Telkomsel Ajak Pelanggan Pamasuka Meet The Cast  Film Drama MAXstream Sekuel “Kau dan Dia ”

August 12, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

MAKASSAR – Telkomsel melalui platform video MAXstream kembali mempersembahkan tayangan hiburan berkualitas dengan merilis ‘Kau dan Dia 2’. Konten orisinal bergenre drama remaja ini merupakan sekuel ‘Kau dan Dia’ yang sukses mendapatkan lebih dari 8 juta penonton sejak dirilis perdana pada September 2021 lalu. Pada sekuel ini, Telkomsel kembali berkolaborasi bersama Trinity Optima Production dan BC Entertainment dalam menghadirkan lanjutan kisah cinta remaja dua sahabat, yang dapat dinikmati secara eksklusif di platform MAXstream. Berbagai activity juga dilakukan untuk menyukseskan kembali sekuel ini, salah satunya dengan mendekatkan para cast dengan pelanggan millennial Telkomsel di area Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan) melalui virtual online bertajuk Meet the Cast Film Kau dan Dia.

General Manager DLS and Direct Sales Telkomsel Area Pamasuka Muhammad Asrullah mengatakan, keberhasilan konten orisinal ‘Kau dan Dia’ dalam menyuguhkan konten hiburan berkualitas bagi masyarakat Indonesia telah mendorong Telkomsel melalui MAXstream bersama Trinity Optima Production dan BC Entertainment untuk merilis sekuelnya.

“Kami berharap kehadiran ‘Kau dan Dia 2’ ini dapat memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia, khususnya para penggemar ‘Kau dan Dia’ yang penasaran dengan kelanjutan kisah persahabatan antara Anneth dan Zara,” kata Asrullah.

Ditambahkan, hadirnya sekuel ini merupakan langkah keberlanjutan Telkomsel dalam mendukung pertumbuhan industri film Tanah Air melalui berbagai upaya kolaboratif dan juga komitmen MAXstream untuk dapat terus meningkatkan kualitas konten yang dihadirkannya.

“Semoga dengan rilisnya ‘Kau dan Dia 2’ ini dapat mengobati kerinduan para penggemar dan penontonnya, serta dapat mengulang kesuksesan sekuel pertamanya,” ujar Asrullah.

“Mengikuti perjalanan ‘Kau dan Dia 2’ seperti melihat anak kita tumbuh. Hari ini kami seperti mengantar mereka untuk proses inagurasi,” kata Founder & CEO Trinity Optima Production Yonathan Nugroho

Dikatakan Yonathab, nantinya, para penggemar dan penonton yang menorehkan nilai di rapornya. Setelah proses panjang produksi dan promosi, kami semua senang bisa mengantarkan karya ini untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara eksklusif melalui platform video MAXstream.

Melalui sekuel ‘Kau dan Dia 2’, MAXstream ingin menjawab rasa penasaran para penggemar tentang bagaimana kisah persahabatan antara Zara (Zara Leola) dan Anneth (Anneth Delliecia) setelah Anneth resmi berpacaran dengan Naldo (Ari Irham). Meskipun begitu, sekuel ini dipastikan hadir dengan kisah baru yang lebih unik, termasuk adanya karakter baru yang muncul, yaitu Bryan (Gabriel Phrince) sebagai sosok pria baru yang masuk ke kehidupan Zara. Lalu bagaimana kelanjutan kisah persahabatan dan romansa mereka? Temukan langsung jawabannya dengan menonton ‘Kau dan Dia 2’ secara eksklusif di tsel.me/kaudandia2.

“Melalui MAXstream, Telkomsel terus mempertegas komitmennya sebagai ‘The Home of Entertainment’ yang dapat memenuhi kebutuhan hiburan digital berkualitas dunia bagi seluruh lapisan masyarakat, seraya secara konsisten membuka lebih banyak peluang dan kesempatan dalam memajukan industri perfilman lokal di Indonesia. Ke depan, Telkomsel akan terus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan para pelaku industri konten kreatif lokal yang mengedepankan prinsip customer-centric untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan ragam pilihan hiburan digital terkini dan berkualitas,” pungkas Asrullah.

Dirilisnya film orisinal ‘Kau dan Dia 2’ ini semakin melangkapi lebih dari 300 konten orisinal yang telah dihadirkan MAXstream. Sejak diluncurkan di tahun 2018, MAXstream telah menghadirkan variasi konten lokal dan internasional berupa MAXstream orisinal maupun kolaborasi dari streaming platform kelas dunia seperti HBO, Vidio, Viu, tvN, Celestial Movies, Cartoon Network, Lionsgate Play, Disney+ Hotstar, hingga Netflix. Dengan berbagai upaya berkelanjutan yang dilakukan, MAXstream mampu tumbuh dan menjadi salah satu layanan digital yang paling diminati pelanggan dengan pengguna aktif mencapai 8 juta dan 32 juta downloader. Bersama para sineas dan creator lokal Indonesia, MAXstream bahkan telah sukses merambah pasar internasional di kawasan Asia, seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Informasi lengkap lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream. (*/adv)

Bendera

August 12, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ibu Fatmawati ketika menjahit bendera pusaka Merah Putih

MENJELANG peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, saya minta bendera Merah Putih yang dikibarkan di halaman Masjid Agung At Taqwa diganti. Selain warnanya sudah pudar, juga ukurannya tidak terlalu tepat. Saya bilang kepada petugas, jika tidak ada yang dijual jadi, segera dibuat di tukang jahit. Tapi saya minta tidak sampai satu hari sudah bisa dikibarkan.

Petugas kaget kok saya minta cepat betul. Ya saya bilang, malu kita dengan Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno. Sebab, Ibu Fatmawati ketika menjahit Sang Saka Merah Putih bisa diselesaikan tak lebih  dua hari. Padahal kondisi beliau saat itu dalam keadaan hamil tua.

Bondan Winarno dalam buku “Berkibarlah Benderaku, Tradisi Pengibaran Bendera Pusaka” menuliskan, Ibu Fatmawati menghabiskan waktu dua hari untuk menjahit bendera itu dengan kondisi fisik yang cukup rentan.

Pasalnya, Fatmawati saat itu sedang hamil tua dan menjelang waktunya untuk melahirkan putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra. Tak jarang ia menitikkan air mata kala menjahit bendera itu. Sebagai ungkapan rasa haru dan bangga bisa membuat sejarah untuk bangsa.

“Berkali-kali saya menumpahkan air mata di atas bendera yang sedang saya jahit itu,” kata Fatmawati menceritakan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, bendera dia jahit menjelang kelahiran Guntur. “Ketika usia kandungan telah mencukupi bulannya, saya paksakan diri menjahit bendera Merah Putih. Saya jahit berangsur-angsur dengan mesin jahit Singer yang dijalankan dengan tangan saya. Sebab dokter melarang saya menggunakan kaki untuk menggerakkan mesin jahit,” sambungnya.

Kain yang dipergunakan untuk bendera pusaka itu terbuat dari bahan katun Jepang, yang diambil Kepala Sendenbu Shimizu (Barisan Propaganda Jepang) Chaerul Basri atas perintah Soekarno. Diambil dari gudang di Jl Pintu Air, yang kemudian diantar ke Jl Pegangsaan Timur 56 untuk dijahit oleh Ibu Fatmawati dengan ukuran panjang 300 cm dan lebar 200 cm.

Ibu Fatmawati menikah dengan Bung Karno  pada tahun 1943. Hasil perkawinan mereka dikaruniai 5 anak. Selain Guntur Soekarnoputra, juga Megawati Soekarnoputri (presiden RI  kelima), Rachmawati Soekarnoputri (almh), Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati itu adalah bendera Merah Putih yang pertama kali dikibarkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta di tiang bambu, menandai detik-detik diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Pegangsaan Timur tidak lain merupakan kediaman Soekarno–Fatmawati.

Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo. Sedang pembawa bendera adalah SK Trimurti. Pada saat upacara proklamasi, Latief berada di sebelah Bung Karno ketika Teks Proklamasi dibacakan.

Karena situasi keamanan, bendera pusaka sempat dibawa ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946. Saat itu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Bung Hatta dan para menteri lainnya pindah sementara ke Jogya. Lalu Merah Putih dikibarkan di Gedung Agung.

Ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, tanggal 19 Desember 1948, bendera pusaka sempat diungsikan Husein Mutahar, ajudan Bung Karno. Oleh Husein, bendera sempat dipisahkan warna merah dan putihnya. Agar tidak disita Belanda.

Setelah situasi kembali aman, tanggal 17 Agustus 1949, bendera Merah Putih kembali dikibarkan di halaman Gedung Agung setelah disatukan kembali oleh Soekarno saat ia diasingkan di Bangka, Juni 1949.

Bendera pusaka hasil jahitan Ibu Fatmawati itu terakhir kali dikibarkan di Istana Merdeka pada 17 Agustus 1968, ketika masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Setelah itu bendera disimpan dalam ruang Bendera Pusaka di Istana Merdeka karena alasan bendera sudah memudar dan rapuh. Sebagai penggantinya, dipakai bendera duplikat yang terbuat dari bahan sutera.

Ibu Fatmawati meninggal dunia pada usia 57 tahun di Kuala Lumpur dalam perjalanan pulang dari melaksanakan ibadah umrah pada 1980 akibat serangan jantung. Pada tahun 2000 Pemerintah RI   menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional bagi Almarhumah.

YANG TAK MAMPU, GRATIS

Banyak yang tidak tahu bahwa penggunaan bendera Merah Putih ada aturannya, termasuk soal ukuran bendera. Selain dalam peringatan HUT Kemerdekaan, kita sangat bangga kalau Merah Putih dikibarkan atau dikirab dalam even-even tertentu seperti olahraga terutama ketika atlet kita menjadi juara.

Wagub Hadi Mulyadi dan Danrem Brigjen TNI Dendi Suryadi membagikan Merah Putih kepada pengendara sepeda motor di Samarinda

Makanya kita sempat gusar atas kelalaian Indonesia dalam menangani masalah doping, sehingga Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada 7 Oktober 2021 sempat melarang atlet Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di arena olahraga. Termasuk ketika kita merebut Piala Thomas tahun 2020. Sangat ironis, sebab sudah 19 tahun kita nantikan saat yang membanggakan itu. Sayangnya tanpa Merah Putih dikibarkan.

Kita juga sangat geram ketika di media sosial ada wanita di Kerawang, Jawa Barat, tahun lalu melakukan pembakaran bendera Merah Putih. Belakangan diketahui wanita itu ternyata mengalami gangguan jiwa.

Pernyataan mengenai bendera negara tertuang dalam Pasal 35 UUD 1945 yang berbunyi, “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.”

Sementara itu, ketentuan mengenai pemasangan bendera Merah Putih dicantumkan dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Saya sangat sedih melihat masih banyak warga masyarakat belum memasang bendera Merah Putih, menjelang  peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, yang tinggal beberapa hari lagi. Padahal dalam UU itu, kita wajib mengibarkan, baik di gedung-gedung, bangunan termasuk rumah kediaman.

Terhadap warga yang tidak mampu, Pemerintah wajib memberikan bendera secara gratis. Ini yang jarang kita dengar dan dilaksanakan. Tahun ini memang ada instruksi pemerintah daerah membagi-bagi bendera. Kaltim mencanangkan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih. Sudah dimulakan pekan lalu oleh Wagub Hadi Mulyadi bersama Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi. Sayangnya semuanya bendera kecil untuk dibawa di tangan atau diikat di kendaraan. Seyogianya ada juga bendera yang bisa dikibarkan di depan rumah.

Ukuran bendera Merah Putih bergantung dengan konteks di mana dia dipasang. Khusus di Istana Kepresidenan ukurannya 200 cm x  300 cm. Untuk di lapangan umum 120 cm x 180 cm. Khusus di ruangan 100 cm x 150 cm. Untuk di mobil pejabat negara 30 cm x 45 cm. Di kendaraan umum 20 cm x 30 cm. Untuk di kapal 100 cm x 150 cm. Untuk di pesawat udara 30 cm x 45 cm. Dan di atas meja 10 cm x 15 cm.

Bendera Merah Putih sebagai simbol jati diri bangsa Indonesia memang mirip dengan bendera 3 negara lain yaitu Monako, Singapura, dan Polandia. Dari ketiga negara itu, bendera  Monako yang paling sama. Hanya skalanya saja yang berbeda. Rasio bendera Indonesia 2:3, sedangkan Monako 4:5. Monako lebih dulu meresmikan bendera negaranya pada 4 April 1881.

Ketika saya menggantikan bendera Merah Putih di Masjid At Taqwa, ada lelaki tua keluar dari masjid. Ia meminta kepada saya agar bendera lama diberikan kepadanya. “Biar saya kibarkan di rumah. Bendera Merah Putih dari masjid pasti penuh doa dan berkah,” katanya bangga. Dirgahayu Bangsaku. Dirgahayu Indonesia.(*)

 

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Enam Anggota DPRD Kutim Jadi Mabincab Pramuka

August 12, 2022 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA– Pelantikan pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kutim, Kamis (11/8/2022) di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, menjadi sejarah bagi legislatif. Setidaknya ada enam anggota wakil rakyat yang turut dilantik menjadi pengurus Majelis Pembimbing (Mabincab) untuk periode 2021-2026.

Pelantikan enam anggota legislatif sebagai Mabincab bersama 41 pengurus lainnya, berlangsung di ruang Akasia GSG, oleh Sekretaris Kwartir Daerah Kaltim Fachruddin Dajrie. Mantan Kadis Pendidikan Kutim ini mewakilia Ketua Kwarcab Kutim Hj Noorbaiti untuk melantik dan mengukuhkan kepengurusan Kwarcab Kutim.

Keenam anggota dewan Kutim yang menjadi pengurus Mabincab Pramukan itu adalah, Ketua DPRD H Joni dan Wakil Ketua 2 H Arfan menjabat sebagai Wakil ketua Mabicab. Kemudian Arang Jau, David Rante, Sayid Anjas serta Hasna sebagai anggota. SK kepengurusan itu ditandatangani ketua Kwarcab Pramuka Kaltim Hj Noorbaiti Isran Noor.

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Asti Mazar menjadi ketua  Kwarcab Pramuka Kabupaten beserta 91 pengurus lainya oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman. Usai pelantikan, dilanjutkan pelepasan sebanyak 32 anggota Pramuka yang akan mengikuti Jambore Nasional ke XI di Bumi Perkemahan Cibubur pada 14 hingga 21 Agustus mendatang.

Prosesi pelantikan tersebut, turut disaksikan Wabup H Kasmidi Bulang yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Kwarcab Pramuka  Kutim, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Kegiatan itu ditutup prosesi foto bersama seluruh jajaran pramuka kabupten yang baru dilantik. (adv)

Yayasan Perguruan Ibnu Khaldun Balikpapan Gelar Seminar Motivasi Kerja Guru

August 12, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BALIKPAPAN – Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu, pada umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik atau muridnya.

Yayasan Perguruan Ibnu Khaldun Balikpapan sebagai penyelenggara Pendidikan yang menaungi Lembaga Pendidikan STAI Balikpapan, SMK, SMP dan MTS Ibnu Khaldun berupaya memberikan wawasan dan motivasi kepada segenap tenaga pendidiknya dengan mengadakan Seminar Motivasi Pendidikan khususnya  bagi seluruh dewan guru SMP dan MTS Ibnu Khaldun Balikpapan, dengan menampilkan DR. H. Sartono, MM sebagai pembicara, yang di gelar di Aula Yayasan Perguruan Ibnu Khaldun Balikpapan, Kamis,11 Agustus 2022.

Ketua Yayasan Perguruan Ibnu Khaldun Balikpapan, Yuyun Wahyuni S.Ag dalam sambutannya memaparkan bahwa sebagai guru tidak bisa dengan serta merta merubah sifat atau karakter anak didik kita dalam satu waktu, tapi harus melalui proses yang panjang yang memerlukan beberapa aspek diantara seperti lingkungan, orang tua, guru dan suasana belajar, setidaknya sebagai guru berupaya mendidik anak-anak didik menjadi lebih baik.

Sebagai Ketua Yayasan, Yuyun mengharapkan sebagai guru tidak hanya fokus mengajar mata pelajaran yang diajarkan saja  tapi juga guru dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi muridnya. Selain itu yuyun mengatakan  dengan belajar kita bisa mengajar dan dengan mengajar kita belajar, sehingga guru harus kreatif dan inovatif.

“Sesuai tema Seminar Motivasi Pendidikan yaitu Kerjaku Ibadahku, Meraih Prestasi Menggapai Ridho Illahi,” tukas Yuyun.

Sementara itu Dr.H. Sartono, MM sebagai pemateri saat memaparkan mentransformasikan kerja guru menjadi ibadah.

Pertama, sebagai pendidik  harus berkomitmen untuk Hijrah, merubah diri menjadi baik. “Kita tidak bisa merubah orang lain atau lingkungan kita, bagaimana bisa kita merubah orang sedangkan kita sendiri tidak ingin berubah untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Kedua Niat Ibadah,  segala sesuatu kegiatan yang dilakukan harus dilandasi dengan niat ibadah, sehingga sebagai guru tidak merasa lelah dan  semangat dalam mengajar murid-muridnya.

Ketiga, menyadari dirinya sebagai hamba/pelayan. Sebagai guru harus menyadari bagaimana guru melayani murid-muridnya, sebagai contoh dianggap hal kecil adalah masalah tepat waktu, dimana bel berbunyi kadang guru masih belum siap atau berada di kelasnya.

Keempat,  sebagai guru diharapkan bersungguh-sungguh dalam mengajar, karena melakukan suatu pekerjaan yang dilakukan bersungguh-sungguh adalah ibadah. Ia mencontohkan seperti membuat perencanaan KBM terbaik, membuat kisi-kisi soal, mengoreksi dengan akurat tugas, PR dan Ujian, melaksanakan remedial dan pengayaan, menyusun soal sesuai KD/TP semua dikerjakan dengan bersungguh-sungguh, tidak hanya sekedar copy paste dengan perangkat pembelajaran yang ada.

Kelima, terus berinovasi, diantara bagaimana guru bisa menciptakan suasana tenang dan damai di lingkungan mengajarnya.

Diakhir paparannya,  Sartono mengatakan, segala sesuatu yang baik jika kita lakukan akan balik kembali ke kita dan segala sesuatu yang buruk kita lakukan akan buruk pula hasil yang kita terima.

Sartono mengharapkan, semoga para guru di Yayasan perguruan Ibnu Khaldun, baik SMP dan MTS Ibnu Khaldun menjadi center transformasi akhlak di Balikpapan Barat khususnya dan Kota Balikpapan pada umumnya.(mun/red)

 

Perbaikan Jalan Rusak Loa Buah Masuki Tahap Akhir

August 11, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Penanganan Jalan Teratai di Loa Buah yang  dilakukan UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (PIPU) Wilayah II Dinas PUPR dan Pera Kaltim sudah memasuki bagian akhir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda progres seluruh kegiatan penanganan sudah mencapai 95%.

“Hari ini tinggal pengecoran akhir.  Posisi sudah di simpang Jembatan Mahulu,”  ungkap Nanda, Kamis (11/8/2022).

Untuk perbaikan status jalan yang merupakan kewenangan kota ini,  Pemprov Kaltim mengerjakan sepanjang 500 meter. Sementara Pemkot Samarinda akan mengerjakan 500 meter lainnya.

“Penanganan yang dilakukan oleh UPTD PIPU Wilayah II menggunakan metode swakelola. Sedangkan Dinas PUPR Kota Samarinda menggunakan metode penyedia. Dengan sistem swakelola, provinsi bisa mengerjakan titik lokasi yang parah-parah dulu. Nanti kota akan menyelesaikan sisanya,” imbuhnya.

Penanganan lanjutan yang dilakukan oleh UPTD PIPU Wilayah II berupa perkerasan kaku (rigid pavement) dengan panjang ± 500 meter, lebar jalan 8 m, ketebalan ± 28 cm dan lantai kerja (lean concrete) 10 cm.

Nanda bersyukur  karena semua pemangku kepentingan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan, terutama FKPM Kelurahan Loa Buah yang sangat aktif membantu kelancaran kegiatan di lapangan. Setelah perbaikan ini diharapkan jalur lalu lintas dari dan menuju Kota Samarinda melalui Jembatan Mahulu akan semakin lancar dan lebih mulus. Baik kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan bertonase berat. (sam)

« Previous PageNext Page »

  • vb