Pelajar IKN Diberi Pendidikan Wawasan Kebangsaan

August 1, 2022 by  
Filed under PPU

PENAJAM – Tak kurang dari 100 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Penajam Paser Utara (PPU) ang merupakan wilayah Ibu Kota Negara Nusantara mengikuti Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK) yang digelar di Hotel IKA, Petung, Penajam Paser Utara, Kamis (28/7/2022).

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri para siswa SMA dan MA serta para guru tampak kaget ketika Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Endro S, Efendi memaparkan materinya tentang radikalisme. Karena mereka baru menyadari, jika siswa sekolah pun tak luput dari paparan paham radikal.

Tak sekadar paparan, Endro menampilkan video pendek yang melibatkan anak usia remaja melakukan tindakan radikalisme. “Remaja gampang disusupi paham radikalisme, salah satunya karena pencarian jati diri, ini yang sering dimanfaatkan,” papar Endro yang juga alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan 57 Lemhannas RI.

Menurut Endro, bukan tanpa alasan remaja menjadi incaran paham radikalisme, karena sifat dasar mereka memang membuka ruang untuk menyusupkan paham. “Lantaran remaja itu sifatnya sensitif, reaktif, cenderung melawan dan kritis. Jika tidak memiliki benteng diri yang baik, maka paham-paham termasuk radikalisme bakal mudah terdoktrin,” ulasnya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana membentuk benteng diri dan solusi menangkal paham radikalisme, paling mendasar adalah memberikan pemahaman atas paham radikalisme, termasuk cara penyebarannya.

“Pembentukan karakter remaja menjadi poin terpenting, dimulai dari keluarga, ini menjadi modal mereka untuk memproteksi diri dari lingkungan lebih luas, misalnya kelompok atau grup yang dipilih. Ketika seorang remaja telah memiliki karakter yang kuat, diharapkan mampu memfilter paham coba disusupkan dalam kelompok-kelompok tertentu,” urainya.

Apa yang disampaikan tersebut, ternyata mampu memantik peserta bertanya untuk menggali lebih jauh, terkait materi-materi yang disampaikan pemateri terkait wawasan kebangsaan.

Salah satunya dilontarkan siswa SMAN 2 PPU Ariyanto yang bertanya, apakah semangat kedaerahan sudah sejalan dengan semangat kebangsaan atau kontra  terhadap hal itu. Ia mencontohkan, adanya kelompok pengacau di Papua ingin memerdekakan Papua, karena alasan kesenjangan ekonomi.

Hal ini dijawab lugas pemateri, semangat ke daerah sejatinya sejalan dengan semangat kebangsaan, sepanjang semangat ke daerah tersebut masih menonjolkan semangat perekat persatuan.

Selain Endro, dua narasumber lainnya adalah Kepala Kesbangpol Kaltim Sufian Agus dan Kepala Badan Kesbangpol PPU Agus Dahlan yang juga memaparkan wawasan dan semangat kebangsaan. (*)

Tour Leader Berkumpul di Puncak

August 1, 2022 by  
Filed under Wisata

BOGOR – Menjadi pemimpin sebuah perjalanan alias tour leader, ada ilmunya tersendiri. Itulah yang digagas Sultanah Tour Services, Sabtu – Minggu, 30-31 Juli 2022 tadi, di Palem Kartika Resort Cisarua, Puncak, Bogor Jawa Barat. Sebanyak 32 tour leader dan calon tour leader, berkumpul dalam acara Tour Leader Camp, dengan materi seputar menjadi pemandu perjalanan sesuai standar nasional.

Para peserta datang dari berbagai daerah. Selain sebagian besar dari Pulau Jawa, seperti Surabaya, Madura, Purworejo, Jakarta, Bekasi, Bogor, peserta juga datang dari Kaltim. Seperti Paser, Balikpapan, Samarinda dan Berau. Ada juga peserta dari Lampung.

Julia Wingantini, owner Sultanah Tour Services yang dikenal dengan travel Umroh Bareng Yuk (UBY), mengawali materi bagaimana melayani para klien atau pelanggan dalam sebuah perjalanan. Apalagi perjalanan spiritual umrah atau haji yang memerlukan keahlian khusus.

“Mengurus proses imigrasi hingga bagasi jemaah, itu paling penting. Pastikan jangan sampai ada jemaah yang tertinggal. Bagasi juga jangan sampai ada yang kurang,” sebutnya.

Saat pulang dari umrah atau haji misalnya, yang kerap terjadi kehilangan adalah air zam-zam. “Perlu ada perlakuan khusus, jangan sampai ada air zam-zam tercecer atau hilang,” imbuhnya.

Berbagai trik khusus seputar perjalanan ke berbagai negara, juga dikupas tuntas oleh wanita yang sebelumnya berdomisili di Berau, Kaltim ini. Termasuk, bagaimana caranya mendapatkan harga tiket yang murah, sehingga klien atau tamu juga bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

“Memahami karakter orang juga penting, Di sini sebagai tour leader dituntut sabar dan tetap melayani dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Materi lain yang juga dibahas adalah soal foto dan video. Sengaja dihadirkan dosen fotografi dan videografi, Suman Jaya dari Jakarta, serta praktisi foto dan video Nur Ali Toyib Assafani dari Berau. Tidak bisa dipungkiri, salah satu layanan yang juga harus diberikan kepada para pelanggan adalah foto selama perjalanan.

“Bagaimana merekam video dan foto yang bagus, sehingga momen itu sangat berkesan bagi para peserta perjalanan,” kata Suman Jaya. Semua teori soal foto dan video dikupas tuntas. Begitu pula yang disampaikan Nur Ali, yang mengajak peserta memahami gawai telepon cerdas agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Terakhir, tidak kalah pentingnya, Tour Leader Camp ini juga menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang juga dikenal sebagai praktisi hipnoterapis klinis Endro S. Efendi. Pria asal Samarinda yang juga alumnus Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya ini memberikan materi Serve with Heart. Endro memberikan tips dan trik yang efektif, untuk menjaga agar pemandu perjalanan tetap tenang dan nyaman menghadapi pelanggan yang menguras energi.

“Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berubah seperti yang kita harapkan. Kita yang harus berubah dan memahami kondisi, agar perjalanan tetap berjalan dengan baik,” sebutnya. Selain itu, dalam setiap kejadian selama perjalanan, pemandu perjalanan harus berlatih melihat setiap kejadian dari sisi positif.

“Kalau fokus pada hal yang positif, tentu rasanya lebih nyaman, dan tidak terlalu menguras energi,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan Tour Leader Camp itu juga diisi dengan aktivitas lapangan untuk mempererat kebersamaan. Berbagai game berkelompok dilakukan di area terbuka. Seluruh peserta larut dalam kekompakan dan kebersamaan yang menyenangkan. Tak hanya itu, aktivitas serua yang juga dilakukan adalah bermain tembak-menembak menggunakan paint ball serta menyusuri Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu karet. Meski air sedang surut sehingga cukup menyulitkan, peserta tetap semangat menuntaskan aktivitas di atas riam sungai yang menantang. (*)

Kadis ESDM Kaltim : Pembinaan UMKM Migas Jangan Hanya 5 Tahun

August 1, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim Christianus Benny menyambut baik perhatian Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terhadap pembinaan UMKM.

“Secara keseluruhan ada 24 unit UMKM binaan SKK Migas dari Pertamina Hulu Mahakam,” kata Christianus Benny, Kamis (28/7/2022).

UMKM binaan SKK Migas dan PHM itu antara lain  tersebar di Muara Jawa, Sangasanga, Muara Badak dan Marangkayu.

Salah satu UMKM  binaan Sangasanga ada di Kutai Lama dengan nama  Yomija, kependekan dari Yok  Minum Jamu.

“Untuk Yomija sudah dipesan online sampai Papua. Omzet Yomija rata-rata Rp10 juta per bulan,” kata Benny.

Hebatnya lagi, untuk UMKM binaan lidi nipah pemasaran bahkan sudah ekspor. Benny berharap agar pembinaan ini tidak hanya 5 tahun,  tapi terus-menerus dan berjenjang hingga hingga UMKM memiliki pangsa pasar yang tetap dan konsisten.

“Minimal bisa memberikan kontribusi untuk peningkatan PAD, dan perekonomian Kaltim secara makro,” harap Benny.

Selain itu, dari kacamata ESDM lanjut Benny, kegiatan pendampingan ini sangat penting sebagai salah satu penilaian Proper secara regional atau nasional, terutama pemanfaatan dana PPM/ CSR perusahaan migas. (sam)

Musim Jukut Biawan

August 1, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Memilih jukut biawan

Pernah makan jukut atau iwak biawan? Saya  dikabari teman-teman, yang baru saja mengunjungi  Danau Semayang. Di sana lagi musim jukut biawan. Jukut bahasa Kutai dan iwak bahasa Banjar. Artinya sama, yaitu ikan. Jadi nelayan di sana lagi banjir ikan biawan.

Melihat foto dan videonya saya jadi ngiler. Saya jadi pengen makan jukut biawan. Coba lihat, satu perahu isinya jukut biawan semua. Padahal di sana ada ratusan perahu miliki nelayan setempat. Itu buktinya memang di sana lagi panen ikan tersebut.

Biawan adalah salah satu jenis ikan tawar, yang banyak berenang di Sungai Mahakam terutama di Danau Semayang. Kenapa dia suka di danau? Karena biawan jenis ikan bentopelagik, yaitu hidup di antara permukaan dan wilayah dalam perairan. Suka di arus tenang dan banyak terdapat tanaman air. Situasi itu ada di danau.

Danau Semayang luasnya 13 ribu hektare, sebelah kiri Mahakam. Berseberangan dengan Danau Melintang yang berada di sebelah kanan. Kedua danau ini masuk wilayah Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kukar. Untuk sampai ke sana, bisa jalan darat atau melalui sungai.

Yang hebat, Danau Semayang kaya dengan keanekaragaman hayati dan plasma nuftah. Di sana selain ikan biawan, juga toman (Snake head/chana SP), gabus atau haruan (Chana striata), lais (Krytoterus SP), jelawat (Laptobarbus hoeveni), pepuyu (Anabas testudineus), baung (hemibragus), serta udang galah (Macrobrancium rosenbergii).

Saking banyaknya populasi ikan di Danau Semayang, maka tak heran bila hidup juga di sana pesut mahakam (Orcaella brevirostris), yang dikenal sebagai lumba-lumba air tawar. Maklum dia tak pernah kelaparan tinggal di danau tersebut. Ikannya sangat banyak.

Biawan dalam bahasa latinnya disebut Helostoma temminckii. Ikan ini berasal dari wilayah tropis, Asia Tenggara. Ikan ini awalnya dari Indonesia dan Thailand, akhirnya diintroduksi ke seluruh dunia.

Uniknya ikan ini juga disebut gurami pencium karena kebiasaannya mencium saat mengambil makanan dari permukaan benda padat maupun saat berduel antara sesama pejantan. Di Indonesia sendiri, ikan ini memiliki banyak nama. Ada yang bilang ikan tambakan, ikan bawan atau biawan. Ada juga yang menyebutnya ikan samarinda. Tak jelas kenapa disebut ikan samarinda. Mungkin orang yang memberi nama, pernah makan di Samarinda.

Satu perahu isinya ribuan jukut biawan

Biawan memang banyak di pasar Samarinda. Biawan hidup bisa dibeli di Pasar Pagi atau Pasar Segiri. Selain biawan segar, juga ada biawan yang sudah diasinkan. Warung-warung makanan juga banyak yang jualan ikan biawan, mau yang digoreng atau yang dibanam alias dibakar. Terutama warung masakan banjar atau kutai. Harga ikan biawan segar, asin dan telurnya bervariasi antara 50 sampai 100 ribu rupiah per kilogram.

Ikan biawan yang dijual di Samarinda memang datangnya dari hulu Mahakam. Sesekali ada juga yang tembus sampai ke Balikpapan.  Tapi jarang sekali saya temukan di Pasar Klandasan. Paling banter ikan haruan dan pepuyu. Karena kedua ikan ini lebih tahan hidup dibanding ikan tawar lainnya. Ikan biawan tidak bisa dipancing, seperti juga ikan sepat.

Dibanding pepuyu, biawan tidak terlalu bertulang. Lezat  sekali kalau dibakar.  Lalu  diulakkan  sambal ampalam atau mangga. Sayurnya sayur asam. Wah ibaratnya ibu mertua lewat, kita bisa tak sadar.

Biawan makin istimewa jika musim bertelur. Oleh para nelayan telur biawan dikumpulkan lalu diasinkan. Telur biawan asin tahan berbulan-bulan dan laku dijual ke mana-mana. Telur biawan asin yang dijual di Balikpapan kabarnya sebagian dari Banjarmasin. Nanti dimasak menjadi sambal goreng telur biawan asin. Cita rasanya memang luar biasa.

Saking populernya ikan biawan, ada nama Jalan Biawan di Samarinda. Jalannya berada di kawasan Sidomulyo. Ada juga warung sate Biawan di sana. Untuk anak muda mangkal dan ngopi, ada juga berdiri Kedai Teras Biawan.

Menurunkan Kolesterol

Selain dikonsumsi, ikan biawan ternyata juga bisa menjadi ikan hias. Maklum bentuk tubuhnya yang agak pipih sehingga penampilannya jadi menarik. Tapi saya sangat jarang melihat orang mengoleksi ikan biawan menjadi ikan hias. Dulu Gubernur Kaltim Suwarna AF malah mengoleksi ikan pipih atau belida (Notopterus notopterus).

Menyiangi jukut biawan untuk diasinkan

Ikan biawan berkembang biak di kisaran umur 12 hingga 18 bulan. Musim perkawinan ikan ini terjad pada bulan Mei hingga Oktober. Masa panen ikan ini hanya 15 bulan serta dapat berkembang biak dua kali lipat dari populasi awalnya.

Dulu hampir semua ikan biawan segar yang dijual di pasar-pasar adalah hasil tangkapan nelayan  di danau. Tapi belakangan ada juga hasil dari budi daya. Biawan dapat memakan segala jenis pakan karena sifatnya yang omnivora.

Ikan biawan memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang baik untuk dicerna manusia. Dalam 1 kg daging ikan biawan terdapat 250 sampai 300 kilo kalori. Tentu sangat baik untuk menambah tenaga dan memperlancar proses metabolisme.

Setidaknya ada 15 manfaat dan khasiat jika kita mengonsumsi ikan biawan. Di antaranya bisa mencegah penyakit kardiovaskuler, menurunkan kolesterol tinggi, mengandung makronutrisi, membantu meregenerasi sel, mencegah stroke, mencegah obesitas, mencegah kanker leher rahim, mencegah penyakit Alzheimer dan juga mengobati flu.

Ketika saya menulis artikel ini, ada yang mengirimi saya pantun jukut biawan. Kalau etam mudik di Sungai Mahakam, jangan lupa makan jukut biawan. Kalau etam mau banyak kawan, jangan lupa traktir makan. Nah sekarang aku tunggu kabarnya sampai malam. He…he.(*)

Jadi Pembicara Utama Regional Investment Forum, Isran Promosikan Pariwisata Kaltim

August 1, 2022 by  
Filed under Wisata

KUTA – Gubernur Kaltim H Isran Noor mempromosikan pariwisata Kalimantan Timur saat menjadi pembicara utama dalam Regional Investment Forum (RIF) dan Mini Exhibition  yang digelar di  Grand Nusa Penida Room, Bali Dynasty Resort, Jalan Kartika Plaza Kuta Bali, Kamis (28/7/2022).

Dikatakan Isran, forum ini bisa menjadi ajang promosi bagi Kalimantan Timur sesungguhnya memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah dari Bali.

“Keindahan pariwisata di Kalimantan Timur itu sebagian ada yang sama hebatnya dengan Bali. Sebagian Bali tidak punya seperti di Kalimantan Timur.  Tapi ada juga Kalimantan Timur tidak punya seperti Bali,”  beber Gubernur  saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka Regional Investment Forum tersebut,

Kaltim misalnya, memiliki destinasi wisata Pulau Derawan, Maratua, Kakaban Sangalaki dan Kaniungan. Semua potensi wisata pantai dan wisata bawah laut (diving) di Kabupaten Berau itu bahkan menurut Gubernur Isran Noor jauh lebih baik dari Bali.

“Satu-satunya di dunia yang namanya ikan barakuda bisa membentuk konfigurasi ketika orang menyelam. Seperti ingin show of force begitu. Hanya ada di Derawan dan Maratua,” bangga Gubernur.

Karena itu Gubernur Isran  sangat berharap para pengusaha di Bali tidak ragu-ragu lagi untuk berinvestasi, apalagi Kaltim telah ditetapkan sebagai ibu kota negara yang baru.

Dikatakan Gubernur, Bali adalah pilihan yang sangat tepat untuk kolaborasi dalam pengembangan bisnis pariwisata. Sebabnya, Pulau Dewata adalah magnet terbesar  pariwisata di Indonesia.

“Kegiatan ini memang sudah didesain sejak awal. Mengapa di Bali. Karena Bali adalah etalase yang sudah tidak perlu diragukan lagi kehebatannya dalam pengembangan pariwisata. Maka belajarlah ke Bali,” kata Isran Noor.

Forum mengundang sejumlah Konsulat Jenderal, seperti dari Jepang, China dan Jerman, serta beberapa negara yang akan berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Selain itu juga dihadirkan para pengusaha bidang kepariwisataan di Bali.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Sekda BaliI Gede Dewa Putra, mewakili Gubernur I Wayan Koster menyampaikan bahwa Pemprov Bali siap berkolaborasi dan terbuka untuk kerja sama dengan Kaltim.

“Pemerintah Provinsi Bali sangat terbuka untuk membangun kolaborasi serta siap membuka ruang diskusi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur demi kemajuan kita bersama,” kata I Gede Dewa Putra membacakan sambutan Gubernur I Wayan Koster.

“Kami pun menyambut baik rencana pengembangan wisata pesisir dan pulau terluar di Kabupaten Berau menjadi daerah pariwisata yang menakjubkan,” imbuh Wayan Koster.

Tampak hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Ricky P Gozali, Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto dan Asdep Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi Suparman Sirait.

Tema RIF di Bali ini adalah “The Marvelous Coastal Area and Outer Islands of Berau Regency atau  “Wilayah Pesisir dan Kepulauan Terluar Kabupaten Berau Yang Menakjubkan“. (sam)

« Previous Page

  • vb