Walaupun di Guyur Hujan, Jamaah Sholat Ied di Musholla Raudhatul Jannah Membludak

May 3, 2022 by  
Filed under Daerah

SAMARINDA – Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di mushola Raudhatul Jannah Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda berlangsung dengan hikmat dan dalam kondisi cuaca hujan, namun tidak menyurutkan semangat warga menunaikan ibadah sholat idul fitri.

Suasana kegembiraan dalam perayaan kemenangan Idul Fitri 1443 H, setelah dua tahun dilanda pandemic Covid-19, sebagian warga Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda, Senin 2 Mei 2022 pagi memenuhi beberapa tempat ibadah, diantaranya musholla Raudhatul Jannah hingga jamaah meluber hingga ke Jalan raya.

Hidayatullah, sekretaris Dewan Kemakmuran Musholla Raudhatul Jannah mengatakan pihaknya telah menyiapkan membludaknya antusias masyarakat yang ingin melaksanakan sholat Ied di Musholla raudhatul jannah antara lain dengan menyediakan beberapa terpal besar yang siap di hampar bila jamaah membludak.

“Sejak malam setelah pembagian zakat fitrah ke mustahik (penerima zakat-red) kita menyiapkan tempat untuk pelaksanaan sholat Ied di pagi harinya. Kita sudah antisipasi, karena pada malam itu cuaca akan menunjukkan hujan di pagi hari,” jelas Hidayatullah.

Sebelum pelaksanaan sholat Id, Sekretaris Dewan Kemakmuran Musholla menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan selama dalam bulan ramadhan 1443 H termasuk melaporkan penerimaan zakat.

“Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Musholla Raudhatul Jannah kelurahan Air Putih menerima zakat fitrah dan mal dengan jumlah beras sebanyak 1.463 kg, Zakat Fitrah berupa uang sebanyak Rp 26.700.000, Zakat Mal Rp61.300.000, Infak Rp 2.590.000, Sedekah Rp1.060.000, sehingga total penerima berupa uang sebanyak Rp 91.650.000. Dari jumlah tersebut dibagikan kepada mustahik sebanyak 250 paket dengan masing-masing paket berisi beras 6 kg dan uang sebesar Rp300.000,” kata Hidayatullah.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dengan imam sekaligus khotib Ustadz Ardiansyah, S.Pi mengambil tema Akal dan Nafsu, dengan penuh hikmat diikuti jemaah yang hadir.

Dipaparkan ustadz Ardiansyah, kegembiraan telah dirasakan tatkala lantunan takbir, tahlil, dan tahmid dikumandangkan, pertanda rangkaian ibadah Ramadhan telah usai. Namun, kesedihan pun tidak terlaksana karena berpisah dengan bulan suci Ramadhan.

“Pada malam terakhir bulan Ramadhan langit, bumi, dan malaikat menangis berduka cita bagi umat nabi Muhammad. Bertanya salah seorang sahabat : Musibah apa ya Rasulullah? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab perginya bulan Ramadhan, karena dalam bulan itu semua do’a terkabul, semua shodaqoh diterima, semua amal kebajikan berlipat ganda pahalanya, dan azab terhindarkan,” papar Ustadz Ardiansyah yang juga penghulu ini.

Betapa agungnya bulan ramadhan itu, kehadirannya tidak hanya mendatangkan keberkahan, juga untuk menghapus dosa dan kesalahan kita serta membimbing kita dalam upaya menghindarkan diri dari siksaan neraka. Dan kini dia telah pergi.

Pepatah arab berbunyi: “Jika engkau pernah merasakan nikmatnya bersatu, niscaya engkau akan merasakan pahitnya berpisah.” Ucapnya, sambil berharap semoga ini bukan Ramadhan yang terakhir bagi kita. Ya, Allah ! izinkan kami bertemu lagi dengan bulan yang agung ini dan menikmati lezatnya beribadah di dalamnya dengan Rahmat Mu ya, Allah.

Dijelaskan dalam khotbahnya, Ya Rasulullah, siapakah yang paling utama diantara manusia? Rasulullah SAW bersabda yang berakal, segala sesuatu itu ada alatnya dan alatnya seorang mu’min adalah akalnya. Dan bagi setiap kaum ada pemimpinnya dan pemimpin seorang mu’min adalah akalnya. Dan setiap kaum mempunyai tujuan dan tujuan hamba Allah adalah akal.

Tentang nafsu telah dinyatakan dalam alquran Q.S.Yusuf:53, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Keberadaan akal dan nafsu pada manusia menjadikan manusia makhluk yang paling sempurna dari makhluk-makhluk lainnya. Malaikat memiliki akal tetapi tidak mempunyai nafsu. Hewan memiliki nafsu tetapi tidak mempunyai akał. Jika akałnya mengałahkan nafsunya maka dia akan lebih baik dari malaikat. Dan jika nafsunya mengalahkan akalnya maka kedudukannya lebih rendah dari hewan.

Berdasarkan riwayat tersebut patutlah untuk disadari dan diwaspadai bahwa nafsu yang ada pada diri setiap manusia adalah sosok makhluk yang sombong yang enggan mengakui tuhan yang telah mernciptakan dirinya. Dalam pembinaannya, nafsu tidak takut dengan siksaan neraka, karena dia telah merasakan siksaan neraka selama 200 tahun.

Nafsu merupakan kendaraan bagi syaitan untuk menjerumuskan manusia dalam mengingkari Allah, menentang aturan-aturan Allah. Bagi mukmin sejati hendaknya bermujahadah (bersungguh-sungguh) dan terus-menerus dalam memerangi gejolak nafsu yang senantiasa mendorong manusia untuk berbuat yang tercela. Imam Qusyairi dalam Risalah Qusyairiyah telah menyatakan pengendalian gejolak nafsu itu dilakukan dengan cara melemahkannya dengan lapar dan dahaga, melumpuhkannya dengan sedikit tidur, dan membebaninya dengan amaliah-amaliah sehingga nafsu itu tidak berdaya. (mun)

 

Gubernur Isran Noor Bersyukur Bisa Laksanakan Shalat Ied Bersama Warga Kaltim di Masa Pandemi

May 3, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr. H. isran Noor melaksanakan salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Senin (2 Mei 2022).  Gubernur Isran Noor menyampaikan rasa puji syukurnya atas berkah dan rahmatnya hingga pada tahun 2022 ini bisa melaksanakan salat Idul Fitri bersama-sama warga Kaltim ditengah masa pandemic Covid-19 yang masih terjadi di dunia.

“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nya kita semua bisa berkumpul di Masjid Baitul Muttaqien ini untuk bisa bersama-sama melaksanakan Salat Idulfitri,” ucap Isran Noor saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri 1443 Hijriah, Senin 2 Mei 2022.

Gubernur Isran Noor mengaku bersyukur atas pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1443 Hijriah yang merupakan perayaan kemenangan bagi umat muslim setelah menjalani kewajiban puasa di bulan Ramadhan kurang lebih satu bulan lamanya. Meskipun memang masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun masyarakat khususnya umat muslim di Benua Etam sudah dapat melaksanakan ibadah baik puasa dan tarawih di Ramadhan ini hingga Salat Idulfitri secara aman dan lancar.

“Sekali lagi kita patut bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Alhamdulillah penularan Covid-19 sudah menurun dan bisa terkendali dengan baik, bahkan hingga kemarin, Ahad 1 Mei 2022 sudah ada tiga daerah yang statusnya zona hijau, yaitu Samarinda, Kutai Timur dan Mahakam Ulu. Sedangkan sisanya masih zona kuning. Mari kita terus berdoa bersama, agar pandemi ini segera berakhir. Yang jelas tetap disiplin protokol kesehatan, minimal memakai masker,” ajaknya.

Mantan Bupati Kutai Timur ini juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Badan Pengelola Islamic Centre Kalimantan Timur yang selama Ramadhan telah menyemarakkan bulan suci dengan kegiatan syiar Islam dengan baik. Seperti tadarus Al Qur’an, pengajian di majelis taklim, perlombaan untuk syiar Islam, buka puasa bersama untuk meningkatkan silaturahmi, membayar zakat dan shadaqah, santunan untuk dhuafa, fakir miskin dan yatim piatu, dan ibadah lainnya.

Alhamdulillah kegiatan syiar Islam di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre berjalan dengan baik dan lancar. Semoga tujuan akhir didikan Ramadhan untuk menjadikan kita sebagai insan yang beriman dan bertaqwa bisa tercapai,” harapnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, pribadi dan keluarga, saya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Mari kita rayakan Idulfitri ini dengan meningkatkan hubungan tali silaturrahmi dan saling memaafkan,” tutup orang nomor satu Benua Etam ini. (hd/adv/kominfo kaltim)

Pendidikan “Mesra”   Haji Rusli

May 2, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Haji Muhammad Rusli Masroen

SENIN, 2 Mei 2022, pada saat kita umat Islam merayakan Idulfitri, kita juga memperingati Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan membuat kita menjadi manusia yang cerdas dan berakhlak. Nabi Muhammad ketika menerima wahyu pertama, juga diajari Malaikat Jibril membaca, Iqro. Membaca bagian dari proses pendidikan agar kita mampu mempelajari semua ilmu pengetahuan yang diciptakan Tuhan.

Adalah Ki Hadjar Dewantara tokoh pendidikan nasional kita. Dia lahir 2 Mei 1889 di Pakualaman, Yogyakarta.  Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat,  putra  GPH Soerjaningrat atau cucu Sri Paku Alam III. Sebagai bangsawan Jawa, ia mendapat kesempatan menyelesaikan pendidikan awal di ELS (Europeesche Lagere School), yaitu sekolah rendah untuk anak-anak Eropa. Lalu sempat juga melanjutkan pendidikan tinggi di Stovia (School tot Opleding van Inlandsche Arsten). Stovia sendiri adalah sekolah kedokteran di Jakarta, yang didirikan khusus untuk orang Indonesia. Karena kondisi  kesehatannya, Ki Hadjar tidak sempat menyelesaikan studinya.

Tapi dia pandai berbahasa Belanda dan menggeluti profesi jurnalistik yang berkiprah di beberapa  surat kabar dan majalah pada waktu itu. Gaya tulisannya komunikatif, tapi cenderung keras menyoroti ketimpangan pemerintahan Belanda, yang membiarkan anak-anak Indonesia tetap bodoh.

Karena kecintaan dan semangat kebangsaan, Ki Hadjar mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Ini adalah lembaga pendidikan pertama nasional yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Taman Siswa  merupakan bentuk nyata perjuangan Ki Hadjar melawan penjajah karena ia yakin jika pendidikan maju, bangsa Indonesia akan mampu mewujudkan  kemerdekaan setelah beratus tahun dijajah.

Di Perguruan Taman Siswa ini, Ki Hadjar memperkenalkan semboyan tut wuri handayani. Semboyan berbahasa Jawa itu lengkapnya berbunyi : ing ngarsa sung thulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Semboyan itu dia tujukan kepada para guru dan tenaga pendidik agar anak-anak yang dididiknya berkembang sehat dan maju.

Menurut Ki Hadjar, di  depan, seorang pendidik harus mampu memberi contoh bagi anak-anak asuhnya. Di tengah memberi semangat dan ide,  dan dari belakang seorang pendidik harus bisa memberi dorongan dan arahan. Ki Hadjar sadar betul hanya dengan pendidikan, maka Indonesia bisa keluar dari belenggu penjajahan.

Ki Hadjar  sempat memangku jabatan menteri Pengajaran Republik Indonesia dalam kabinet pertama yang disusun Presiden Soekarno pada tahun 1950. Sebelumnya pada tanggal 17 Agustus 1946 dia dikukuhkan sebagai Mahaguru pada Sekolah Polisi Republik Indonesia dan tahun 1957 mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Gadjah Mada.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, tanggal  2 Mei  sebagai  hari kelahiran Ki Hadjar ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hadjar Dewantara. Selain itu, potret dirinya juga diabadikan pada uang kertas pecahan 20 ribuan rupiah tahun edisi 1998.  Ki Hadjar meninggal 26 April 1959, yang kemudian dikukuhkan Presiden Soekarno sebagai pahlawan nasional.

KERAS DEMI KALTIM

Pada saat kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, saya jadi teringat salah seorang tokoh pendidikan Kaltim, Haji Rusli atau lengkapnya Haji Muhammad Rusli Masroen, yang ngotot agar anak-anak Kaltim tidak mengandalkan terus menerus hidupnya hanya dari eksploitasi sumber daya alam, tanpa diimbangi dengan kemampuan otaknya. “Bahaya kalau sumber alamnya habis, generasi kita ke depan bisa hidup dalam kemelaratan dan kebodohan,” katanya ketika saya wawancarai saat itu.

Ketika saya masih jadi wartawan di tahun 80-an, saya sering bertemu Haji Rusli. Maklum dia tokoh penting.  Pengusaha sukses (pemilik Hotel Mesra dan Mesra Mall), ketua Kadin, anggota DPRD dan MPR, ketua partai dan pengurus organisasi keagamaan dan gigih memajukan dunia pendidikan.  Secara pribadi saya juga akrab dan sering ke rumah lamanya di Jl Merah Delima, Kampung Bugis pada saat Lebaran bersama teman-teman saya di grup band Wijaya Kusuma di kampung itu. “Salam untuk Pak Dahlan, ya Zal,” katanya kepada saya ketika bertemu.

Saya dan Haji Rusli ketika masih menjadi anggota DPRD Kaltim pernah diajak Pak Dahlan Iskan ke China untuk melihat pabrik pembangunan power plant batu bara di Negeri  Tirai Bambu itu. Hasil kunjungan itu, Pak Dahlan bekerjasama dengan Pemprov Kaltim membangun pembangkit listrik batu bara dengan kapasitas 110 megawatt, PT Cahaya Fajar Kaltim di Embalut, Tenggarong Seberang untuk mengatasi krisis listrik di daerah ini saat itu.

Berkat membangun listrik di Embalut itu, Pak Dahlan dipercaya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menjadi direktur utama PLN, yang kemudian juga menjadi m menteri BUMN.

Sementara itu, saking ngototnya dalam memajukan dunia pendidikan, Haji Rusli  berseteru panjang dengan Pemerintah Provinsi Kaltim pada masa Gubernur  Awang Faroek Ishak terutama dalam hal memajukan SMA Plus atau SMA 10 sebagai sekolah unggulan.  “Secara pribadi saya tetap baik dengan Pak Awang, meski bersengketa urusan SMA Plus,” katanya kepada wartawan.

Dia juga mengkritik berbagai kebijakan Gubernur Awang yang dianggapnya lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Misalnya, soal menutup paksa Rumah Sakit Islam, memaksakan pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu dan pembangunan hotel di samping Islamic Center. “Kita sudah tua, buat apa membuat kebijakan yang kontroversial,” katanya mengingatkan Awang.

Tapi tidak semuanya dia berseberangan dengan Gubernur Awang. Dalam program pembangunan kawasan ekonomi khusus Maloy di Kutim, Haji Rusli memberi dukungan besar. “Saya akan bangun hotel bintang 5 di sana,” katanya bersemangat. Maloy gagasan yang habis-habisan ingin dibangun Gubernur Awang, meski sampai akhir masa jabatan belum bisa terwujud sempurna. Sebagai tokoh pengusaha dan tokoh politik yang sukses, Haji Rusli sangat memperhatikan dunia pendidikan. Dia tahu betul dengan pendidikan, bangsa ini bisa maju. Dengan pendidikan, sumber daya alam Kaltim yang melimpah bisa dimanfaatkan lebih maksimal.  Ini juga dilatarbelakangi dengan pendidikan Haji Rusli.  Maklum Haji Rusli lulusan  sarjana pendidikan IKIP Malang, sama dengan Gubernur Awang. Dia juga pernah menjadi guru SMEA dan asisten dosen Unmul tahun 1965. Tidak banyak yang tahu, kalau Haji Rusli pernah menjadi pegawai di Kantor Gubernur Kaltim dan sempat menjadi asisten wedana (camat) di kampung halamannya, Sangkulirang tahun 1967-1971. Kampungnya Gubernur Isran Noor juga.

Selaku ketua Yayasan Melati, Haji Rusli  mendirikan SMA 10 atau SMA Plus yang terkenal dan bagus itu. Sekolah unggulan ini adalah hasil kerjasama dengan Pemprov Kaltim pada zaman Gubernur HM Ardans, SH di tahun 1994. Tanahnya   di Jl HM Rifaddin, Samarinda Seberang itu milik Pemprov Kaltim, tapi bangunan sekolah dan fasilitas lainnya milik Yayasan Melati. Sekolah ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro pada tanggal 11 Desember 1997. Ikut terlibat dalam pendirian sekolah ini, ICMI Kaltim, Unmul, dan sejumlah tokoh.

Siswa SMA 10 adalah pilihan dari anak-anak berprestasi di 14 kabupaten/kota se-Kaltim waktu itu. Semua anak diasramakan dan diberi beasiswa oleh Pemprov Kaltim. Guru-gurunya pilihan dari yang terbaik. Kepala sekolah pertamanya  teman saya, Drs Harimurti WS. Satu Angkatan juga dengan teman saya Drs Syafruddin Pernyata, MHum; yang pernah menjadi kepala Dinas Pendidikan Kaltim (2004-2010).

Proses Pendidikan di SMA 10 sukses menjadi sekolah unggulan. Masyarakat puas karena anak-anaknya berkembang dengan prestasi terbaik di sana. Anak-anak berprestasi lulusan sekolah menengah atas se-Kaltim selalu didominasi anak-anak SMA 10. Sayangnya 13 tahun kemudian, tepatnya tahun 2010 kerjasama itu putus berbuntut saling gugat dan saling usir, sehingga siswa bersama orangtuanya berkali-kali melakukan aksi unjukrasa. “Saya menyesal terseret dalam konflik itu,” kata Haji Rusli.

Bersengketa dalam urusan pengembangan SMA 10, tidak membuat Haji Rusli patah arang dalam urusan membangun dunia  pendidikan yang berkualitas. Melalui Yayasan Bunga Bangsa, dia mendirikan  sekolah Islam terpadu bertaraf internasional tidak kalah dengan SMA 10.  Kompleks sekolahnya sangat bagus dan luas di kawasan Mugirejo,  Sungai Pinang Samarinda. Ada fasilitas TK, SD, SMP dan SMA semua berlabel Bunga Bangsa.

“Haji Rusli ini enterpreneur sejati bukan makelar. Rus, aku ini benci sebenci-bencinya dengan ikam, tapi juga serindu-rindunya dengan kiprahmu yang tulus,” kata pengusaha Jos Soetomo pada peluncuran buku “Hijrah, Pergulatan Hidup Bukan Kebetulan Haji Rusli,” 14 Januari 2017 silam. Rusli dan Jos sama-sama berangkat dari dunia usaha kayu. Sama-sama sukses dan sama-sama membangun hotel dan sekolah.

Tidak saja membangun biznis dan sekolah,  Haji Rusli  juga membangun Nurul Salam Memorial Park, kompleks pemakaman yang sejuk dan tertata rapi di Kawasan Sungai Siring, Samarinda Utara. Mengingatkan orang pemakaman San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat. Ketika dia meninggal dunia dalam usia 82 tahun, Minggu, 8 Agustus 2021 lalu, jenazah ayah 5 anak dan kakek beberapa cucu ini dari rumah duka di Kompleks Bunga Bangsa Mugirejo diantar ke taman pemakaman tersebut dengan iringan doa tulus husnul khatimah. Selamat Hari Pendidikan.@@@@@

1.039  Muzaki Percayakan Zakat Fitrah ke UPZ Musholla Raudhatul Jannah Air Putih

May 2, 2022 by  
Filed under Daerah

Penyerahan zakat fitrah disampaikan ketua UPZ Musholla Raudhatul Jannah Kaspul Anwar diterima Siska, ketua RT 42 Kel. Air putih

SAMARINDA – Sebanyak 250 paket dari hasil pengumpulan zakat fitrah, mal dan shodaqoh berhasil di salurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Musholla Raudhatul Jannah yang beralamat di jalan P. Suryanata samping gg. Berkah RT. 30 Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Zakat tersebut diperoleh atas kepercayaan 1.039 muzaqih (orang yang membayar zakat) dan disalurkan kepada yang berhak menerima zakat (mustahik).

Dari 250 paket yang berisi beras 6 kg dan uang Rp300.000 didistribusikan kepada 250 penerima yang tersebar di beberapa Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Air Putih, termasuk amil 9 orang dan tenaga relawan yang menimbang dan distribusi beras ke mustahik sebanyak 18 orang.

Ketua UPZ Raudhatul Jannah yang juga Ketua Dewan kemakmuran Musholla Raudhatul Jannah H. Kaspul Anwar didampingi Hidayatullah, Sekretaris UPZ mengatakan sebanyak 250 paket dibagi kepada mustahik di 10 RT, Masing-masing RT berbeda dapatnya karena disesuaikan dengan jumlah mustahik yang ada.

“Tidak semua RT sama jumlah yang dapatnya, kita sesuaikan dengan jumlah mustahik yang ada,” jelas Kaspul Anwar saat ditemui media ini di tengah-tengah pendistribusian Zakat, Sabtu, 30 April 2022 malam.

Lebih lanjut dijelaskan, Pembagian masing-masing RT dikoordinir oleh ketua RT masing-masing, antara lain RT 48 mendapat 12 paket, RT 57 dapat 21 paket, RT 32 dapat 11 paket, RT. 28 dapat alokasi 20 paket, RT 34 dapat 5, RT 27 dapat 3 paket, RT 30 dapat 40 paket, RT 31 dapat 39 paket, RT 42 dapat 17, RT 29 dapat 7, ditambah bagian Amil 9 orang, dan UPZ menggunakan flasi sekitar 48 paket.

“Kami buka meja layanan penerimaan zakat fitrah, mal, shodaqoh, sejak hari ke 16 Ramadhan, Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan teratur hingga tutup malam ke 29 Ramadhan sehingga proses pembagian bantuan yang langsung kita antarkan ke rumah masing-masing mustahik dibantu relawan, sehingga ada waktu untuk penerima menggunakannya,” ujar Kaspul Anwar.

Sementara itu Hidayatullah, sekretaris UPZ Musholla Raudhatul Jannah kelurahan Air Putih mengatakan penerimaan dari 1.039 muzaki jumlah beras sebanyak 1.463 kg, Zakat Fitrah berupa uang sebanyak Rp 26.700.000, Zakat Mal Rp61.300.000, Infak Rp 2.590.000, Sedekah Rp1.060.000, sehingga total penerima berupa uang sebanyak Rp 91.650.000.

Selain itu UPZ Raudhatul Jannah juga menyetorkan  beras dan uang sebesar Rp 1 juta ke baznas kota Samarinda. Dana infak dan sedekah yang terkumpul dijelaskan Kaspul digunakan untuk memberi honor tenaga yang selama satu bulan membantu menyiapkan takjil.

Diakui H. Kaspul Anwar penerimaan zakat tahun ini mengalami penurunan, sekitar Rp 2 juta daripada tahun lalu, namun hal ini menurutnya tidak berhubungan dengan adanya kegiatan mudik.

Selanjutnya UPZ Raudhatul Jannah penyaluran zakat, yang secara simbolis diserahkan H. Kaspul Anwar kepada Siska, Ketua RT 42 Kelurahan Air Putih. “Semoga ini bermanfaat untuk yang menerima,” tutur Kaspul Anwar.

Terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri 1443 H, Kaspul Anwar menerangkan bahwa Musholla Raudhatul Jannah juga menyelenggarakan sholat Id,  yang bertindak sebagai imam merangkap khatib ustadz Adriansyah – dosen UINSI Samarinda. (mun)

 

 

Prahara Rektor ITK

May 1, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rizal Effendi

CIUTAN Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Ir Budi Santosa Purwokartiko, MS, PhD viral di mana-mana. Kebanyakan menghujat guru besar ini. Karena yang disampaikannya dianggap menyentuh masalah peka terutama terkait agama Islam dalam sisi yang kurang pas. Tidak sekedar dihujat, Rektor ITK bakal menghadapi berbagai konsekwensi, mulai tuntutan dicopot dari jabatannya sampai pengaduan ke wilayah hukum.

Seperti sudah diketahui, Prof Budi menulis di facebook pribadinya tentang  hasil wawancaranya dengan beberapa mahasiswa yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri melalui program LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

LPDP memberikan beasiswa atau memberikan pembiayaan studi untuk anak-anak yang sudah menyelesaikan pendidikan S1/D4 atau S2 dan ingin melanjutkan pendidikan pada program magister atau doktoral di perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.

Rektor Budi memuji anak-anak yang ditemuinya pintar-pintar dengan IP S1-nya rata-rata di atas 3,5. Yang jadi soal ada hal-hal yang di nyinyirnya. Misalnya dia bilang itu anak-anak yang tidak suka demo dan tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata-katanya juga jauh dari kata-kata langit: insyaallah, barakallah, syiar, qadarullah dan sebagainya.

Dari 12 mahasiswi yang diwawancarainya, Prof Budi juga mengatakan tidak ada satupun di antaranya menggunakan penutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind, mereka mencari Tuhan ke negara-negara maju seperti Korea, Eropa Barat dan US, bukan ke negara yang orang-orangnya pandai bercerita tanpa karya teknologi.

Lalu Rektor ITK ini berharap para mahasiswa LPDP tersebut tidak masuk dalam lingkungan orang-orang yang menyembah Tuhan tapi lupa pada manusia. Ingin cepat masuk surga tapi kalau sakit tetap cari dokter dan minum obat serta menggunakan KPI langit sementara urusannya masih hidup di dunia.

Kontan komentarnya itu mendapat serangan di mana-mana. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai unggahan Rektor ITK Budi Santosa melecehkan norma agama. Karena itu ia meminta Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengambil tindakan. “Sebagai seorang Rektor memang mengejutkan karena sangat sembrono membuat unggahan yang layak dinilai proaktif, rasis bahkan melecehkan norma agama. Sebaiknya Mendikbud Ristek mengambil langkah strategis, karena ini sudah masuk ke ranah hukum,” kata Fikri kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022).

Siaran pers ITK menegaskan bahwa tulisan Prof Budi Santosa itu adalah tulisan pribadi, dan tidak ada hubungannya dengan jabatan Rektor ITK. Karena itu ITK meminta masyarakat tidak mengaitkan dengan kampus dan mempersilahkan meminta klarifikasi langsung ke Prof Budi Santosa.

“POPULERKAN” ITK

Saya tidak tahu persis tingkat pemahaman keagamaan Prof Budi Santosa.  Tapi sebagai seorang guru besar meski bidangnya teknik industri tentu dia di atas kita dalam menilai dan memahami berbagai masalah termasuk agama. Sebelum saya purna tugas sebagai walikota Balikpapan, saya beberapa kali bertemu Rektor ITK ini. Penampilannya kalem tapi gigih memperjuangkan beberapa kepentingan ITK berkaitan dengan tugas dan kewajiban  Pemkot Balikpapan.

“Setahu saya pemahaman keislamannya cukup baik. Salatnya tertib dan bahkan beliau puasa Senin-Kamis. Semua mahasiswa ITK yang muslim wajib ikut pesantren kilat kita 3 hari di tempat saya,” kata KH Muhammad  Muhlasin, pimpinan Ponpes Al-Izzah, yang lokasi pondoknya berdekatan dengan kampus ITK.

Kiai Muhlasin melihat tak ada yang aneh dari Rektor ITK. “Beliau memang ingin mahasiswanya sempurna dan punya daya saing yang tinggi di bidang teknologi. Saya kira beliau hanya kurang pas dalam pemilihan kata-kata sehingga bikin geger,” ujar Kiai Muhlasin, yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Balikpapan.

Prof Budi Santosa menempuh pendidikan S1 di ITB Bandung. Lalu melanjutkan pendidikan magister dan doktoral teknik industri di University of Oklahoma, Norman, USA. Gelar guru besarnya dianugerahi oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Lelaki kelahiran Klaten, 12 Mei 1969 ini mempunyai bidang keahlian di antaranya Data Mining, Optimasi dan Metaheuristik, Operation Research dan manajemen proyek. Dia dilantik menjadi Rektor ITK kedua pada tanggal 19 November 2018 masa bakti 2018-2022 setelah berakhir masa tugas Prof Dr Sulistijono. Keduanya sama-sama dari ITS. Maklum ITS adalah bapak asuh ITK.

Gara-gara cuitan Prof Budi Santosa itu, banyak orang ingin tahu tentang ITK. Kebetulan saya termasuk orang yang sangat gigih memperjuangkan kemajuan ITK sejak saya jadi walikota sampai purna tugas. Saya berkali-kali meminta Presiden Jokowi memasukkan ITK dalam proyek strategis nasional, terutama berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kampus ITK berada di kawasan Jl Soekarno-Hatta Km 15, Karang Joang, Balikpapan Utara. Sebagian lahannya masih hutan. Posisinya sangat strategis, diapit kawasan industri Kariangau dan Hutan Lindung Sungai Wain berikut Kebun Raya Balikpapan. Juga tidak terlalu jauh dari lokasi IKN di Sepaku.

Dalam sejarah pendirian ITK, saya bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ikut terlibat. Gagasan itu muncul ketika Menteri Pendidikan Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA meresmikan penegerian Politeknik Balikpapan (Poltekba), 9 September 2011. Nuh yang mantan Rektor ITS (2003-2007) itu, menyampaikan program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia) Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang ingin membangun dua institut teknologi baru di Kalimantan dan Sumatera.

Saya dan Pak Awang langsung menyambut baik dan menyanggupi menyediakan lahannya seluas 300 hektar sebagai persyaratan meski waktu itu tidak ada persiapan apa-apa.

Proses pun dilakukan. Kebetulan Kepala Dinas PU Balikpapan waktu itu Ir Sri Sutantinah satu angkatan dengan  Menteri Nuh di ITS. Sehingga komunikasi bisa berlangsung lancar. Dan akhirnya pada tanggal 6 Oktober 2014, Presiden SBY meresmikan kampus ITK.

Perkuliahan di ITK sendiri sudah berlangsung dua tahun sebelum peresmian. Saking semangatnya punya ITK, meski kampusnya belum jadi, Gubernur Awang nekad  menitipkan 100 mahasiswa ITK di kampus  ITS Surabaya pada tahun 2012. Semuanya dibiayai oleh Pemprov Kaltim melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang. Ada 5 program studi yang ditempuh mereka yaitu teknik elektro, teknik mesin, teknik perkapalan, teknik kimia dan teknil sipil.

Sekarang, ITK mempunyai prodi yang cukup banyak dari Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi, Jurusan Sains, Teknologi Pangan dan Kemaritiman, Jurusan Teknologi Industri dan Proses, Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan serta Jurusan Ilmu Kebumian dan Lingkungan. Total mahasiswa aktif di ITK sebanyak 6.000 lebih dan sudah 11 kali melaksanakan wisuda. Rata-rata masa studi mahasiswanya 4 tahun dengan rata-rata IPK lulusan 3,31.

Ketika saya dan Gubernur Awang Farook  purna tugas, Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kaltim masih punya “utang” dengan ITK. Kami belum berhasil menyelesaikan pengadaan tanah untuk ITK. Masih 100 hektar lebih yang belum dibebaskan di antaranya karena keterbatasan dana dan masalah di lapangan. Karena itu saya ngotot agar ITK dijadikan proyek strategis nasional. Jika itu diloloskan Presiden Jokowi, maka penyelesaian pembangunan infrastruktur ITK termasuk pembebasan lahannya bisa dibiayai oleh APBN. Juga pasti dilakukan percepatan.

Niat kita waktu itu ITK bisa sejajar dan bahkan bisa lebih besar dari induknya, ITS. Apalagi lulusannya sangat ditunggu oleh kehadiran pembangunan IKN. Gara-gara cuitan Prof Budi Santosa, ITK jadi popular meski aromanya tidak nyaman. Kali-kali ini tanda kebangkitan dan kemajuan ITK, di tengah koreksi kepada Pak Rektor. Apalagi masih dalam suasana Idul Fitri.@@@@@

« Previous PageNext Page »

  • vb