Setelah Prananda, Puan

June 24, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Gubernur Isran Noor dan Puan Maharani di lokasi pembibitan IKN

DALAM seminggu ini, Gubernur Isran Noor dua kali bikin kejutan. Itu berkaitan dengan soal nama calon presiden 2024. Dia menyebut dua nama dari generasi muda. Pertama Prananda, putra Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Masih berusia 33 tahun. Yang kedua, Puan Maharani berusia 48 tahun, putri kesayangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Prananda disebut Isran di forum Rakernas Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC) 15-17 Juni lalu, yang memang fokus mengajukan nama-nama bakal capres. Sedang Puan disebut Isran pada acara pembukaan Kongres Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Samarinda, Rabu (22/6).

Dua potongan video ucapan Isran itu viral di mana-mana. Khususnya di medsos. Saya dikirimi teman-teman dari berbagai WA group. Lalu di-share ke mana-mana.

“Kalimantan Timur tidak mengusulkan calon presiden, kecuali yang namanya Kakak Prananda. Tapi kalau DPP Partai Nasdem ingin mencalonkan yang namanya Isran Noor, tidak salah. Sudah dapat dipastikan tidak akan ada pasangan lain yang bisa mengalahkannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,” kata Isran yang langsung disambut applaus ribuan peserta Rakernas Nasdem saat itu.

Kepada saya, Isran mengatakan dia memang cenderung di Rakernas itu fokus calon internal saja. “Kalau nama dari luar itu cukup dibahas di DPP saja,” katanya. Itu sebabnya dia tidak seperti daerah lain, yang mengusulkan nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Andika Perkasa, dan beberapa nama lainnya.

Tapi harapan Isran sepertinya belum kesampaian. Sebab, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan, Partai Nasdem tidak akan mengusung nama Surya Paloh atau kader partai internal lainnya karena Surya Paloh lebih mengedepankan anak negeri.

Menurut Ali, Surya Paloh sudah memahami kondisi politik 2024, di mana banyak kandidat dari luar partai memiliki elektabilitas yang tinggi. “Jadi kami tidak memaksakan ketua umum seperti partai lain. Kami mau orang Indonesia yang punya gagasan dan visi membangun negeri,” katanya.

Mengenai kader partai, kemungkinan baru akan diusulkan sebagai capres pada 2029 mendatang. “Insyaallah kalau nanti ada kader internal Partai Nasdem yang memenuhi kualifikasi terbaik, tentu kami dorong,” tandasnya.

Dengan demikian, Partai Nasdem kukuh dengan tiga nama yang sudah disetor ke Surya Paloh. Pada saatnya nanti, ketua umum akan memilih dan mengumumkan salah satu dari ketiga nama tersebut.

Sepertinya pemilihan dan penetapan salah satu dari tiga nama itu, akan berproses setelah pertemuan dengan berbagai partai dilakukan Nasdem. Salah satu parpol yang menunjukkan tarikan napasnya hampir sejalan dengan Nasdem adalah PKS. Ada kemungkinan juga Partai Demokrat. Jika ketiga partai ini bergabung atau berkoalisi, memang mencukupi syarat untuk mengajukan capres pada Pilpres 2024.

Berbicara dengan PKS, tampaknya Nasdem bisa lebih lancar. Maklum salah satu kandidat PKS ada di tiga nama yang sudah ditetapkan Nasdem. Tapi dengan Demokrat sepertinya bakal memerlukan pembahasan yang lebih alot. Lantaran Demokrat juga ingin mengajukan nama ketua umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres. Apalagi dalam berbagai survei, nama AHY selalu muncul, meski berada di papan tengah.

Presiden PKS Ahmad Syaiku mengaku hasil pertemuan dengan Surya Paloh menunjukkan banyak kesamaan dan titik temu dari segala gagasan yang terdapat dalam kedua partai khususnya dalam menyongsong Pemilu 2024 mendatang. “Kami akan bertemu lagi untuk mematangkan titik persamaan yang sudah ada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat AHY mengatakan pertemuan dengan Surya Paloh berlangsung sangat baik. “Saya bisa pastikan di sini hubungan kami terasa nyaman, semakin hari semakin kuat, dan juga lebih terbuka. Terbuka dalam artian tidak terburu-buru, semuanya harus diapit dengan baik,” tambahnya.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menyimpulkan hasil pertemuan ketiga partai ini semakin memantapkan komunikasi politik mereka dalam menghadapi Pemilu 2024.

Bawono juga melihat perjodohan untuk menduetkan Anies Baswedan – AHY tampaknya sebagai opsi paling mungkin dimunculkan ketiga partai politik tersebut.

YANG MULIA PUAN

Isran terbilang gubernur yang “berani” memberi sambutan lepas di depan Presiden Jokowi termasuk menyinggung soal nama Puan sebagai calon presiden. Semua orang tidak mengira diucapkannya secara terbuka. Apalagi di depan kepala negara pada pembukaan Kongres PMKRI.

Setelah mengucapkan salam yang terhormat dan yang mulia kepada Presiden Jokowi, Isran melanjutkan kepada Puan Maharani, yang kedudukannya sebagai ketua DPR RI. Tapi semua orang kaget karena ditambah embel-embel sebagai capres.

“Yang terhormat, yang mulia, yang saya banggakan dan insyallah dimuliakan Allah SWT, ibu Ketua DPR RI, calon presiden Republik Indonesia,” kata Isran dengan tenangnya.

Kontan ucapan Isran Noor itu disambut gemuruh dari seluruh undangan yang hadir. Presiden yang duduk di samping Puan juga langsung tepuk tangan bersama-sama. Termasuk Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Sementara Menteri Sekretaris Negara Pratikno langsung menoleh ke Puan dengan senyum di balik masker. Ketua Presidium PMKRI Benidiktus Papa juga ikut memberi applaus.

Ketika ditanya wartawan di sela kunjungan ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), apakah Puan atau Ganjar yang dipilih, Jokowi sempat mengernyitkan kening. “Kalau Pak Ganjar ada di sini, saya akan jawab hehehe,” katanya berkilah.

Dalam penutupan Rakernas PDIP, Kamis (22/6) kemarin, Mega menyatakan dia belum menentukan siapa capres dari PDIP. “Kan masih lama, sabar sedikit. Biar saya umpetin dulu, katanya”. Tapi sekali lagi dia menegaskan bahwa dia mempunyai hak prerogatif sebagai amanat Kongres untuk menetapkan capres 2024 dari PDIP.

Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), proses pendaftaran capres dan cawapres dilaksanakan pada tanggal 7 – 13 September 2023.

Meski belum ditetapkan oleh Bu Mega, semua orang tahu bahwa saat ini beredar dua nama capres dari PDIP, yaitu Puan Maharani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Publik mendapat kesan kalau Puan yang diinginkan PDIP atau Mega, bukan Ganjar. Tapi semua orang juga tahu hasil berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Ganjar jauh di atas Puan.

Berbagai “serangan” dari elite PDIP sering dilontarkan kepada Ganjar termasuk ucapan keras Mega terhadap kader yang dinilai bermain “dua kaki.” Tapi sejauh ini Ganjar bersikap tenang dan selalu menyatakan dia tegak lurus terhadap keputusan ketua umum Megawati.

Sepertinya pada hari-hari mendatang kita masih disuguhkan suasana drama, seperti yang dipertontonkan Isran. Kita belum tahu apakah Isran hanya penulis naskah atau juga jadi pemain. Yang pasti, kata seorang warga, si Raja Naga memang pandai berakrobat. Setidaknya ikut mewarnai “masa-masa romantis” parpol yang lagi mencari calon dan pasangan seperti digambarkan mantan wapres Jusuf Kalla.@@@@@

Faisal Bantu Urus BPJS Warga Kaliorang

June 24, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

 

Faisal Rachman

SANGATTA–  Kepedulian anggota DPRD Kutim Faisal Rachman kepada warga yang kurang mampu patut dicontoh. Terlebih menyangkut kesehatan, sudah sewajarnya dilakukan lantaran masyarakat memang harus diperhatikan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, dirinya tergerak membantu salah satu warga yang dari Desa Citra Manunggal Jaya Kecamatan Kaliorang yang mengalami kesusahan terkait dengan jaminan kesehatan, saat dirawat di Rumah Sakit Kudungga, Sangatta.

“Saya hanya membantu mengurus BPJS saja kepada cucu  seorang ibu yang sedang sakit dan tengah dirawat di RSUD Kudungga,” jelas Faisal, Kamis (23/6/2022)

Anggota Komisi B DPRD Kutim ini kemudian menjelaskan ihwal tindakan yang dilakukan tersebut. Sebelumnya dia memperoleh informasi pengurus ranting PDI Perjuangan terkait hal tersebut.

Setelah mencermati informasi itu, kemudian dia melihat ke Rumah Sakit melakukan pengecekan. “Memang benar, ada anak yang dirawat dan ibunya bernama Maria Susiyanti Naning.  Setelah membesuk dan bertemu dengan nenek dari Maria Febrianti Priska yang berusia 1 tahun empat bulan, nenek itu menyampaikan keluhan yang dialaminya,” tutur Faisal.

Dijelaskan Faisal,  orang tua si anak ini buruh di perkebunan kelapa sawit. Sedangkan anaknya sudah tiga hari dirawat di RS Kudungga dan didiagnosa sakit pneumonia, growth failure, dan gizi buruk. Yang memprihatinkan yang bersangkutan belum ada BPJS Kesehatan. Sehingga dirinya berusaha membantu, agar biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit bisa diklaim lewat BPJS.

Prosesnya tidak memakan waktu lama, namun ada kendala sedikit sebab yang bersangkutan belum tertib administrasi kependudukan. “Bapak anak itu belum KTP Kutim, tapi Ibunya sudah tercatat sebagai warga Kutim. Untuk mempermudah proses administrasi tersebut, Kartu Keluarga (KK) ibunya dipindahkan ke orang tuanya (neneknya)  karena data kependudukannya masih tercatat di KK neneknya.

Terkait pelayanan kesehatan ini, Faisal mengharapkan kepada BPJS Kesehatan Kutim dan seluruh puskesmas dan rumah sakit di daerah ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, baik yang mendapat jaminan dari pemerintah maupun mandiri. (adv)

Kutim Bakal Peroleh DBH dari Kelapa Sawit

June 24, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

 

Faisal Ranchman

SANGATTA –  Kutai Timur yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit terluas di Kaltim, diperkirakan bakal memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) baru dari sektor tersebut. Kabar gembira ini disampaikan Komisi B DPRD Kutim, Faisal Rachman kepada awak media media, Kamis (23/6/2022).

“Ada informasi bahwa tahun depan ada perhitungan DBH kelapa sawit, makanya Kemenkeu RI minta data luas area lahan perkebunan kelapa sawit ke Kementerian Pertanian,” kata Faisal.

Menurut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini,  Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) tengah menyiapkan aturan turunan mengenai pelaksanaan DBH dari sektor perkebunan kelapa sawit. Karena Kutim memiliki area perkebunan kelapa sawit yang cukup luas diperkirakan bakal DBH tersebut.

Dikatakan Faisal, DBH kelapa sawit akan diperhitungkan berdasarkan area luas lahan perkebunan sawit dan produksi Crude Palm oil (CPO). Hal itu berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Dengan adanya UU baru itu, Kutim memiliki peluang memperoleh DBH tambahan dari kelapa sawit,” kata Faisal.

Terkait informasi tersebut, Faisal menyarankan kepada Ketua Komisi B minta kepada pimpinan untuk mengundang Sekretaris Daerah (Sekda), Bapenda, dan BPKAD Kutim. Tujuan mengundang beberapa OPD tersebut untuk membicarakan rencana itu.

Menghadapi rencana pemberlakuan regulasi baru terkait DBH kelapa sawit, mulai saat ini Pemkab Kutim bisa mempersiapkan data-data perkebunan kelapa sawit. Termasuk produksi CPO dua tahun terakhir, yakni tahun 2020 dan 2021. Sebab, Kementerian Keuangan meminta data-data tersebut sebagai perhitungan DBH nantinya. (adv)

Kapolsek Ngantang dan Muspika Tebar 100 Ribu Bibit Ikan Nila

June 23, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Muspika Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang bersama  PJT, Paguyuban Karambak dan paguyuban Lumut PBL  (Baguyuban Bakul Lumut) menebar bibit ikan Nila sebanyak 100 ribu ekor di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang pada Kamis (23/6/ 2022}.

Kapolsek Ngantang AKP Hanis Siswanto saat di lokasi mengatakan bahwa giat kali ini merupakan kegiatan pertama kalinya dalam upaya pelestarian ekosistem di Waduk Seleorejo dengan penebaran ikan Nila.

“Ini juga bisa disampaikan pada teman-teman  agar bisa bersama-sama memajukan Waduk Selorejo seperti dulu,” ucapnya

AKP Hanis juga mengungkapkan bahwa Muspika Kecamatan Ngantang sangat terbuka dengan siapa saja yang ingin memajukan dan melestarikan para wisatawan selorejo.

“Pelepasan benih ikan Nila ini jangan hanya satu kali ini saja, nanum agar bisa berkelanjutan untuk tahun kedepan dan berharap untuk PBL agar membuat setruktur organisasi biar ada manfaatnya buat kita semua dan warga sekitar dalam pelestarian ekositem di Waduk Selorejo,” ungkap Hanis.

Ditempat yang sama pewakilan dari PJT Yuswadi mengucapkan terimakasih pada Paguyuban Karambak dan paguyuban Lumut PBL (Baguyuban Bakul Lumut) yang mengagas tebar bibit ikan Nila di Waduk Selerejo KecamatanNgantang.

“Kegiatan ini selain memberikan ekosistem Waduk Selorejo juga untuk menambah perekonomian warga sekitar,” terangnya.

Sementara Camat Ngantang Sunard  menyampaikan dengan kegiatan ini dia berharap agar  para wisatawan, para pemancing  dapat menjaga kebersihan dan tidak sembarangan membuang sampah di Waduk Selerejo.

“Para pengelola wisata diminta membuat zona-zona yang rawan  untuk lalu lintas perahu wisata bila terjadi kecelakaan/tenggelam dapat di petakan dalam pencarian korban,” pintanya. (buang supeno).

DKP3A Kaltim Gelar Koordinasi Dan Sinkronisasi Pelaksanaan PUG

June 23, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

YOGYAKARTA – Komitmen implementasi Pengarusutaaan Gender (PUG) Provinsi Kalimantan Timur telah dituangkan dalam berbagai dokumen perencanaan penganggaran meliputi RPJMD, Renstra dan Renja. Dan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah. Hal ini  dijadikan pedoman oleh seluruh OPD guna mencapai indikator pembangunan dalam  hal ini adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).

Namun keadaan tersebut belum bisa merubah tingginya kesenjangan pembangunan sumber daya manusia berbasis gender di Kalimantan Timur. Sejak lima tahun yang lalu capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur berada di urutan tiga besar dari 34 provinsi.

“Namun untuk capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) tetap di urutan ke 32 sedangkan capaian IDG berada di urutan ke 27 dari 34 provinsi se Indonesia. Tentu capaian ini dipengaruhi oleh kinerja kabupaten/kota se Kaltim,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita, pada kegiatan Koordinasi Dan Sinkronisasi Pelaksanaan PUG Kewenangan Provinsi, berlangsung di Ruang Meeting Langensari Hotel Prima In Yogyakarta, Kamis (23/6/2022).

Soraya menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi PUG oleh Kementerian PPPA tahun 2021, masih terdapat lima kabupaten/kota di Kaltim yang belum memenuhi 7 prasyarat implementasi  PUG. Sementara lima kabupaten/kota yang telah meraih Anugerah Parahyta Eka Praya (APE) meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara , Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Paser, dan Kabupaten PPU.

“Kukar sebagai peraih APE tingkat utama mempunyai beban tersendiri untuk mempetahankan sekaligus meningkatkan pemenuhan prasyarat. Kemudian, adanya informasi dari deputi KG Kementerian PPPA bahwa evaluasi tahun ini juga berdasarkan capaian IPG dan IDG, sehingga menambah tantangan tersendiri,” imbuh Soraya.

Soraya berharap, kegiatan ini muncul sumber daya manusia yang memiliki sensitifitas  terkait isu gender dan memberikan hasil nyata bagi upaya pemberdayaan perempuan di Kaltim.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta terdiri dari focal point / kabag/kasub perencanaan program seluruh OPD Pemprov Kaltim. Hadir menjadi narasumber Fasilitator PUG Nasional Yusuf Supiandi dan Perencana Ahli Madya Kementerian PPPA Rina Nursanti. (dell/diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb