Bukan Hari Kesakitan Nasional

May 18, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HARI JUMAT, tanggal 20 Mei 2022 kita memperingati Harkitnas ke-114. Hari Kebangkitan Nasional. Tapi  ada saja yang iseng memplesetkannya menjadi “hari kejepit nasional”. Maklum tanggal peringatannya mendekati hari libur, besoknya Sabtu. Jadi dianggap kejepit. Padahal 20 Mei adalah hari nasional bukan hari libur, jadi tetap bekerja baik yang di pemerintahan maupun di lingkungan swasta, meskipun ada upacara bendera.

Belakangan ini ada juga yang bilang Harkitnas itu hari kesakitan nasional.  Tentu juga tak benar, meski mungkin ada juga maksudnya. Harkitnas, ya Hari Kebangkitan Nasional. Sesuai dengan Keputusan Presiden Soekarno No 316  tanggal 16 Desember 1959, untuk mengenang lahirnya organisasi  perjuangan bangsa yang bernama Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, maka tanggal tersebut ditetapkan sebagai Harkitnas.

Selain itu Harkitnas juga dimaksudkan dalam rangka terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan moral, dan etika berbangsa dan bernegara.

Boedi Oetomo didirikan oleh dr Soetomo dan para mahasiswa  School tot Opleiding van Indische Arsten atau yang dikenal dengan nama Stovia. Sekolahnya dokter Jawa yang didirikan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Sejak saat itu, Indonesia mulai memasuki masa pergerakan nasional untuk membebaskan negeri di khatulistiwa ini dari belenggu penjajahan dengan pendekatan baru. Perjuangan Boedi Oetomo ini, 20 tahun kemudian diperkuat lagi dengan peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

dr Soetomo

Selain dr Soetomo, tokoh penting yang terlibat dalam pendirian Boedi Oetomo adalah dr Wahidin Soedirohusodo, Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, dr Douwes Dekker alias Setiaboedi, dr Cipto Mangunkusumo,  dan RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantoro. Ada juga  nama-nama lain seperti Goenawan Mangunkusumo, Soeraji dan lainnya.

Nama Boedi Oetomo diusulkan Soeradji, kawan sekelas Soetomo yang juga menghadiri pertemuan dengan Wahidin. Organisasi ini memelopori perjuangan dengan memanfaatkan kekuatan pemikiran dan mendorong munculnya organisasi-organisasi pergerakan lainnya.

Hadirnya Boedi Oetomo dipandang sebagai salah satu dampak kebijakan politik etis, yang diterapkan Pemerintah Belanda. Tidak seperti organisasi pribumi lainnya yang memilih jalur radikal atau kekerasan, Boedi Oetomo yang moderat-progresif justru tidak mendapat kesulitan apa pun sejak didirikan.

Belum genap satu tahun berdiri, perkumpulan ini sudah mendapat pengakuan dari Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dan berhak berdiri  di hadapan pengadilan Hindia Belanda huuhdalam kedudukan yang sama dengan seorang sipil Eropa. Maklum organisasi ini awalnya bergerak di bidang sosial, ekonomi,  dan kebudayaan, tidak bersifat politik.

Sebenarnya dasar pemilihan Boedi Oetomo sebagai pelopor kebangkitan nasional sempat jadi perdebatan. Sebab Boedi Oetomo waktu itu masih sebatas etnis dan teritorial Jawa. Kebangkitan Nasional dianggap lebih terwakili oleh Sarekat Islam, yang mempunyai anggota di seluruh Hindia Belanda. Sarekat Islam yang dikenal juga sebagai Sarekat Dagang Islam didirikan KH Samanhoedi di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905.

BENAR-BENAR BANGKIT

Teman saya yang memplesetkan Harkitnas sebagai hari kesakitan nasional tidak bermaksud jelek atau melecehkan. Dia hanya ingin mengingatkan kepada kita beberapa catatan penting pada saat kita memperingati Harkitnas ke-114 tahun 2022 ini. Tema peringatan tahun ini adalah “Ayo Bangkit Bersama.”

Pertama, dua tahun lebih kita bersama masyarakat dunia menghadapi badai penyakit pandemi Covid-19 yang mengerikan. Jutaan orang terpapar dan puluhan ribu yang meninggal dunia. Di Indonesia tercatat tidak kurang 6 juta orang terjangkit dan 150 ribu lebih yang meninggal dunia. Jangankan rakyat biasa, dokter dan pejabat pun banyak yang tumbang. Menurut  Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak kurang Rp 200 triliun dana APBN terkuras dalam mengatasi Covid. Meski sekarang sudah landai, seyogianya kita tak boleh lengah. Apalagi tiba-tiba muncul penyakit baru yang disebut-sebut Hepatitis Akut. Oleh karena itu dibutuhkan semangat nasionalisme kita untuk benar-benar bangkit, baik dalam melawan pandemi maupun keterpurukan ekonomi dan sendi kehidupan lainnya. Maunya kita setelah Covid tidak ada penyakit lain. Maunya kita keterpurukan ekonomi jangan ditambah masalah lain seperti kelangkaan kedelai, kelangkaan jm goreng, dan kelangkaan solar. Tuhan sepertinya memberikan cobaan atau bahkan hukuman bertubi-tubi. Ini yang harus kita sadari bersama.

Kedua, dalam menegakkan demokrasi kita jangan jatuh ke jurang kebablasan. Bukankah demokrasi kita, demokrasi Pancasila yang mengedepankan moral dan etika? Tapi yang terjadi sekarang ini kita masuk ke demokrasi sumpah serapah. Begitu mudah kita mengeluarkan ujaran yang kasar dan rasis di ruang publik, yang membuat kita menjadi terpecah belah. Begitu mudah kita mengeluarkan sumpah serapah, yang ujungnya minta maaf atau masuk penjara. Sepertinya kita kesulitan mencari contoh dan teladan dari anak-anak bangsa terbaik. Apalagi kita sudah mendekati pesta demokrasi yang super hebat, 2024 nanti. Kita lihat di jagat media sosial, luar biasa serunya orang saling menghujat. Tak malu-malu kita menuding orang tidak waras, goblok, gila, kadrun, dan sebagainya, sementara kita  tidak berkaca dengan wajah kita sendiri yang juga coreng-moreng. Apa kita mau seperti ini terus menerus?

Ketiga, kita sangat butuh benar-benar semangat nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan. Jangan seperti lips service, mudah diucapkan, tapi kita pecah di lapangan. Dalam membangun bangsa seyogianya kita patuh dengan aturan dan akal sehat. Tapi yang terjadi kita sering berlindung di balik tameng kebebasan dan demokrasi, secara perlahan menghancurkan persatuan dan kesatuan. Betapa sedihnya kita menyaksikan polemik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan dr Terawan. Dua-duanya aset bangsa. Satu dokter mogok seribu pasien korban. Tapi sepertinya tak ada yang bisa menengahi, justru yang kita lihat lahirnya organisasi dokter tandingan sebagai jalan keluar. Cara penyelesaian seperti itu bukan rahasia lagi. KNPI sampai terbelah empat, padahal latar belakang tokohnya masih satu induk. Ada lagi Kadin,  KONI, dan berbagai organisasi massa lainnya. Kalau gagal jadi pemimpinnya, ya bikin organisasi tandingan yang serupa. Ditambah lagi tak jarang penguasa ikut bermain, cari panggung atau dukungan menjelang 2024. Jangan sampai tahun 2024 yang disebut tahun pesta demokrasi berubah menjadi tahun pesta mabuk demokrasi.

Keempat, kita mengimbau para pemimpin bangsa, elite politik, pemimpin umat, pengusaha, akademisi dan pemimpin masyarakat lainnya benar-benar menggelorakan Hari Kebangkitan Nasional, tidak sebaliknya menggelorakan hari kesakitan nasional dengan tindakan saling menyakiti. Saling menyerang dan saling menjatuhkan.  Jangan keluarkan keputusan, kebijakan, dan narasi yang justru melahirkan polemik dan kebingungan masyarakat. Jangan justru mendorong masyarakat berkelahi atau mengambil sikap perlawanan. Jangan  karena prinsip ekonomi untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, begitu tega membiarkan emak-emak berdesak-desakan sampai ada yang meninggal dunia. Jangan ada lagi jatuh korban mahasiswa atau tokoh lain dalam berbagai aksi unjuk rasa. Jangan mengambil perandaian atau perumpamaan yang tidak pas atau tidak tepat, sehingga menimbulkan reaksi negatif di kalangan warga dan umat.

Bulan Mei ini memang bulan luar biasa. Tidak kurang ada 24 hari peringatan atau perayaan, baik bersifat nasional maupun internasional berlangsung. Tanggal 1 Mei sudah ada dua peringatan, yaitu Hari Buruh Sedunia dan Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat (Papua). Tanggal 2-nya, di saat umat Islam merayakan Idulfitri, kita juga memperingati Hari Pendidikan Nasional.  Tanggal 16 Mei lalu hari libur nasional karena kita merayakan Hari Raya Waisak 2566 BE. Disambung tanggal 17 Mei Hari Buku Nasional dan Hari Komunikasi Internasional.

Tanggal 19 Mei Hari Korps Cacat Veteran Indonesia dan tanggal 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional. Masih ada lagi tanggal 22 Mei Hari Keanekaragaman Hayati. Kemudian tanggal 26 Mei Kenaikan Isa Almasih (hari libur nasional) dan tanggal 29 Mei adalah hari saya, Hari Lanjut Usia Nasional dan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB. Tanggal 31 Mei ditutup dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Biar tidak ada asap yang terus mengompori kita untuk  “berkelahi” sesama anak Bangsa. “Selamat memperingati Harkitnas. Ayo Bangkit Bersama.”@@@@@

Infolahta Divif 2 Kostrad Gelar Bimtek Sisfolog dan Sisfo Harwat Alutsista TNI AD

May 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG – Staf Infolahta Divif 2 Kostrad menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Logistik (Sisfolog) dan Sistem Informasi Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Alutsista TNI AD TA 2022, bertempat di Gedung Sandoyo Madivif 2 Kostrad Malang, Rabu (18/05/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 58 peserta dari jajaran Divif 2 Kostrad tersebut dibuka oleh Kainfolahta Divif 2 Kostrad Mayor Inf Sutarno.

Kainfolahta Divif 2 Kostrad Mayor Inf Sutarno mengungkapkan  dalam menghadapi tugas TNI Angkatan Darat ke depan penyajian informasi yang cepat, tepat dan akurat dari setiap satuan di jajaran TNI Angkatan Darat semakin dituntut dan sangat diperlukan guna membantu Pimpinan TNI Angkatan Darat dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan, sarana komunikasi data menjadi hal penting dan menentukan, karena sarana tersebut sangat menentukan keberhasilan terhadap terselenggaranya Sistem Informasi.

“Validnya data logistik memegang peranan yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan di bidang perencanaan dan penganggaran, selain itu data logistik merupakan unsur yang sangat dominan dalam mendukung kegiatan operasi pertempuran TNI AD ,” ungkapnya.

Hal inilah yang mendasari kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat untuk tetap memperhatikan dan mendukung terselenggaranya Sistem Informasi di lingkungan TNI Angkatan Darat

Ditegaskan Infolahta Divif 2 Kostrad selaku staf yang membidangi tentang Sistem Informasi di lingkungan Divif 2 Kostrad, konsisten menindaklanjuti kebijakan Pimpinan TNI AD agar Sistem Informasi TNI AD betul betul tergelar, beroperasional, online dan terawat di satuan jajaran Divif 2 Kostrad.

” Melalui kegiatan Bimtek Aplikasi Sisfolog dan Sisfo Harwat Alutsista TNI AD TA 2022, diharapkan seluruh peserta dapat menyerap seluruh ilmu yang telah diajarkan, kemudian mampu mengaplikasikan Aplikasi Sisfolog dan Sisfo Harwat Alutsista ini disatuan masing-masing, sehingga Sisfolog dan Sisfo Harwat Alutsista yang ada di satuan dapat berjalan sesuai yang di harapkan”. Harapnya.

Materi yang diberikan  tentang penguasaan teknis dan praktek aplikasi, baik Aplikasi Sisfolog maupun Aplikasi Sisfo Harwat Alutsista, yang dipandu langsung oleh pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangnya.

“Disisi lain akan di sajikan materi tentang Asistensi Teknis online terhadap Sisfolog dan Sisfo Harwat berikut SOP (Standar Operasional Prosedur) Asnis Sisfolog,” papar Mayor Inf Sutarno.

Kainfolahta Divisi 2 Kostrad menekankan hal yang sangat mendasar yakni. Pertama Laksanakan, pahami kegiatan Bimtek Sisfolog dan Sisfo Harwat TNI AD ini dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab sehingga mendapatkan output yang siap operasional di staf logistik satuan masing masing.

Kedua  Kepada Basisfolog segera bentuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam rangka untuk memberikan pelayanan publik kepada operator Sisfolog jajaran berupa Asistensi Teknis online.

Ketiga. Kepada para operator Sisfolog dan Sisfo Harwat laksanakan update data dan Validasi Data materiil dan alutsista di satuan masing-masing dengan berkomunikasi dengan supervisinya yaitu para Kasi dan Pasilog sebagai Data Source nya.

Keempat,  Kepada operator agar berinisiatif mengajukan permintaan Asistensi Teknis online Sisfolog dan Sisfo Harwat kepada Tim Asistensi Teknis online Infolahta Divif 2 Kostrad dengan mempedomani SOP Asistensi Teknis online Infolahta Divif 2 Kostrad.

Kelima Selama kegiatan Bintek ini laksanakan protokol kesehatan, tandasnya.  (buang supeno)

Polres Batu  Perbanyak Dirikan Posko dan Pos Pantau PMK

May 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Kepolisian Resort Batu bersinergi dengan dinas terkait terus lakukan upaya  mengantisipasi Munculnya wabah Penyakit hewan foot and mouth disease atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah hukum Polres Batu dengan mendirikan Posko dan Pos Pantau. Rabu (18/5/2022)

Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan saat dikonfirmasi  menjelaskan Polres Batu bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan peternakan serta instansi terkait mendirikan Posko dan Pos Pantau guna mencegah penyebaran penyakit PMK di wilayah hukum Polres Batu.

Memperbanyak pendirian  Posko dan Pos Pantau tersebut  selain untuk  pusat pendataan, informasi serta penyuluhan, juga sebagai Pos penyekatan terhadap lalulintas hewan ternak yang akan masuk maupun keluar dari wilayah hukum Polres Batu.

“Kita bersinergi dengan stakeholder terkait dan juga elemen masyarakat yang berkompeten untuk mencegah merebaknya penyebaran penyakit PMK di wilayah hukum Polres Batu,” ujar orang nomor satu di jajaran Polres Batu tersebut

“Disamping itu, kami juga melakukan penyekatan di beberapa titik, terutama di perbatasan wilayah dengan tujuan untuk mengecek kesehatan hewan,” lanjut AKBP Yogi

Selanjutnya Kapolres Batu  Alumni Akademi Kepolisian tahun 2002-2003 tersebut memberikan himbauan kepada warga masyarakat yang memiliki hewan ternak berkategori hewan ternak berpotensi mudah terpapar penyakit PMK agar segera mengandangkan dan selalu mengawasi hewan ternaknya serta selalu berkoordinasi dengan Dinas Peternakan untuk bisa mengambil langkah-langkah pencegahan sehingga penyakit PMK ini bisa dikendalikan dan bisa ditanggulangi.

“Saya harapkan masyarakat tenang dan patuh agar tetap menjaga kondisi ternaknya, dengan jalan mengawasi dan mengkanndangkan serta lakukan penyemprotan desinfeksan di kandang, ” pungkasnya. (buang supeno)

Wali kota Lantik 38 Pejabat di Lingkungan Pemkot Batu

May 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Jelang 6 bulan mengakhiri masa jabatan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko merombak 38Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional dilingkungan Pemerintah Kota Batu, di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Kota Batu, Selasa (17/5/2022).

Disinyalir mutasi ini, untuk menyelesaikan program yang  tidak tuntas.Sehingga perlu amunisi tenaga baru yang mampu menyelesaikan hingga Desember masa kepemimpinannya habis. Mereka yang dimutasi seperti Susetyo Herawan dari Kepala Bappeda & litbang menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesra. Kemudian Bambang Kuncoro  dari Asisten Pemerintah & Kesra menjadi Kepala Satpol PP, Sugeng Pramono kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan, yang masih mengurusi masalah PMK ( penyakit mulut & Kuku ) pada ternak harus menjadi Asisten perekonomian dan pembangunan, Erwan Puja Fiatno Asisten Ekonomi dan Pembangunan menjadi Kadisnaker. Selain itu, Mokhamad Forkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak & Pengendalian Penduduk & KB bergeser menjadi Kepala Bappeda & litbang. Sedangkan Kepala KesbangPol Kota Batu menjadi staf ahli Walikota bidang Pemerintahan, hukum dan politik.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menegaskan,  dilakukannya mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN dan mendorong terwujudkan tujuan pembangunan Kota Batu.

“Selamat bertugas,tantangan kedepan tidak semakin ringan, tapi ketika bisa saling mendukung dan bekerja sama dengan baik, Inshya Allah hasilnya juga akan baik,”

Dikatakan, ada empat jabatan kosong dan yang akan  dilakukan open bidding (lelang jabatan).

“Mutasi ini dilakukan untuk mengisi kekosongan, ada yang tidak bisa diisi karna kurangnya SDM, maka dari itu ada empat dinas yang akan kita lakukan open bidding” kata Walikota.

Empat Organisasi Perangkat Daerah yang akan dilakukan open bidding yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Sekretaris Dewan.

Andri Wijaya Kabid informasi dan komunikasi Publik di Kominfo dimutasi jadi kabid perencanaan pembanbungan manusiq, sosial budaya dan pemerintahan pada Bappefa dan litbang, digantikan Ferly Syahrudin dari Kabid perlindungan Masyarakat dan ASN pada satpol PP. (buang supeno)

Doyan Trabasan, Mantan Pembalap Moto2 Berpetualang Pakai WR 155 R

May 18, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

Popularitas Yamaha WR 155 R kian meluas di Tanah Air, memikat para biker termasuk public figure yang ikut memilih motor tersebut sebagai partner adventure. Salah satunya Doni Tata Pradita, mantan pembalap Moto2 yang turut memakai WR 155 R.

Pemuda asal Yogyakarta itu sudah mengeksplorasi berbagai trek off road di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menggunakan WR 155 R miliknya. Selain itu juga dipadukannya dengan aktivitas touring di atas jalur on road sebelum menerabas ke area off road. Sejauh ini dia sudah menjelajahi beberapa jalur yaitu di Temanggung dan Puncak Suroloyo untuk fun adventure, serta melewati rute ekstrim Merapi.

WR 155 R menemaninya asyik menelusuri trek dengan kualitas motor itu yang mampu melibas jalur bebatuan, berpasir, lalu naik ke perbukitan di Temanggung. Sedangkan untuk mencapai Puncak Suroloyo melalui jalan tidak rata, terjal, tanah merah juga area sawah dan sungai yang dilalui berkat kualitas WR 155 R. Lalu di jalur ekstrim menantang Merapi yang banyak menyajikan rintangan bebatuan besar, sungai, hutan dan trek berpasir, dengan ketangguhan WR 155 R membawanya sanggup menaklukan tantangan tersebut.

Keunggulan WR 155 R menunjangnya dalam menyalurkan hobi trabasan sekaligus menundukkan berbagai rintangan medan off road. Ditambah lagi dengan skill dia sebagai pembalap dan pengalaman tiga tahun terakhir aktif berkendara enduro, makin membantunya saat berpetualang. Selain WR 155 R, Doni Tata juga memiliki motor YZ250F dan kini bangga menjadi bLU cRU Rider dengan terlibat dalam aktivitas Yamaha bersama motor off road Yamaha.

”Saya pakai WR 155 R untuk dual purpose di jalanan on road dan trek off road di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Motor ini sangat pas dipakai di jalan raya serta mumpuni buat trabasan. Saya makin menikmati aktivitas ini dengan motor WR 155 R yang memiliki kelebihan performa handal dengan mesin 155cc VVA (Variable Valve Actuation), tenaga powerful, lalu handling motor enak dan lincah. Suspensi WR 155 R terasa empuk melewati jalur tidak rata dan ekstrim. Model motor ini juga keren, sangat menarik dengan sporty look,” beber Doni Tata.

Dikatakan Doni Tata yang berusia 31 tahun ini, dia kerap menerabas bermacam karakter rute bersama teman-teman dekatnya. Bahkan ada tiga temannya yang beralih menggunakan WR 155 R setelah melihat Doni Tata asyik berkendara dengan motor itu. Menurut dia, saat ini tren penggunaan WR 155 R ditujukan buat dual purpose baik untuk on road maupun off road. Kala trabasan dijalani untuk perjalanan sehari atau ditambahkan dengan camping. Seperti di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta hal itu banyak dilakukan di area Gunung Kidul dan gunung Sumbing. Menurutnya, di masa pandemi ini tidak menyurutkan para penghobi trabasan untuk menuntaskan kegemaran mereka, bahkan pengguna dan komunitas WR 155 R kian bertumbuh. (*/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb