Rajut Kebersamaan, Camat Batu gelar Halal Bihalal

May 13, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Camat Batu, .Supriyadi mengatakan silahturohmi yang dikemas dalam acara halal bihalal sangat mengena. Mengingat selama setahun dengan berbagai aktivitas jarang bertemu dengan steakholder. Melalui kesempatan seperti ini bisa tersalurkan rasa kangen dan keakraban dalam jalin silahturohmi

” Momen seperti ini dalam suasana keakraban dan saling memaafkan merupakan kesempatan yang kita dambahkan. Kita jarang ketemu apalagi makan bersama ” ungkapnya pada acara halal bihalal Forkompinda Kecamatan Kota Batu, di kafetaria pelayanan masyarakat, kamis(12/5/2022).

Camat Supriadi  juga memperkenalkan  AKP Endang Iriani sangaji sebagai Kapolsek Kota Batu yang baru.

Kapolsek Batu AKP Endang Iriani mengungkapkan kondisi saat ini setelah lepas dg Covic-19,  muncul kasus baru PMK( penyakit mulut dan kuku) pada ternak sapi. Oleh karena pesan Kapolres Batu katanya  agar masyarakat peternak untuk tenang tidak perlu panik dalam menghadapi kasus ini.

“Masyarakat tidak usah panik, dan tidak perlu sampai menjual sapinya. Bersikap tenang ” pinta Kapolsek.

Disebutkan, sampai saat ini kondisi ternak yang ada di wilayah Kecamatan Batu dalam keadaan aman dan terkendali.

Supriadi sependapat dengan arahan Kapolsek dalam menghadapi kasus PMK. Ia berharap  kades dan lurah yang hadir dalam acara halal bihalal turut serta memberi pengertian kepada warganya.

“Kades dan lurah diharapkan memberi pengertian kepada warganya agar tidak panik dalam menghadapi serangan PMK dan  selalu memantau perkembangan daerahnya dan selalu koordinasi dengan kecamatan, jika menemukan ada PMK pada ternaknya, ” tegas Supriadi.

Wilayah Kecamatan Kota Batu meliputi 4 desa dan kelurahan yakni kel. Ngaglik, sisir, songgokerto dan kel.Temas sedang desa Oro-oro ombo, sumberrejo, Sidomulyo dan desa sanggrahan.  Ada  peternak sapi  paling banyak berada di Desa Sanggrahan Dusun Toyomerto dengan jumlah ternak 1300 ekor.

Saat ini  33 ternak sapi yang terkonfirmasi PMK ada di Dusun Tegalsari Desa Sumber Rejo Kecamatan Bumiaji.  (buang Supeno)

BKKBN Gelar Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak, Cegah Stunting

May 12, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BKKBN Gelar Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak, Cegah Stunting melalui daring

BATU  – Penyiapan generasi yang berkualitas harus dimulai dari awal. Peran keluarga perlu dioptimalkan dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter. Salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam membentuk generasi yang berkualitas adalah adanya resiko stunting.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, dalam Apel Gelar Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak yang digelar secara hybrid Kamis, (12/05/2022).

“Stunting memiliki dampak jangka panjang terkait dengan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, masa awal adanya janin hingga 1000 hari pertama atau usia 2 tahun adalah waktu penting yang harus diperhatikan,” kata Hasto.

Apel Siaga ini merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui BKKBN untuk membentuk komitmen dan menumbuhkan semangat kepada pendamping keluarga dalam melakukan pendampingan kepada calon pengantin, calon keluarga dan keluarga secara masif untuk penurunan angka stunting di Indonesia.

“Bidan, Tim Penggerak PKK dan Kader Keluarga Berencana adalah tokoh terpercaya yang bisa dijadikan jujukan kesehatan di masyarakat, mari kita perjuangkan bersama-sama untuk mencegah stunting pada anak,” katanya.

Tim Keluarga Berencana di seluruh Indonesia berjumlah 200 ribu tim dengan 600 ribu pendamping yang terdiri dari bidan, TP PKK dan kader Keluarga Berencana yang siap memberikan informasi dan pelayanan untuk mencegah kelahiran stunting.

Apel Siaga dihadiri oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI beserta para Deputi, Kepala BKKBN Pusat, Gubernur Jawa Barat dan diikuti secara virtual oleh Kabupaten/Kota se-Indonesia. (buang supeno)

DPKP Kota Batu Temukan Sapi  Terjangkit PMK

May 12, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU–  Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan (DPKP) Kota Batu mendapatkan sebanyak 33 ekor sapi di kota wisata Batu  diduga terjangkit penyakit PMK.

“Data yang masuk ke kami ada 33 ekor sapi yang terjangkit wabah PMK di dusun Tegalsari desa Sumbergondo kecamatan Bumiaji,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan (DPKP) Kota Batu, Sugeng Pramono, membenarkan hal ini saat dikonfirmasi dikantornya,  Kamis (12/5/2022).

Dijelaskan, laporan yang dihimpun  berasal dari 5 peternak yang sapinya terindikasi penyakit PMK. Petugas DPKP sudah turun lapangan sejak tanggal 7 Mei lalu untuk menindaklanjuti laporan-laporan tersebut.

“Atas peristiwa tersebut, kemudian kami sampaikan ke provinsi dan pusat,” ujarnya.

Setelah laporan sampai ke provinsi dan pusat, Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates turun ke Kota Batu pada Senin (9/5/2022) lalu untuk mengambil sampel sapi yang diduga terjangkit PMK. Sebanyak 6 sapi yang diambil sampel untuk diteliti guna memastikan positif PMK atau tidak.

“Untuk hasil sampel yang diambil akan diperkirakan dapat diketahui hasilnya pada hari Minggu,” ucap Sugeng.

Adapun langkah yang dilakukan DPKP untuk mencegah meluasnya wabah PMK antara lain dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan memberi vitamin kepada hewan ternak.

“Kami juga memberikan sosialisasi ke pemdes dan peternak agar tidak melakukan jual beli sapi dari luar. Begitu juga sebaliknya,” bebernya.

Tidak hanya itu, lanjut Sugeng, pihaknya juga telah membentuk satgas yang terdiri dari DPKP, diskumdag, BBPP Songgoriti, polres, TNI dan KUD Kota Batu.

“Namun untuk juklak dan juknis masih menunggu dari Pemerintah Pusat. Kami juga telah membuat Posko di Sumbergondo, RPH, dan kantor Dinas ”  terangnya.

Kendati  sudah ada kasus PMK di Kota Batu, utamanya di dusun Tegalsari Desa Sumbergondo, Sugeng mengimbau peternak tidak panik dan tidak menular kepada manusia.

“Terpenting mengolah atau memasak daging sapi ataupun susu dengan sempurna sebelum dikonsumsi, ” lanjutnya.

Kadis DPKP mengharapkan kepada para peternak untuk segera melapor ke DPKP apabila menemuka  adanya sapi yang bergejala PMK. Sehingga, DPKP bisa segera melakukan penanganan dan mengirimkan dokter hewan.

“Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi PMK ini,” tuturnya.

Langkah yang sudah dilakukan DPKP agar tidak menyebar dengan memberikan disinfektan, suntikan antibiotik, dan diisilolir dari lingkungannya.

“Setiap orang yang masuk kandang harus menggunakan pakaian APD(alat pelindung diri).Hewan kita batasi pergerakan ” paparnya.

Dijelaskan, masyarakat perlu mengetahui gejala-gejala hewan ternak terjangkit PMK diantaranya mengalami demam tinggi sampai 41 derajat, serta pembengkakan kelenjar pertahanan, terutama di daerah mandibula atau rahang bawah. Sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, dan payudara hewan juga tampak lepuh atau luka.

Karena luka-luka tersebut, maka timbul produksi kelenjar ludah yang tinggi, sehingga air liur menetes terus menerus. PMK bisa menyerang pada hewan seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, dan sebagainya.

Di Kota Batu sendiri saat ini terdapat dua jenis sapi ternak yaitu sapi perah dan sapi potong dengan total 12.579 ekor. Perinciannya, di Kecamatan Batu ada 5.345 ekor, Kecamatan Bumiaji 3.457 ekor, Kecamatan Junrejo 3.777 ekor.

Sementara itu Camat Kota Batu Supriyadi menyebutkan, untuk sementara ternak sapi yang ada diwilayahnya dalam keadaan aman. Namun demikian dia sudah melakukan sosialisasi bagaimana mendeteksi kondisi sapi yang sehat dan terjangkit PMK.

“Saya sudah ingatkan kepada para lurah dan kepala desa untuk memantau perkembangan ternak masyarakatnya. ” jelas Supriadi disela-sela acara halal bihalal di kantornya, Kamis ( 12/5/2022).

Disebutkan jumlah peternak diwilayah Kecamatan Batu, yang paling banyak berada di dusun Toyomerto desa Pesanggarahan, sebanyak 1.300 ekor. (Buang Supeno)

Bandara SAMS Tutup Posko Terpadu

May 12, 2022 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN – Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1443 Tahun 2022 di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang dilaksanakan sejak tanggal 25 April 2022 hingga 10 Mei 2022 resmi ditutup.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan Anung Bayumurti memimpin apel penutupan posko dilaksanakan pukul 10.00 WITA di area keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rabu (11/5/2022)

Apel penutupan ini dihadiri  General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Perwakilan Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Balikpapan Balikpapan, Perwakilan Komandan Pangkalan TNI, Perwakilan Komandan Distrik Militer 0905 Balikpapan AU Dhomber Balikpapan, Kepala Polisi Sektor Wilayah Bandara Sepinggan, Perwakilan General Manager Perum LPPNPI Cabang Balikpapan, Perwakilan Kepala Kantor SAR Nasional Kelas A Balikpapan, Kepala Stasiun BMKG Kelas I SAMS Balikpapan, Kepala Dinas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan, Perwakilan Airlines dan Pimpinan Anak Perusahaan PT Angkasa Pura I.

Rika Danakusuma, General Manager Bandara SAMS Sepinggan menjelaskan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1443 H yang dilaksanakan 16 hari sejak tanggal 25 April 2022 hingga 10 Mei 2022.

“Bandara SAMS Sepinggan mencatat pergerakan penumpang sebanyak 188.243 atau dengan rata-rata perhari sebesar 11.765 orang untuk pesawat udara sejumlah 1.835 atau dengan rata-rata perhari sebesar 115 pergerakan,” kata Rika Danakusuma

Dikatakan Rika puncak arus mudik terjadi pada tanggal 29 April 2022 atau pada saat dimulainya cuti bersama dengan jumlah penumpang sebesar 13.420 yang terdiri dari 5.083 datang dan 8.337 berangkat. Sementara puncak arus balik pada tanggal 7 Mei 2022 dengan jumlah penumpang 14.349 yang terdiri dari 7.629 datang dan 6.720 berangkat.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan turut bersyukur selama pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semua berjalan sesuai dengan moto kita selama ini yaitu mudik aman, selamat dan nyaman. Saya ucapkan terima kasih pada seluruh instansi yang turut mensukseskan kegiatan posko terpadu lebaran 1443H,” kata Anung.

Pada posko lebaran tahun 2021 lalu penumpang melalui bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebanyak 57.515 orang dibandingkan tahun 2022 sebanyak 188.243 orang meningkat sebanyak 227 %, untuk pergerakan pesawat udara sebanyak 674 pesawat udara pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2022 sebanyak 1.835 pergerakan pesawat udara menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 172%. (*)

Tips Perawatan Sepeda Motor Pasca Perjalanan Libur Lebaran

May 12, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Momen libur lebaran 2022 telah berakhir. Sebagian besar masyarakat yang sebelumnya berpergian keluar kota menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, kini telah kembali ke rumahnya masing-masing untuk menjalani rutinitas harian mereka. Namun sebelum memulai mobilitas harian tersebut, ada baiknya pengendara memeriksa terlebih dahulu kondisi kendaraannya.

Pasalnya, pasca berpergian jarak jauh melewati beragam kondisi jalan dan kemacetan panjang khas libur lebaran, ada kemungkinan sepeda motor yang dikendarai kini tidak lagi dalam kondisi yang prima. Itulah sebabnya, sangat disarankan bagi para pemilik kendaraan untuk melakukan pengecekan dan perawatan terhadap beberapa komponen guna mengoptimalkan kembali performa sepeda motor.

“Momen libur lebaran tahun ini memang cukup spesial. Kondisi pandemi yang berangsur membaik membuat antusiasme masyarakat dalam bermobilitas menjadi sangat tinggi. Bagi mereka yang menggunakan sepeda motor selama libur lebaran dan menempuh perjalanan yang cukup jauh sehingga membuat kendaraan bekerja lebih ekstra, dirasa perlu untuk melakukan pengecekan dan perawatan yang tepat terhadap kendaraanya sebelum kembali memulai rutinitas harian. Karena kondisi sepeda motor yang prima, merupakan salah satu faktor penunjang keselamatan dan kelancaran dalam berkendara,” ungkap Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Berikut adalah tips perawatan dan pengecekan sepeda motor dari Yamaha bagi para pemilik kendaraan selepas menempuh perjalanan libur lebaran.

  1. Membersihkan Motor

Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh pengendara selepas menempuh pejalanan jarak jauh tentunya adalah membersihkan kendaraan dari kotoran yang menempel, seperti debu, tanah dan juga minyak. Karena kotoran tersebut, berpotensi menghambat kinerja komponen kendaraan atau bahkan membuatnya rusak seperti berkarat.

  1. Cek Oli Mesin & Transmisi

Salah satu bagian penting dari sepeda motor yang perlu dilakukan pengecekan setelah melakukan perjalanan jarak jauh adalah oli mesin. Baik itu volume, kekentalan, maupun warna dari cairan oli itu sendiri. Oli mesin yang masih layak pakai biasanya memiliki tekstur cairan yang masih kental dan berwarna bening serta volumenya tidak berkurang sesuai standard yang ditentukan oleh pabrikan. Idealnya penggantian oli dilakukan setiap 3.000 kilometer atau per 3 bulan*.

Adapun cara melakukan pengecekan kualitas oli mesin dapat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan stik yang menyatu pada tutup oli pada mesin sepeda motor, atau jika pengendara menggunakan sepeda motor Yamaha yang sudah dilengkapi dengan fitur konektivitas, dapat lebih praktis lagi karena pengecekannya bisa dilakukan via aplikasi Y-Connect.

Sementara itu untuk motor berjenis matik, pengendara juga harus melakukan pengecekan tambahan pada oli trasnmisi dan memastikan tidak ada kebocoran di seal karet yang membuat volumenya berkurang. Selama pemakaian wajar dan normal, biasanya pemilik sepeda motor Matik disarankan untuk mengganti oli transmisi setiap 10.000 kilometer atau per 10 bulan*.

  1. Cek Aki / Battery

Komponen lain yang perlu dilakukan pengecekan adalah aki atau battery untuk memastikan kondisinya tidak lemah atau soak sehingga fungsi kelistrikan sepeda motor bekerja dengan baik, termasuk fungsi starter engine untuk menghidupkan mesin. Pengecekan aki dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti meraba permukaan body aki dan memastikan tidak menggembung yang mengindikasikan bahwa kondisi aki sudah mulai rusak. Lalu gunakan juga voltmeter untuk memantau voltase aki motor yang pada kondisi normal berada dikisaran angka 12,4 volt.

Jika ingin lebih praktis, pengecekan voltase aki juga dapat dilakukan dengan melihat indikator voltase aki yang tertera di speedometer**, atau melalui aplikasi Y-Connect khusus pada sepeda motor Yamaha yang sudah dilengkpai dengan fitur konektivitas.

  1. Cek Filter Udara

Komponen filter udara juga dinilai perlu untuk dilakukan pengecekan setelah berkendara jauh. Pasalnya, jika filter udara kotor dan tidak segera dibersihkan, maka tarikan motor akan terasa berat dan dalam kasus yang lebih parah bisa membuat mesin motor menjadi tersendat. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang emnjadi tidak efisien.

Cara melakukan pengecekan filter udara cukup mudah, pemilik kendaraan hanya perlu membuka box filter udara dengan bermodalkan obeng. Biasanya, penggantian filter udara dilakukan setiap 15.000 kilometer atau per 15 bulan*.

  1. Cek Kampas Rem

Libur lebaran identik dengan perjalanan jauh yang disertai dengan kondisi lalu lintas yang padat bahkan cenderung macet sehingga kondisi berkendara lebih sering bersifat stop and go. Ini tentunya membuat kinerja rem lebih banyak terpakai yang berimbas pada menipisnya kampas rem depan maupun belakang. Indikasi kampas rem yang sudah mulai menipis dan perlu diganti ditandai dengan beberapa hal seperti suara berdecit saat mengerem, tuas rem menjadi lebih dalam dan volume minyak rem yang berkurang.

  1. Cek Kinerja Suspensi

Pasca perjalan jauh yang melewati berbagai kondisi medan, termasuk jalanan jelek berlubang, berbatu, dan bergelombang sangat mungkin membuat kinerja suspensi motor menjadi tidak lagi optimal. Oleh sebab itu, penting untuk turut mengecek kondisi suspensi pada sepeda motor. Salah satu cara pengecekan yang dapat dilakukan adalah dengan menekan suspensi dan melihat reaksinya.

Jika suspensi cepat merenggang keposisi semula dan terasa keras ketika sepeda motor melewati jalan belubang ataupun bergelombang besar kemungkinan volume oli suspensi pada tabung telah berkurang akibat adanya kebocoran di karet seal. Jika sudah demikian, segera bawa sepeda motor anda ke bengkel resmi terdekat untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

  1. Cek Kondisi Ban

Ban juga menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor yang harus dilakukan pengecekan pasca melakukan perjalanan libur lebaran, mengingat fungsinya yang begitu vital dalam menopang beban motor dan menjaga traksi kendaraan ke permukaan jalan. Hal yang perlu dicek dari ban sepeda motor adalah kondisi fisik, dimana tidak adanya sobek, lubang, maupun tidak aus atau botak.

Terkait dengan kausan ban, salah satu cara pengecekannya bisa dengan melihat Trade Wheel Indicator (TWI) yang berbentuk tanda panah. Jika permukaan ban sudah menyentuh tanda panah tersebut, artinya karet ban sudah emnipis dan perlu diganti. Selain itu, perhatikan pula tekanan anginnya apakah sudah sesuai dengan standard yang disarankan oleh pabrikan. Sehingga tidak terlalu keras dan kempes yang tentunya mempengaruhi performa motor dan kenyamanan saat berkendara.

Terakhir, ketika melakukan pengecekan ban pengendara juga dapat sekalian memantau kondisi baut pengikat mesin dan kaki-kaki motor guna memastikan semuanya dalam kondisi kencang. Karena vibrasi yang timbul pada saat berkendara jauh dan melewati jalanan rusak dapat berpotensi membuat baut-baut pada sepeda motor menjadi kendor.

Untuk menjaga performa motor tetap optimal, maka pengendara sangat disarankan untuk melakukan langkah-langkah perawatan diatas. Namun, jika dirasa sulit untuk dikerjakan sendiri, pengguna sepeda motor bisa segera membawa kendaraan ke bengkel resmi terdekat. Khusus untuk konsumen Yamaha, dapat memanfaatkan aplikasi My Yamaha Motor untuk melihat lokasi bengkel resmi terdekat dan melakukan booking service secara online dengan lebih praktis dan mudah melalui smartphone.

*Angka interval dapat berubah sesuai jenis dan kondisi berkendara

**Khusus sepeda motor yang dilengkapi speedometer digital dengan Multi Information Display (MID)

« Previous PageNext Page »

  • vb