Tim Kemensos RI Langsung Kunjungi Mbah Min Korban Laka Lantas Sebatang Kara

April 2, 2022 by  
Filed under Berita

Feri (kiri kaos kuning) deri Direktorat Lansia Kemensos RI bersama tim sosial dan Danang dari Soeharso Surakarta (kanan)

SAMARINDA – Pemberitaan tentang  Rusmin alias Mbah Min (63), lansia korban kecelakaan lalu lintas yang sebatang kara, dan dalam kondisi terbaring lemah dalam kemiskinan di gubuk reot oleh media massa termasuk vivaborneo.com beberapa hari lalu, mendapat perhatian pihak Kementerian Sosial RI.

Feri Afrianto dari Direktorat Lansia Kemensos  RI Jakarta langsung terbang ke Samarinda, bersama dengan Danang dari Sentra Soeharso Surakarta. Tim Kemensos RI bersama beberapa relawan langsung ke gubuk Mbah Min yang lokasinya di Bengkel Las Rajeg Wesi di Jalan PM Noor Sempaja, Sabtu sore, 2 April 2022.

“Kami ditugaskan langsung Ibu Menteri (Tri Risma, red) untuk menangani Mbah Min, Lansia yang kondisinya memprihatinkan setelah mengalami kecelakaan, dan harus selesai menangani Mbah Min, agar bisa mendapatkan perawatan medis yang layak,” ucap Feri

Dikatakan Feri,  sebelum berangkat ke Samarinda, pihaknya  berusaha menghubungi beberapa dinas terkait, hingga akhirnya pada Sabtu sore bisa bersama-sama instansi terkait dan relawan antara lain Sriana dari TKSK Sungai Pinang, Siti Jumariah dari LKS Harapan Borneo, Umuh Kalsum dari Pendamping Rehsos, Siti Nur Juliha Susila,  Ancah dari Dinas Sosial Provinsi, Rudi Haryanto dari Panti Jompo Provinsi Kaltim, Munanto dari PWI Kaltim Peduli dan para karyawan bengkel Las Rajeg Wesi.

Terkait penangan lebih lanjut,  pihak Kemensos akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait agar kesehatan Mbah Min bisa dipulihkan dan persoalan sosial ekonomi akan ditindaklanjuti usai mendapat perawatan kesehatan.

Namun untuk perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit terkendala dengan ketiadaan KK dan KTP Mbah Min, sehingga pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Samarinda.

Rusmin alias Mbah Min (63)

“Kendalanya Mbah Min belum memiliki e-ktp, tadi saya sudah komunikasi dengan pak Kadis Dukcapil Kota Samarinda pak Abdullah, Senin mudah-mudahan sudah bisa selesai KK dan KTP  Mbah Min, dan langsung nanti di uruskan BPJSnya agar segera bisa tertangani dan dirawat dengan layak, kami turun harus sampai tuntas,” ujar Feri.

Untuk sementara Mbah Min langsung mendapatkan perawatan fisioterapi oleh Danang dari Sentra Soeharso Surakarta, dan menunjukkan adanya perubahan kondisi kesehatan yang lebih baik, dari sebelumnya yang hanya bisa berbaring, tidak bisa duduk. Kini Kondisi Mbah Min sudah bisa duduk dan berdiri walaupun sambil dibantu dipapah.

“Kita  belikan perban untuk penopang punggung, setelah tadi di terapi, alhamdulillah Mbah Min bisa langsung duduk dan berdiri,” tutur Danang terlihat bahagia melihat kondisi Mbah Min yang mulai membaik. (mun)

 

Koperasi Sempekat Sempawat Resmikan Kantor Baru Sekaligus Gelar RAT

April 2, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Koperasi Sempekat Sempawat (KSS) merupakan salah satu Koperasi Primer dengan jenis usaha simpan pinjam meresmikan Gedung Kantor Baru dan dilanjutkan dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2021, Rabu ( 30 Maret 2022 )

Peresmian Gedung Kantor Baru diawali sambutan Pembina Koperasi Sempekat Sempawat dan  pemotongan pita oleh Agustinus Dalung Kabag Ekonomi mewakili Bupati Kutai Barat disaksikan oleh segenap Pengawas, Pengurus dan Anggota Koperasi Sempekat Sempawat.

Gedung kantor baru berada di jalan Paulus Doy Lambeng, Kelurahan Simpang Raya RT.02 Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat  Sebelumnya berkantor di komplek Bisnis Center Sendawar.

Sementara pada kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2021, dihadiri pembina PT. Pamapersada Nusantara dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Barat, Dewan Pengawas, Pengurus dan Anggota Koperasi Sempekat Sempawat.

Project Manager PT. Pamapersada Nusantara Fedo Ferdiansyah selaku pembina  KSS yang didampingi oleh CSR Section Head Dominico Savio Sandi Sarkoro memberi apresiasi keberhasilan Koperasi Sempekat Sempawat yang  mulai merintis dari awal hingga berhasil mempunyai gedung sendiri.

Dikatakan Fedo Ferdiansyah, tentunya kemandirian dalam beberapa hal, tidak selamanya project Pama akan ada di Kubar. Sifat project itu pasti ada batasan waktu. Dengan batasan waktu yang ada praktis kemandirian suatu hal yang mutlak untuk dilakukan. Sehingga yang menjadi gold target dari koperasi ini harus bisa tercapai. Artinya ketika Pama tidak lagi beroperasi di Kubar praktis koperasi ini tidak langsung berhenti ditengah jalan, akan tetapi terus memberikan manfaat kepada para anggotanya.

“Saya berharap KSS tetap menjaga integritas dan profesionalitasnya,”ujarnya.

Ia menuturkan, aset yang dikelola terus semakin membesar, sehingga dibutuhkan orang orang yang mempunyai integritas tinggi untuk bisa memajukan koperasi ini. Profesionalitas yang berarti keahlian dari masing masing pengurus, pengelola, maupun anggota terus ditingkatkan agar koperasi ini semakin maju kedepannya.

Fedo menyarankan agar pengurus KSS ini lebih banyak menjalin kerjasama atau sinergisitas dengan pihak pemerintahan karena koperasi ini tidak bisa jalan sendiri. KSS juga harus meningkatkan training dan latihan sebagai bagian untuk meningkatkan kopetensi, dan keterbukaan dari pengelolaan itu menjadi hal yang utama.

Sementara itu Bupati FX. Yapan dalam sambutannya yang dibacakan Agustinus Dalung mengatakan, pemerintah sangat bersyukur dengan adanya koperasi seperti ini, dengan demikian ekonomi tetap berjalan, ucapan terimakasih juga kepada PT. Pama yang telah mensupport koperasi ini.

“Saya sudah sampaikan ke manajemen PT. Pama, jarang sekali perusahaan tambang di Kubar ini yang mensupport kegiatan masyarakat seperti koperasi ini,” kata Agustinus Dalung.

Ia berharap, kedepannya ada perusahaan perusahaan yang lain yang mensupport kegiatan masyarakat seperti PT. Pama ini terhadap masyarakat yang ada di sekitar tambang.

Yapan berpesan, dengan menempati kantor yang baru senantiasa memiliki semangat yang selalu baru untuk meningkatkan kompetensi dan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada anggotanya. Kepada seluruh pengurus dan anggota KSS agar mempunyai komitmen untuk maju mengelola usaha baik secara efektif dan efisien sehingga mampu bersaing dengan usaha lainnya.

Ia menuturkan, tak kalah penting kerjasama antara pengurus KSS dengan gerakan koperasi dan badan usaha lainnya agar lebih ditingkatkan baik dalam bidang permodalan, pemasaran maupun peningkatan kualitas koperasi. Hal ini dituntut agar transparan dan akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengurus juga harus selalu melakukan komunikasi dan koordinasi antara koperasi dan pemerintah agar saling bersinergitas guna mewujudkan Kutai Barat yang Semakin Adil, Mandiri dan sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. seraya memotong pita tanda diresmikannya kantor KSS yang baru,” katanya.

Secara terpisah, salah satu anggota koperasi KSS Menton asal Kampung Jelmu Sibak, Kecamatan Dilang Puti, yang sudah dibilang berhasil dalam mengembangkan usaha kerajinan anjat yang terbuat dari anyaman rotannya mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih telah menjadi anggota KSS, yang mana sejak 2014 usaha kerajinan rotannya begitu maju pesat.

Ia mengatakan sebelum adanya pandemi covid 19 pesanan dari luar daerah sangat pesat sekali, terutama dari bandara Balikpapan, Bontang dan juga Sangatta. Bahkan pesanan dari Jakarta ada juga, dengan adanya pandemi omsetnya untuk pemesanan agak berkurang, akan tetapi masih terus berjalan sampai sekarang.

“Saya sangat berterima sekali dengan koperasi ini sangat membantu sekali dalam kelancaran usaha saya ini,”ungkapnya

Ia membeberkan,  apalagi sekarang ini sangat mudah sekali proses nya dalam peminjaman, melalui  telepon seluler saja bisa di proses, dan administrasi belakangan, dan ini sangat membantu sekali kepada para  anggota yang jauh dari kantor KSS yang ada di ibukota kabupaten.

“Ini sangat membantu sekali bagi kami yang jauh ini,”bebernya.(arf).

 

Peduli Kerajinan Sarut,  PT. Pama Dukung ToT Pengrajin

April 2, 2022 by  
Filed under Daerah

SENDAWAR – PT. Pamapersada Nusantara peduli kerajinan tangan Sarut (Kiai Panei Penguntai Lawei  yaitu  Tangan Merangkai atau Merajut Terampil dan Benang). Dukungan diberikan dengan menggelar Training of Traner (ToT) bekerja sama dengan PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) dan Firman Ketaun Perkasa (FKP)  di Lamin Kampung Damai Kota, Kecamatan Damai,Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Jumat (02/4/2022)

Sebanyak 8 kelompok kampung binaan mengikuti Tot dengan tujuan melatih para pengrajin sarut. Melalui ToT ini diharapkan  para trainer bisa mentransfer pengetahuannya kepada kelompok Sarut Kiai Panei Penguntai Lawei yang  sudah terbentuk.

Project Manager PT. Pamapersada Nusantara Victorinus Setyawan C.A melalui Section Head nya Arif Setyo Nugroho didampingi CSR Officer Ramadhan mengatakan, Pamapersada Nusantara adalah salah satu pembina dari kerajinan sarut Kiai Panei Pengunei Lawei. Program ini merupakan pilar pertama dari lima pilar perusahaan yaitu program ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita tidak hanya sebatas memberikan modal ke kelompok akan tetapi kita tetap membina dan dari modal yang diberikan dapat tetap konsisten melanjutkan program yang ada,”tuturnya.

Ia berharap, selain melestarikan kebudayaan diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi warga dari delapan kampung yang tergabung dalam kelompok kerajinan sarut binaan Kecamatan Damai ini. Ke depannya perusahaan terus akan mendukung agar lebih semangat dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri.

“Kita akan tetap kawal kegiatan ini sesuai dengan peran yang ada serta memberikan yang terbaik untuk mereka,”katanya.

Ia berharap kerajinan sarut yang ada di Kecamatan Damai menjadi kebangaan Kubar, dan kubar bisa dikenal di Indonesia dan kerajinan tangan sarut ini bisa menjadi ciri khas Kalimantan.

Sementara Ketua Kelompok pengrajin Sarut Kecamatan Damai Severa Ernesta mengatakan, saat ini telah terbentuknya 8 kelompok sarut di 8 kampung binaan, antara lain Kampung Damai Kota, Mendika, Damai Sebrang, Sempant, Muara Nyahing, Benung, Muara Nilik dan Besiq. Sedangkan Lokusnya ada satu yaitu dari Kampung Bomboy, akan dibekali dengan ilmu merajut sarut guna disampaikan kepada anggota kelompoknya masing masing di kampung.

Dikatakan, pada tahun depan akan membentuk delapan kelompok lagi dari 17 kampung di Kecamatan, bekerja sama dengan Disperindagkop.

Severa Ernesta juga menyapiakan akan mengadakan pameran sarut dan juga fashion show pada bulan Agustus mendatang. Tujuannya adalah ingin memperkenalkan dan juga mempromosikan teman teman pengrajin sarut yang sudah dibina, dan akan mengundang pihak pemerintah maupun perusahaan.

Kain Sarut

Dukungan juga datang dari salah satu anggota DPR Kubar dari fraksi Hanura Yono Rustanto.  Ia menyisihkan dana aspirasinya untuk kelompok pengrajin sarut di 8 kampung dan bekerja sama dengan Disperindagkop.

“Kami belikan mesin obras dan mesin jahit guna mendukung pekerjaan mereka,”ujar Tanto.

Yono berharap bantuan tersebut dapat membuat para pengrajin di Kecamatan Damai bisa lebih berkembang. Apalagi pada Februari 2022 lalu, istri bupati Kubar sudah mematenkan tenun sarut ini menjadi kerajinan lokal dari Kecamatan Damai.

Camat Damai Iman Setiadi membuka ToT sarut Kiai Panei Penguntei Lawei mengatakan kain sarut merupakan kerajinan kekayaan intelektual wastra warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaanya. Proses pembuatan kain sarut sangat unik, karena murni imajinasi dari pembuatnya dan mengkolaborasikan motif dasar yang sudah diwariskan turun temurun bahkan ada motif yang sudah dipatenkan.

“Kalau seperti kerajinan kain tenun doyo, badong dan tumpar kan sudah terkenal,” katanya.

Ia menuturkan, Kubar juga mempunyai kerajinan sarut yang tidak kalah menariknya yang mempunyai motif motif dan warna yang indah. Kerajinan sarut ini adalah ciri khas kerajinan masyarakat Dayak Benuaq yang dirajut atau dijahit secara manual. Telah dikenal di Kubar yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang sejak ratusan ahun yang silam.

“Kerajinan sarut ini sangat unik menjahit motif tanpa menggunakan pola murni dari imajinasi sang pengrajin,”ungkapnya.

Ia sangat mendukung kegiatan tersebut khususnya untuk mengangkat kerajinan sarut ini sebagai ciri khas kekayaan intelektual berupa wastra warisan leluhur dari Kecamatan Damai.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan PT. TCM, PT. Pama dan PT. FKP,” ujarnya. (arf)

 

PT. TCM Support ToT Kerajinan Sarut Di Kecamatan Damai

April 2, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Kegiatan Training of Trainer (ToT) Kelompok kerajinan tangan Sarut (Kiai Panei Penguntai Lawei  yaitu  Tangan Merangkai atau Merajut Terampil dan Benang)   bekerja sama dengan PT. Trubaindo Coal Mining (TCM), PT. Pamapersada Nusantara dan Firman Ketaun Perkasa (FKP) di Lamin Kampung Damai Kota, Kecamatan Damai,Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Jumat (02/4/2022) 

ToT diikuti 8 kelompok kampung binaan dengan tujuan melatih para pengrajin sarut. Diharapkan  para trainer bisa mentransfer pengetahuannya kepada kelompok Sarut Kiai Panei Penguntai Lawei yang  sudah terbentuk.

Manajemen PT. TCM Jones Silas menyampaikan, perusahaan PT. TCM mempunyai program PPM 8 pilar.  Program yang saat ini dilaksanakan merupakan  pilar ke 5 yaitu sosial budaya. Melalui kerajinan sarut diharapkan mendapatkan anggota kelompok di kampung binaan yang berpotensi dan menguasai kegiatan sarut tersebut.

“Ini bisa kita kembangkan menjadi ciri khas Kutai Barat, yang ada di Kecamatan Damai yang bisa kita lestarikan,”ungkapnya.

Jones Silas berharap setiap kampong bisa mencetak kader-kader baru sehingga bisa mencetak generasi penerus. Melalui kegiatan ini bisa diperkenalkan melalui kegiatan promosi seperti mengadakan pameran dan lain sebagainya.

“ToT kita lakukan bersama agar potensi potensi dari peserta bisa digali dan mendapatkan ilmu yang baru untuk pengembangan ke depan,” tandasnya.

Ia menuturkan,  pada prinsipnya PT. TCM sangat mendukung sekali terhadap program kegiatan ini agar terus dikembangkan. Ciri khas seperti inilah yang harus tetap dijaga kelestariannya.

“Menjadi perhatian kita untuk menjaga kualitas sehingga bisa bersaing dengan daerah lain dan berdampak positif bagi warga Damai khususnya dan Kutai Barat pada umumnya,”bebernya.

Jones Silas berharap, para pengrajin sarut ini bukan hanya pekerjaan sampingan akan tetapi bisa menjadi keahlian mereka. Keahlian ini jika ditekuni dengan baik akan berdampak pada perkembangan ekonomi mereka dan juga orang lain.

“Kemandirian merekalah yang kami inginkan dan bisa berkelanjutan sampai ke anak cucu mereka agar kerajinan sarut ini terus berkembang,” harapnya.

Ketua Kelompok pengrajin Sarut Kecamatan Damai Severa Ernesta mengatakan, saat ini telah terbentuknya 8 kelompok sarut di 8 kampung binaan, antara lain Kampung Damai Kota, Mendika, Damai Sebrang, Sempant, Muara Nyahing, Benung, Muara Nilik dan Besiq. Sedangkan Lokusnya ada satu yaitu dari Kampung Bomboy, akan dibekali dengan ilmu merajut sarut guna disampaikan kepada anggota kelompoknya masing masing di kampung.

“Kita juga bekerjasama dengan Disperindagkop, dan tahun depan kita akan bentuk 8 kelompok lagi dari 17 kampung yang ada di Kecamatan Damai,”tuturnya.

Dijelaskan Severa Ernesta, pada bulan Agustus mendatang akan diadakan pameran sarut dan juga fashion show. Tujuannya adalah ingin memperkenalkan dan juga mempromosikan teman teman pengrajin sarut yang sudah dibina, dan akan mengundang pihak pemerintah maupun perusahaan.

Sementara itu salah satu anggota DPR Kubar dari fraksi Hanura Yono Rustanto ikut mendukung kerajinan sarut di Kecamatan Damai. Ia sangat mendukung dan menyisihkan sedikit dana aspirasinya untuk kelompok pengrajin sarut di 8 kampung dan bekerjasama dengan Disperindagkop.

“Kami belikan mesin obras dan mesin jahit guna mendukung pekerjaan mereka,”ujar Tanto.

Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut para pengrajin di Kecamatan Damai bisa lebih berkembang. Apalagi pada Februari 2022 lalu, istri bupati Kubar sudah mematenkan tenun sarut ini menjadi kerajinan lokal dari Kecamatan Damai.

Camat Damai Iman Setiadi membuka langsung (ToT) pelatihan sarut Kiai Panei Penguntei Lawei mengatakan kain sarut merupakan kerajinan kekayaan intelektual wastra warisan leluhur yang harus dilestarikan keberadaanya. Proses pembuatan kain sarut sangat unik, karena murni imajinasi dari pembuatnya dan mengkolaborasikan motif dasar yang sudah diwariskan turun temurun bahkan ada motif yang sudah dipatenkan.

“Kalau seperti kerajinan kain tenun doyo, badong dan tumpar kan sudah terkenal,” katanya.

Kain Sarut

Ia menuturkan, Kubar juga mempunyai kerajinan sarut yang tidak kalah menariknya yang mempunyai motif motif dan warna yang indah. Kerajinan sarut ini adalah ciri khas kerajinan masyarakat Dayak Benuaq yang dirajut atau dijahit secara manual. Telah dikenal di Kubar yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang sejak ratusan ahun yang silam.

“Kerajinan sarut ini sangat unik menjahit motif tanpa menggunakan pola murni dari imajinasi sang pengrajin,”ungkapnya.

Ia sangat mendukung kegiatan tersebut khususnya untuk mengangkat kerajinan sarut ini sebagai ciri khas kekayaan intelektual berupa wastra warisan leluhur dari Kecamatan Damai.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan PT. TCM, PT. Pama dan PT. FKP,” ujarnya. (arf)

Deni Hakim: Kami Puas Dengan Kinerja Mitra

April 2, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengaku puas dengan kinerja mitranya di Pemerintahan Kota Samarinda dalam menangani urusan sosial sepajang tahun 2021, karena mampu merealisasikan apa-apa yang sudah diprogram, sehingga serapan anggaran  yang rata-rata diatas 90 persen lebih.

“Penyelenggaraan urusan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, ditambah pelaksanaan Pro-Bebaya, terlaksana dengan baik,” kata Deni Hakim Anwar ketika diminta tanggapan atas LKPj Wali Kota Samarinda Tahun 2022. Jum’at (1/4/2022).

Sebagaimana dilaporkan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam LKPj-nya Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD Samarinda, Kamis (31/3/2022), anggaran untuk Urusan Pendidikan terealisasi Rp 620,031 miliar atau 92,53% dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp670,069 miliar.

Sedangkan  anggaran untuk urusan  Kesehatan direalisasikan Rp346,302 miliar atau 94,74% dari pagu anggaran Rp365,535 miliar.  Anggaran untuk Urusan Sosial direalisasikan  sebesar Rp9,501 miliar atau 93,96 miliar dari alokasi anggaran Rp10,112 miliar.

Kemudian anggaran untuk Urusan Tenaga Kerja terserap Rp8,924 miliar atau Rp94,57% dari pagu anggaran Rp9,436 miliar. Terakhir  untuk Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diserap anggaran Rp9,474 miliar atau 89,52% dari anggaran sebesar Rp10.583 miliar.

“Kalaupun ada anggaran tersisa, bisa bearti itu dari sisa-sisa lelang pekerjaan, sedangkan kegiatannya terlaksana 100%,” ujarnya.

Tentang pelaksanaan Pro-Bebaya yang tahun 2021 sudah diujicoba di 59 Rukun Tetangga (RT) dan tahun ini akan diperluas wali kota, Deni menyebut, Pro-Bebaya bisa menjadi solusi dalam memenuhi aspirasi masyarakat di lapisan bawah.

“Pak Wali melaporkan, realisasi keuangan Pro-Bebaya mencapai 99,74%. Itu pertanda masyarakat tingkat RT pun mampu mengelola keuangan dan kebutuhan warganya. Saya puas,” ucapnya.

Dia juga mendukung bantuan untuk tiap RT akan ditambah dengan anggaran untuk BPJS-Kesehatan, sehingga bisa mengcover warga yang tak tercover sebelumnya.

“Tidak ada masalah, bagus Pro-Bebaya diperluas, juga mencakup untuk kesehatan sebab, faktanya memang ada warga yang tak tercover BPJS-nya, nanti dicover dengan anggaran di Pro-Bebaya,” pungkasnya. (Oke)

Deni juga mengaku mendapatkan informasi dari masyarakat, Program “Doctor on Call” yang diluncurkan wali kota setahun yang lagi, sangat membantu masyarakat, utamanya kelompok masyarakat yang dilayani, yakni lansia, balita, dan menghadapi kondisi darurat.

“Program “Doktor On Call” tidak lagi membuat masyarakat cemas, karena sudah disediakan dokter dan nomor kontak yang bisa dihubungi dalam kondisi darurat,” pungkas Deni. (man/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb