Songsong IKN, Dispar Kaltim Gelar Pelatihan Madya Pemandu Wisata

May 20, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Plt Kadis Pariwisata, Irvan Rifai

BALIKPAPAN –  Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan peningkatan SDM Pariwisata yang diikuti sebanyak 20 orang pemandu wisata (guide) di Kota Balikpapan. Acara pelatihan ini bertempat di Hotel Mega Lestari pada Kamis (19/5/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Muhammad Irvan Rivai,  mengatakan setiap tahunnya Dispar Kaltim terus meningkatkan SDM Pariwisata, salah satunya melalui Pelatihan Pramuwisata Madya.

“Kami, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim bekerjasama DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kaltim. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan SDM Pariwisata yang handal lebih lagi, dalam penunjukkan Kaltim sebagai Ibukota Negara Nusantara,” ujarnya.

Ditambahkan Irvan, untuk menyongsong IKN Nusantara itulah Kaltim harus siap menghadapinya dengan mempersiapkan tenaga-tenaga yang terampil dan kompeten di bidang kepariwisataan terutama dalam kepemanduan wisatawan.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 orang  pemandu wisata (guide) di Kota Balikpapan. Dipilihnya Kota Balikpapan sebagai tempat penyelenggaraan dikarenakan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Kegiatan diisi oleh pemateri yang terkait dengan kepariwisataan antara lain  dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, kepolisian, Kepabeanan (Bea Cukai), Balai Bahasa, Dinas Kesehatan, Imigrasi, Balai Karantina Pertanian, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI),  dan Asosiasi Tour and Travel (ASITA).

Pelatihan SDm Pariwisata ini, ujar Irvan,  harus segera disiapkan dengan matang oleh  seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Apalagi tugas penyiapan SDm pariwisata yang baik di daerah menjadi kunci keberhasilan peningkatan kemampuan serta wawasan pelaku wisata, dalam mempersiapkan tenaga-tenaga yang terampil di bidang pemandu wisata.

“Pelatihan Pramuwisata Madya ini bagian upaya Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di daerah. Para guide tourism ini diharapkan memiliki peran sangat strategis dalam meningkatkan kunjungan wisata di Kaltim maupun di Ibukota Negara (IKN) Nusantara kelak. Kita harus mempersiapkan tenaga terampil dalam pelayanan di sektor kepariwisataan Kaltim serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Dalam catatan redaksi, ada sejumlah obyek wisata di kota penyangga IKN Nusantara, seperti Pantai Manggar dan Lamaru, Wisata Kangkung Kang Bejo, Kebun Raya Balikpapan, Mengrong Sungai Wain ataupun wisata belanja. Selain itu di Kabupaten PPU, terdapat air terjun Tembinus, pantai Tanjung Jumlai, penangkaran rusa Sambar Api Api, Hutan Mangrove Kampung Baru, Hutan Mangrove Mentawir hingga pesona “jembatan pohon” di obyek wisata bukit Bengkirai.

“Sekarang saja Titik Nol IKN Nusantara sudah menjadi tujuan wisata baik wisatawan dari Kaltim sendiri maupun tamu-tamu yang datang dari luar daerah. Kita persiapkan SDm dan regulasi pariwisata agar kita menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Bukan SDM pariwisata dari daerah luar Kaltim,” tegas Irvan. (*/adv diskominfo kaltim)

Tim Mabes Polri Apresiasi Manajemen Media Polres Batu

May 20, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Tim Divisi Humas Mabes Polri  dipimpin Kabag Pensat Mabes Polri Kombes Pol Hendra Rochmawan bersama Kabag Renmin Div humas Polri Kombes Pol S. Erlangga, AKBP Bronto Budiyono Kasubbag Penerangan Internal  serta pendamping dari Bidhumas Polda Jatim Kompol Jeni Al Jauza mengunjungi  Polres Batu, Jumat (20/5/2022) .

Kehadiran Tim Ro Penmas Div Humas Mabes Polri disambut langsung oleh Wakapolres Batu Kompol Iswahab bersama pejabat utama Polres Batu dan para Kasat sampai dengan Kapolsek .

Ketua Tim Divisi Humas memberikan pengarahan sekaligus pemahaman dan pendalaman terkait masalah kehumasan kepada Pejabat Utama, Kapolsek dan para personil Polres Batu di Ruang Rupatama .

Materi yang dipaparkan terkait bagaimana melakukan manajemen media dengan baik dan benar.

Media sosial yang pada saat sekarang ini banyak digemari oleh masyarakat, bahkan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa di era modern sekarang ini, media sosial memiliki peranan yang sangat penting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Bukan sekedar menjadi pengguna media sosial untuk kebutuhan dan keperluan pribadi, seperti membagikan kegiatan pribadi ke media sosial, masyarakat bahkan menjadikan media sosial menjadi gudang informasi. Tak ayal, media sosial seolah sudah sangat melekat dengan masyarakat di zaman yang sudah begitu berkembang ini.

Alasan terbesar masyarakat menganggap media sosial sebagai gudang informasi sebab perolehan informasi yang sangat mudah, bahkan boleh dikata ” dalam Genggaman”.

“Dengan bermodal gadget dan kuota atau wifi, maka internet akan terkoneksi, disaat yang bersamaan maka siapapun penggunanya bisa langsung mendapatkan informasi yang diinginkan,” ungkapnya.

Namun sangat disayangkan bahwa, melihat perkembangan tersebut justru kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita ataupun informasi yang tidak benar atau hoax.

Hal tersebutlah yang mendorong Kombes Pol Hendra Rochmawan untuk kembali mengingatkan kepada seluruh personil Polres Batu dan jajaran, agar lebih selektif dan betul-betul berhati-hati dalam memilih dan memilah berita yang ada.

“Saya harap kita sebagai polisi zaman now bisa lebih cerdas, memilih dan memilah informasi yang disajikan di media sosial. Disamping harus bisa melakukan manajemen media secara baik memberikan pemahaman kepada masyarakat guna tidak mudah terpancing oleh berita-berita tidak benar atau hoax,” tegas Hendra

Diakhir pengarahannya Kombes Pol Hendra Rochmawan , menyampaikan  pencapaian Polres Batu dalam melakukan manajemen media masuk dalam kategori baik, bahkan seluruh Polres Jajaran juga tidak lepas dari pantauan dari Divisi Humas Mabes Polri.

“Olehnya itu, apa yang saat ini sudah baik agar kiranya dipertahankan, bahkan bila mungkin agar ditingkatkan lagi,” tambah Hendra..(buang supeno)

Dayang Donna Melenggang ke Kadin Kaltim

May 20, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Masa penjaringan calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim berakhir, Jumat (20/5/22). Hingga berakhirnya masa penjaringan tersebut, tercatat hanya satu calon ketua umum yang mengambil formulir dan mengembalikan formulir pendaftaran tersebut.

Satu orang yang mendaftarkan diri itu adalah kandidat petahana yaitu Dayang Donna Faroek, yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Kadin Kaltim. Sebelumnya, tim penjaringan Kadin Kaltim sudah membuka pendaftaran calon ketua organisasi dari para pengusaha di Kaltim itu sejak 21 April 2022.

Karena yang muncul hanya calon tunggal, maka bisa dipastikan, Dayang Donna Faroek akan melenggang untuk kembali memimpin kembali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, untuk kepengurusan 5 tahun berikutnya.

Putri mantan gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama timnya itu, Jumat (20/5) tadi mengembalikan berkas formulir pendaftaran sebagai calon ketua Kadin Kaltim.

“Saya memohon doa dan dukungan dari para senior, pengurus dan anggota Kadin Kaltim semuanya. Semoga proses ini lancar,” sebut Donna usai menyerahkan formulir pendaftaran sebagai nakoda organisasi Kadin Kaltim tersebut.

Sementara itu, meski hanya calon tunggal, proses Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Kaltim sesuai ketentuan organisasi tetap akan dijalankan. Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Kaltim Lanny Tanujaya didampingi Ketua Pengarah Sayid Irwan mengatakan, perhelatan akbar pemilihan ketua Kadin Kaltim itu direncanakan pada 30 Juni 2022 mendatang.

“Musprov ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dengan pengurus Kadin di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim,” sebut Lanny.

Dikatakan, sesuai ketentuan, nantinya semua pemilik hak suara, termasuk peserta musyawarah harus memenuhi ketentuan yakni memiliki kartu anggota Kadin. Termasuk semua panitia pelaksana, juga diwajibkan memiliki kartu anggota Kadin, agar hasil musyawarah ini sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemegang hak suara dari kabupaten dan kota juga diingatkan harus memenuhi ketentuan ini,” pungkas Lanny. (*)

PWI Malang Raya Dapat Kunjungan Mahasiswa IAIN Madura

May 20, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya mendapat  kunjungan 28  mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pamekasan Madura,Jum’at (20/5/2022).

Khairul Umam selaku koordinator kunjungan ini mengatakan,  silaturahmi ini termasuk mata kuliah Reportase Media Cetak. Dimana studi lapangan ini rutin diadakan tiap tahun untuk mahasiswa semester enam. Hal ini sebagai upaya mencari bibit unggul wartawan. Serta memberikan pemahaman bahwa jurnalis merupakan profesi yang menyenangkan.

“Tujuan kunjungan ini untuk belajar secara umum. Kami ingin mendapat gambaran utuh mengenai PWI, khususnya PWI Malang Raya,” ungkap Khoirul Umam, Jum’at (20/05).

Lebih lanjut dosen pendamping kunjungan ini, menyampaikan  28 mahasiswa yang ikut silaturahmi ini sebentar lagi magang. Mungkin ada peluang magang di media di wilayah Malang. Ia juga menyampaikan, kehadiran mereka di Sekertariat PWI Malang Raya, jalan Raya Sawojajar Kluster Apel No 1-6, sebagai upaya mencari tahu dunia luar dan membangun jaringan.

Ketua PWI Malang Raya Cahyono menyampaikan, pihaknya kerap dikunjungi PWI daerah lain dan berbagai pihak lainnya. Organisasi wartawan Malang Raya sendiri, getol menggelar uji kompetensi wartawan (UKW), bahkan dijadikan rujukan nasional.

“UKW sangat penting karena dapat mengukur kompentensi seorang wartawan. Hingga ketika jurnalis tersebut menulis, produk jurnalistiknya dapat dipertangungjawabkan,”ujar Cahyono.

Diakui  Ketua PWI Malang Raya, seharusnya tugas mencerdaskan anak bangsa adalah tangungjwab Pemerintah. Namun berkat suport berbagai pihak, PWI Malang Raya dapat menggelar UKW dengan menggratiskan peserta.

Dihadapan mahasiswa IAIN, Cahyono juga berharap calon wartawan dari IAIN bisa mengedepankan etika jurnalis. Dengan menjunjung etika, diharapkan para calon wartawan ini jangan sampai terjerat masalah hukum.(buang supeno)

Saya Pulang ke Samboja

May 20, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MINGGU kemarin saya terima 9 undangan perkawinan. Capek juga karena ada dua undangan di luar kota. Selebihnya di Balikpapan. Yang di Balikpapan, di antaranya ada undangan resepsi dari keluarga tokoh pengusaha Dr Ir H Muhammad Taufik Hidayat, MSc, dari wartawan Koran Kaltim Hendra, keluarga H Usman Sudirman di Dome dan ada juga dari tokoh Kartini penyapu jalan, Ibu Kartini, yang menikahkan putranya di Kampung Baru Ujung.

Yang undangan di luar kota, satu dari Samarinda dan satu lagi  dari Samboja, kampung halaman saya, yang sekarang bagian dari Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dua-duanya saya hadiri. Kebetulan yang di Samarinda hajatan dari keluarga Ibu Dra Hj Ismiati, MSi, kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim di gedung serbaguna Stadion Sempaja.

Saya bertemu Pak Isran Noor, gubernur Kaltim. Diajak satu meja. Di situ ada juga mantan wagub Farid Wadjdy, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim Dadek Nandemar, dan anggota DPRD Kaltim, Syafruddin, yang juga ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim. Sempat bergabung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Tianur.

Saya memilih untuk menikmati soto banjar, makanan tradisional kesukaan saya sejak dulu. Maklum orang Banjar. Sukanya kecap asin. Saya lihat Pak Gub dan Pak Dadek juga lahap dengan menu serupa. Sedang Pak Farid menikmati makanan ala Arab, nasi beriani. Cocok karena tokoh ulama. Pak Farid sekarang rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Samarinda. Terlihat sehat  bugar pada usia beliau mencapai 68 tahun.

“Kita lagi sama-sama bujangan,” kata Pak Gub bercanda. Kebetulan semua tidak didampingi istri. Jadi pembicaraan bisa lepas terutama urusan pasangan dan pernikahan. “Ini ‘kan ada kiai,” kata Isran menunjuk Pak Farid ketika menyinggung urusan pernikahan zaman Nabi. Termasuk soal nikah mut’ah mazhab Syiah.

Saya datang bersama sahabat saya, Mohammad Djailani, mantan kepala Dinas Perindustrian Kaltim, yang sekarang ketua  Dewan Rakyat Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara. Ini organisasi independen yang gigih mengawal pembangunan IKN agar Kaltim mendapat perhatian khusus.

Djailani senang bisa bertemu Pak Gub. Soalnya dia lagi mempersiapkan pertemuan FGD (forum group discussion) di Hotel Platinum Balikpapan, 25 Mei mendatang dengan tema: Dukungan Rakyat Kaltim untuk Akselerasi Percepatan Pembangunan IKN. “Alhamdulillah, Pak Gub sudah saya jelaskan maksudnya dan beliau bersedia hadir untuk membuka dan memberikan sambutan,” kata Djailani bersemangat.

Dalam FGD itu, rencananya ada 5 pembicara. Akademisi Unmul Dr Aji Raden Sofyan Efendi, yang juga ketua Dewan Pakar Dewan Rakyat, Ir Samsul Tribuana (ketua Badan Usaha Milik Rakyat), Drs Edy Kurniawan (ketua Forum Perusahaan Daerah Kaltim), Dr Apriadi Gani Djamhuri (kepala Badan Pengawas Bara Kaltim Sejahtera) dan terakhir saya, yang juga diminta mewarnai pembahasan.

 

INGAT DI SEMBAT

Tak kurang bahagianya ketika saya menghadiri undangan pernikahan di Samboja. Yang mengundang Haji Normansyah atau Haji Norman,  teman saya semasa kecil  yang tinggal di Sungai Merdeka. Bayangkan sudah setengah abad lebih baru bertemu sekarang. Saking senangnya saya hadir, sampai-sampai mempelai prianya, Muhammad Muslim terpaksa tiga kali disuruh kepala KUA mengulangi ijab kabul sebelum disandingkan dengan mempelai wanitanya, Risnawati.

“Alhamdulillah Pak Rizal bisa hadir,” kata Haji Norman senang sekali.

Di situ juga hadir dua teman saya yang lain ketika sama-sama sekolah di Samboja. Ayah saya, alm Suhaimi sempat jadi guru SD di Gunung Malang Samboja kemudian jadi kepala sekolah di Sungai Merdeka di pertengahan tahun 60-an.  Waktu saya kelas IV, kami pindah ke Samarinda.

Haji Norman mengingatkan masa kecil saya, mulai tinggal di Gunung Malang, pindah ke bukit dekat Telaga Minyak sampai ke sembat, semacam kolam renang yang ada di kawasan Sungai Merdeka. Tahun 60-an di Samboja ada sejumlah pekerja Rusia, yang membangun jalan ke Balikpapan. Mereka sering menggunakan sembat itu untuk berenang.

Saya dan Haji Norman sering bersama-sama mencari ikan, mulai memancing sampai menggunakan alat perangkap ikan, bubu dan bangkirai. Ikan yang didapat, mulai gabus atau haruan, pepuyu, ikan sepat sampai ikan lele atau keli. Saya juga sering memancing menyusuri jalan pipa minyak di Patok Sapi. Terkadang mencari buah-buahan dan buah pedak (buah pohon karet) untuk diadu sampai pecah.

Haji Norman sekarang mempunyai 4 anak dan 12 cucu. Kalah saya, dengan 3 anak dan 5 cucu. “Kami siap mendukung Pak Rizal jadi anggota DPR RI,” kata H Armansyah atau H Arman, putra sulung Pak Norman. H Arman ternyata ketua DPC Nasdem Samboja Barat dan Ketua Kayuh Baimbai.

Keluarga ini sekarang hidup sejahtera. “Saya hidup dari usaha budi daya sarang burung walet dan pemanfaatan lahan saya seluas 6 hektare yang ternyata menyimpan deposit batu bara,” kata Haji Norman.

Belakangan melalui koperasi mereka juga lagi mempersiapkan beberapa pengelolaan sumur tua dari ladang minyak yang ada di sana.

“Kami sudah mendapat izin,” katanya.

Samboja, yang sekarang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai bangkit kembali. Ketika saya tinggalkan hampir menjadi sebuah kota tua yang terabaikan. Andalannya waktu itu hanya sumur minyak tua yang dikelola BPM dan sekarang diambil alih Pertamina. Ada juga tanaman karet rakyat. Tapi belakangan menjadi medan penambangan batu bara, baik yang resmi maupun ilegal. Selain perkebunan kelapa sawit. Ini yang membuat warga di sana banyak yang berkembang menjadi orang kaya baru (OKB).

Kecamatan Samboja mempunyai luas wilayah 1.045,90 kilometer persegi.  Dua kali lebih luas dari kota Balikpapan yang 503,3 kilometer persegi.

Dulu bersama Kecamatan Muara Jawa dan Sanga-Sanga sempat digadang-gadang menjadi Kabupaten Kutai Pantai. Tapi bupati Kutai saat itu tidak setuju karena bisa membuat pendapatan Pemkab Kukar terjun bebas. Sebab, DBH Migas terbesar datangnya dari wilayah ini.

Kurang jelas asal usul nama Samboja. Apa ini nama orang pertama yang menghuni wilayah tersebut. Sebab, Samboja nama populer untuk anak laki-laki, yang melambangkan pesona dan kharisma. Ia adalah seseorang yang menjadi pusat perhatian.

Tetapi ada satu riwayat yang mengisahkan bahwa Samboja berasal dari sebaris kalimat bahasa Mandarin “sam bo cia” yang secara harfiah bermakna “tiga hari tidak makan”. Konon itu bersumber dari kisah serombongan warga Tiongkok yang pertama mendarat di pantai berhutan lebat di wilayah itu. Mereka kehabisan bekal bahan makanan di kapal yang mereka tumpangi saat berlayar. Tak diketahui  rombongan itu berasal dari pulau apa dan apa tujuan mereka.

Yang pasti mereka kemudian terpaksa mendarat ke pantai dan selama tiga hari tak mendapat bahan makanan di pantai yang tak berpenghuni tersebut. Lantas mereka berdiam dan beranak pinak di tempat itu, hingga bertahun-tahun kemudian sebagian di antaranya menyebar ke kota-kota lainnya di Kaltim, bahkan ke segenap penjuru pulau Kalimantan. Wallaahu a’lam.

Boleh jadi kota kecil Samboja seperti anak lelaki yang kharismatik dan mudah membuat orang terpikat sebagaimana fakta  sejak dahulu Samboja sudah dikenal bangsa-bangsa Belanda, Jepang, Australia, dan Rusia. Apalagi setelah masuk dalam kawasan IKN. Tentu makin jadi pusat perhatian.@@@@@

« Previous PageNext Page »

  • vb