beras Kutai Kartanegara maka idealnya harus tersedia stok beras 73.094 kg beras dengan perhitungan kebutuhan makan setiap santri 7 kg beras setiap bulan.

Kebutuhan beras untuk pesantren-pesantren yang ada di Kutai Kartanegara dalam satu bulan membutuhkan suplai sekitar minimal 50 ton, namun penggalangannya masih jauh dari itu. 97 pondok, rumah tahfidz dan panti asuhan yang ada di Kutai Kartanegara yang memerlukan bantuan beras, dikarenakan pondoknya gratis, sehingga makan pun ustadz pengasuh pondok yang harus memikirkan. Tidak sedikit ustadz-ustadz pengasuh pondok sering mengeluhkan baru tengah bulan stok beras sudah habis.

Diungkapkan Muzakkir, bulan Oktober terkumpul sekitar 10,8 ton penyerahan November, pengumpulan November disalurkan pada bulan Desember, namun penggalangan beras bulan November yang sudah mau berakhir ini baru terkumpul sekitar 6 ton, sangat minim sekali.

“Makanya semua relawan anggota Paskas harus lebih gencar menggalang beras ke donatur-donatur, agar sebanyak 10.442 santri yang harus diayomi stok beras dan Paskas tersebar di Kotabangun, Samboja, Muara Badak, Sebulu, Tenggarong bisa tercukupi,” jelas Achmad Muzakkir.

Dijelaskan untuk distribusi ke sasaran penerima manfaat menggunakan kalaborasi, kadang ada dari donatur menyediakan kendaraan untuk mengantarkan, ada juga masyarakat di sekitar pesantren yang kebetulan lewat Tenggarong bisa sekaligus dititipkan, dan para relawan Paskas juga langsung mengantarkan ke lokasi-lokasi yang medannya sulit dijangkau karena letaknya di pelosok desa dan harus menggunakan mobil double gardan untuk menjangkaunya.

Kebahagiaan mereka anak-anak pondok tidak dapat terlukiskan manakala menerima beras yang hanya 10 karung untuk stok satu bulan. Doa mereka panjang untuk kita para donatur. Para santri itu ada yang makan bisa sehari 2 kali karena stok beras terbatas.

“Kalau pondok-pondok di perkotaan tidak usah di omong, mereka orang-orang yang punya dan dari wali santri pasti menyumbangnya. Pondok-pondok yang di pelosok itu sebagian besar orang tua santri orang-orang yang tidak mampu, sehingga mereka menitipkan anaknya ke pondok untuk belajar,”ucapnya.

Pondok-pondok yang menerima bantuan dari Paskas adalah mereka yang benar-benar membutuhkan, karena sebelumnya sudah di survey dulu bahwa mereka sangat membutuhkan support dari para donatur terutama bahan pangan.

“Kita memikirkan untuk menyediakan makannya, agar ustadz-ustadz di pondok fokus mengajarkan ilmunya,” pungkas Muzakkir yang didampingi beberapa relawan lainnya.(vb-01)

 

Pelukis Grafir, Murid Sang Maestro Dirikan Galeri

November 27, 2021 by  
Filed under Profile

Fajar Edi Nugroho alias Jajang dengan lukisan Kaca Grafir di Galerinya

MALANG – Banyak cara seniman lukis menuangkan ide serta hasil karya. Ada yang melukis di atas kanvas, dinding ataupun kain. Demikan juga Fajar Edi Nugroho alias Jajang (55), yang melukis menggunakan kanvas kaca. Melukis di atas kanvas kaca sering dikenal dengan sebutan seni melukis grafir.

Di Kota Malang Jawa Timur, Jajang panggilan akrab Fajar merupakan satu-satunya pelukis grafir. Dirinya baru mulai menekuni kesenian melukis grafis itu pada tahun 2018.

“Saya belajar melukis di atas kaca ini sejak tahun 2018. Saat itu masih belajar-belajar saja, bagaimana caranya melukis grafir,dengan bekal pengalaman melukis di Kanvas, akhirnya bisa seperti saat ini,” katanya.

Jajang mengakui dirinya menyenangi melukis ketika kuliah di ISSI Yogjakarta 1985 lalu, tetapi tidak sampai lulus. Karena semangatnya untuk bisa melukis akhirnya dia, kursus melukis ke sang maestro seni lukis realis yakni Barli Sasmitawinata di Sentrasari Bandung.

Barli Sasmitawinata adalah seorang maestro seni lukis realis. Pria yang lahir di Bandung 18 Maret 1921 itu menjadi pelukis berawal atas permintaan kakak iparnya, tahun 1935. Sasmitawinata agar Barli memulai belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz, seorang pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung. Ia mulai menekuni dunia seni lukis sekitar tahun 1930-an dan merupakan bagian dari “Kelompok Lima” yang juga beranggotakan Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, dan Wahdi.

Fajar Edi Nugroho ikut Barli Sasmitawinata 7 tahun (1085 – 1992). Berbagai kegiatan pameran yang diselenggarakan Barli tidak pernah ditinggalkan. Diapun menyertakan karya lukisnya diatas kanvas berpatner dengan sang Maestro.

“Bangga menjadi bagian dari kegiatan sang maestro pujaannya, sekaligus menimbah pengalaman,“ tandasnya disela-sela menyelesaikan lukisan grafirnya.

Karena dirinya tidak mau disebut “mengekor“ dengan gurunya, maka ia mengembangkan diri ke bentuk lukisan yang tidak banyak dimintai pelukis lainnya. Akhirnya Jajang, berlabuh ke lukisan kaca – grafir.

Berawal dari mencoba-coba lalu banyak tawaran membuat lukisan grafir wajah seseorang atau gambar tokoh.

“Paling mengesankan tatkala adanya pesanan hiasan rokhani jamuan dinding kudus. Dari salah satu Gereja ternama dengan ukuran besar lagi, dihargai sekitar 3 juta-an,“ ungkapnya bangga.

Pria kelahiran Kota Madiun 1966 itu mengatakan, itu mula ia dikenal sebagai pelukis kaca grafir dengan goresan kuat ala Sang Maestro Barli Sasmitawinata sehingga makin banyak yang tahu. Perlahan-lahan semakin banyak orderan yang datang.

Para pelanggan yang memesan lukisannya diwajibkan membayar setengahnya terlebih dahulu, dengan mengirimkan foto wajah yang hendak dilukis. Jika sudah selesai, sisa pembayaran bisa dilunaskan melalui cash atau transfer.

Saat di tengah pandemi COVID-19 jumlah orderan semakin menurun drastis. Jajang bersama Agus Himawan pengelolah Kopi Moejoer yang ada di dusun Boro Desa Tawangargo Karangploso. Mencoba membangun Galeri sekaligus berencana memberikan pendidikan melukis Kanvas maupun Grafir kepada masyarakat.

“Kami ingin memberikan pelatihan bagi masyarakat dan karangtaruna Dusun Boro, agar mereka punya keahlian yang bisa dikembangkan sebagai bekal hidupnya,“ ungkap Agus Himawan yang getol mengembangkan budaya di daerahnya.

Cafe Kopi Moejoer miliknya disulap menjadi banyak ruang diantarannya ada galeri yang memajang karya Jajang. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1072231
    Users Today : 626
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 8741
    Total Users : 1072231
    Total views : 10556901
    Who's Online : 95
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03