Anak Balikpapan Jadi Model Paris

June 19, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Laras bersama ibu gurunya di SMP KPS Balikpapan

SEWAKTU masih menjadi wali kota Balikpapan saya tidak terlalu mendengar ada anak Balikpapan yang menjadi model dunia. Padahal dia sudah terkenal sejak tahun 2017, pada masa bakti kedua saya. Kalau saya tahu, pasti dia sudah diberi penghargaan warga berprestasi pada HUT kota. Maklum prestasinya sangat luar biasa. Saya kira di tahun mendatang, dia masih layak diajukan, bahkan pada HUT Kaltim.

Saya baru ngeh minggu lalu ketika melihat postingan ibu guru SMP KPS (Kontraktor Production Sharing)  bersuka ria menyambut kedatangan siswinya, yang sekarang berprestasi hebat di dunia fashion. Wajahnya memang sangat ikonik dengan kulit cokelat yang eksotis. “Khas Indonesia banget,” tulis IDN Times.

Dia adalah  Laras Sekar atau lengkapnya Laras Sekar Arum, anak kelahiran Balikpapan berusia 24 tahun atau tepatnya 15 Desember 1997, yang sekarang jadi model produk di Paris. Bahkan tengah merambah juga ke Amerika dan negara lain. Rasanya belum ada model Indonesia sehebat itu.

Minggu lalu, Laras pulang kampung.  Dia menyempatkan diri datang ke sekolahnya, yang berada di Jl Sport No 1 Prapatan. Ibu dan bapak gurunya heboh bukan main. Mereka tak mengira Laras kecil sekarang tumbuh berkembang. Tinggi dan cantik. Pantas saja dia menjadi model dunia.

“Ampun kami kaget, dia mau datang menengok sekolahnya. Orangnya sangat tinggi,” kata Ibu Stevani Endah Purworini, MPd, wali kelas 2, yang akrab dengan Laras. Menurut data yang ada, tinggi badan Laras mencapai 171 cm dengan berat 45 kg.

Namanya seorang model, Laras muncul di sekolahnya dengan gaya yang tetap modis. Dia asyik berselfi-ria. Paling banyak dengan Bu Stevani. Maklum itu ibu guru kesayangannya. Mereka saling peluk seakan orangtua kandung yang sangat gembira dikunjungi anaknya dari jauh.

Cukup lama Laras bernostalgia di sekolah. Malah dia masih sempat mengajak Ibu Stevani makan di warung padang. Selama pandemi Covid-19, ternyata Laras kembali ke Indonesia. Belakangan dia banyak di Bali. Dan kabarnya banyak kegiatan pemotretan   mengambil lokasi di Pulau Dewata sebelum dia kembali ke kota mode dunia, Paris.

Menurut Bu Stevani, orangtua Laras masih ada di Balikpapan. “Kalau nggak salah mereka tinggal di perumahan Wika,” tambahnya. Laras sendiri mengaku sangat senang bisa berada di rumah orangtuanya. Sekalian bisa merawat ayahnya yang sudah lama mengalami stroke. Sebelum sakit ayah Laras pernah bekerja di sebuah perusahaan minyak dan ibunya mempunyai usaha rumah makan.

Laras anak bungsu dari 4 bersaudara. Meski waktu kecil tak punya cita-cita jadi model. “I’ve never dream to a be model,” katanya kepada Kapanlagi.com. Tapi ia sangat suka difoto. Gaya dan wajahnya sangat menarik di kamera. Kata seorang fotografer, dia memang fotogenik alias   camera face. Darah seni Laras turun dari ayahnya yang dulunya pernah menjadi pemain teater di Yogyakarta.

DIAJAK BENK BENK

Mengutip dontsad.com,  Laras mulai mengenal  dunia model ketika duduk di  bangku SMA. Adalah  Benk Benk, penggiat model Balikpapan yang juga pembawa acara (MC), yang mengajaknya masuk ke dunia catwalk.

“Ya saya yang mendorongnya. Soalnya saya melihat anak itu punya semangat dan talenta. Alhamdulillah sekarang  sukses dan mendunia,” ujar Benk Benk saat saya hubungi.

Sayang ketika Laras pulang kampung, Benk Benk tidak ketemu karena lagi berada di Yogyakarta. “Sudah lama saya tidak  berkomunikasi, tapi saya doakan dia sukses terus. Menurut saya dia memang the best,” tandasnya.

Benk Benk tahu betul perjuangan Laras di dunia model sangat berat. Setelah memenangi kompetisi ekspresi  yang diadakan sebuah koran di daerah dan setamat SMA, Laras nekat hijrah ke Jakarta. Mulanya orangtua tidak mendukung, tapi akhirnya sang ibu, Yati rela meninggalkan rumah makannya demi mendampingi Laras berjuang di Ibu Kota.

Tiga bulan ngekos belum membawa hasil apa-apa. Sang ibu terpaksa balik ke Balikpapan dan membiarkan Laras berjuang sendiri. Kakak Laras, Lana Senja Indah sempat mengingatkan kepada Laras, jika setahun tidak berhasil, pulang saja.

Ternyata Laras punya jiwa pantang menyerah sampai akhirnya dia diterima bergabung di Native Models ID. Setelah mendapat gemblengan yang keras berbagai hal permodelan, dia mendapatkan kesempatan menjajal panggung Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dengan memperagakan koleksi desainer Rama Dauhan.

Wajah Laras yang khas Indonesia

Sementara itu, hasil jepretan Native Model dia unggah ke akun instagramnya berkali-kali sampai akhirnya bak kejatuhan bintang di langit, dia tiba-tiba dihubungi lewat email oleh agensi Model Ford Paris.  Dia langsung diminta menjadi wakil Indonesia menjadi model di Paris oleh agensi Model Ford. Pada awal 2017, Laras pertama kali diminta tampil di catwalk Paris Fashion Week membawakan karya Yves Saint Laurent.

Setelah itu langkahnya makin terbuka. Dia diundang menjadi model produk L’Oreal Paris Matte Addiction. Pada sesi pemotretan, Laras satu frame dengan model kelas A, Barbara Palvin dan Natasha Poly. Tiga bulan kemudian, Laras juga diminta agensi model ternama Strom Models London untuk mengisi panggung model di sana selama sebulan.

Berkat penampilan yang apik, dia bisa mengalahkan pemodel dunia lainnya. Laras Sekar terpilih sebagai Model of The Years pada gelaran Style Awards, yang diadakan majalah Elle pada tahun 2018. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan selama ini. Anak “Kota Minyak” dengan modal (cuma) ijazah SMA bisa go international.

Selain memenuhi catwalk Paris dan London, wajah Laras mulai mengisi sejumlah majalah mode dunia. Di antaranya  Vogue Amerika, Vogue India, Interview Jerman dan Schon London. Bahkan dia berhasil masuk sebagai model brand kosmetik kelas atas milik Kim Kardashian, KKW Beauty. Dan itu satu-satunya dari Indonesia.

Bu Stevani berjanji akan mengabari saya kalau Laras Sekar  balik lagi ke Balikpapan. Saya membayangkan jika Laras mau memperagakan baju-baju ikonik Kaltim, yang sekarang menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN). Apalagi kalau dia berkenan dijepret dengan latar belakang kilang minyak Pertamina Balikpapan, Museum Kutai di Tenggarong, kerajinan sarung Samarinda dan Pulau Maratua di Kabupaten Berau. Pasti pariwisata Kaltim tambah terkenal sampai ke Paris.@@@@@

Polsek Pujon Kawal vaksinasi 300 Dosis Vaksin PMK 

June 19, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– Kementerian Pertanian  mendahulukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan yang masih sehat dan memiliki nilai ekonomi tinggi dengan tujuan mengamankan aset.

“Untuk mencegah semakin meluas penyebaran PMK, 300 dosis vaksin dari Kementrian Pertanian yang akan di suntikan pada sapi milik peternak yang menjadi anggota KOPSAE di Kecamatan Pujon,” terang Kapolsek Pujon AKP Purwanto Sigit Raharjo, Sabtu (18/6/2022).

Ia menuturkan dari hasil laporan tim teknis kesehatan hewan di lapangan  penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang memang sangat cepat.

Disebutkan  jajarannya juga telah mengawal distribusi vaksin PMK dari pemerintah ke Kop Sae Pujon yang berlokasi di Dusun Meduran RT.06 RW.02 Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupayen Malang, sehingga vaksinasi terhadap ternak sudah bisa dilakukan untuk mencegah penularan wabah PMK.

“Vaksinasi ini sangat penting mengingat terus terjadi penyebaran PMK hingga sebagian besar hewan ternak di wilayah Kecamatan Pujon sudah terpapar,” ungkap Kapolsek Pujon. (buang supeno)

Komisi IV DPRD Kaltim Sampaikan Persoalan Pendidikan ke Kementerian Dikbud

June 19, 2022 by  
Filed under DPRD Kaltim

JAKARTA – Banyaknya keluhan dari orang tua siswa terkait PPDB dan minimnya sarana prasarana yang ada maka Komisi IV DPRD Kaltim membawa persoalan tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fahlevi menjelaskan keterbatasan anggaran daerah khususnya dalam beberapa tahun terakhir akibat pandemi covid-19 memberikan dampak terhadap laju pembangunan dunia pendidikan.

“Kaltim harus terus mengejar ketertinggalan khususnya bidang pendidikan karena jumlah sekolah belum merata, tidak semua kecamatan memiliki sekolah untuk tingkat SMP dan SMA,”  ujar Reza di sela-sela pertemuan yang dihadiri Puji Setyawati, Eddy Sunardi Darmawan, dan Abdul Kadir Tappa.

Oleh sebab itu diperlukan dukungan anggaran yang maksimal. Keterbatasan anggaran daerah ditengah mulai bangkitnya perekonomian daerah membuat Komisi IV meminta dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud.

“Dengan menjelaskan persoalan yang dialami oleh Kaltim kami berharap bantuan pemerintah pusat baik melalui Dana Operasional Sekolah maupun yang lainnya bisa diberikan secara proporsional” katanya.

Politikus Gerindra itu berharap agar pemerintah pusat termasuk Kemendikbud bisa melakukan monitoring ke daerah-daerah di Kaltim untuk melihat kondisi rill di lapangan agar mengetahui langsung permasalahan yang dihadapi.

Perencana Ahli Muda Biro Perencanaan Kemendikbud RI Irnu Kertapak menjelaskan bahwa sejak 2020 terkait sarana prasarana infrastruktur segala sesuatu anggaran dialokasikan ke PUPR mengacu ke putusan presiden.

“Untuk sekolah yang bisa menerima Rehab ialah yang sudah mengisi Form dari PUPR. Yang memang membidanginya. Tidak perlu payung hukum tambahan untuk kurikulum di seluruh sekolah. Semua merata nasional” sebutnya.

“Sejak tiga tahun terakhir sscara anggaran infrastuktur termasuk pendidikan diarahkan melalui data fisik melalui aplikasi krisna bapenas.Rincian dana DAK ada di perpres rincian APBD dan DPRD harus mengetahui tentang rincian tsbt.” tambahnya. (adv)

Wakil Bupati Malang Serahkan Bantuan  Vaksinasi PMK

June 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto  menyerahkan bantuanVaksinasi PMK dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur ke Ketua Koperasi Sae Pujon  Sabtu l, Sabtu ( 18/6/2022 ).

Wakil Bupati Didik Gatot Subroto menegaskan wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) belum usai di kota Batu dan sekitarnya, oleh karena itu harus waspada dan siaga bagaimana mengatasinya.

“Semoga dengan adanya bantuan vaksinasi dari Dinas peternakan Provinsi Jawa Timur ini, akan segera bisa mengatasi pwnyebaran penyakit PMK dikawasan Pujo sebagai penghasil susu terbesar di Jawa Timur ini” tegas Didik panggilan akrab  wakil bupati Malang.

Maraknya penyebaran penyakit mulut dan kuku ( PMK) pada   sapi perah berdampak menurunnya produksi susu di Koperasi SAE Pujon,  Kabupaten Malang, Jawa Timur, 40%

Humas Koperasi susu SAE Pujon Suyono membenarkan adanya penurunan produksi susu.

” Penurunan produksi itu terkait dengan banyaknya kematian hewan ternak sapi perah hingga membuat produksi susu segar anjlok,” tegas Suyono.

Disebutkan, produksi susu koperasi SAE sebelum kasus PMK mencapai 117 Ton liter perhari, kini hanya mampu menghasilkan 40 – 45 Ton liter saja.

“Sementara jumlah populasi ternak sapi perah anggota Koperasi susu SAE yang tercatat 18 ribu ekor. Sekarang saya tidak tahu lagi, karena setiap hari selalu ada laporan sapi mati,” ungkapnya sambil memegang kepalanya bertanda sedih.

Kapolsek Pujon AKP Purwanto Sigit Raharjo,  mengatakan  pihaknya melakukan pengamanan serta pengawalan terkait kedatangan wakil bupati Kabupaten Malang ini khususnya di area Kop Sae pujon .

“Kami berkoordinasi di semua pihak sehingga  lokasi area diseputaran Koperasi Sae termasuk jalan protokol yang di lewati wakil bupati kabupaten Malang beserta rombongan selama perjalanan bisa  lancar terkendali,”  tegasnya

Sebelumnya pihaknya  melaksanakan  koordinasi dengan Ketua Koperasi Susu Sae Pujon dan Unsur Muspika di ruang kerja Ketua Kop Sae Pujon, dalam menyambut penyerahan Vaksinasi PMK ini. (buang Supeno)

Dispar Kaltim Ikuti Bali Beyond and Travel Fair

June 18, 2022 by  
Filed under Wisata

BALI – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar)  mengikuti pameran terbesar internasional bertajuk “Bali Beyond and Travel Fair (BBTF)” di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua Bali.

BBTF 2022 merupakan pameran pariwisata yang fokus mempromosikan sektor pariwisata kepada dunia dengan mempertemukan 270 buyers (pembeli) dari 30 negara diantaranya Australia, Belanda, Malaysia, Singapura, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Nigeria dengan 183 sellers dari 30 kabupaten/kota di 13 provinsi di Indonesia.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi menjelaskan dalam partisipasinya dalam BBTF diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui usaha dan industri perjalanan wisata.

“Kami ingin  Kaltim dapat lebih dikunjungi para wisatawan nusantara maupun mancanegara dengan paket-paket wisata yang sudah matang kita siapkan. Saat ini momen kebangkitan  kunjungan pariwisata telah dimulai dari Bali sebagai jantungnya Pariwisata Indonesia,” ujar Baihaqi dalam rilis yang diterima redaksi , Kamis (16/5/2022).

Dikatakan, Dispar Kaltim membawa dua usaha  wisata  yakni Travydoor Tour dan Travel serta  PT. Surga Hijau Lestari yang merupakan mitra dari Dispar dalam memasarkan paket-paket wisata, khususnya wisata bahari (wisata laut dan pantai) maupun ekologi wisata (wisata alam).

Dijelaskan Baihaqi, jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Kaltim masih rendah yaitu hanya berjumlah 882 pada triwulan II tahun 2022. Kunjungan ini juga tidak seluruhnya untuk berwisata namun ada juga yang hanya untuk keperluan bekerja dalam waktu yang terbatas. Sedangkan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kaltim  berjumlah 445.414 orang.

Sementara  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat membuka Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 mengatakan,  jika kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Targetnya, kunjungan turis domestik maupun mancanegara kian naik, kian pulih, mendekati kunjungan sebelum pandemi Covid-19 sebelum tahun 2020. Apalagi saat ini trennya bukan lagi pariwisata massal (mass tourism) ke arah jenis pariwisata perorangan yang lebih menekankan kualitas,” jelasnya.

Menteri Sandi mendukung Bali & Beyond Travel Fair 2022 akan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka peluang usaha sekaligus membuka lapangan kerja.

“Target nilai transaksi dalam BBTF 2022 sebesar Rp 5,2 triliun atau meningkat 22 persen dibandingkan realisasi transaksi di BBTF 2021 sebesar Rp 4 triliun. Ke depan mengarah ke wellness tourism, health tourism, sport tourism, dan MICE atau Meeting, Incentive, Convention, Exhibition,” ujar Sandiaga. (yul/diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb