Kurban di Masjid Al Ma’ruf Hasilkan 1.280 Bungkus

July 14, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menutup kegiatan penyembelihan sapi kurban hari di Masjid Al Ma’ruf Samarinda. Sapi yang dipotong Wagub Hadi Senin pagi ini dan kemarin merupakan sapi ke-15.

“Menurut informasi ini sapi ke-15 yang sudah beliau (Wagub Hadi) potong. Nah, di sini sapi ke-20 atau sapi terakhir yang beliau potong di sini (Masjid Al Ma’ruf),” kata Achmad Muslim, pengurus sekretariat masjid tersebut.

Tahun ini ada 20 ekor sapi dan 14 ekor kambing kurban yang terkumpul di masjid megah yang berada di sudut Simpang Lembuswana Samarinda itu.

Sebanyak 12 sapi merupakan kurban kolektif, sementara 8 yang lain kurban perorangan.

“Termasuk satu kurban dari Pak Wagub  Hadi Mulyadi dan Pak Awang Faroek Ishak (mantan gubernur Kaltim),” ungkap Muslim.

Hewan kurban yang sudah dipotong itu selanjutnya akan dibagi menjadi 1.280 bungkus dan akan dibagikan kepada warga kurang mampu di  15 RT di sekitar Masjid Al Ma’ruf.

“Terjauh RT sebelah di Gunung Kelua,” tutupnya.

Usai memotong hewan kurban Wagub Hadi sempat foto bersama petugas pemotongan hewan kurban dan Irma Al Ma’ruf, serta menikmati kudapan ringan yang disiapkan untuk pelaksanaan kurban hari ini.

“Alhamdulillah, tugas (menyembelih sapi kurban) sudah ditunaikan. ” ujar Wagub Hadi Mulyadi. (sam)

Kejaksaan Tinggi TetapkanTersangka Pembobol Bank Jatim Batu

July 14, 2022 by  
Filed under Berita

SURABAYA – Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa Timur, menetapkan empat tersangka atas nama F , FNS, JS, dan WP, dalam kasus pembobolan dana Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim)  Cabang Batu, Rabu (13 /7/2022).

Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kajati ) Jawa Timur Mia Amiati dalam rilisnya menyebutkan, keempat tersangka  tersebut dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari mulai  13 Juli 2022 sampai dengan 01 Agustus 2022 di Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya.

Mia Amiati mengungkapkan, tersangka F (45 th) dengan jabatan  sebagai Kepala Bank Daerah Cabang  Pembantu Bumiaji Kota Batu, tinggal di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu. Kemudian tersangka FNS (39 th) sebagai  Penyelia Analis Kredit pada Bank Daerah Cabang Batu jalan Panglima Sudirman No.88 Batu, tinggal di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Tersangka lainnya  JS (35 th) merupakan  Direktur PT. Adhitama Global Mandiri, Tinggal di Kelurahan/desa Boro Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya tersangka terakhir WP (52 th) tinggal di Desa Sisir Kecamatan Batu Kota Batu merupakan Debitur.

Kajati mengungkapkan proses terjadinya  kasus ini yakni dalam tahun 2020. Saat itu tersangka WP mengetahui adanya proses tender untuk 3 kegiatan yang dibiayai oleh APBN, yaitu Pembangunan Gedung Praktek Pembelajaran (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri 3 Blitar Kab. Blitar TA 2020 dengan nilai Rp.3.549.842.000. Kemudian pembangunan UM Mart Universitas Negeri Malang TA 2020 dengan nilai Rp. 7.074.357.000 dan Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Administrasi Universitas Brawijaya Malang TA 2020 dengan nilai Rp. 10.236.160.000.

Karena WP tidak mempunyai badan usaha, selanjutnya bersama Yoyok (almarhum) mendatangi JS selaku Direktur PT. Adhitama Global Mandiri yang mempunyai kualifikasi perusahaan memenuhi syarat kualifikasi untuk pinjam bendera guna mengikuti proses lelang hingga PT. Adhitama Global Mandiri memenangkan lelang.

Untuk modal pelaksanaan pekerjaan tersebut WP bersama Yoyok sekitar bulan Agustus 2020 datang di Bank Daerah Capem Bumiaji dengan menunjukan SPK  pekerjaan MAN 3 Blitar, selanjutnya F selaku Pimpinan Capem Bumiaji meminta FNS sebagai Penyelia datang  di Capem karena akan ada pengajuan kredit, setelah FNS bersama NOVI selaku staf analis bertemu selanjutnya FNS menuliskan persyaratan pengajuan KMK Pola Keppres yang diserahkan kepada WP dan untuk kekurangan berkas disampaikan FNS ke FAJAR, beberapa hari kemudian F menyerahkan SPK MAN 3 Blitar ke FNS di Cabang Batu.

FNS sebagai sebagai  Penyelia Analis Kredit pada Bank Daerah Cabang Batu  menanyakan kedudukan tersangka WP di PT. Adhitama Global Mandiri dan dijawab pinjam bendera, selanjutnya FNS menghubungi JS selaku Direktur PT. AGM untuk membuat surat pernyataan bahwa WP sebagai manajer keuangan pada PT.AGM.

Untuk pembukaan rekening giro antara F dan FNS sepakat pembagian Funding di Capem Bumiaji dan lending di Cabang Batu dan pembukaan rekening giro An. PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) dilakukan pada tanggal 07 Agustus 2020 di Capem Bumiaji.

Terhadap buku Cek PT. AGM ditandatangani oleh JS selaku Direktur dan Cek dipegang oleh WP, sehingga penarikan dilakukan oleh WP.

Sebagai agunan yang  dipergunakan pada PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) adalah Pekerjaan MAN 3 Blitar, SHM NO.4083 An. Dyah Sulastri (ortu WP). Pekerjaan UM Mart UN Malang, SHM No.2074 An. Ngatemun Hariyono(ortu Yoyok) Pekerjaan Gelanggang UB SHM No.3461 An. Yoyok (almarhum).

“Ketiga pemilik agunan tersebut bukan pemilik/pengurus atau keluarga pemilik/pengurus PT. AGM Sesuai ketentuan yang berlaku seharus aset aset tersebut tidak dapat dijadikan sebagai agunan kredit PT. AGM” ungkap Mia Amiati.

Yang membuat kelancaran tindak pidana ini yakni petugas Kredit tidak melakukan pemblokiran rekening PT. AGM No.1841000443 meskipun persyaratkan di BPP, bahwa KMK pola Keppres poin 9.1 halaman VIII-6 rekening debitur harus diblokir oleh cabang sebesar nilai kontrak yang dibiayai sampai kredit lunas.

“Dengan tidak diblokirnya rekening debitur tersebut menyebabkan WP dapat mencairkan seluruh termin proyek yang dibayarkan tanpa dipotong untuk angsuran kredit KMK Pola Keppres.” lanjutnya.

Pemblokiran tidak dilaksanakan oleh  NOVI selaku analis pada Cabang Bank Pembangunan Daerah Batu, karena pada bulan Oktober setelah ada realisasi pencairan kredit, Novi menghubungi MEIRZA analis Capem Bumiaji namun tidak bisa terhubung dan selanjutnya dia menelpon PRANINGTYA selaku admin di Capem untuk disampaikan dan dilaporkan ke MEIRZA, namun MEIRZA  mengatakan tidak pernah ada permintaan pemblokiran rekening.

Selanjutnya  bulan Januari 2021 NOVI bermaksud membuat nota tertulis yang di tandatangani untuk dikirim ke Capem tetapi oleh FNS dilarang dan hal itu tidak diperlu dilakukan cukup dengan lisan atau telpon saja karena proyek akan selesai.

Akibat tidak diblokirnya rekening debitur An. PT. Adhitama Global Mandiri,  WP dapat mencairkan seluruh termin proyek yang cair di giro tanpa  dipotong untuk angsuran kredit yaitu pekerjaan pembangunan gedung praktek pembelajaran (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri 3 Blitar TA 2020 senilai  Rp 1.544.000.000. Kemudian pekerjaan 2020 UM Mart Universitas Negeri Malang senilai Rp2.700.000.000 dan pekerjaan Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Kota Malang TA 2020 senilai Rp.2.100.000.000.

” Terhadap rekening giro An. PT. Adhitama Global Mandiri dilakukan pemblokiran pada bulan Februari 2021 dan terbayar Rp.827.000.000 dan sisa belum terbayar dan merupakan kerugian negara cq Bank Jatim Cabang Batu sejumlah Rp.  5.487.000.000,” paparnya.

Terhadap para tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. (buang supeno)

Aksi Keroyokan Polres Batu Semprot Disinfektan

July 14, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Aksi ‘keroyokan’ dilakukan oleh Polres Batu dengan Dinas terkait guna mengantisipasi penyebaran wabah PMK. Hal tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah termasuk yang dilakukan di dusun Lebaksari desa Ngroro Kecamatan Pujon. Rabu (13/72022)

Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsudin mengintruksikan langsung kepada para jajaran untuk selalu proaktif membantu dinas terkait guna menanggulangi penyebaran penyakit PMK.

Kapolsek Pujon, AKP Purwanto Sigit Raharjo yang dihubungi secara terpisah menjelaskan  penyemprotan disinfektan ini dilakukan secara ‘Keroyokan’ dengan Dinas terkait, para perangkat desa, Babinsa Koramil dan potensi yang ada di masyarakat

“Kami lakukan segala daya upaya secara bersama-sama dengan Dinas terkait dan juga dengan para warga masyarakat untuk selalu membersihkan kandang, melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan penyakit PMK’, tutur AKP Sigit

Kali ini penyemprotan disinfektan dilakukan di kandang milik Sugianto di Dusun Lebaksari Desa Ngroro Kecamatan Pujon

“Alhamdulillah dengan adanya penyemprotan disinfektan dikandang ternak saya ini, saya merasa terbantu dan sangat berterima kasih kepada bapak-bapak Polisi dari Polsek Pujon dan juga bapak-bapak dari perangkat desa dan yang lainnya,” ungkap Sugianto. (Buang Supeno)

SPI Batu Sambut Baik Olah TKP Tim Inafis Ditreskrimum Polda Jatim

July 14, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Sekolah SPI Batu menyambut baik kedatangan tim Inafis Ditreskrimum Polda Jatim dalam melakukan olah TKP di SMA Selamat Pagi Indonesia di Jalan Raya Pandanrejo Kota Batu, Rabu (13/07/2022) siang.

Tim kuasa hukum Julianto Eka Putra ( JEP), Jeffry Simatupang kepada awak media menyampaikan,  pihak sekolah akan taat dan menghormati institusi hukum sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Kami tidak gentar karena kami yakin  tidak ada kejadian eksploitasi ekonomi. Jadi, pada dasarnya selama syarat formilnya dipenuhi, ya silahkan kami selalu terbuka,” tegasnya.

Diungkapkan, selama berlangsung olah TKP selama 3 jam tidak ada barang yang disita atau dibawa oleh Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Menurut Jeffry, selama segala sesuatu yang dilakukan oleh Polda Jatim, memenuhi syarat formil semua atau ada dasar hukumnya, ada surat tugasnya, ada surat perintahnya, ada penetapannya. Pihaknya akan taat dan patuh pada prosedur hukum.

“Karena ada surat perintah dan  pada dasarnya kami menghormati dan menghargai Institusi Kepolisian selama dibutuhkan dalam proses penyelidikan kami persilahkan,” lanjutnya.

Olah TKP dilakukan selama tiga jam. Dalam olah TKP tersebut tim inafis memeriksa 12 titik. Selain itu turut dihadirkan dua orang saksi korban, yang sebelumnya melapor ke polda atas dugaan eksploitasi ekonomi pada anak,

Dalam olah TKP tim inafis Ditreskrimum Polda  menemukan barang bukti untuk proses penyelidikan dan penyidikan, yakni dokumen nama-nama siswa di tahun 2008-2010. Setelah melakukan olah TKP dan menyita barang bukti, tim Polda akan melakukan klarifikasi pada pihak sekolah SPI di Polda Jatim.

“Indikasi eksploitasi ekonomi, ada 12 titik yang diperiksa, dan menghadirkan dua saksi korban. Tempat yang diduga jadi eksploitasi diantaranya berkaitan  proses produksi banana atau marketingnya, wahana kunjungan tamu, dan beberapa pelajar dipekerjakan di lokasi,” ujar Kombes Totok Suhariyanto, Direskrimum Polda Jatim pada para wartawan.

Sebelumnya Polda Jatim mendapat limpahan kasus pada 26 April 2022 dari Polda Bali, atas laporan 6 korban yang diduga mengalami eksploitasi ekonomi oleh Julianto Eka Putra, di SMA SPI Kota Batu. Keenam korban merupakan alumni sekolah.Saat ini Julianto sendiri tengah ditahan di Lapas Lowokwaru Malang atas kasus kekerasan seksual, dan masih menjalani persidangan. (Buang Supeno)

Mengantar Cucu ke Sekolah

July 13, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RABU kemarin, saya agak buru-buru sarapan pagi. Maklum dapat tugas baru, jadi MC,  mengantar cucu ke sekolah. Ini hari pertama anak-anak masuk sekolah. Boleh dibilang pertama juga sekolah tatap muka lebih lancar, setelah dua tahun kita dilanda wabah Covid-19.

Cucu saya, Defa dan Dafin masuk kelas 1 dan 2 di SD Balikpapan Islamic School (BIS). Syukur tak jauh dari rumahnya di Balikpapan Baru. Sepuluh menit sudah sampai. Keduanya tampak rapi mengenakan seragam sekolah putih merah. Perlengkapan sekolah dan minumnya dimasukkan dalam tas ranselnya.

“Assalamualaikum, Kai. Defa dan Dafin sekolah dulu ya,” kata mereka bersemangat. Mereka melangkah masuk ke pekarangan sekolah sambil mencium tangan saya dan gurunya. Lalu melepaskan sepatu dan meletakkannya di rak sepatu sekolah. Anak-anak BIS di dalam kelas tidak menggunakan alas sepatu.

Hampir semua orang tua mengantar anaknya ke sekolah. Mau parkir mobil saja susah.  “Eh Pak Rizal ngantar cucunya ya, Pak,” sapa mereka kepada saya. Bahkan ada yang masih sempat minta anaknya berfoto dengan saya. “Biar bisa jadi Pak Wali juga,” kata sang ibu mengatur posisi anaknya.

Meski Covid sudah mereda, protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan. Semua anak tetap diwajibkan mengenakan masker. Setiap selesai beraktivitas, anak-anak diminta cuci tangan dan sesekali tangannya disemprot dengan hand sanitizer.

Tidak semua orang tua sudah tenang menyaksikan anaknya mulai duduk di bangku sekolah. Sampai kemarin, masih ada yang belum jelas ke mana anaknya sekolah. Terutama mereka yang mau masuk bangku SMP, SMA, dan SMK. Hampir di semua daerah begitu.

Maklum mereka maunya masuk sekolah negeri. Benar juga alasannya. Selain standar pendidikannya memadai, juga tidak memerlukan biaya besar. Di sekolah swasta, ada yang bagus tapi mahal. Ada yang murah, tapi kualitas pendidikannya masih harus dibenahi.

“Assalamu’alaikum, Pak Rizal. Selamat Iduladha, maaf lahir dan batin. Saya pagi ini minta tolong, kemenakan saya masuk rumah sakit karena stres tidak bisa masuk SMP 3, yang dekat rumah. Jadi tolong dibantu. Terima kasih,” kata seorang teman melalui WA, yang saya terima persis setelah mengantar cucu.

“Selamat pagi, Pak. Ini ada anak yatim di Jl Berantas, dekat Gedung Biru Kaltim Post. Bapaknya sudah meninggal. Anaknya mau masuk SMA 6. Info dari kepseknya tidak bisa diterima,” begitu bunyi WA lain kepada saya.

Terus terang saya memahami betapa paniknya orangtua menghadapi masalah ini. Sejak saya masih menjadi wali kota. Sambil merencanakan pembangunan gedung baru, dilakukan solusi jangka pendek. Membantu uang gedung dan biaya masuk ke sekolah swasta oleh Pemkot, sehingga orang tua tidak merasa terbebani terlalu berat jika pilihannya harus ke sekolah swasta.

Sehabis zuhur saya ketemu Pak Adam Sinte, anggota DPRD Kaltim dan Andi Burhanudin Solong (ABS) di café Balgas. Ternyata mereka juga kerepotan dimintai bantuan masuk sekolah. “Tahun depan saya nggak mau lagi ngurusi, sampai nggak bisa tidur saya,” kata ABS, mantan ketua DPRD Balikpapan.

HARI ANAK

Beberapa hari lagi kita akan merayakan Hari Anak Nasional (HAN). Tepatnya tanggal 23 Juli. Temanya “Anak Terlindungi, Indonesia Maju.” Maksudnya hak anak terpenuhi, sehingga Indonesia lebih maju lagi. Karena anak adalah aset masa depan.

“Peringatan HAN 2022 harus menjadi momentum kita bersama dalam menguatkan komitmen untuk memenuhi hak-hak anak,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga.

Seorang anak memiliki hak hidup, hak tumbuh berkembang, hak mendapatkan perlindungan dari diskriminasi dan hak berpartisipasi. Tentu di dalamnya termasuk hak mendapatkan pendidikan yang memadai.

Fakta menunjukkan masih banyak anak-anak yang hidupnya telantar dan tidak mendapatkan hak-haknya secara layak. Umumnya karena faktor ekonomi, perceraian, dan pendidikan orangtua,  sehingga anak disia-siakan,  dieksploitasi, bahkan dicabuli, disakiti dan dihabisi.

Kementerian Sosial mencatat ada 67.368 anak telantar di Indonesia pada tahun 2020. Sementara di Kaltim terdapat  enam ribu lebih atau 10 persen dari angka nasional.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, ada 4 masalah penting yang perlu mendapatkan perhatian ekstra soal anak saat ini. Di antaranya kejahatan seksual, kejahatan berbasis siber, pengabaian pemenuhan hak dasar anak akibat perceraian dan konflik orang tua, serta radikalisme.

Hidup di era digital, membuat anak rentan terkena kejahatan. Sosial media menjadi “jembatan” yang mempertemukan anak dengan pelaku tindak kejahatan. “Pintu masuk kasus-kasus kekerasan seksual polanya bergeser melalui media sosial,” kata Susanto.

Angka perceraian yang tinggi di Indonesia termasuk di Kaltim dan Balikpapan juga sangat berpengaruh pada anak. Bahkan anak menjadi korban terbesar. Soal kelangsungan pendidikannya, pemenuhan kesehatan, hak bermain serta pengembangan bakatnya terhambat akibat beban psikologis dan ekonomi.

Sementara itu, saat ini semakin banyak media bermain anak tidak aman untuk tumbuh kembang anak. Banyak media bermain anak bermuatan konten sadisme, kekerasan, bermuatan judi, pornografi, berbau SARA dan kebencian, sehingga membentuk kepribadian anak yang tidak sehat.

Kita semua bersedih dan tak habis pikir, kejadian tragis dialami ibu dan anak di Muara Muntai, Kukar, Selasa (5/7). Persis di saat listrik padam karena blackout, seorang ayah berinisial LH menghabisi anak istrinya. Alasan LH tidak mampu menghidupi karena kesulitan ekonomi. LH baru bisa ditangkap setelah didor petugas.

Orangtua menghabisi anaknya untuk keluar dari kesulitan hidup terjadi di mana-mana. Anak-anak mendapat kekerasan seks begitu juga maraknya. Dengan semangat Hari Anak, mari kita lindungi anak-anak kita. Bukan sebaliknya kita yang menjadi predator. Selamat Hari Anak Nasional, 23 Juli 2022.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb