Ketua DPRD Kutim Dukung Pilkades Serentak

July 12, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

Joni

SANGATTA –  Rencana penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 77 desa se- Kutim, memperoleh apresiasi Ketua DPRD Kutim, Joni. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mendukung digelarnya pesta demokrasi tingkat desa itu secara serentak di 18 kecamatan tahun 2022 ini.

“DPRD sangat mendukung sekali Pilkades serentak ini, memang harus dilaksanakan karena di beberapa desa itu Plt nya terlalu lama jadi kalau tidak dilaksanakan nanti gimana. Sepertinya kurang pas jika belum ada Kades yang definitif,” kata Joni, Selasa (12/7/2022).

Dikatakan Joni, apabila jabatan Kepala Desa diduduki Plt maka wewenang yang dimiliki tidaklah banyak dengan kata lain terbatas. Oleh sebab itu, Pilkades serentak sangat perlu dilaksanakan.

Joni berharap dalam penyelenggaraan Pilkades serentak itu nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya masalah di luar tahapan yang telah diputuskan.

“Mudah-mudahan Pilkades serentak kali ini berjalan lancar, (karena) sudah terbukti di tahun 2021 berjalan lancar hanya ada sedikit kendala,” katanya.

Akhir tahun 2021 yang lalu proses Pilkades sempat mengalami berbagai kendala, hingga mengakibatkan pelaksanaannya tertunda. Namun menurut Joni, masalah itu hanya persoalan komunikasi antara pihak-pihak terkait. (adv)

Masjid Agung Baiturrahim Barong Tongkok Sembelih Sepuluh Ekor Sapi Kurban

July 12, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Pemotongan hewan kurban rutin dilakukan di Masjid Agung Baiturrahim, Kelurahan/Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), yang bersumber dari masyarakat, pemerintah, perusahaan maupun bank.

Tahun 2022 ini di Hari Raya Idul Adha 1443 H Masjid Baiturrahim memotong 10 ekor sapi yang berasal dari sumbangan warga tujuh ekor,  satu ekor dari Pemkab Kubar, satu ekor dari PT. BEK dan satu ekor dari Bankaltimtara.

Ketua panitia kurban Masjid Agung Baiturrahim H. Irawan Sengko mengucapkan terima kasih atas sumbangan hewan kurban yang disalurkan melalui Masjid Baiturrahim.

“Semoga saudara kita semua diberi kesehatan serta rejeki yang melimpah,”ujarnya.

Ia berharap, tahun 2023 mendatang lebih baik dan lebih banyak lagi yang berkurban. Diakuinya, tahun ini di Masjid Baiturrahim berbeda dengan tahun sebelumnya.  Tahun ini kurban terbagi di tiga titik yaitu dua masjid dan satu langgar. Pertama  di Masjid Baiturrahim dengan 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing, kedua masjid Al-Fatah ada 7 ekor sapi, yang ketiga di langgar Sabilul Muttaqin ada 2 ekor sapi.

“Total semuanya ada 19 ekor sapi dan 3 ekor kambing,”jelasnya.

Ia mengatakan, sumbangan yang masjid Al-Fatah dan Langgar Sabilul Muttaqin berasal dari masyarakat sekitar, dan keduanya di bawah naungan serta koordinator utamanya adalah Masjid Baiturrahim.

“Sebagai ketua saya tetap memantau penyembelihan hewan kurban sampai selesai. Insyaallah pasti tersalurkan dengan baik kepada seluruh warga di sekitar,” katanya. (arf)

Jadi Panitia Kurban

July 12, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pembagian daging kurban kepada ketua RT di lingkungan Masjid Agung At Taqwa

SEWAKTU saya aktif sebagai wali kota, tugas saya hanya menyerahkan hewan kurban secara simbolis dan membuka acara penyembelihan. Tapi sekarang ini di hari Raya Iduladha tahun 2022, Minggu (10/7), pertama kalinya  saya bertugas sebagai panitia kurban. Maklum saya ketua umum Masjid Agung At Taqwa, masjid utama di  Balikpapan.

Ternyata tidak gampang jadi panitia. Banyak hal harus dipersiapkan. Mulai urusan pengumpulan hewan kurban, pembagian kupon, pemotongan sampai bagian terakhir yang sangat krusial, yaitu pembagian daging kurbannya.

Panitianya cukup banyak. Sekitar 150-an orang. Saya sebagai penanggung jawab, Pak H Nanang Zamzam (ketua RT setempat) sebagai ketua dan wakilnya Pak Slamet Djunaidi, mantan kepala Bagian Humas & Protokol Pemkot Balikpapan. Kami sering ketemu untuk mematangkan persiapan, terkadang sampai tengah malam.

Metode pengumpulan hewan kurban dilakukan dua cara. Ada yang melalui surat permohonan kepada berbagai pihak. Ada yang melalui program patungan antarjamaah. Panitia menetapkan satu ekor sapi untuk 7 orang dengan  dana patungan Rp 2.750.000 per orang. Jadi totalnya Rp 19.250.000. Sedang harga seekor kambing Rp 3.500.000.

Karena sapinya dibeli ke pedagang sapi, apalagi ada isu penyakit mulut dan kuku (PMK), membuat harga sapi dan kambing mendadak naik. Nilai uang Rp 19 juta lebih tadi tidak mencukupi untuk seekor sapi yang memadai. Begitu juga kambing yang melonjak di atas Rp 5 juta.

Tahun depan sepertinya dana kumpulan harus di atas Rp 3 juta per orang dan kambing minimal Rp 5 juta. Itu kalau kita ingin mendapatkan hewan kurban yang berdaging.

Perlu juga dipertimbangkan kumpulan hewan kurban jenis sapi bangkok atau limousin seperti kurbannya Presiden Jokowi. Kenapa disebut sapi limousin karena sapi itu pertama kali dikembangkan di Prancis tepatnya di daerah Limousin dan Marche. Limousin juga kita kenal sebagai salah satu mobil sedan mewah di dunia. Saya pernah nyewa mobil itu waktu singgah di Hawaii, masih sebagai wartawan. Waktu itu saya sempat bertemu petinju legendaris Muhammad Ali di bandara Los Angeles.

Sapi termahal di dunia namanya sapi Missy Madison. Pernah dilelang tahun 2009 harganya 1,2 juta US dolar atau jika dikonversi senilai Rp 17 miliar. Hingga kini belum ada yang bisa mengalahkan rekornya. Misssy adalah sapi Holstein berwarna hitam putih asal Kanada.

Bayangkan sapi limousin yang dibagikan Presiden ke 34 provinsi bobotnya mencapai 950 kg. Memang harganya juga beberapa kali lipat dari harga sapi biasa atau  sapi simmental. Antara 50 sampai 100 juta rupiah per ekor, bahkan lebih.

Seingat saya Masjid Istiqamah  dan Dewan Masjid Pertamina membuat program yang bagus ditiru. Mereka membina sejumlah peternak daerah. Bibit sapi betina diberikan dan dipelihara peternak. Kalau melahirkan, anaknya dibagi sama. Lalu dipelihara menjadi hewan kurban. Peternak juga mendapatkan keuntungan dari bagiannya.

Dulu Dinas Pertanian saya minta membina peternak sapi di Teritip. Lalu setiap menjelang Hari Raya Iduladha saya ikut memasarkan agar warga memprioritaskan pembelian hewan kurban milik petani Teritip, tidak semuanya membeli dari pedagang yang mendatangkan hewannya dari luar daerah. Sapi dari Teritip terbilang lebih sehat karena setiap saat dipantau oleh petugas.

Sambil menghimpun dermawan hewan kurban, saya juga harus menghitung berapa banyak calon penerima. Jangan sampai kupon yang dibagikan lebih banyak dari daging yang dibagi. Pasti jadi keributan. Tahun lalu katanya, sampai jatah panitia dibeli lagi karena ada pemegang kupon tidak dapat.

Saya sempat menegur  anggota panitia karena memfotokopi kupon dengan alasan tidak cukup tanpa dimusyawarahkan lebih dulu. Sebab kalau ada yang tahu bisa difotokopi, nanti yang lain bisa ikut-ikutan. Apa tidak kewalahan waktu pembagian?

Dari perhitungan saya terakhir, calon penerima daging mencapai 2.600 orang. Kuponnya disebar kepada pemilik hewan kurban, kepada 32 RT tetangga Masjid At Taqwa, kepada fakir miskin dan kepada pengurus dan petugas.

Banyak yang minta kupon kepada saya. Tapi saya menyilakan mereka menghubungi Pak Slamet, saya sengaja tak pegang kupon. Maklum tak gampang urusan yang satu ini. Saya bisa kewalahan. “Pak Rizal, minta kupon nah,” begitu setiap saya ada di sekretariat.

Tadinya setiap orang bakal menerima daging seberat 6 ons plus tulang-tulang dan potongan jeroan. Tapi saya hitung ternyata tidak cukup. Terpaksa kita turunkan jadi 5 ons atau setengah kg. Itu kita perhitungkan dengan jumlah sapi yang terkumpul sebanyak 22 ekor. Jika tiap ekor menghasilkan 60 kg daging, maka totalnya menjadi 1.320 kg.

Sapi kurban saya terima di antaranya dari pengusaha H Achmad Aspia, dari Danlanal, dan Wali Kota, dari proyek RDMP Pertamina, H Karmin (pengusaha yang juga ketua Partai Berkarya Kaltim), Krisna Galih dan Radio ONIX (Makanja Café),  dari PT Gunung Bayan dan PT KRN, H Amran, Rusna dan Toko Jempol. Ada juga  7 ekor dari kumpulan jamaah.

Karena daging kambing per ekor tidak terlalu banyak. Dan hanya ada 5 ekor. Panitia memutuskan sebagai penambah saja. Langsung dicampur dengan daging sapi.

KHAWATIR TERTUKAR

Saya khawatir sapi-sapi kurban itu tertukar. Maklum panitia yang bertugas awalnya hanya menandai berdasarkan ingatan. Saya minta ditandai dengan nomor, supaya mudah diingat dan mengaturnya dalam penyembelihan. Soal ini juga harus menjadi perhatian pada tahun-tahun mendatang.

Juru sembelih kita tetapkan para ustaz Masjid Agung At Taqwa yang sangat berpengalaman. Ada Ustaz Gazali, Ustaz Harry Supriyono, Ustaz Aulia Rachman, Ustaz Ansyori, Ustaz Khairul Budiman, dan Ustaz H Asrulloh.

Proses penyembelihan berlangsung lancar. Maklum cukup banyak petugas dan berpengalaman. Sekali tarik, sang sapi langsung terbaring. Diiringi suara takbir, hewan kurban disembelih. Lalu dikuliti dan dipotong-potong sampai proses penimbangan.

Yang masih sulit soal kemasan. Keinginan kita tidak tergantung dengan plastik belum terwujud. Karena  belum dapat kemasan pengganti yang sama praktis dan murahnya seperti plastik. Ada besek, ya tetap saja perlu plastik untuk membawanya.

Menjelang pembagian, sempat terjadi kehebohan. Karena ada anggota panitia minta segera dibagi. Padahal saya sudah wanti-wanti komandan lapangan hanya ada dua, yaitu ketua Pak Nanang  atau wakilnya Pak Slamet. Jangan ada perintah dari yang lain. Usul tentu boleh, tapi yang memutuskan mereka berdua.

Syukur situasi cepat reda. Pembagian bisa dimulakan dengan lancar. Prioritas pertama kepada RT-RT, karena nanti mereka membagi lagi kepada warganya yang sudah ditentukan. Juga kepada keluarga pihak sohibul kurban. Baru kepada warga fakir miskin dan pemegang kupon lainnya. Babak terakhir baru kepada panitia dan pengurus masjid.

Alhamdulillah, sekitar pukul 17.00 Wita, proses pembagian berlangsung lancar dan selesai. Daging yang tersedia cukup untuk semua pihak penerima. “Hanya sekitar 8 kupon yang belum diambil,” lapor Pak Slamet kepada saya.

Begitu mau pulang, saya mendapat telepon dari Pak Basir, ketua Partai Nasdem Balikpapan. Dia juga baru selesai penyembelihan hewan kurban. Termasuk di kecamatan. Dia bilang di rumahnya ada masakan coto makassar. Wah, saya bersama sahabat saya Pak  Zaenal langsung bergerak ke sana. Kebetulan lapar banget. Selesai makan, saya juga dititipi daging kurban. “Ini daging has,” kata Pak Basir.

Tiba-tiba saya dikirimi Pak Helmi, kepala  Disdukcapil dua gambar menarik lewat WA. Sebelah kiri foto menu tanggal 10-13 Zulhijjah di antaranya sate, gulai kambing, kari daging dan sambal goreng hati. Sebelah kanannya foto menu tanggal 14 Zulhijjah dan seterusnya. Di antaranya Lipitor, Simvastatin, Captopril, dan Allopurinol. Itu semua obat menurunkan kolesterol, tensi darah, dan asam urat.

“Supaya nikmat makannya, lupakan foto sebelah kanan. Yang penting berolahraga dan jangan lupa ketika mengonsumsi ingat saya juga..he..he,” kata dr Ratih Kusuma, mantan direktur RSUD Beriman, yang sekarang jadi kepala Dispora.(*)

Objek Wisata Danom Layong Rusak, Pemkab Paser Akan Perbaiki melalui APBD Perubahan 2022

July 12, 2022 by  
Filed under Wisata

PASER – Objek wisata air panas Danom Layong di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser, kondisinya memprihatinkan dan semakin berkurang kunjungan wisatawan. Selain akses jalan yang telah rusak, juga bangunan pendukung banyak yang rusak, seperti diberitakan vivaborneo.com edisi Kamis (7/7/2022), akhirnya mendapat perhatian Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser.

Disporapar Kabupaten Paser melalui Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Arya widhiyasa mengatakan, Objek Wisata Danom Layong tutup bukan karena pihaknya mengabaikan, melainkan kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Paser selama dua tahun terakhir.

“Kami tidak mengabaikan, kami sengaja menutup wisata itu karena pandemi Covid -19 selama dua tahun terakhir,” ucapnya kepada awak media Agresifnews.co, media group vivaborneo.com Senin (11/7/2022).

Dikatakan, dengan tujuan untuk menjadi andalan pendapatan daerah dan juga sebagai sektor pengganti pasca tambang, sudah seharusnya jika pariwisata diperbaiki dari sekarang. Apalagi Paser memiliki sangat banyak potensi wisata, baik wisata alam maupun buatan.

Tahun ini pihaknya akan membenahi objek wisata Danom Layong agar kembali berfungsi, tertata, dan asri. Saat ini pihaknya akan mengusulkan biaya rehab Sarpras ke Anggaran Perubahan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan Kabupaten Paser Tahun 2022.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Arya widhiyasa

“Kami ajukan sebesar Rp.175 juta di APBD perubahan tahun ini,” kata Arya.

Selanjutnya, Disporapar lebih mengutamakan sarpras yang ada seperti jalan masuk, drainase, pompa air, gazebo, rambu-rambu, spot foto dan prasarana kebersihan akan diperbaiki. Selain itu, ia juga menginginkan bangunan yang ada disana bisa dibenahi agar bisa dijadikan stand kios yg bisa diperuntukkan untuk pelaku UMKM.

Kedepannya, pihaknya akan lebih giat mempromosikan, dengan memanfaatkan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata yang sudah terpilih pada Juni tahun ini.

“Kita gunakan Duta Wisata dan Puteri Pariwisata untuk mempromosikan objek wisata yang ada,” tandasnya.(fi)

 

Turnamen Bridge memperebutkan Piala Walikota Samarinda digelar 16 -17 Juli 2022

July 12, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Turnament  terbuka Bridge memperebutkan Piala Walikota Samarinda tahun 2022 garapan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda berkolaborasi dengan KONI Samarinda dan Pengurus Cabang Olahraga Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Samarinda akan digelar selama dua hari pada tanggal 16 -17 Juli 2022 di Aula Bank Kaltimtara Jalan Jenderal Sudirman Samarinda.

Ketua panitia pelaksana Herry Yudhistira mengatakan tujuan turnamen bridge ini adalah sebagai persiapan menghadapi Porprov Kaltim 2022 yang akan datang sekaligus sebagai ajang silaturahmi atlet dan pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) se Kaltim.

“Turnamen ini bisa menjadi tolak ukur kemampuan atlet menghadapi Porprov Kaltim November mendatang,” ujar Herry di Kantor PWI Kaltim Jalan Biola Samarinda, Senin (11/07/2022).

Lebih lanjut dikatakan, tournament bridge jarang dilaksanakan, sehingga pihak Gabsi Samarinda menggelar turnamen ini dengan harapan dapat memotivasi daerah lain untuk menggelar turnamen bridge karena bukan persoalan biaya tapi kemauan untuk melaksanakan turnamen bridge.

Terkait peserta turnamen bride ini, Herry menjelaskan sampai hari Senin (11/07/2022) telah mendaftar sebanyak 78 orang peserta, mewakili 8 kabupaten/kota di Kaltim seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Penajam Paser Utara,  Kutai Barat, Berau dan pendaftaran akan ditutup pada hari Selasa malam (12/07/2022).

Herry Yudhistira – Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Bridge Piala Walikota Samarinda

“Sebenarnya kami menargetkan peserta sebanyak 60 atlet namun hingga mencapai 78 atlet per hari Senin (11/07/2022), luar biasa antusias atlet bridge daerah mengikuti turnamen ini, ada atlet bridge yang baru muncul mengikuti turnamen seperti dari Kutim, Bontang dan Kubar,” tuturnya.

Pada turnamen terbuka Bridge Piala Walikota Samarinda tahun 2022 ini akan dipertandingkan kategori Patkawan tim dan pasangan dengan sistem SWISS.

Permainan kartu Bridge merupakan salah satu permainan kartu terpopuler, yang dimainkan secara berpasangan, bahkan permainan ini sudah dijadikan sebagai salah satu cabang olahraga resmi.

Sistem Swiss merupakan perpaduan dari sistem gugur dan setengah kompetisi. Pada sistem Swiss, pasangan yang kalah tidak langsung gugur, dan tidak semua pasangan saling bertemu sehingga akan lebih menghemat waktu. Pasangan yang kuat akan bertemu dengan pasangan yang kuat dan pasangan yang lebih lemah akan berhadapan dengan pasangan yang selevel. (hel)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb