Menuju Tatanan Kehidupan Berbasis Blockchain dan Metaverse

January 24, 2022 by  
Filed under Opini

 Oleh: Eko Wahyuanto

Eko Wahyuanto

Belum lama ini, beberapa anak muda yang tergabung dalamTim Bentara, datang kekantor kami di Kominfo, mendiskusikan tentang bagaimana memasuki teknologi blockchain. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum  Prof. Henry Subiyakto.

————-

Teknologi selalu bermetamorfosa melahirkan inovasi baru dan generasi baru, inovasi baru mencetak profesi baru yang dikuasai oleh generasi baru. Profesi baru juga melahirkan ruang pekerjaan baru, cara memperoleh pendapatan baru, dan gaya hidup baru, demikianlah siklus pengaruh kemajuan teknologi diera supra digital sekarang ini.

Internet adalah teknologi, internet melahirkan YouTube, YouTube melahirkan profesi baru yakni YouTubers. Begitu juga Blockchain adalah teknologi, blockchain melahirkan lebih banyak turunan yakni Non Fungible Token (NFT), metavers, crypto, bitcoin, dan lainnya, yang kesemuanya juga hasil rekayasa teknologi

Dari inovasi terus berkembang tersebut, blockchain memunculkan setidaknya sepuluh profesi baru, yaitu: Trader, Exchanger, Hunter, Developer, Promotor,  Educator, Collector, Investor,  Consultant dan Media.

Ternyata dalam satu inovasi yang lahir dari rahim Internet hanya muncul satu profesi baru, sedangkan satu inovasi di blockchain melahirkan sepuluh profesi baru.Itulah mengapa,blockchain punya masa depan lebih menggembirakan dan dianggap lebih dahsyat dari pada Internet.

Sekali lagi, kita pahami bahwa NFT itu baru salah satu dari inovasi di blockchain, karena blockchain bukan hanya crypto, crypto bukan hanya trading, dan trading bukan hanya bitcoin.

Mungkin banyak diantara kita baru mengenal blockchain. Sebenarnya ini tertinggal satu dekade atau 10 tahun lalu. Mengapa, karena hari ini seharusnya kita sudah melompat belajar tentang quantum.

Ada 5 era teknologi yang berkembang dari waktu ke waktu, yaitu: komputer, internet, digital, blockchain dan quantum, tetapi dalam praktek sehari-hari kita baru mengunaknan komputer, internet dan digital. Masih jarang yang bermain di blockchain apalagi quantum.

Orang bijak mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Maka saatnya kita sekarang mulai belajar tentang pengembangan teknologi baru yang cukup mencengangkan itu.

Bitcoin yang sempat menggemparkan jagat maya selama ini, sebenarnya hanyalah seujung kuku dari blockchain yang luar biasa dahsyat nya. Apalagi jika kita mempelajari jauh tentang NFT nya, iNFT, iNFT, iNFT, dNFT, wNFT, dan  fNFT. Itu yg sekarang oleh masyarakat banyak dicari dan ditelusuri di Google. Orang ingin tahu apa itu NFT, tetapi belum memahami secara utuh, apalagi jika dikaitankan dengan blockchain dan metaverse.

Trend pencarian NFT melesat tajam mengalahkan pencarian rubrik lainnya, bahkan menjadi trending di Google Indonesia, termasuk juga kalimat NFT juga menjadi trending di dunia.Jika kita bicara NFT sebenarnya ada 6 bagian penting yang harus dipelajari,  yaitu:  iNFT,  iNFT, iNFT, dNFT, wNFT, dan fNFT.

iNFT yang pertama adalah Interactive NFT, iNFT yang kedua adalah Intelligence NFT, iNFT yang ketiga adalah Investment NFT, sedangkan dNFT adalah Dao NFT ,dan wNFT adalah wearables NFT serta fNFT adalah fancy NFT.

Dalam membahas NFT yang heboh, viral dan fenomenal ini,  kita dapat menggunakan terminologi uang, yaitu posisi  uang lama dan uang baru. Dengan menggunakan kacamata uang lama, tentu saja tidak akan masuk akal bicara NFT yang dapat laku mahal. Contohnya, jika ada seseorang yang membeli karya NFT senilai 95 juta rupiah, padahal yang dibeli adalah photo wajah selfi seseorang yang bukan seorang tokoh atau artis atau apalagi ilmuwan. Maka

gunakan kacamata uang baru, supaya anda tidak menganggap kalau mereka itu gila, bodoh dan atau melakukan hal yang tidak masuk akal. Dengan menggunakan kacamata uang baru, maka anda akan salut dan respect pada mereka terutama caranya mengikat nilai uang cripto milik mereka. Kalau menggunakan uang lama, anda pastinya akan teriak teriak:

“Itu judi”

“Irasional”

“Mau aja dibodohi” dan pernyataan-pernyatan antagonis lain.

Dalam hal ini, pembeli NFT adalah investor yang cerdas, memang nampak aneh, bagaimana tidak membeli sebuah rumah digital 3D misalnya, yang tidak bisa dihuni, tetapi sampai harus merogoh kocek 500.000 Dollar. Itu Mars House namanya.

Tapi tahukah anda bahwa pembeli Mars House akan meletakkannya di tanah virtual, sehingga nantinya dia bisa mengundang orang untuk masuk ke rumahnya, dan bagi yang mau masuk, akan membeli tiketnya dalam bentuk NFT.

Di dalam rumah mars itulah nantinya akan ditampilkan karya karya seni digital yang di koleksi oleh pemiliknya. Semua koleksi karya digital tersebut dapat dilihat di metaverse, persis seperti aslinya. Nah ternyata, tersambung bukan antara NFT dengan metaverse?

Didalam metaverse itulah, interactive NFT dan intelligence NFT akan bisa dinikmati, tentunya, memang harus menggunakan VR headset untuk bisa berkelana  dijagat metaverse itu.

NFT dan metaverse akan juga dikaitkan dengan crypto nya, bahkan didalam metaverse sudah ada gamifikasi dan tokenisasi yang dapat anda pilih dengan avatar sendiri atau bisa juga menjadi “metahuman”. MetaHuman akan pakai baju, celana, sepatu, topi, jaket, kacamata dan aksesoris lainnya, yang semua bisa dibeli pakai crypto, sehingga dapat bergaya di metaverse, dan itulah yg disebut “wearables NFT'”.

Saat orang lain melihat “metahuman”, anda dengan pakaian paling keren, paling heboh, paling hebat, lalu orang orang di metaverse bisa memuji anda dengan cara  “mencolek” “metaHuman” anda, dan data dari “colekan” itu akan membuat “metahuman” anda bertambah hebat bahkan makin menguntungkan.  Itulah yang disebut “DAO NFT” nya, sedangkan bagian yang menguntungkan, itu yang disebut Fancy NFT.

Semakin banyak bertemu orang, semakin banyak orang menyukai “metahuman” anda, maka akan semakin banyak mendapatkan keuntungan. Makin populer, semakin kaya di metaverse, bahkan yang ekstrim semakin “norak” sebuah penampilan, maka dapat semakin kaya.

Yang diceritakan diatas adalah gambaran sederhana dari metaverse yang luar biasa, dengan didipadukan NFT nya.

Pertanyaannya, apa yang seperti itu sudah ada? jawabnya sudah banyak. Sebuah acara di @Decentraland, parade metahuman, disana orang bisa beraktivitas misalnya menonton konser, melihat bintang jatuh, bahkan bermain judi, tentu judi di dunia metaverse .

Ini baru penjelasan awal tentang blockchain belum masuk contoh dan belum dibahas detail, belum pula bicara tentang hubungan antara blockchain, crypto, metaverse dan NFT. Kedepan blockchain dapat dipakai di berbagai sektor dan akan mengubah pola komunikasi, aktivitas dan sendi-sendi kehidupan. Kita akui teknologi seperti belum banyak kita terapkan, apalagi dalam praktek ekonomi dan pengelolaan sektor lain, tetapi percaya dalam waktu dekat, semua itu akan segera mewarnai kehidupan kita.

Pertanyaan mendasar nya adalah apakah setiap orang nanti akan “hidup” di ruang “metaverse”?

Kita perlu mengantisipasi kecenderungan ini, sebab bisa jadi pengalaman alih teknologi komputer berbasis internet seperti dimasa lalu bakal terjadi.

Saat ini, hampir seluruh penduduk dunia ingin terhubung ke Internet. Bahkan kebutuhan utama manusia di era digital sekarang seolah mengalami pergeseran yakni: selain sandang, pangan, papan, ditambah handphone dan kuota atau internet.

Kedepan, semua orang juga ingin terhubung ke “blockchain” dan masuk ke Metaverse, persis seperti saat ini orang butuh internet. Blockchain akan menjadi kebutuhan hidup baru, apalagi teknologi quantum.

Terbayang, saat Internet gratis lalu biaya listrik nol alias gratis juga, maka penambangan crypto akan menjadi sumber pemasukan amat penting.

Dapat membiayai infrastruktur blockchain, dapat membiayai protokol Internet, maka masyarakat tinggal ikut saja menjalankan “social mining”, sehingga “social credit scoring” akan menjadi hal terbaik saat metaverse sudah berjalan mulus.

Metaverse menjadi pintu masuk bagi manusia manusia “cerdas” yang ingin menghasilkan pendapatan dengan uang baru, crypto, sementara “quantum” merupakan jalan toll nya, sedangkan internet dan blockchain adalah jalan utamanya. Semua yang menginginkan skema efektif dan efisien dan akan masuk ke “quantum”.

Kedepan akan banyak orang yg  punya “nama tanpa raga” di dunia DAYA. Ini contoh yang sudah dimulai.

Pernah mendengar “Bot Cantik” dari Perbankan di Indonesia?

ChatBot berbasis “artificial intelligence” (AI) yang membantu tanya jawab nasabah perbankan.

Percakapan dan komunikasi dengan “Bot” ini diatur melalui deretan koding pemrograman, sehingga dapat menyesuaikan pertanyaan dengan jawaban yang diinginkan oleh nasabah.

Teknologi yang dipakai, selain “artificial intelligence” (AI) ada juga “machine learning” (ML).

Dari program tersebut perilaku nasabah juga dapat dipetakan berdasarkan percakapan yang digunakan dalam interaksi bersama “Bot Cantik” itu.

Iya, memang  Bot Cantik kita menyebutnya. Misal di BRI, kita dapat kenalan sama SABRINA, singkatan dari Smart BRI New Assistant. Dibank BCA kita akan kenal bot cantik yang namanya VIRA, Virtual Assistant Chat Banking BCA  kepanjangan nya. Bank BNI juga punya bot cantik, namanya CINTA, singkatan dari Chat with your Intelligent Advisor.

Begitu juga Bank Mandiri, punya bot cantik bernama MITA., Mandiri Intelligence Assistant. Bank Indonesia bot cantiknya bernama LISA. Layanan Bank Indonesia. Kalau di Telkomsel, pasti kita sudah akrab namanya VERONIKA

Selain Perbankan dan Operator, perusahaan swasta pun ikut masuk dalam kecanggihan chatbot ini, antara lain: Unilever punya JEMMA, Angkasa Pura punya TASYA. Alfamart punya SHALMA, Pos Indonesia punya VIDA, HSBC juga punya AMY. OCBC punya EMMA, Microsoft punya RINNA. Mitsubishi bernama MIRA.

Mengapa kita singgung soal keberadaan ChatBot berbasis AI dan ML ini, karena di dunia DAYA, Metaverse nanti, Bot bot cantik seperti ini akan menjadi “nama tanpa raga”   yang disebutkan diatas, dan nanti akan banyak terdapat di dunia DAYA.

Jadi, di “metaverse” itu bukan hanya tempat manusia dunia “nyata” memiliki “kembaran digital” nya, tetapi juga tempat bot bot ini “aktif” disana dengan berbagai fungsinya.

Bisa saja, kita berkenalan dengan seseorang di dunia “DAYA”, tetapi ternyata kita “terpedaya”  Karena asyik ngobrol, dan seru pembahasannya sekali lagi orang akan terpedaya, tidak dapat bertemu fisik karena tidak ada wujud orangnya.

Didunia “daya metaverse”, salah satu lokasi yang akan sering dikunjungi atau banyak peminatnya adalah “chatbot” yang seolah punya “raga” tapi sesungguhnya hanyalah “machine learning” yang sangat cerdas.

Makanya, di era quantum itulah, energi akan menjadi bisnis terbesar nya. Internet dan listrik bisa gratis, akan membuat orang banyak ingin datang dan ikut jadi “keluarga besar” kita.

Dalam hal ini kelompok anak muda BENTARA sudah menyiapkan roadmap dan persiapan akan membangun BENTARA Quantum Valley di Sumedang Jawa Barat. Ini akan menjadi percontohan program “Energi Baru Terbarukan”.

Disana dibangun listrik dari 5 sumber energi, yaitu: energi  Panas Surya Solar, Micro Hydro Sungai yang dapat dimanfaatkan untuk listrik, Gas Panas Bumi,  pipa gas dari air panas pengunungan. Biogas yang dihasilkan dari kotoran hewan dan akan  dijadikan listrik juga. Angin Mini Turbin dari angin akan menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Dengan 5 sumber listrik dari “Energi Baru Terbarukan”, kita akan pakai untuk memiliki “penambangan uang baru” crypto. dan bitcoin, bahkan ada banyak sekali AltCoin.

Itulah mengapa, kita harus bisa mampir ke “Lab. Quantum”  yang sudah ada di luar negeri. Jika perlu dilakukan kerjasama bilateral dengan negara yang sudah mengembangkan quantum (kalau Indonesia berani).

Ilmuwan kita perlu belajar disana, atau Ilmuwan mereka membangun prototipe pengembangan “quantum” di lndonesia. Dalam hal ini negara yang mengembangkan quantum cukup maju adalah Iran, negara yang sedang diembargo oleh Amerika. Konsekuensinya dinegara tersebut kesulitan transaksi terbuka dengan banyak negara, sehingga keadaan memaksa mereka mendalami “quantum” sebagai solusi.

Sementara Amerika sendiri masih mencari tahu Quantum Network. Bagaimana dengan Indonesia?

Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Madya Kominfo

PDKT dan Dewan Adat Dayak Minta Kepolisian Ambil Sikap Tegas

January 24, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Pengurus inti PDKT dan DAD Kaltim

SAMARINDA – Ormas Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) dan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DAD Kaltim) pun akan melakukan berbagai langkah tegas baik secara hukum maupun adat atas pernyataan Edy Mulyadi dan kelompoknya yang dinilai telah merendahkan martabat warga Kalimantan dengan mengatakan bumi Kalimantan tempatnya pembuangan anak jin dan dihuni gundoruwo serta penghuninya di Kaltim adalah monyet.

“Kami dari pengurus PDKT bersama Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur mengecam keras terhadap pernyataan saudara Edy Mulyadi dan kawan-kawan, yang telah menghina dan merendahkan harkat masyarakat Kalimantan Timur dan daerah Kalimantan Timur. Atas hal ini, ada beberapa sikap tegas baik secara hukum maupun adat yang akan kita lakukan terhadap Edy dan kawan-kawan,” ucap ketua umum PDKT Syaharie Jaang didampingi beberapa pengurus PDKT dan DAD Kaltim di kediamannya, Minggu (23/1/2022) malam.

Menurutnya mereka akan meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menangkap dan memproses secara hukum Edy Mulyadi dan kawan-kawan agar mempertanggungjawabkan ucapannya tersebut.

Tak hanya itu, ditambahkan ketua DAD Kaltim Zainal Aripin agar kepolisian daerah (Polda) Kaltim untuk dapat membantu masyarakat Adat Dayak Kaltim menghadirkan Edy Mulyadi dalam sidang adat Dayak Kaltim karena telah memenuhi unsur pelanggaran adat masyarakat adat Dayak Kaltim.

“Kami sangat mengharapkan tuntutan ini dapat dikabulkan, karena kami sangat mengkhawatirkan kondusifitas masyarakat akan terganggu dikarenakan masalah ini,” tegas Syaharie Jaang lagi.

Wali kota Samarinda periode 2010-2021 ini sangat menyayangkan adanya pernyataan yang keluar dari seorang warga yang dinilainya memiliki pendidikan dengan latar belakang seorang jurnalis.

“Seharusnya jangan sampai keluar ucapan merendahkan martabat manusia. Kalau memang tidak setuju pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kaltim, agar melakukan protes sesuai konstitusional. Kan sudah jelas RUU IKN telah disahkan menjadi Undang Undang oleh wakil-wakil rakyat di DPR RI, bahkan pak Presiden telah memberi nama ibukota IKN dengan nama Nusantara. Kalau memang tidak setuju, Edy dan kawan-kawannya ini mewakili atas nama masyarakat mana. Lakukan sesuai konstitusional,” tegas Syaharie Jaang.

Syaharie Jaang mengajak semua elemen masyarakat, baik ormas, organisasi paguyuban kedaerah, organisasi kepemudaan agar tetap kompak menjaga harkat martabat bumi Kalimantan Timur.(*)

DPW Gekrafs Kaltim Tuntut Edy Mulyadi Klarifikasi dan Minta Maaf secara Terbuka

January 24, 2022 by  
Filed under Daerah

Aji Mirza Hakim – Ketua DPW Gekrafs Kaltim

SAMARINDA – Ketua DPW Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Kaltim Aji Mirza Hakim (Aji Mohammad Mizra Ferdinand Hakim) atau lebih akrab disapa Icha bereaksi, atas video viral  pernyataan Edy Mulyadi bersama sejumlah pihak yang diduga menghina Kalimantan yang telah ditetapkan sebagai Ibu kota Negara (IKN) baru sebagai tempat jin buang anak.

Menurut Icha, pernyataan Edy Mulyadi yang menyatakan menolak pemindahan IKN Ke Kalimantan (Kaltim) seharus tidak dengan melibatkan pihak lain, dalam hal ini Kalimantan dan warga yang menempati pulau yang dikenal dengan kaya akan sumber daya alamnya ini.

Selama ini Kalimantan khususnya Kaltim telah memberikan kontribusi pembangunan tidak sedikit. Hasil kekayaan Kaltim selama seperti Kayu, minyak, gas, batubara dikeruk dan lebih banyak dinikmati warga di Pulau Jawa khususnya Jakarta.

“Selama ini pulau Jawa dengan Jakarta sebagai Ibu kota metropolitan telah menikmati hasil kekayaan Kaltim dengan segala fasilitas yang mewah, kemudian menyebut Kaltim sebagai tempat jin buang anak. Ini kan sudah sangat keterlaluan, dan mencederai perasaan warga Kaltim,” ujarnya.

Ia mencontohkan selama ini warga kaltim yang sangat heterogen ini selalu mendukung kebijakan pemerintah, tidak pernah melakukan upaya provokatif atas APBD Kaltim yang sangat kecil dibandingkan dengan devisa hasil alam Kaltim yang disetor ke pusat dan dinikmati warga pulau Jawa dan Jakarta.

Icha berharap  Edy Mulyadi  beserta sejumlah rekannya menyadari kesalahannya dan mengklarifikasi pernyataannya sekaligus meminta maaf secara terbuka kepada warga Kalimantan khususnya Kaltim.

“Jika Edy Mulyadi tidak mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka, tidak menutup kemungkinan kasus ini akan di proses ke jalur hukum,” tegas musisi mantan bassis Band Jikustik ini.

Lebih lanjut DPW Gekrafs Kaltim mengimbau warga Kalimantan khususnya Kaltim agar tetap menjaga kondusifitas keamanan,  persatuan dan kesatuan, sekaligus terus mengawal pemindahan ibu kota negara di Kaltim.

Pembangunan Ibu Kota Negara RI di Kalimantan Timur, menurut Icha sudah tepat, mengingat pembangunan IKN akan meningkatkan pengembangan ekonomi dan  pembangunan infrastruktur di seluruh provinsi di Kalimantan, seperti jaringan dan pasokan listrik dan jalan raya yang sangat memprihatinkan di Kalimantan.

“Pemindahan IKN ke Kaltim akan semakin menggerakkan roda perekonomian di seluruh pulau Kalimantan, mengingat pembangunan infrastruktur daerah penyangga IKN akan turut menjadi prioritas pemerintah,” tutupnya. (hd)

Daerahnya Dihina, Ini Sikap Koalisi Pemuda Kaltim

January 23, 2022 by  
Filed under Berita

Koalisi Pemuda Kaltim, mengeluarkan pernyataan sikap atas kalimat yang dilontarkan Edy Mulyadi

SAMARINDA – Bertempat di salah satu kedai kopi di kawasan Jalan M Yamin Samarinda, puluhan pemuda yang menamakan dirinya Koalisi Pemuda Kaltim, mengeluarkan pernyataan sikap atas kalimat yang dilontarkan caleg gagal salah satu partai, Edy Mulyadi.

Para pemuda yang berasal dari berbagai unsur tersebut, dengan tegas akan melaporkan kasus tersebut ke jalur hukum. Selain itu, Senin (24/1/2022) pagi, mereka akan turun ke jalan menyampaikan sikap secara resmi ke D{PRD Kaltim, Kantor Gubernur Kaltim dan ke Polres Samarinda.

Koordinator Lapangan Koalisi Pemuda Kaltim, Fuad Assegaf menyampaikan, ucapan provokatif dan rasis dari Edy Mulyadi dan kawan-kawannya sangat mencederai masyarakat Kaltim.

“Kaltim dinyatakan tempat monyet dan jin buang anak. Kami masyarakat Kaltim tidak menerima dan mengutuk keras atas pernyataan yang menghina Kaltim,” ujarnya.

Fuad juga menyampaikan, akan melaporkan kasus ini ke proses hukum atas pernyataannya. Karena itu, pihaknya juga meminta polisi menangkap dan melakukan proses hukum.

“Kami mengimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan  akan terus mengawal pemindahan ibu kota negara di Kaltim,” tegasnya.

Ketua Pemuda Banjar Kaltim Fahrian Nur menambahkan, tidak ada kata maaf bagi Edy Mulyadi. “Silakan meminta maaf. Tapi proses hukum harus dilanjutkan,” tegasnya.

Mereka yang menyatakan sikap dalam Koalisi Pemuda Kaltim itu terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Etam Borneo. Kesmi, Himaija, Pemuda Banjar, FKMKU, FPPPK, IPMAH Samseb, LBAK Kutai, AMPI, Samarinda Berani, AMPG dan berbagai unsur pemuda lainnya. (*)

 

Reza: Harus Diproses Hukum

January 23, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Akhmed Reza Fachlevi

SAMARINDA – Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, berharap aparat segera melakukan proses hukum atas ujaran kebencian yang dilontarkan Edy Mulyadi, mantan caleg gagal dari salah satu partai.

“Apa yang disampaikan Edy sudah sangat rasis, menyinggung rakyat Kaltim. Harus diproses hukum,” tegas Reza, sapaan akrab anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Tidar, kata dia, sebagai organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra, jelas mendukung rencana kepindahan ibu kota negara RI. Apalagi, anggota DPR RI dari dapil Kaltim, Budisatrio Djiwandono yang juga dari Gerindra, sejak awal mengawal rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) sampai disahkan menjadi UU IKN.

Dikatakan Reza, apa yang disampaikan Edy bahwa Kaltim sebagai tempat jin buang anak, jelas sangat merendahkan martabat Kaltim. “Silakan kalau mau tidak setuju rencana pemindahan ibu kota. Tapi tidak perlu sampai menghina Kaltim. Apalagi dikatakan tempat kuntilanak atau generuwo,” sambungnya.

Termasuk, kata dia, adanya ungkapan dari rekan Edy yang menyebutkan hanya monyet yang mau tinggal di Kaltim.

Reza yang juga Ketua Harian KNPI Kaltim ini berharap, masyarakat Kaltim tetap kompak dan solid mendukung proses pemindahan ibu kota negara. “Pembentukan kabupaten baru saja didukung, apalagi ini pindah ibu kota,” sambungnya.

Selain soal Kaltim, Reza juga menyayangkan penghinaan yang dilakukan terhadap ketua umum partainya, Prabowo Subianto. “Soal sikap Partai Gerindra, kami mengikuti apa yang dilakukan pengurus pusat. Saya yakin semua satu suara dan akan melakukan tuntutan hukum,” imbuhnya.

Reza meminta polisi segera melakukan langkah hukum. “Bahkan, tidak perlu delik aduan, karena semua sudah jelas dan gamblang,” pungkasnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1463029
    Users Today : 4635
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 399539
    Total Users : 1463029
    Total views : 12879093
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.56
    Server Time : 2026-03-11